Cerita dewasa, Cerita pemerkosaan, Cerita Mesum, Cerita ngentot, foto hot, foto sex, prediksi togel , prediksi togel jitu, totoprediksi

Sabtu, 17 November 2018

Cerita Sex Terpaksa Ngentot Sama Teman Yang Lagi Horny

Cerita Sex - Ini berkisah "Ceriat Sex Ngentot Dengan Kakaku Yang Bahenol" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.




Duniasemi86 - Di sebuah kamar kost yang terlihat cukup lebar, seorang gadis cantik nampak sedang terduduk di atas ranjang.  Tangan kanannya nampak sedang meraba-raba vaginanya sendiri yang permukaannya tertutupi oleh bulu-bulu tipis berwarna hitam. Memang saat ini bagian bawah tubuh gadis tersebut tidak tertutup apapun lagi, karena celana pendek coklat maupun celana dalam putih polos yang semula dikenakannya kini tergeletak di sampingnya.

Sedangkan tangan kiri gadis tersebut juga terlihat sibuk memilin-milin sendiri puting payudara kirinya. Tubuh atas gadis tersebut memang saat ini masih terbalut kaos ketat berwarna kuning, namun posisi bra putih yang dikenakakannya kini sudah bergeser dari posisinya semula.Gadis cantik itu bernama Wanda . Ia berumur 19 tahun dan baru saja menginjak semester 3 di salah satu perguruan tinggi yang cukup bonafit di kota tersebut.


Saat ini Wanda memang sedang dilanda birahi karena memang sebentar lagi dirinya akan mendekati masa menstruasi. Masa-masa seperti ini bagi seorang gadis seperti Wanda memang menjadi saat dimana libido sedang tinggi-tingginya. Sebagai seorang jomblo, tentunya Wanda tidak memiliki pasangan yang bisa ia ajak menyalurkan hasrat birahinya. Maka dari itu masturbasi pun menjadi satu-satunya cara yang paling efektif sebagai penyaluran birahinya saat ini.

Kedua mata Wanda  nampak terpejam mencoba untuk menghayati rabaan demi rabaan yang ia lakukan sendiri pada tubuhnya. Sesekali desahan kecil terdengar dari mulut gadis cantik tersebut, ketika rabaannya menyentuh puting dan klitorisnya sendiri. Namun ketika semua usahanya ini hampir memperoleh” hasil”, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di depan pintu kamar kos Wanda  .

“Tok… tok… tok…!”.

“Sial!”, runtuk Wanda  di dalam hati. “Kenapa mesti di saat seperti ini ada tamu yang datang ke kosannya, benar-benar sial!”, runtuk gadis itu lagi.

“Tok… tok… tok…! Wanda  …!!”, suara ketokan di pintu kenbali terdengar, kini ditambah dengan suara teriakan seorang gadis.

“Sebentar…!”, teriak Wanda  .

Dengan segera gadis cantik tersebut mengancingkan kembali kaitan branya dan mengenakan celana dalamnya.

“Ya, sebentar!”, teriak Wanda  lagi sambil merapikan posisi celana pendek dan kaosnya.

Setelah merapikan pakaian dan sedikit mengusap-usap wajahnya di depan cermin yang terlihat sedikit memerah akibat menahan nafsu, gadis itu pun kemudian membuka pintu.

“Haii… lama amat sih bukanya?”, di depan pintu berdiri seorang gadis yang tak kalah cantik jika dibandingkan dengan Wanda  . Gadis itu seumuran dengan Wanda  dan merupakan temen satu kampusnya. Gadis itu bernama Shelvi.

“Eh iya, sorry tadi lagi di kamar mandi sih”, Wanda  mencoba menutupi aktifitas yang tadi ia lakukan di dalam kamar.

Ternyata Shelvi tidak sendiri. Di belakangnya berdiri seorang laki-laki berperawakan tinggi dan berwajah tampan. Rambut laki-laki itu tercukur rapi. Dari penampilannya terlihat ia cukup perlente. Mungkin ia adalah pacar Shelvi, pikir Wanda  dalam hati.

“O iya, ini Rico cowok gue”, Shelvi memperkenalkan laki-laki yang berada di belakangnya tersebut.

“Rico”, laki-laki itu kemudian menyodorkan tangan kanannya.

Wanda  pun membalasnya, “Wanda  ”. Kedua tangan mereka pun saling berjabatan tangan.

“Kok tumben nih? Ada apa Vi?”, tanya Wanda  kepada sahabatnya.

“Gue mau ngomong bentar ama lu dong”.

Wanda  mengerutkan keningnya.

“Ric, lu tunggu di sini aja dulu ya”, Shelvi berucap ke arah laki-laki tersebut. Laki-laki itu pun hanya mengangguk.

Lalu Shelvi menarik tangan Wanda   untuk masuk ke dalam kamar kosnya. Di dalam mereka duduk di atas ranjang.

“Ada apa sih Vi?”, Wanda  kembali mengulangi pertanyaannya.

Shelvi menetakkan jari telunjuknya di depan bibirnya, menandakan agar Wanda  menurunkan volume suaranya. Ia pun kemudian berbisik, “Gini Wanda  , gue mau pinjem kamar lu bentar dong”.

“Ah? Buat apa?”, bisik Wanda  penuh kecurigaan.

“Gue mau gituan ama cowok gue”, Shelvi berkata sambil memberikan isyarat tangan dengan memasukkan ibu jarinya diantara jari telunjuk dan jari tengahnya.

Wanda  benar-benar tersentak melihat isyarat tangan sahabatnya tersebut. Tanda tersebut sering ia lihat setiap kali Shelvi ingin menyamarkan kata “making love”. Bukan tanda itu yang mengejutkan Wanda  , karena ia tahu benar kalau memang sahabatnya ini sudah sering melakukan perbuatan terlarang tersebut dengan pacar-pacarnya. Yang membuatnya terkejut adalah kenapa ia memilih kamar kosnya ini untuk berbuat mesum.

“Gila lu ya? Nggak boleh!”, bentak Wanda  sambil tetap berbisik.

“Please Wanda  , gue udah nggak tahan nih, memiaw gue udah basah banget”.

“Ngapain lu nggak cari hotel aja?”.

“Nggak sempet, ntar lagi cowok gue musti ke bandara, ini juga sama sekali nggak direncanain kok tiba-tiba dateng gitu aja waktu dia grepein gue di bioskop”.

“Aduh gimana ya?”, sebenarnya Wanda  ingin mengatakan tidak, namun melihat ekspresi wajah Shelvi yang begitu memelas ia pun menjadi bingung harus memberi jawaban apa.

“Please Wanda  , cowok gue cuma sehari ini aja bisa transit di sini, ntar malem dia musti keluar kota lagi jadi waktu gue ama dia cuma bentar banget nih”.

“Kalau ntar ada yang liat gimana? Kan gue malu juga tiba-tiba di kamar kos gue ada cowoknya?”, tempat kos Wanda   ini memang hanya menerima penghuni kos wanita, sehingga aturan tentang menerima tamu laki-laki memang diatur sedikit ketat.

“Sepi gini kok? Lagian gue nggak bakal lama kok, sueeer!!!”, Shelvi mengacungkan jari tengah dan jadi telunjuknya bersamaan.

Wanda  tambah bingung mendengar kata-kata sahabatnya ini.

“Lu tu bener-bener gila tau nggak?”, ucap Wanda  masih tetap berbisik.

“Please Wanda  , please…”.

Wanda  kembali mengerutkan keningnya, menandakan kebingungan yang sedang melanda dirinya saat ini.

“Please Wanda  ”, kembali Shelvi memelas.

“I… iya deh”, ucap Wanda  ragu. Ia sendiri tidak tahu kenapa kata-kata persetujuan tersebut bisa keluar dari mulutnya.

“Thanks Wanda  , lu emang temen gue yang paling baik”.

Shelvi langsung memonyongkan bibirnya hendak mencium sahabatnya ini, namun dengan segera Wanda  menghentikan perbuatannya tersebut. “Horny sih horny, tapi lu jangan sosor gue kayak gitu dong!”.

“Hehehe… sorry abis kalo lagi horny gue emang suka lupa diri sih”.

“Trus gue musti kemana dong?”, Wanda  kembali bingung. Tentu saja ia harus bingung, karena jika kamarnya sedang “dipakai” oleh sahabatnya ini tentunya ia tidak bisa berada di tempat yang sama juga bersama mereka.

“Lu kemana kek, makan kek, nonton kek, nih gue kasi lu ongkos deh”.

Shelvi mengeluarkan beberapa lembar uang lima puluh ribuan dari dompetnya. Gadis cantik ini memang tergolong cukup beruntung untuk bidang keuangan. Memiliki orang tua seorang pengusaha sukses tentunya membuat isi dompetnya hampir tidak pernah kosong, bahkan kalau tidak boleh dibilang berlebih.

“Hhhmm… kemana ya?”.

Wanda  nampak mengerutkan dahinya.

Melihat sahabatnya belum juga beranjak dari tempatnya, langsung saja Shelvi mengajukan protes, “Udah ah lu pikirin sambil jalan aja! Dah kebelet nih!”.

“Eh… iya… iya…”, Wanda  langsung beranjak dari atas ranjang, disusul kemudian oleh Shelvi.

Mereka berdua kemudian melangkah menuju pintu.

“Ya udah kalo gitu gue keluar bentar ya Vi”, Wanda  melambaikan tangan ke arah sahabatnya yang kini terlihat berdiri di depan pintu kamar kosnya.

“OK, ati-ati ya Wanda  ”, Shelvi melempar sebuah senyum penuh makna, yang mana hanya mereka berdua yang mengerti.

Sebelum beranjak, Wanda  melempar senyum kecil juga ke arah laki-laki yang diakui sebagai pacar oleh sahabatnya tersebut. Laki-laki itu pun kemudian membalas dengan senyuman kecil pula. Lalu Wanda  berjalan menuju tempat parkir dimana semua sepeda motor para penghuni kos terparkir

Setelah tiba di samping sepeda motornya, sekilas gadis cantik itu menengok kembali ke arah kamar kosnya. Tidak terlihat lagi Shelvi dan cowoknya disana. Bahkan kini pintu kamar kosnya sudah tertutup rapat. Shelvi memang pernah bercerita tentang cowok barunya, namun ia belum bertemu dengan pacar baru sahabatnya tersebut secara langsung. Apakah cowok ini yang dimaksud oleh sahabatnya tersebut? Ia sama sekali tidak tahu.



Hampir beberapa menit Wanda  berdiri disamping sepeda motornya. Mengetahui kalau saat ini mungkin sahabatnya sedang bercinta di dalam kamar kosnya, justru membuat gairah di dalam dirinya yang tadi sempat muncul kini kembali bergejolak. Tak terasa vaginanya kembali berdenyut-denyut dan payudaranya terasa mengeras seperti yang ia alami beberapa menit yang lalu ketika melakukan masturbasi. Tiba-tiba di saat itu pula di dalam otak gadis cantik itu terbersit sebuah ide gila untuk mengintip kegiatan sahabatnya tersebut di dalam kamar. Tidak etis memang mengintip sahabat sendiri yang sedang bercinta, namun gejolak nafsu Wanda  yang sudah tidak bisa tertahan lagi menghilangkan semua pikiran waras di dalam otaknya.

“Wanda  , lu nggak boleh ngelakuin itu, itu sama aja lu itu mempermalukan sahabat lu sendiri!”, suara kata hati malaikat di dalam diri Wanda  berteriak-teriak di telinga kanannya.

“Halah… liat dikit emang kenapa? Itu juga kan kamar lu Wanda  ? Siapa suruh ngent*t di kamar orang!”, di saat yang sama suara kata hati iblis di dalam dirinya pun juga tidak mau kalah terdengar menggema di telinga kirinya.

“Tetep nggak boleh Wanda  , lu harus menghargai privasi orang dong!”.

“Tai kucing tuh privasi! Sedeng asyik ngent*t gitu paling juga mereka nggak bakal sadar lu intipin Wanda  !”.

“Nggak boleh!”.

“Boleh!”.

Nggak bisa!”.

“Bisa!”.

Suara hati malaikat dan iblis kini terus menggema di dalam kepada Wanda  , seakan-akan mencoba memberikan “nasehat” jalan terbaik yang harus ia lakukan saat ini.

“Udah… udah… udah… pada bisa diem nggak sih?”, Wanda  menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berteriak di dalam batinnya. Kepalanya terasa mau pecah mendengar kata hatinya sendiri yang terus berteriak-teriak di dalam kepalanya secara bergantian. Setelah suara-suara itu tidak terdengar lagi di kepalanya, Wanda   menarik nafasnya panjang dan berdiam diri sesaat. Akhirnya gadis cantik itu pun memilih untuk mengendap-endap menuju kamar kosnya sendiri. Saat ini sisi iblis Wanda  pastilah sedang tertawa lantang penuh kemenangan.

Jika saja ada yang melihat Wanda  sedang berjalan mengendap-endap menuju kamar kosnya sendiri seperti saat ini, tentu akan menimbulkan tanda tanya dan kecurigaan. Bersyukur sore ini tempat kos Wanda  nampak begitu sepi, karena memang diakhir pekan rata-rata penghuni kos kembali ke rumah mereka masing-masing untuk bersua dengan keluarga. Sedangkan untuk penghuni kos yang tidak kembali ke rumah seperti Wanda  kini sebagian besar sedang melaksanakan aktifitas mereka masing-masing di luar kosan. Wanda  sendiri masih berada di kosannya karena kebetulan siang tadi ia harus mengambil kuliah tambahan sehingga akhirnya memilih tetap tinggal di kosan.

Di depan jendela kamarnya, Wanda  mencoba mencari celah yang terbuka diantara tirai yang tertutup. Memang ada sedikit celah yang tersisa, namun tidak cukup lebar untuk bisa melihat apa yang terjadi di dalam. Beberapa kali dari dalam kamar terdengar tawa cekikikan kecil dan suara desahan manja. Suara tawa itu pastilah suara Shelvi bersama pacarnya. Wanda  masih terus berusha mendongak-dongakkan kepalanya di depan jendela, sampai tiba-tiba…“Duaar!!!”, tirai penutup jendela tersebut tersibak dan muncullah wajah Shelvi dari balik jendela.

Wajah Wanda  langsung terlihat merah padam karena ketahuan mengintip.

Belum hilang rasa terkejut Wanda  , dengan santainya Shelvi menutup kembali tirai tersebut dan kemudian gadis cantik itu keluar dari kamar dengan tubuh hanya berbalut handuk hijau milik Wanda  .

“Daripada lu ngintipin gue, mending lu gabung aja”.

Wanda  begitu tersentak mendengar kata-kata sahabatnya tersebut. Saat ini ia merasa seperti tersambar petir puluhan ribu volt.

“Vi, nggak! Jangan!”, Wanda  berusaha bertahan ketika Shelvi menarik tangan kanannya untuk mengajaknya masuk ke dalam kamar.

“Udah… hayo!”.

“Nggak Vi!”.

“Hayo dong…!”, Shelvi terus memaksa.

Setelah cukup lama saling menarik tangan masing-masing akhirnya Wanda  pun tidak kuat lagi melawan tarikan sahabatnya itu. Ia pun tertarik masuk ke dalam kamar.

“Aaakkhh…!”, begitu masuk ke dalam kamar Wanda  langsung berteriak dan menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.

Bagaimana tidak berteriak. Di atas ranjangnya kini terlihat seorang laki-laki sedang terduduk santai dengan hanya mengenakan kaos tanpa tambahan apapun lagi sebagai penutup bagian bawah tubuhnya. Di bagian selangkangan laki-laki tersebut mengacung tegak sebuah batang yang berukuran sangat besar.

“Halah, gaya lu tu kayak baru pertama kali aja ngeliat tongkol hehe…”, Shelvi dengan santainya berkata seronok kepada sahabatnya tersebut setelah menutup pintu kamar.

Wajah Wanda  semakin memerah mendengar kata-kata Shelvi tersebut. Memang benar apa yang dikatakan sahabatnya ini, karena penis bukanlah hal asing bagi mereka berdua. Namun dalam hal ini jelas berbeda. Laki-laki yang kini terbaring di ranjangnya jelas-jelas baru saat ini ia jumpai untuk pertama kalinya. Tentu akan sangat aneh apabila tiba-tiba saja di saat itu juga ia harus melihat penis laki-laki yang baru saja ia kenal tersebut.

Shelvi dengan santainya berjalan mendekati ranjang kemudian naik ke atasnya. Ia lalu mencium bibir laki-laki tersebut sambil memeluknya.

“Ric, Wanda  mau gabung bareng kita nih, boleh ya?”.

Laki-laki itu hanya tersenyum kecil, “Boleh kok”.

Shelvi membalas dengan senyuman pula. Dikecupnya sekali lagi bibir pacarnya tersebut, kemudian beranjak turun dari ranjang dan kembali mendekati Wanda  . Wanda  sendiri masih terlihat berdiri mematung dengan ekspresi penuh kehampaan.

“”Ayo dong!”, kembali Shelvi menyeret tangan Wanda  mendekat menuju ranjang.

“Nggak Vi, gue nggak mau”.

“Halah, jangan malu-malu gitu ah! Norak tau…”.

“Nggak Vi, bener gue nggak bisa”, Wanda  terus berusaha bertahan.

Shelvi pun akhirnya hanya melengos dan melepaskan tangan Wanda  setelah tidak mampu memaksa kembali sahabatnya tersebut untuk mendekati ranjang.

“Ya udah, kalo gitu lu disini aja”.

Shelvi kembali berjalan menuju ranjang. Sebelum naik ke atas ranjang ia melepaskan handuk yang melilit tubuhnya. Terlihatlah kini tubuh sintal itu hanya terbalut celana dalam putih beraksen garis-garis pink. Rupanya sebelum memergoki Wanda  tadi, mereka berdua sudah sempat melepaskan beberapa lembar pakaian yang mereka kenakan. Pakaian-pakaian tersebut kini ada yang tergeletak di atas ranjang ataupun di lantai kamar. Gadis cantik itu lalu merangkak naik ke atas ranjang dan kembali memeluk tubuh pacarnya.

“Lanjut yuk!”.

Mereka berdua pun berciuman panas sambil beradu lidah. Tangan Rico pun dengan cekatan meremas-remas payudara montok Shelvi. Keduanya begitu menikmati percumbuan mereka seolah-olah di dalam kamar hanya ada mereka berdua, tanpa memperdulikan kehadiran Wanda  di sana. Tak hanya meremas, kini puting payudara kanan Shelvi sudah berada sepenuhnya di dalam kuluman Rico. Shelvi pun akhirnya terpaksa remas-remas sendiri payudara kirinya karena tangan Rico saat ini sibuk mengobok-obok selangkangannya yang masih tertutupi celana dalam. Selangkangan yang sebelumnya telah basah itu pun kini nampak semakin basah.

“Aaahh… oooh…”, Shelvi sengaja mendesah sesensual mungkin sambil menatap ke arah Wanda  yang masih berdiri di dekat pintu. “Ooohh… aaah…”, kini Shelvi memasang ekspresi wajah penuh kenikmatan seolah-olah menikmati betul kuluman di payudaranya dan permainan tangan Rico di selangkangannya. Shelvi tersenyum kecil ketika melihat Wanda  yang sudah mulai nampak berdiri gelisah sambil menggesek-gesekkan kedua pahanya.

“Ntar Ric, gue mau ngelepas CD dulu nih”.

Rico pun menghentikan remasan tangannya, namun tidak kuluman mulutnya.

“Udah dong, berhenti bentar aja”, Shelvi berusaha melepaskan kuluman Rico di payudaranya yang sudah terlihat dipenuhi beberapa bercak-bercak merah.

Rico pun menurut, namun bukan berarti payudara montok itu bisa terbebas begitu saja. Di saat Shelvi berusaha melorotkan celana dalam yang dikenakannya, remasan tangan kanan Rico masih tetap bertengger di gundukan daging kenyal tersebut.

“Udah!”, ucap Shelvi setelah meletakkan kain mungil penutup selangkannya tersebut di sampingnya. Gadis cantik itu pun kini yang ganti angresif memeluk tubuh Rico dan mencium bibir laki-laki tersebut dengan ganas. Tak hanya itu kini jari-jari mungil Shelvi juga secara bersamaan dengan telaten mengocok-ocok batang penis Rico yang telah menegang.

Shelvi memang sengaja mengatur posisi tubuhnya agar menghadap ke arah Wanda  . Sambil berciuman dan bermain lidah, Shelvi tetap intens sesekali melirik ke arah sahabatnya tersebut. Kini Wanda  sudah tidak mampu lagi menutupi gairah birahi yang menyerangnya akibat melihat live show yang terjadi di hadapannya. Tangan Wanda  mulai bergerak merabai dadanya sendiri, sambil tetap menggesek-gesekkan kedua pahanya. Senyum Shelvi pun semakin lebar karena berhasil memancing gairah Wanda  .

“Ric, lu ML ama Wanda  dulu ya, ntar baru ama gue”, bisik Shelvi di telinga pacarnya.

“Dia kan tadi udah nggak mau Vi?”, sahut Rico ditengah remasan tangannya di payudara pacarnya tersebut.

“Udah, ntar gue yang ngatur deh”.

“Emang lu nggak cemburu Vi, gue ML ama temen lu?”.

“Nggaklah, kan gue yang nyuruh, lagian itung-itung sekalian gue ngasi bonus ke lu juga ke Wanda  ”.

“OK deh, asal lu nggak apa-apa aja”.

Shelvi pun membuka kaos Rico sehingga kini mereka berdua pun telah benar-benar dalam keadaan telanjang. Kemudian setelah mencium bibir pacarnya tersebut, Shelvi pun beranjak turun dari ranjang dan kembali menghampiri Wanda  . Rico sendiri terlihat mengambil posisi terbaring santai di atas ranjang sambil menatap langit-langit kamar.

“Wanda  , ayo dong kita bareng yuk”.

“Nggak Vi”, kembali Wanda  menolak.

“Ayo dong, gue tau lu sekarang udah horny kan?”, desak Shelvi lagi.

“Gue malu Vi”.

“Napa musti malu? Kan ada gue disini?”.

“Iya sih…”.

“Wanda  , gue tau lu udah lama banget nggak ML sejak lu putus ama cowok lu, gue cuma mau bantu lu nyalurin birahi lu”.

“Tapi itu kan cowok lu Vi?”.

“Halah, lu nggak enak ama gue? Kan gue yang nyuruh lu? Cowok gue juga asyik-asyik aja kok, lagian kucing mana sih yang nolak kalo di kasi ikan? Hehe”.

Wanda  tidak tahu harus berkata apa lagi. Apa yang dikatakan Shelvi tadi memang benar adanya. Sudah hampir setahun ia tidak lagi bisa merasakan hangatnya persetubuhan. Apalagi kini mendekati tanggal-tanggal krusial menjelang menstruasi, dimana gairah dan hormon kewanitaannya mulai memuncak tak terkendali. Ingin sekali rasanya ia melepaskan semua beban birahi di dalam dirinya ini dengan bercinta bersama seorang laki-laki. Tapi kalau dia harus menyalurkannya dengan cara bersetubuh bersama pacar sahabat baiknya sendiri, hal ini tentu sesuatu yang benar-benar di luar akal sehat. Namun di sisi lain, bukankah justru sahabat baiknya inilah yang memintanya untuk melakukan persetubuhan? Jadi siapakah sebenarnya yang gila dalam hal ini?

“Ayo Wanda  …”, Shelvi menarik tangan Wanda  dan kali ini gadis cantik itu nampak tidak melakukan perlawanan lagi.

Ketika kedua gadis itu berdiri di pinggir ranjang, Rico hanya tersenyum kecil ke arah Wanda  . Di dalam hati kecilnya, laki-laki tersebut cukup mengagumi kecantikan dan keindahan tubuh Wanda  . Dalam hal ini tentu ia sangat mensyukuri karena bisa memacari Shelvi yang memiliki fantasi sensual yang liar, sehingga sebentar lagi mungkin ia akan segera bisa menikmati tubuh sahabat pacarnya ini tanpa perlu melakukan perselingkuhan di belakang pacarnya.

“Ric, lu rangsang dikit Wanda  gih!”.

Rico pun berdiri dan mendekati Wanda  . Tubuh Wanda  terlihat bergetar ketika seorang laki-laki dalam keadaan telanjang bulat kini berlahan mendekatinya. Wanda  sempat melirik nakal ke arah batang penis Rico. Batang tegang itu terlihat sangat besar untuk membuatnya bergidik dan membuat selangkangannya terasa senut-senut. Ia tidak bisa membayangkan rasa sakit yang akan menyerangnya jika batang besar itu harus masuk ke dalam dirinya.

“Vi…”, Wanda  memegang tangan sahabatnya, ketika Rico semakin mendekat.

“Udah, anggep aja Rico itu cowok lu”.

“Tapi Vi…”, belum sempat Wanda  melanjutkan kata-katanya Rico sudah keburu memeluk tubuhnya dan mencium bibirnya.



Wanda  pun gelagapan dibuatnya, walaupun ia sama sekali tidak menolak bibir Rico yang kini terus menyerang bibirnya. Awalnya Wanda  terlihat kikuk, namun beberapa saat kemudian ia pun mulai membalas pagutan bibir Rico. Apalagi ketika kemudian gadis cantik itu merasakan sentuhan lembur Shelvi di pundaknya, Wanda  pun tidak malu lagi membalas permainan lidah Rico di mulutnya. Wanda  yang memang sejak semula telah terbakar nafsu birahi membuat Rico tidak perlu terlalu bekerja keras untuk membangkitkan sisi liar gadis cantik tersebut.

Shelvi sendiri kini masih berdiri di belakang Wanda   sambil meremas-remas payudara sahabatnya tersebut dari balik kaos. Kemudian dengan cekatan kedua tangan gadis tersebut masuk ke dalam kaos Wanda  . Berlahan jari-jari Shelvi bergerak membuka kaitan bra berwarna putih tanpa renda yang dikenakan sahabatnya. Kini remasan tangan Shelvi pun dapat langsung merasakan kelembutan dan kekenyalan payudara Wanda  .

Diserang dari dua arah seperti ini membuat Wanda   kian melambung. “Aaah… oooh…!”, cuma lenguhan dan desahan yang keluar dari mulut gadis cantik tersebut, ditengah lumatan bibir Rico.

Saking terbelenggunya oleh nafsu membuat Wanda  sama sekali tidak melawan ketika Rico menggiringnya berbaring di ranjang. Bahkan saking terbuainya oleh cumbuan pacar sahabatnya tersebut, Wanda  sama sekali tidak menyadari kalau kini tubuh atasnya saat ini sudah sama sekali tidak tertutup apapun. Shelvi melemparkan kaos berikut dengan bra milik Wanda  sehingga kedua potong pakaian tersebut kini tergeletak di lantai. Hal ini membuat Rico menjadi leluasa mengulum dan menghisap kedua payudara milik Wanda  . Payudara gadis cantik itu memang tidaklah terlalu besar, tidak sebesar milik Shelvi, namun ukurannya pas untuk tubuhnya yang berukuran cukup mungil.

Ketika kedua payudara Wanda  kini sepenuhnya berada di dalam “kekuasaan” Rico, maka bibir lembut gadis cantik itu pun kini berganti menjadi milik Shelvi. Kedua gadis cantik tersebut terlihat begitu eksotis ketika saling mengulum, menjilat dan bertukar air liur. Mereka berdua sesungguhnya bukanlah lesbian, namun desakan birahi yang kini menguasai kedua gadis tersebut membuat mereka lupa kalau mereka sesungguhnya adalah makhluk sejenis.

Ketika kedua gadis itu terlihat asyik saling kulum dan saling jilat, di bawah sana ciuman Rico sudah merambat turun sampai ke perut Wanda  yang rata. Sambil tetap mencium pusar Wanda  , kedua tangan laki-laki tersebut terlihat memegang ujung celana pendek gadis cantik tersebut. Sesaat kemudian celana pendek itu telah melorot turun dan akhirnya terlepas. Rico kemudian menciumi kedua paha mulus Wanda  dan akhirnya ciuman tersebut bermuara di celana dalam putih gadis tersebut yang sudah terasa basah. Kain mungil tipis menerawang itulah yang kini hanya menjadi pembatas antara lidah Rico dengan vagina Wanda  .

“Hhhmm… hhmm…!”, hanya itu yang keluar dari mulut Wanda  yang kini sedang dicumbui oleh Shelvi. Gadis cantik itu harus beberapa kali menggerakkan pantatnya menahan geli akibat permainan lidah Rico yang beberapa kali menyentuh klitorisnya. Ini berarti celana dalam Wanda  sudah berhasil dienyahkan oleh laki-laki tersebut.

Wanda  benar-benar merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bibir dan payudaranya terus menerus dipermainkan oleh Shelvi, sementara di saat yang bersamaan vagina dan klitorisnya jura terus dipermainkan oleh Rico. Terasa sekali kalau di bawah sana sudah semakin basah dan becek, sedangkan payudara dan putingnya sendiri terasa demikian menegang. Permukaan kasar lidah Rico begitu nikmat dirasakan Wanda  ketika menari-menari bebas diantara bulu-bulu tipis basah yang ada disana. Saat ini gadis cantik itu sudah benar-benar melayang akibat gelora nafsu birahinya sendiri.

Melihat Wanda  yang sudah siap tempur, Rico lalu menghentikan jilatannya. Laki-laki itu beranjak dari posisinya samping mengocok-ngocok batang penisnya sendiri yang sudah semakin menegang. Laki-laki itu merasa batang penisnya belum cukup tegang untuk memberikan kenikmatan kepada dua orang gadis yang bersamanya saat ini. Ia pun menyuruh Shelvi menghentika ciuman bibirnya dan lalu mengarahkan batang penisnya ke dalam mulut Wanda  yang masih terbaring pasrah. Kini batang penis tersebut udah terkocok keluar masuk ke dalam mulut mungil Wanda  . Wanda  nampak cukup gelagapan menerima kocokan penis besar Rico di dalam mulutnya. Ujung penis laki-laki tersebut terasa beberapa kali menyentuh kerongkongannya. Karena takut tersedak, gadis cantik itu pun memilih untuk mengganti posisinya menjadi terduduk.

Posisi ketiga insan yang sedang dimabuk birahi itu pun berganti. Kini Rico duduk di ujung ranjang, dimana batang penisnya nampak sedang dijilati oleh dua orang gadis cantik. Rico saat ini benar-benar merasa seperti seorang raja yang sedang dilayani dengan penuh cinta oleh selir-selirnya. Ketika batang penis itu amblas ke dalam mulut Wanda  , Shelvi pun kemudian mencium bibir Rico sambil merabai dada bidang pacarnya tersebut. Cukup lama keduanya saling lumat, sebelum ciuman Shelvi mulai turun ke leher dan dada Rico. Lalu Shelvi pun menyorongkan payudara kanannya ke mulut Rico untuk dilumatnya. Rico pun dengan senang hati melumat dan menjilati payudara montok milik pacarnya tersebut. Memang payudara Shelvi lebih besar ukurannya dibandingkan milik Wanda  , namun kedua payudara gadis cantik tersebut sama-sama memiliki daya tarik mereka sendiri.

“Aaah…!”, Shelvi mendesah pelan ketika Rico sedikit menggigit puting payudaranya, setelah pacarnya tersebut kembali membuat beberapa cupangan dipemukaan daging montok tersebut.

Kini terlihat kedua gadis itu telah berganti posisi. Kini Shelvi yang nampak mengulum batang penis Rico sedangkan Wanda  bergantian mencumbu bibir dan dada Rico. Laki-laki tersebut benar-benar tidak percaya kalau Wanda  ternyata begitu liar ketika terbakar birahi. Jika dilihat sekilas tadi, dari segi penampilan luar semula Rico melihat Wanda  seperti seorang gadis lugu dan polos. Sama sekali tidak terlintas di benaknya tadi kalau gadis cantik, sahabat pacarnya ini pernah memiliki pengalaman bercinta sebelumnya. Namun kini Rico begitu terbuai dengan permainan Wanda  yang tak kalah menggairahkan dengan permainan cinta pacarnya, Shelvi.

“Ooohh… ooohh…”, Rico hanya bisa mendesah penuh kenikmatan mendapatkan pelayanan dari kedua gadis cantik tersebut.

“Ric, mulai masukin ya? Udah tegang banget nih”, Shelvi menghentikan kuluman dan kemudian memelas ke pacarnya untuk mulai melakukan penetrasi.

“OK deh, siapa duluan nih?”.

“Wanda  aja deh”.

Wanda  sama sekali tidak berkomentar mendengar percakapan pasangan kekasih tersebut. Yang dia tahu saat ini dirinya memang sangat ingin segera disetubuhi, entah duluan atau belakangan sama sekali tidak masalah baginya.

Rico pun menuruti kata-kata pacarnya. Laki-laki itu pun membaringkan tubuh Wanda  di ranjang dan kemudian membuka kedua paha gadis tersebut lebar-lebar. Sejenak Rico menelan ludah. Di hadapannya kini terpampang indah sebuah vagina gadis muda yang begitu mempesona. Entah berapa penis yang pernah memasuki lubang kenikmatan tersebut, Rico sama sekali tidak ambil pusing. Yang jelas sebentar lagi batang penisnya akan bisa menikmati vagina ranum milik sahabat pacarnya tersebut. Wajah Wanda  terlihat memerah karena malu melihat tatapan nanar Rico ke arah vaginanya.

Tak sabaran merasakan nikmatnya vagina Wanda  , dengan segera Rico menghujamkan batang penisnya ke dalam lubang kenikmatan tersebut.

“Aaaahhh…!!”, baik Rico maupun Wanda  memiawik penuh kenikmatan.

Rico merasakan sensasi kenikmatan yang dasyat ketika memasukkan batang penisnya ke dalam vagina Wanda  . Memasukkan penis ke dalam vagina seorang gadis yang belum pernah kita setubuhi sebelumnya memang selalu membawa sensasi tersendiri. Begitu pula dengan Wanda  , yang memang sudah sekian lama tidak dapat lagi merasakan hujaman penis di dalam vaginanya. Lesakan penis Rico terasa seperti siraman air ditengah kegersangan hidupnya selama ini. Rico pun tak membuang-membuang waktu untuk secepatnya menghujam-hujamkan batang penisnya. Batang penis Rico mengocok vagina Wanda  dengan kencang, sedangkan Wanda  sendiri terlihat begitu menikmati kocokan tersebut.

Shelvi yang harus menunggu giliran untuk disetubuhi, terlihat mencium bibir Wanda  yang kini terguncang-guncang hebat. Shelvi juga meraba-raba payudara Wanda  yang nampak terguncang tak kalah hebat.

“Gimana Wanda  ? Enak?”, bisik Shelvi nakal di telinga sahabatnya.

“Aaah… e… enak Vi”, ucap Wanda  gemetar.

“Nikmat kan tongkol cowok gue? Hehe”.

“I… iya”.

Shelvi tersenyum kecil mendengar kata-kata Wanda  . Gadis itu pun lalu melumat payudara Wanda  sambil tangannya merabai klitoris sahabatnya, membantu Rico yang semakin gencar menghujam-hujamkan batang penisnya.

“Vi lu nunging gih, giliran lu yang gue ent*t sekarang”.

Shelvi pun menurut. Ia lalu mengambil posisi nunging di samping Wanda  yang terbaring terlentang. Rico lalu mencabut batang penisnya dari dalam vagina Wanda  dan ganti memasukkannya ke dalam vagina pacarnya.

“Aaakkhh…!”, Shelvi melenguh kencang. Gadis itu memejamkan matanya sambil meremas erat sprei.

Batang penis Rico yang langsung menghujam kencang ke dalam vaginanya cukup memberikan rasa sakit yang luar biasa. Tapi di satu sisi sensasi yang ditimbulkan antara campuran rasa sakit dan kenikmatan justru semakin membangkitkan birahinya. Lubang kenikmatan yang semula sempat mengering, kini mulai basah kembali dialiri cairan cinta. Ditengah genjotan Rico, Shelvi menggigit bibirnya. Gadis itu begitu merindukan genjotan penis besar pacarnya ini. Hampir dua minggu lamanya mereka harus berpisah karena Rico harus tugas ke luar daerah. Kali ini pun mereka hanya bisa bertemu sehari sebelum malam nanti Rico harus berangkat kembali ke tempat tugasnya.

Ketika Shelvi mendapat giliran disetubuhi, Wanda   giliran merabai tubuh Shelvi. Payudara, paha, pinggang dan bagian-bagian tubuh sensitif lainnya secara bergiliran menerima rabaan dan sentuhan Wanda  . Bahkan tidak hanya menyentuh, Wanda  juga menciumi dan menjilati sekujur tubuh Shelvi, guna membantu sahabatnya ini menikmati persetubuhan yang kini ia lakukan bersama pacarnya.

“Giliran lu lagi Wanda  ”, ucap Rico ditengah genjotannya di vagina Shelvi.

Seperti layaknya Shelvi tadi, Wanda  pun begitu saja menuruti kata-kata Rico. Apakah ini bertanda kalau kedua gadis cantik tersebut telah sepenuhnya ditaklukkan oleh Rico dengan kocokan penis besar dan panjangnya? Mungkin saja, karena kedua gadis cantik itu terlihat bak budak seks yang sedang melayani majikannya. Kini Wanda  pun menungging di samping Shelvi, seakan-akan menyerahkan sepenuhnya vaginanya untuk pacar sahabatnya tersebut. Rico meremas-remas pantat sekal Wanda  sebelum melepaskan penisnya dari dalam vagina Shelvi.

“Aaakhh…”, kini penis Rico kembali menghujam-hujam kencang ke dalam vagina Wanda  .

Shelvi pun kembali mencium bibir Rico sambil merabai lembut tubuh pacarnya tersebut. Rico pun harus membagi konsentrasi antara menggenjoti vagina Wanda  dengan permainan lidah Shelvi di dalam mulutnya. Keduanya memberikan sensasi kenikmatan tersendiri bagi Rico.

Gaya doggie ini tidak berlangsung lama karena Shelvi menyuruh Wanda  untuk mengambil posisi woman on top. Kini Rico berbaring di atas ranjang, dimana Wanda  berada di atas tubuhnya dan menggoyang-goyangkan pinggulnya. Hal ini membuat batang penis Rico yang menancap di dalam vagina Wanda  terasa terjepit dengan kencang. Posisi seperti ini memudahkan Shelvi untuk bergantian mengulum bibir Rico maupun Wanda  . Tak hanya bibir mereka, Shelvi juga bergantian menjilati dada keduanya. Sambil bergoyang kini Wanda  pun harus membagi konsentrasi antara kuluman bibir Shelvi dan remasan tangan Rico di kedua payudaranya.

“Hhhmm… hhmmm… hhhmmm…”, desahan tertahan keluar dari kedua mulut gadis cantik tersebut yang kini terlihat masih berciuman panas. Sedangkan Rico ditengah dera rasa nikmat akibat jepitan vagina Wanda  , terlihat begitu kagum melihat pemandangan dua gadis cantik yang kini sedang bercumbu ria di hadapannya. Sungguh fenomena yang sangat eksotis dan indah.

Ketika tiba giliran kembali untuk berganti posisi, Shelvi pun agaknya memilih untuk menggunakan gaya woman on top juga. Begitu batang penis tersebut terlepas dari vagina Wanda  , Shelvi langsung memasukkannya ke dalam mulutnya. Cairan cinta Wanda  begitu terasa di lidahnya ketika Shelvi mengulum dan mengocok batang penis Rico dengan mulutnya. Sedangkan Wanda  hanya meremas-remas pantat sekal Shelvi.

Kemudian Shelvi mengambil posisi mengangkang diatas tubuh pacarnya. Sejenak gadis manis itu mengatur posisi penis Rico, agar pas ketika terhujam nanti. Setelah merasa pas Shelvi pun menurunkan tubuhnya dan batang penis itu pun menghujam kencang masuk ke dalam duburnya. Shelvi memang tidak mengarahkan batang penis Rico ke dalam vaginanya, namun ke dalam duburnya. Rupanya gadis cantik itu ingin memberikan pelayanan anal seks untuk pacarnya.

“Oooohh…!!!”, Rico berteriak merasakan penisnya melesak masuk ke dalam pantat pacarnya tersebut. Jepitan dubur memang berbeda dengan jepitan vagina. Sensasi yang ditimbulkannya pun jauh berbeda. Sebuah variasi yang luar biasa dalam percintaan mereka saat ini.

“Aaaahh… aaahh…”, Shelvi dan Rico sama-sama mendesah, berteriak dan melenguh secara bergantian. Mereka seakan-akan lupa kalau mereka kini sedang bercinta di kosan Wanda  , dimana kemungkinan ada penghuni kos yang akan mendengar teriakan mereka.

Wanda  sendiri kini nampak meraba-raba vagina dan klitoris Shelvi. Sejenak ia membasahkan tangan kanannya dengan liur kemudian kembali melanjutkan aktifitasnya mengobok-obok vagina Shelvi. Vagina Shelvi memang saat ini sedang menganggur karena yang sedang sibuk menerima genjotan penis Rico adalah duburnya. Sedangkan Rico yang terlihat begitu menikmati aksi Shelvi yang terlihat turun naik di atas tubuhnya, kini sibuk pula memainkan vagina Wanda  yang juga menganggur dengan jari-jarinya. Beberapa kali jari-jari tangan Rico menghujam-hujam masuk ke dalam lubang vagina Wanda  , sehingga membuat pemiliknya juga mendesah-desah penuh kenikmatan.

Menerima genjotan penis di duburnya serta permainan jari-jari Wanda  di vagina dan klitorisnya, membuat Shelvi terlihat segera akan mencapai klimaks. Dan benar saja tak lama kemudian Shelvi melenguh kencang, menandakan pencapaian puncak permainan. “Aaaakkhh…!!!”, lenguh Shelvi sambil mendongakkan kepala dan memejamkan matanya.

Shelvi pun mencabut batang penis Rico dari dalam vaginanya dan sejenak berbaring di ranjang menikmati sensasi kenikmatan yang baru saja menderanya. Kesempatan ini digunakan Rico untuk kembali menghujamkan batang penisnya ke dalam vagina Wanda  . Laki-laki itu pun membaringkan Wanda  di ranjang dan dengan segera mengocok kembali lubang kenikmatan milik gadis cantik tersebut. Kini Rico nampak semakin kesetanan mengocok vagina Wanda  , karena ia ingin betul-betul menikmati saat-saat dimana ia bisa menyetubuhi sahabat pacarnya ini mumpung dirinya masih memiliki kesempatan. Vagina Wanda  seolah-olah menjadi selingan yang begitu indah, diantara persetubuhan yang biasa ia lakukan bersama Shelvi, pacarnya.

“Aaaahh…. Ahhh…”.

“Oooohh… ooohh…”.

“Wanda  … memiaw lu nikmat banget!”, rancau Rico.

“tongkol lu juga enak Ric”, balas Wanda  .

Shelvi yang saat ini sudah pulih dari deraan birahinya dan nampak memeluk serta merabai tubuh Rico, cukup merasa cemburu mendengar kata-kata pacarnya tadi. Namun Shelvi segera mengusir jauh-jauh perasaan tersebut, karena baik pacar maupun sahabatnya ini kini sedang dilanda birahi menjelang klimaks sehingga wajar kalau mereka mengeluarkan kata-kata yang seronok.

“Ric… gue keluar… aaakkhh…!!!”.

Tubuh Wanda  nampak mengejang. Ini adalah klimaks pertamanya sejak putus dengan pacar lamanya beberapa bulan yang lalu. Klimaks yang sangat dinanti-nantinya. Klimaks yang terasa jauh lebih nikmat daripada saat ia mencapai klimaks karena melakukan masturbasi.

Rico pun mencabut batang penisnya dan membiarkan Wanda  terbaring di ranjang menikmati momen puncaknya. Rico yang kini berdiri di atas ranjang lalu memandang sayu ke arah Shelvi yang sebelumnya telah mencapai klimaks terlebih dahulu. Shelvi pun mengerti makna tatapan pacarnya tersebut. Ia pun kemudian bersimpuh dihadapan Rico dan mulai memasukkan batang penis Rico ke dalam mulutnya. Shelvi pun dengan telaten mengocok-ngocok penis Rico dengan mulut dan jari-jari lentiknya. Rico yang sebelumnya memang sudah hampir sampai di ujung klimaks, benar-benar menikmati kuluman pacarnya tersebut.

“Vi, gue keluar nih!”.

Shelvi pun melepaskan kulumannya dan hanya melakukan kocokan tangan pada batang penis Rico. Kocokan tangan Shelvi nampak semakin kencang ketika Rico mulai memejamkan matanya.

“Aaaahh…!!!”.

“Crroooot… crooot… crooot…”, beberapa kali cairan sperma muncrat dari ujung penis Rico. Cairan putih kental itu pun ditampung oleh Shelvi di dalam mulutnya.

Setelah semprotan terakhir keluar, mulut Shelvi sudah dipenuhi oleh cairan sperma pacarnya. Gadis cantik itu pun kemudian menelan cairan tersebut sampai tetes terakhir. Lalu dengan telaten Shelvi kembali mengulum batang penis pacarnya tersebut. Ia pun menjilati sisa-sisa sperma yang masih menempel pada ujung kepala batang kokoh yang kini mulai mengendur tersebut dan menelannya.

“Thanks ya Vi”, Rico ikut bersimpuh dan mendaratkan ciuman mesra bibir Shelvi.

Shelvi pun hanya tersenyum kecil.

“Gimana enak? Hehe…”, goda Shelvi.

“Enak banget!”, ucap Rico mantap.

Kemudian Rico menatap ke arah Wanda  yang masih tergolek telanjang di atas ranjang. Ia hanya tersenyum melihat tubuh indah gadis cantik yang baru saja ia nikmati kehangatannya tersebut. Kembali rasa cemburu mengalir di dalam hati Shelvi melihat tatapan nanar pacarnya terhadap tubuh sahabatnya. Dengan segera ia mengambil selimut dan menutup tubuh telanjang Wanda  . Seolah mengerti maksud yang tersirat dari tindakan pacarnya, Rico pun kemudian mengajak Shelvi turun dari ranjang. Ia lalu memeluk mesra tubuh telanjang pacarnya tersebut dan kemudian mencium bibirnya mesra. Keduanya pun cukup lama saling mengulum bibir masing-masing.

“Kita langsung cabut yuk”.

“Musti sekarang ya?”.

“Iya nih, klo nggak ntar terlambat lagi”.

“Hhhm… masih kangen!”, ucap Shelvi manja.

“Kan cuma 3 hari lagi, abis itu gue nggak perlu keluar kota deh, OK?”.

“OK deh”.

“Cium lagi dong”.

Keduanya kembali berciuman mesra. Setelah itu Rico pun mengenakan kembali pakaiannya sedangkan Shelvi sendiri hanya membalutkan handuk milik Wanda  guna menutupi ketelanjangan tubuhnya.

“Lo lu kok nggak pake pakaian? Kan gue harus nganter lu pulang dulu”, ucap Rico heran.

Shelvi menggeleng. “Nggak usah deh, biar ntar gue pulang dianter Wanda  aja, kasihan ntar lu telat lagi kalo pake nganterin gue dulu”.

Sekilas Shelvi melirik ke arah Wanda  yang masih terbaring di ranjang. Entah Wanda  saat ini tertidur akibat kelelahan atau pura-pura tidur karena tak ingin menganggu dirinya bersama Rico. Shelvi sama sekali tidak tahu.

“Ya udah kalo gitu, gue langsung cabut ya”.

“OK deh, ati-ati di jalan ya”.

“Ntar begitu landing gue telpon lu deh”.

“OK!”.

Lalu Shelvi mengantar Rico sampai di depan pintu. Di luar suasana sudah terlihat gelap, tidak seperti saat mereka berdua datang tadi. Rupanya mereka bertiga cukup lama bermain cinta di dalam kamar. Mereka kembali berciuman sampai akhirnya Shelvi melambaikan tangannya melepas kepergian Rico. Shelvi lalu menutup pintu kamar kos tersebut. Gadis cantik itu lalu beranjak menuju ranjang dan duduk di pinggirnya.

“Wanda  , lu tidur?”, Shelvi menyibak rambut Wanda  yang menutupi wajahnya.

Wanda  hanya menggeleng dari balik selimut.

“Kok dari tadi lu diem aja sih?”.

“Gue malu Vi”.

“Halah, kayaknya tadi kita udah ngebahas masalah ini deh”.

“Iya, tapi tetep aja gue malu”.

“Ya udah gini aja deh, kalo ntar lu udah punya cowok lagi, lu bagi juga ama gue jadi kita impas, gimana? Hehe”.

“Dasar! Gila lu ya!”.

Keduanya pun tertawa cekikikan.

“Udah ah, pake baju gih, trus anterin gue cari makan, gue laper banget nih!”.

Lalu kedua gadis cantik itu pun membersihkan diri dan mengenakan pakaian mereka kembali. Entah apa yang sebenarnya melintas di otak Shelvi ketika mengajak Wanda  melakukan threesome dengan pacarnya, namun yang jelas semua pihak yang terlibat kini merasa bahagia. Shelvi bisa melepaskan kangen dengan pacarnya Rico sekaligus memberikan “bonus” ekstra.

Begitu pula dengan Wanda  yang “dahaga”-nya yang sudah lama tertahan akhirnya bisa tertuntaskan dengan sempurna. Apa yang terjadi nanti biarlah terjadi, yang penting kegilaan ini bisa membawa kenikmatan yang luar biasa bagi mereka semua. END

.
Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:

Jumat, 16 November 2018

Cerita Dewasa Ngentot Gadis ABG Payudara Montok

Cerita Sex - Ini berkisah "Ceriat Sex Ngentot Dengan Kakaku Yang Bahenol" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.




Duniasemi86 - Siang itu di sebuah rumah yang cukup asri, seorang gadis yang berambut panjang terurai dengan raut wajah yang manis terlihat sedang menanti kedatangan seseorang. Tiba-tiba datang seorang pemuda yang mengenakan kaos biru di padu dengan jeans warna serupa. Dia berjalan menuju kerumah gadis yang sedang asyik duduk di depan rumahnya, si gadis sesekali mengawasi depan rumahnya kalau-kalau yang di tunggu sudah datang atau belum.

Dengan senyum yang manis kemudian gadis itu menyapa sang pemuda yang kelihatan rapi, harum dan segar siang itu.



“Hallo Mas Adietya sayang..” sapanya dengan panggilan khas yang mesra ke padaku.
“Hallo juga.. Sayang,” balasku pendek.
“Sudah lama yah nunggunya,” lanjutku lagi.

Antara aku dan si gadis memang terlihat mesra di setiap kesempatan apa aja. Baik itu melalui panggilan ataupun sikap terhadap masing-masing. Seperti halnya siang itu, yang kebetulan keadaan di rumah sang gadis nampaknya sedang sepi, dia bilang ortunya lagi ke rumah saudaranya yang pulangnya nanti sore.

Dengan masih menyimpan rasa rindu yang tertahan, aku memeluk gadis pujaanku dengan mesra, sambil membisikan kata.

“Adiet kangen banget nih sayang,” bisikku di telinga nya sambil mencumbu daun telinganya.
“aku juga kangen Mas sayang..” jawabnya pelan.

Kemudian kita terlibat perbincangan sesaat, yang selanjutnya aku merengkuh bahu si gadis dan mengajaknya masuk ke dalam ruangan tamu. Di sofa kita duduk sangat dekat sekali, sampai-sampai kita bisa merasakan hembusan nafas masing-masing, saat kita bertatapan wajah.

“Kamu cantik sekali siang ini sayang..” kataku lembut.

Sembari tanganku meremas kedua tangannya dan kemudian aku lanjutkan untuk menarik tubuhnya lebih rapat. Si gadis tak menjawab hanya tersipu raut wajahnya, yang di ekspresikan dengan memelukku erat. Tanganku kemudian memegang kedua pipinya dan tak lama bibirku sudah mengulum bibirnya yang terbuka sedikit dan bentuknya yang ranum, sembari dia memejamkan kedua bola matanya.

Lidahku bermain di rongga mulutnya untuk memberikan perasaan yang membuat nya mendesah sesaat setelahnya. Di balik punggungnya jemari tanganku dengan lembut masuk ke dalam kaos warna putihnya dan mencoba membuka kaitan bra dari belakang punggungnya. Dengan dua kali gerakan, terbukalah kaitan bra hitamnya yang berukuran 36b itu.

Jemari tanganku langsung mengelus tepian payudaranya yang begitu kenyal dan menggairahkan itu. Dan tak lama setelah itu jariku sudah memilin putingnya yang mulai keras, yang nampaknya dia mulai menikmati dan sudah terangsang diiringi dengan desahannya yang sensual.

“Ohh.. Mas sayang..” desahnya lembut.

Sambil memilin, bibirku tak lepas dari bibirnya dan menyeruak lebih ke dalam yang sesekali mulutku menghisap lidahnya keluar masuk. Selanjutnya dengan gerakan pelan aku membuka kaos putihnya dan langsung mulutku menelusuri payudaranya dan berakhir di putingnya yang menonjol kecil. Aku menjulurkan lidahku tepat di ujung payudaranya, yang membuat dia menggelinjang dan mendesah kembali.

“Ohh.. Mas sayang.. Enak sekali.”

Sesaat aku menghentikan cumbuanku kepadanya dan memegang kedua pipinya kembali sambil membisikkan kata.

“Sayang.. Payudara kamu sungguh indah bentukya,” bisikku lirih di telinganya.

Sang gadis hanya mengulum senyumnya yang manis sembari kembali memelukku mesra. Dengan mesra aku mengajak si gadis berjalan ke arah kamarnya yang lumayan besar dan bersih. Layaknya kamar seorang gadis yang tertata rapi dan aroma segar wangi bunga-bunga yang ada ditaman depan kamarnya terhirup olehku saat memasukinya.



Tak berselang lama kemudian, aku mengangkat tubuh sexy sang gadis dan meletakkannya di atas meja belajar yang ada di kamarnya. Sang gadis masih mengenakan celana jeansnya, kecuali bagian atasnya yang sudah terbuka saat kita berasyik masyuk di ruang tamu. Perlahan aku memeluk tubuh sang gadis kembali, yang aku lanjutkan dengan menjelajahi leher jenjangnya dengan lembut.

Bibirku mencumbui setiap senti permukaan kulitnya dan berpindah sesaat ketika lidahku mencapai belakang telinganya dan membuat tubuh sang gadis kembali bergetar pelan. Desahan dan getaran tubuhnya menandakan kalau sang gadis sudah sangat terangsang oleh setiap cumbuanku. Tanganku tak tinggal diam sementara bibirku mencumbui setiap titik sensitif yang ada di tubuh sang gadis. Jemariku mulai mengarah kebawah menuju celana jeans nya dan tanpa kesulitan aku menurunkan resliting celananya yang nampak olehku pinggiran celana dalam warna hitamnya yang sexy.

Kemudian aku melemparkan celana jeansnya ke lantai dan seketika tanganku dengan lembut merengkuh bongkahan pantatnya yang padat berisi. Aku mengelus kedua bongkahannya pelan dan sesekali jariku menyelip di antara tepian celana dalamnya yag membuat bibirnya kembali bergetar mendesah lirih.

“Oh.. Mas sayang..” desahnya parau.

Bibirku yang sejak tadi bermain di atas, kemudian berpindah setelah aku merasakan cukup untuk merangsangnya di bagian itu. Lidahku menjulur lembut ketika mencapai permukaan kulit perutnya yang berakhir di pusarnya dan bermain sejenak yang mengakibatkan tubuhnya menggelinjang kedepan.

“Ssshh..” desisnya lirih.

Perlahan kemudian aku mulai menurunkan celana dalamnya dan aku membiarkan menggantung di lututnya yang sexy. Kembali aku melanjutkan cumbuan yang mengarah ke tepian pangkal pahanya dengan lembut dan sesekali aku mendengar sang gadis mendesah lagi. Aku mencium aroma khas setelah lidahku mencapai bukitnya yang berbulu hitam dan lebat sekali, namun cukup terawat terlihat olehku sekilas dari bentuk bulu vaginanya yang menyerupai garis segitiga.

Dan tak lama lidahku sudah menjilati bibir luar vaginanya dengan memutar ujung lidahku lembut. Kemudian aku lanjutkan dengan menjulurkan lebih ke dalam lagi untuk mencapai bibir dalamnya yang sudah sangat basah oleh lendir kenikmatan yang di keluarkan dari lubang vaginanya. Tubuh sang gadis mengelinjang perlahan bersamaan dengan tersentuhnya benjolan kecil di atas vagina miliknya oleh ujung lidahku.

“Ohh.. Mas sayang” jeritnya tertahan.
“Aku nggak kuat Mas..” tambahnya lirih.

Yang aku lanjutkan dengan menghentikan tindakanku sesaat. Aku menurunkan tubuh sang gadis dari atas meja, kemudian aku berdiri tepat di hadapanya yang sudah berjongkok sambil menatap penisku yang sudah berdiri tegang sekali.

Dengan gerakan lincah bibir sang gadis langsung mengulum kepala penisku dengan lembut dan memutar lidahnya di dalam mulutnya yang mungil dan memilin kepala penisku yang mengkilat. Tubuhku bergetar hebat ketika menerima semua gerakan erotis mulai dari jemari tangannya yang lembut mengelus batang penisku serta bibir dan lidahnya yang lincah menelusuri buah zakarku.

“Ohh.. Sayang” desahku pelan.

Rambutnya yang hitam panjang ku remas sebagai expresi dari kenikmatan yang mengalir di sekujur tubuhku. Setelah beberapa saat sang gadis menjelajahi organ sensitifku, aku merengkuh bahunya serta memintanya berdiri dan kembali aku mendudukkan pantatnya yang padat berisi di tepian meja sementara salah satu kaki jenjangnya menjuntai ke lantai.

Dengan gerakan lembut aku mengangkat paha kirinya dan bertumpu pada lenganku, di saat selanjutnya tangan kiriku memegang batang penisku yang sudah sangat tegang sekali menahan rangsangan yang menggelora dan mengarahkannya tepat di bibir vaginanya yang sudah basah oleh lendir birahi. Pada saat bersamaan ujung telunjukku juga mengelus belahan antara anus dan bibir bawah vaginyanya.

“Oh.. Mas sayang.. Please.. Aku enggak kuat” jeritnya lirih.

Aku masih belum merespon atas jeritan lirihnya, sebaliknya aku menundukkan kepala untuk kembali menjilati kedua payudaranya bergantian dan berakhir di puting payudara yang sebelah kiri. Gerakanku membuatnya menggelinjang dan semakin keras desahannya terdengar.

“Ohh.. Mas sayang.. Sekarang yah” pintanya lirih, dengan mata yang sayup penuh nafsu.

Perlahan aku mengarahkan batang penisku tepat di belahan vaginanya dan mendorongnya lembut.

“Slepp..” irama yang di timbulkan ketika penisku sudah menyeruak bibir vaginanya.

Kembali bibir sang gadis mengeluarkan desahan sexynya.

“Hekk.. Mmm..” gumamnya lirih.

Setengah dari batang penisku sudah masuk ke dalam vaginanya, yang aku padukan dengan gerakan bibirku mengulum bibirnya yang ranum serta memilin dan memutar ujung lidahnya lembut. Untuk menambah kenikmatan buat dirinya, aku mulai memajukan sedikit demi sedikit sisa batang penisku ke rongga vaginanya yang paling dalam dan aku mengarahkan ujung penisku menyentuh G-spotnya. Mulut sang gadis menggumam lirih karena mulutku juga masih mengulum bibirnya.

“Mmm.. Mmm” gumamnya.

Sambil menahan nikmat, tangan sang gadis menyentuh buah zakarku dan memijitnya lembut yang membuat tubuhku ikut mengelinjang menahan kenikmatan yang sama. Pinggulku membuat gerakan maju mundur untuk kesekian kalinya dan sepertinya sang gadis akan mendapatkan orgasme pertamanya ditandai dengan gerakan tangannya yang merengkuh bahuku erat dan menggigit bibir bawahnya lirih.

“Ohh.. Mas sayangg..” jeritnya bergetar.

Bersamaan dengan aliran hangat yang kurasakan di dalam, rongga vaginanya menjepit erat batang penisku. Tangannya merengkuh bongkahan pantatku serta menariknya lebih erat lagi. Tak lama berselang sang gadis kemudian tersenyum manis dan mengecup bibirku kembali sambil mengucapkan kata.

“Thanks yah.. Mas sayang”ucapnya mesra.

Aku membalasnya dengan memberikan senyum dan mengatakan.

“Aku bahagia.. kalau sayang bisa menikmati semua ini” ucapku kemudian.

Hanya beberapa saat setelah sang gadis mendapatkan orgasmenya, aku membalikkan tubuhnya membelakangiku sembari kedua tanganya berpegang pada pingiran meja. Dengan pelan kutarik pinggangnya sambil memintanya menunduk, maka nampaklah di depanku bongkahan pantatnya yang sexy dengan belahan vaginanya yang menggairahkan.

Perlahan aku memajukan tubuhku sambil memegang batang penisku dan mengarahkannya tepat di bibir vaginanya, sementara kaki kananku mengeser kaki kanannya untuk membuka pahanya sedikit melebar. Dengan gerakan mantap penisku menyeruak sedikit demi sedikit membelah vaginanya lembut.

“Slepp..” masuklah setengah batang penisku ke dalam rongga vaginanya.
“Sss..” sang gadis mendesah menerima desakan penisku.

Tanganku perlahan meremas payudaranya dari belakang mulai dari yang sebelah kiri dan dilanjutkan dengan yang sebelah kanan secara bergantian. Sementara pinggulku memulai gerakan maju mundur untuk kembali menyeruak rongga vaginanya lebih dalam.

Posisi ini menimbulkan sensasi tersendiri dimana seluruh batang penisku dapat menyentuh G-spotnya, sementara tanganku dengan bebas menjelajahi seluruh organ sensitifnya mulai dari kedua payudara berikut putingnya dan belahan anus dan bagian tubuh lainnya.

“Ohh.. Mas sayang” desahnya.

Ketika ujung jemariku menyentuh lubang anusnya sambil aku berkonsentrasi memaju mundurkan penisku. Setelah cukup beberapa saat aku menggerakan pinggulku memompa belahan vaginanya. Dengan gerakan lembut aku menarik wajahnya mendekat, masih dalam posisi membelakangiku aku mengulum bibirnya dan meremas kedua payudaranya lembut.

“Sayang aku mau keluar nih,” bisiku lirih.
“Ohh.. Mas sayang aku juga mau” sahutnya pelan.

Aku mempercepat gerakanku memompa vaginanya dari belakang tanpa melepas ciumanku di bibirnya dan remasan ku di kedua payudaranya. Pada saat terakhir aku mencengkeram kedua pinggulnya erat dan memajukan penisku lebih dalam.

“Creett.. Ohh.. Sayang,” jeritku kemudian.

Menyemburlah spermaku yang cukup banyak ke dalam rongga vaginanya dan beberapa tetes meleleh keluar mengalir di kedua pahanya. Untuk beberapa saat aku mendiamkan kejadian ini sampai akhirnya penisku mengecil dengan sendirinya di dalam vaginanya yang telah memberikan kenikmatan yang tak bisa aku ungkapkan.

Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:

Senin, 12 November 2018

Cerita Sex Di Ajak Ngentot Anak Kost

Cerita Sex - Ini berkisah "Ceriat Sex Ngentot Dengan Kakaku Yang Bahenol" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.


Cerita Sex Di Ajak Ngentot Anak Kost
cerita sex

Duniasemi86 - Pertama kali saya mengenalnya adalah saat pulang dari Jakarta, dia adalah seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi yang berada di kota saya. Wajahnya cantik, manis dan bertubuh mungil dengan kulit putih. Dasar nasib lagi mujur, tak lama berselang dia pindah kost ke rumah saya jadi mudah bagi saya untuk lebih jauh mengenalnya. Ternyata orangnya supel dan pandai bergaul, sehingga saya tambah berani untuk menyatakan perasaan saya, lagi-lagi saya beruntung dia menerima pernyataan saya, bahagianya saya.



Suatu hari saya ada acara keluar kota, iseng saya mengajaknya pergi, ternyata dia menyambut ajakan saya. Sepanjang jalan menuju luar kota kami ngobrol sambil bercanda mesra, kadang tangan saya iseng pura-pura tak sengaja menyentuh pahanya. Mulanya dia menepis tangan saya, tapi lama kelamaan dia membiarkan tangan saya yang iseng mengelus pahanya yang putih dan gempal. Saya memberanikan diri mengelus-elus pahanya sampai kepangkal pahanya. Dia tetap diam bahkan seperti menikmati elusan tangan saya.

Saya tarik tangan saya dari rok hitamya lalu bertanya boleh nggak saya menyentuh payudaranya yang membukit dibalik baju berwarna pink.mulanya dia menolak ,saya coba merayunya bahwa saya ingin mengelus walau hanya sebentar. Akhirnya dia mengangguk pelan. Langsung saja tangan saya menyusup kebalik bajunya dan mengusap, mengelus bahkan saat sayaremas susunya yang mungil dan kenyal dia hanya mendesah dan menyandarkan kepalanya pada sandaran jok mobil yang kami kendarai.

Saya permainkan puting susunya dengan dua jari, dia semakin mendesah, sambil tetap menyetir saya tarik reslting celana saya dan saya keluarkan penis saya yang telah menegang sejak tadi bak laras tank baja, saya pegang tangannya dan saya tarik kearah penis saya. Saat tangannya menyentuh penis saya yang besar dan panjang dia tarik kembali tangannya, mungkin kaget karena baru pertama kali.

Dengan sedikit basa basi kembali saya tarik tangannya tuk memegang penis saya, akhinya dia menyerah kemudian mulai mengelus penis saya perlahan.

“Ren, punyamu besar sekali hampir sebesar pergelangan tanganku“ katanya.

“Hmm, susumu juga kenyal sekali“ kata saya sambil menikmati elusan tangannya pada penis saya.

Tak lama kemudian kami sampai di kota tujuan, langsung saya cari tempat untuk menginap setelah itu pergi lagi untuk belanja keperluan selama di kota itu.

Malam harinya kami ngobrol di beranda depan kamar tempat kami menginap sambil nonton tv. Kami duduk berdampingan. Sesekali tangan saya bergerilya ditubuhnya, ternyata dia dibalik baju tidurnya dia hanya memakai cd sehingga tangan saya bisa bebas meremas-remas susunya dan mempermainkan putingnya.

“Aakh, Rendi jangan terlalu keras“ katanya kala saya remas dengan rasa gemas.

“Maaf, habis susumu kenyal banget“ kata saya.

“Iya, tapi sakit“ katanya.

“Iya pelan deh, kita pindah ke dalam yuk“ kata saya berbisik padanya dan mengangguk perlahan.

Sesampainya di dalam saya peluk dia dari belakang, saya ciumi tengkuknya yang putih dengan penuh nafsu, dia bergelinjang kegelian sedangkan kedua tangan saya bergerilya pada tubuhnya.

“Akh, Reennn… shhhhhhhh…“ katanya mendesah.

Tangan saya mulai membuka kancing bajunya satu-persatu dan saya lepas bajunya, hanya tinggal cd nya yang berwarna hitam. Saya kulum bibirnya, dia membalasnya dengan penuh gairah. Tangannya mengusap-usap penis saya sambil sesekali meremasnya sehingga saya merasakan nikmat yang tak terhingga.

“Ukh… teruskan sayang“ kata saya.

“Ikh besar sekali, panjang lagi“ katanya.

“Ssssst…” kata saya sambil mengulum puting susunya yang makin menegang.

Tangan saya kemudian menurunkan cdnya. Saya usap perlahan gundukan daging empuk yang ditumbuhi bulu-bulu hitam halus itu. Dia menggelinjang kegelian dan saya lanjutkan dengan menggelitik belahan memeknya terasa hangat.

“Akh… terus Ren, pelan-pelan…“ katanya sambil meremas penis saya.



Kemudian saya menurunkan kuluman saya pada susunya, lalu ke pusarnya, dia mengangkat pinggangnya keenakan. Saya teruskan ciuman saya pada memeknya dan dia menegang saat lidah saya yang kasar menjilati memeknya yang merah merekah. Dia mengimbangi permainan lidah saya dengan menggoyangkan pinggulnya, dan bibirnya tak henti-henti mendesah.

“Sekarang giliranmu sayang“ kata saya padanya sambil menyodorkan penis saya ke mulutnya.

Perlahan tapi pasti dia mulai menciumi batang kemaluan saya yang sejak tadi menegang, saat dia mulai mengulum penis saya, terbang rasanya menahan rasa nikmat. Setelah itu saya telentangkan kekasihku yang putih itu, susunya yang mungil menggunung dengan memeknya yang merah merekah dibalik bulu-bulu hitam halus.

Perlahan-lahan saya menaikinya, saya gosok-gosokkan penis saya pada belahan memeknya. Dia meregang sambil mendesah tak karuan merasakan nikmatnya gosokan penis saya. Kemudian saya tekan sedikit demi sedikit penis saya pada memeknya. Pinggulnya naik seakan menyuruh agar penis saya segera dimasukkan pada memeknya.

“Ayo, akh aaaaaaaakh teruskan sayangku” katanya sambil menarik pinggang saya,.

“Iya sayang… aku masukin ya“ kata saya sambil menekan penis saya agar masuk lebih dalam lagi pada lubang memeknya perlahan karena takut dia kesakitan, sempit sekali.

“Aduh… sakit Ren… aaakhh…” katanya.

“Sebentar juga hilang“ kata saya.

Penis saya keluar masuk memeknya yang terasa basah dan hangat. Rupanya ini pengalaman pertama baginya karena ada noda darah pada pangkal pahanya.

“Terus Ren… lebih cepat aachh… ouuchh… nikmat sekali kontolmu yang” katanya berani.

Mungkin karena pengaruh rasa nikmat dari keluar masuknya penis saya yang panjang. Penis saya pun mulai merasakan nikmat dari gesekan dengan dinding dalam memeknya.

“Aaach… terus goyangin pinggulmu sayang“ kata saya padanya, dan dia menuruti perkataan saya menggoyangkan pinggulnya.

Tak lama dia mengerang sambil memeluk saya erat, rupanya dia telah mencapai orgasme. Dia berbaring lemas dibawah saya, sedangkan penis saya masih menancap pada memeknya yang terasa basah.

Terlihat ada air mata pada ujung kelopak matanya, melihat itu saya segera berbisik padanya bahwa saya akan bertanggung jawab atas semua ini. Barulah dia berubah riang kembali dan saya mulai aktifitas kembali menaik turunkan penis saya dan dia merespon gerakan saya dengan bersemangat. Malam itu kami melakukannya sebanyak 4 kali sampai akhirnya tertidur pulas sampai pagi.

Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:

Minggu, 11 November 2018

Cerita Sex Threesome Dengan 3 Burung

Cerita Sex - Ini berkisah "Ceriat Sex Ngentot Dengan Kakaku Yang Bahenol" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.



Duniasemi86 - Fela pulang kerja jalan kaki, jalanan cukup sepi, sementara suara guruh sesekali terdengar. Awan terlihat mendung dilangit malam itu. Cewek yang tingginya sekitar 170 cm, langsing, kakinya juga jenjang banget (Fela waktu itu pake rok yg rada mini) mempercepat jalannya.

Pukul 20:00 jalanan diluar rumah Fela, sepi jarang ada mobil yang lewat. Penduduk kota sudah tahu akan
ada badai besar malam itu.

Kelima berandal yang bertubuh kekar itu mengendapendap memasuki pekarangan rumah. Mereka mau membalas
cewek bertampang melankolis itu yang memergoki mereka mencuri minuman keras tadi,dengan melaporkan
satpam. Mereka berencana berpesta memperkosa cewek itu habishabisan sebagai balasannya.

Sssstttt..hatihati jangan berisik..ayo sini. Bisik Emilo sambil memberi abaaba untuk segera
maju bersembunyi dikebun rumah Fela yang penuh semaksemak.

Sementara itu Fela tidak mengetahui kalau dirinya diikuti oleh para berandal sejak sepulang kerja
tidak menaruh curiga. Cewek itu menyalakan kran air mandi, lalu menuju kekamarnya. Fela menyalakan
lagu disco, sambil melepaskan baju kerjanya.

Di kebun para berandal sudah mulai mengendap endap sambil menyusun rencana untuk masuk ke dalam
rumah. Edi dan Jack mendapat tugas mengawasi jalanan, sedangkan Emilo membuka pintu depan, Joe dan
Billie mencari jalan masuk lewat belakang.

Pada saat itu secara tidak sengaja Joe melewati jendela kamar Fela yang lagi membuka baju kerjanya.
Roknya berada diatas ranjang, sementara Fela yang tubuhnya cuma terbungkus kemeja kerja dan celana
dalam sambil berdisco membuka kancing kemejanya.

Joe segera memanggil Billie untuk melihat pemandangan itu. Mereka menelan ludah melihat Fela yang
meliukliuk merangsang menari disco. Ukuran dadanya yang sekitar 36B keliatan jelas banget belahannya
ketika cewek itu sudah melepas kemejanya.

Wow, JoeLOOK AT HER TITS.aku ingin segera mencicipi tubuhnya. Bisik Billie tanpa melepaskan
padangan matanya menatap tubuh Fela yang hanya mengenakan baju dalam.
Hehe.hesabar, Billnanti kita cicipi samasama, sampai pagi! sahut Joe yang makin bernapsu
melihat hal itu.

Beberapa saat kemudian Fela beranjak menuju kekamar mandi. Sementara itu Emilo yang berhasil membuka
pintu depan segera memberi abaaba pada temantemannya untuk masuk. Para berandal itu sudah
memperhitungkan segalanya, mereka mengunci pintu dari dalam sehingga nanti mereka bebas bertindak.

Kabel telpon sudah mereka putus, cewek itu tinggal sendirian dan lagi badai yang akan datang sangat
menguntungkan rencana mereka. Dengan leluasa mereka masuk ke kamar cewek itu. Jack membuka kulkas,
yang lain masuk ke kamar Fela. Edi memeriksa lemari pakaian Fela.

Hai.lihat apa yang kutemukan! sambil menunjukkan barang temuannya. Joe segera menyahut celana dalam
itu.

Hmmmmm.mmmm Joe mencium celana dalam

Ingat aku yang pertama bercinta dengannya! sahutnya sambil tersenyum penuh arti. Para berandal itu
tak sabar membayangkan apa yang akan mereka nikmati. Lalu mereka mengambil posisi untuk bersembunyi.

Fela selesai mandi menuju keruang tengah. Tubuhnya hanya terbalut oleh baju dalam dan kemeja putih,
duduk menikmati acara TV kabel.
Waktu itu pukul 20:30, cewek itu tidak menaruh curiga bahwa ada orang lain dalam rumahnya. Tibatiba
dari arah belakang salah seorang berandal maju mendekap tubuhnya. Fela terkejut dan segera berontak
melepaskan diri.

EVER BEEN GANG RAPED BABY? DONT KNOW WHAT YOU BEEN MESSIN! YOU STILL REMEMBER US DONT YOU ejek
Edi.

Fela segera mengenali wajah itu menjadi ketakutan sekali, ia tak menyangka kalau para berandal itu
benarbenar melaksanakan ancamannya.

Joe maju menerkamnya tibatiba, cewek itu menjerit ketakutan ketika berhasil dipeluk. Ia merontaronta
dan menendang Joe. Tanpa disadarinya tendangannya mengenai selangkangan Joe membuatnya meringis
kesakitan dan melepaskan dekapannya.

Fela segera melepaskan diri dan lari menuju pintu depan. Para berandal segera mengejarnya sambil
menyorakinya. Dengan sekuat tenaga pintu depan itu berusaha dibuka, tetapi usahanya siasia.

Wooooowoooooohahaha.ayo sayang, mau lari kemana kamu hah.ayo sinihaha.ha Ejek para
berandal yang mengejarnya dari belakang. Fela segera dikepung oleh para berandal. Mereka menyoraki
ketidak berdayaannya.

Fela didesak terus sampai merapat kedinding, Joe yang tadi meringis kesakitan mulai maju. Pada saat
cewek itu hampir putus asa, ia berhasil berkelit dari kepungan berandal itu, lolos dan lari menuju ke
dapur, Fela bermaksud lari lewat pintu belakang.

Para berandal segera mengejarnya lagi. Nasib sial bagi Fela, begitu tangannya berhasil menyentuh
gagang pintu, para berandal berhasil menangkapnya kembali. Rambut pirang Fela yang panjangnya sebahu
terjambak, sehingga ia tidak bisa berbuat apaapa.

Aaaahhhh.aammpunaaah hiba Fela, sementara para berandal tersenyum sinis memandangnya.

Sayang. Kami akan memberimu pengalaman yang tak akan kau lupakan! kau tadi telah merusak acara pesta
kami, sekarang kau harus membayarnya dengan tubuhmu yang indah ituhaha..ha, oya kau juga akan
menyesal telah menendang punyaku, akan kujoblos kau sampai mampus! Joe maju dari kerumunan temannya.Cerita Sex Hot

Fela tak berdaya, rambutnya dijambak sementara tangannya dilipat kebelakang. Dari dapur ia diseret
menuju ruang tamu saat itu pukul 20:45. Disana ia dikelilingi oleh kelima berandal sambil didorong
dorong.

Sayang, kita akan berpesta denganmu! seru Edi tak sabar sambil mendorong ke arah Billie.

Ha..haha. kau tak akan bisa lolos kali ini. Ejek Billie sambil mendekap tubuh Fela. Mereka
berteriakteriak membuat Fela makin ketakutan.

Kemarikan dia Bill.HEY BABE, I BET MY COCK WOULD FEEL REAL GOOD WARPED UP IN YOUR PUSSY! seru Jack
tak sabar, sambil mempraktekkan gaya bercinta penuh napsu

Fela didorong ke arah Jack yang segera merangkul nya dari depan. Mulutnya segera mencari dada cewek
itu, sementara pinggulnya bergerak maju mundur seakan sedang bercinta dengannya.

Wooooo. Wooooou..FUCK YOU GIRL, FUCK YOU.. Jack menggerayangi cewek itu.

Aaaahhhh.aaampunnn.aahhh..jaaaa ahhhh!!! jerit Fela ketakutan.

Tibatiba dengan satu sabetan, tangan salah satu berandal merobek kemeja putih Fela, membuat cewek itu
terpelanting. Emilo segera mendekap dari belakang. Sekarang tubuh Fela hanya mengenakan BH dan celana
dalam saja, membuat mereka makin menjadijadi.

Ahaahhaahh! jerit Fela ketika tangan Emilo yang mendekap tubuhnya dari belakang mulai
menggerayangi pahanya yang putih mulus.

Kita akan memberimu pengalaman yang tak terlupakan, manishahaha bisik Emilo.

Para berandal lainnya ikutan beraksi. Tangan Edi meremas remas buah dada Fela. Jack memburu kemaluan
Fela, sementara Billie dan Joe buka baju dan celana panjang mereka sambil tertawa sinis. Tubuh para
berandal itu terlihat begitu kekar dan berotot.

HEY, SOMEBODY GET BEHIND THE BITCH AND HOLD HER ARMS, IM FUCKING HER FIRST! Joe memberi abaaba
yang langsung disetujui temantemannya. Cewek itu merontaronta di bopong kelima berandal itu keruang
tengah.

Jack, Emilo, kau pegangi tangan dan kakinya, terlentangkan dia di meja ini perintah Joe.
Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21:00. Disana Fela diterlentangkan di atas sebuah meja bundar.
Masingmasing tangan dan kakinya dipegangi eraterat oleh para berandal.

Sinar lampu diatas meja membuat cewek itu silau, Fela hanya bisa melihat tubuhtubuh kekar
mengerubunginya dan tangantangan berotot merabaraba dadanya, wajah sinis dan suara tawa para
berandal mengejek ketidak berdayaannya.

Lidah Joe menelusuri lehernya yang jenjang. Fela berontak berusaha melepaskan diri, tetapi apa daya
tenaga seorang cewek dibanding dengan lima lakilaki yang kesetanan.

Jack dan Edi memegangi kakinya, sementara tangan kanan dan kiri Fela dipegangi eraterat oleh Emilo
dan Billie. Joe mencumbunya dengan kasar dan penuh napsu, tangannya dengan liar meremasremas buah
dada Fela.

I CAN SEE THE NIPPLES POKING AT HER BRA! kata Joe yang langsung disambut oleh tawa para berandal.

HEY, CUT THAT BRA OFF MAN. WHATS WRONG WITH YOU? sahut Emilo sudah tidak sabar lagi.

Aaaah..aaah.oohjangan..aahkh! jerit Fela ketika dengan satu hentakan kasar tangan Joe merobek BH
yang dikenakannya.

Para berandal makin seru menyorakinya. Mulut Joe segera melumat buah dada Fela yang sintal, sementara
tangan kirinya masih meremasremas buah dada sebelah kanan Fela.

Aaaaah.aaoooh..oooohaahh aaaahhaaahhhhh. desah Fela mengeliatliat. Putingnya dijilati penuh
napsu oleh lidah Joe.

Ha.ha.ha. kau sungguh mengiurkan sayang! tawa Billie menelan ludah tak sabar ingin segera
menikmati gilirannya. Joe sekarang membuka celana dalamnya sendiri, penisnya yang hitam besar 10 inci
itu terlihat tegak siap beraksi.

Kenyal sekali..hahahaseru Joe sambil menerkam dan mulutnya menciumi buah dada cewek itu dengan
buas.

Tubuh Fela mengeliatliat membusur, sementara buah dadanya diremasremas sampai merah. Lidah Joe
menelusuri buah dada Fela, lalu turun ke daerah perut dan menjilati pusarnya. Beberapa saat kemudian
sambil tersenyum sinis, mata Joe memelirik kearah paha Fela.

Oooohhh.jangan..aaahhhh. hiba Fela ketakutan tidak berani membayangkan diperkosa oleh kelima
berandal kekar dan berotot.

Lalu tangan Joe mulai memelorot celana dalam Fela. Cewek itu berusaha mempertahankannya

Ha..hahapercuma kau berontak manis! ejek Joe ketika Fela berontak sekuat tenaga, tetapi Billie dan
Emilo makin erat memegangi tangan Fela, perlahan lahan celana dalamnya terlepas, rambut kemaluan Fela
terlihat ketika celana dalam berwarna pink itu dari pinggul dilorot turun kepahanya dan akhirnya
terlepas.

CihuuuiiiiHahaha.PARTY TIMES hahaha. Teriaknya sambil memutarputar celana dalam itu, lalu
dicium dalamdalam menikmati aromanya dan dilemparkan kelantai. Mata Joe jelalatan memandangi Fela
yang telanjang bulat terlentang diatas meja.

Fela selesai mandi menuju keruang tengah. Tubuhnya hanya terbalut oleh baju dalam dan kemeja putih,
duduk menikmati acara TV kabel.
Waktu itu pukul 20:30, cewek itu tidak menaruh curiga bahwa ada orang lain dalam rumahnya. Tibatiba
dari arah belakang salah seorang berandal maju mendekap tubuhnya. Fela terkejut dan segera berontak
melepaskan diri.

EVER BEEN GANG RAPED BABY? DONT KNOW WHAT YOU BEEN MESSIN! YOU STILL REMEMBER US DONT YOU ejek
Edi.

Fela segera mengenali wajah itu menjadi ketakutan sekali, ia tak menyangka kalau para berandal itu
benarbenar melaksanakan ancamannya.

Joe maju menerkamnya tibatiba, cewek itu menjerit ketakutan ketika berhasil dipeluk. Ia merontaronta
dan menendang Joe. Tanpa disadarinya tendangannya mengenai selangkangan Joe membuatnya meringis
kesakitan dan melepaskan dekapannya.

Fela segera melepaskan diri dan lari menuju pintu depan. Para berandal segera mengejarnya sambil
menyorakinya. Dengan sekuat tenaga pintu depan itu berusaha dibuka, tetapi usahanya siasia.

Wooooowoooooohahaha.ayo sayang, mau lari kemana kamu hah.ayo sinihaha.ha Ejek para
berandal yang mengejarnya dari belakang. Fela segera dikepung oleh para berandal. Mereka menyoraki
ketidak berdayaannya.

Fela didesak terus sampai merapat kedinding, Joe yang tadi meringis kesakitan mulai maju. Pada saat
cewek itu hampir putus asa, ia berhasil berkelit dari kepungan berandal itu, lolos dan lari menuju ke
dapur, Fela bermaksud lari lewat pintu belakang.

Para berandal segera mengejarnya lagi. Nasib sial bagi Fela, begitu tangannya berhasil menyentuh
gagang pintu, para berandal berhasil menangkapnya kembali. Rambut pirang Fela yang panjangnya sebahu
terjambak, sehingga ia tidak bisa berbuat apaapa.

Aaaahhhh.aammpunaaah hiba Fela, sementara para berandal tersenyum sinis memandangnya.

Sayang. Kami akan memberimu pengalaman yang tak akan kau lupakan! kau tadi telah merusak acara pesta
kami, sekarang kau harus membayarnya dengan tubuhmu yang indah ituhaha..ha, oya kau juga akan
menyesal telah menendang punyaku, akan kujoblos kau sampai mampus! Joe maju dari kerumunan temannya.Cerita Sex Hot

Fela tak berdaya, rambutnya dijambak sementara tangannya dilipat kebelakang. Dari dapur ia diseret
menuju ruang tamu saat itu pukul 20:45. Disana ia dikelilingi oleh kelima berandal sambil didorong
dorong.

Sayang, kita akan berpesta denganmu! seru Edi tak sabar sambil mendorong ke arah Billie.

Ha..haha. kau tak akan bisa lolos kali ini. Ejek Billie sambil mendekap tubuh Fela. Mereka
berteriakteriak membuat Fela makin ketakutan.

Kemarikan dia Bill.HEY BABE, I BET MY COCK WOULD FEEL REAL GOOD WARPED UP IN YOUR PUSSY! seru Jack
tak sabar, sambil mempraktekkan gaya bercinta penuh napsu

Fela didorong ke arah Jack yang segera merangkul nya dari depan. Mulutnya segera mencari dada cewek
itu, sementara pinggulnya bergerak maju mundur seakan sedang bercinta dengannya.

Wooooo. Wooooou..FUCK YOU GIRL, FUCK YOU.. Jack menggerayangi cewek itu.

Aaaahhhh.aaampunnn.aahhh..jaaaa ahhhh!!! jerit Fela ketakutan.

Tibatiba dengan satu sabetan, tangan salah satu berandal merobek kemeja putih Fela, membuat cewek itu
terpelanting. Emilo segera mendekap dari belakang. Sekarang tubuh Fela hanya mengenakan BH dan celana
dalam saja, membuat mereka makin menjadijadi.

Ahaahhaahh! jerit Fela ketika tangan Emilo yang mendekap tubuhnya dari belakang mulai
menggerayangi pahanya yang putih mulus.

Kita akan memberimu pengalaman yang tak terlupakan, manishahaha bisik Emilo.

Para berandal lainnya ikutan beraksi. Tangan Edi meremas remas buah dada Fela. Jack memburu kemaluan
Fela, sementara Billie dan Joe buka baju dan celana panjang mereka sambil tertawa sinis. Tubuh para
berandal itu terlihat begitu kekar dan berotot.

HEY, SOMEBODY GET BEHIND THE BITCH AND HOLD HER ARMS, IM FUCKING HER FIRST! Joe memberi abaaba
yang langsung disetujui temantemannya. Cewek itu merontaronta di bopong kelima berandal itu keruang
tengah.

Jack, Emilo, kau pegangi tangan dan kakinya, terlentangkan dia di meja ini perintah Joe.
Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21:00. Disana Fela diterlentangkan di atas sebuah meja bundar.
Masingmasing tangan dan kakinya dipegangi eraterat oleh para berandal.

Sinar lampu diatas meja membuat cewek itu silau, Fela hanya bisa melihat tubuhtubuh kekar
mengerubunginya dan tangantangan berotot merabaraba dadanya, wajah sinis dan suara tawa para
berandal mengejek ketidak berdayaannya.

Lidah Joe menelusuri lehernya yang jenjang. Fela berontak berusaha melepaskan diri, tetapi apa daya
tenaga seorang cewek dibanding dengan lima lakilaki yang kesetanan.

Jack dan Edi memegangi kakinya, sementara tangan kanan dan kiri Fela dipegangi eraterat oleh Emilo
dan Billie. Joe mencumbunya dengan kasar dan penuh napsu, tangannya dengan liar meremasremas buah
dada Fela.

I CAN SEE THE NIPPLES POKING AT HER BRA! kata Joe yang langsung disambut oleh tawa para berandal.

HEY, CUT THAT BRA OFF MAN. WHATS WRONG WITH YOU? sahut Emilo sudah tidak sabar lagi.

Aaaah..aaah.oohjangan..aahkh! jerit Fela ketika dengan satu hentakan kasar tangan Joe merobek BH
yang dikenakannya.

Para berandal makin seru menyorakinya. Mulut Joe segera melumat buah dada Fela yang sintal, sementara
tangan kirinya masih meremasremas buah dada sebelah kanan Fela.

Aaaaah.aaoooh..oooohaahh aaaahhaaahhhhh. desah Fela mengeliatliat. Putingnya dijilati penuh
napsu oleh lidah Joe.

Ha.ha.ha. kau sungguh mengiurkan sayang! tawa Billie menelan ludah tak sabar ingin segera
menikmati gilirannya. Joe sekarang membuka celana dalamnya sendiri, penisnya yang hitam besar 10 inci
itu terlihat tegak siap beraksi.

Kenyal sekali..hahahaseru Joe sambil menerkam dan mulutnya menciumi buah dada cewek itu dengan
buas.

Tubuh Fela mengeliatliat membusur, sementara buah dadanya diremasremas sampai merah. Lidah Joe
menelusuri buah dada Fela, lalu turun ke daerah perut dan menjilati pusarnya. Beberapa saat kemudian
sambil tersenyum sinis, mata Joe memelirik kearah paha Fela.

Oooohhh.jangan..aaahhhh. hiba Fela ketakutan tidak berani membayangkan diperkosa oleh kelima
berandal kekar dan berotot.

Lalu tangan Joe mulai memelorot celana dalam Fela. Cewek itu berusaha mempertahankannya

Ha..hahapercuma kau berontak manis! ejek Joe ketika Fela berontak sekuat tenaga, tetapi Billie dan
Emilo makin erat memegangi tangan Fela, perlahan lahan celana dalamnya terlepas, rambut kemaluan Fela
terlihat ketika celana dalam berwarna pink itu dari pinggul dilorot turun kepahanya dan akhirnya
terlepas.

CihuuuiiiiHahaha.PARTY TIMES hahaha. Teriaknya sambil memutarputar celana dalam itu, lalu
dicium dalamdalam menikmati aromanya dan dilemparkan kelantai. Mata Joe jelalatan memandangi Fela
yang telanjang bulat terlentang diatas meja.

Fela lemas karena ketakutan, ia tak berani membayangkan para berandal itu akan menelan tubuhnya
ramairamai. Para berandal makin ramai menyorakinya, mata mereka jelalatan memandang setiap lekuk
tubuh Fela. Emilo yang tadi memegangi tangan Fela digantikan oleh Billie.

Oooooh..aaaahh.ampun..aaaahjang anaaahh.. hiba tangis Fela.

Diam!.THERES GOING TO BE A BIG PARTY IN YOUR PUSSY TONIGHT..Hahahakita lihat siapa yang paling
hebat bercinta denganmu! ejek Emilo mendekati Fela sambil mengeluarkan pisau lipat.

Fela ketakutan ketika Emilo memainkan pisau itu diantara buah dadanya sambil tersenyum sinis memandang
tubuhnya. Pisau itu bergerak kearah puting susunya dan diputarputar mengelilingi belahan buah dada
Fela yang naikturun karena napasnya tak beraturan.

Hal itu membuat para berandal benarbenar terangsang. Pisau itu terasa dingin di buah dada Fela, lalu
pisau itu bergerak kearah perut cewek itu dan turun ke daerah bawah pusar cewek itu. Edi menyeringai
penuh arti ketika mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Emilo dengan pisau lipatnya.

Ayo Milo, cukur sampai habis..hahahaha seru Edi kegirangan.

Aaaahh..ohhhhjangan.aaah. teriak Fela sambil berontak, tetapi para berandal itu makin mempererat
pegangannya, sementara pisau lipat itu dengan buas mulai beraksi mencukur rambut kemaluannya.

Haha.ha kesempatan yang langka ini tak akan kami lewat begitu saja. Ayo manis berteriaklah
semaumu, tak akan ada yang mendengarmu saat ini. Ejek Joe sambil menerkam buah dada Fela,

Diremasnya kuatkuat membuat cewek itu mengerang kesakitan sementara Emilo mencukur rambut kemaluannya
tanpa foam pelicin sehingga Fela merasa perih. Billie, Jack dan Edi yang memegangi kaki dan kedua
tangan Fela tertawa melihat cewek itu merontaronta.

Aaaaaagggg.aaaaoooohh.ooooohhhoohh.. . desah Fela buah dadanya diremasremas oleh Joe. Suara
desahan itu membuat para berandal itu makin terangsang.

Dengan buas pisau Emilo beraksi, dalam beberapa menit saja rambut kemaluan Fela telah tercukur habis.
Daerah kulit bawah perut Fela yang tadinya ada rambut kemaluannya terlihat memerah. Emilo tersenyum
puas,

Joe segera maju sambil mementang kaki cewek itu lebarlebar, sekarang ia berada diantara pahanya ,
memandang kemaluan Fela yang terlihat jelas karena rambut disekitar daerah itu habis tercukur.

Hahahabuah dadamu sungguh lezat, NOW ILL EAT YOUR PUSSY! kata Joe sambil menjilatkan lidahnya
sementara matanya melirik kearah kemaluan Fela.

Oooooh.lepaskan.jangan ..oooOOAAHH! tangis Fela terhenti ketika Joe mulai menjilatinya. Lidah
itu seakan menjulur panjang menjelajahi lorong vagina Fela. Tubuh cewek itu mengelinjanggelinjang,
sementara lidah Joe bergerak seperti cacing menggali lobang.

Oooooohhhhhaaaauuuuoooooooouuuaaaah. .. Desis Fela sementara kepalanya hanya bisa menggeleng ke
kiri dan kanan. Tubuh Fela bergetar, tangannya mengepal eraterat, Emilo menciumi leher dan daerah
sekitar ketiak, sambil tangannya mencubit puting susu cewek itu. Jack melepaskan kaki cewek itu, dan
ikutan mencumbu perut Fela. Lidah Jack menjilati pusar cewek itu.

Uuuuuuhhhh.oooouuhooohhh suara desah Fela makin keras, ketika lidah Joe masuk makin dalam
divaginanya.

Hahaha.percuma kau berontak sayang, mau tak mau kau akan menikmati pesta ini! ejek salah satu
berandal.

Buah dada Fela memerah dan mengembang karena remasan tangan Emilo.

Joe makin bersemangat, ketika vagina Fela mulai berlendir. Lidah itu menjelajah makin dalam bersamaan
dengan pekik desah Fela. Emilo masih mengulum buah dada cewek itu.

Putingnya disedot kuatkuat, membuat cewek itu mengeliat menahan rasa nikmat dan sakit yang bercampur
menjadi satu. Tanpa disengaja dari puting buah dada Fela keluar cairan putih seperti susu. Emilo lebih
bersemangat lagi menyedoti cairan itu, sementara tangannya meremasremas buah dada Fela agar keluar
lebih banyak.

Uuuuggghhhhuuuuuhhhh.uuuhhhh.aaauuuhh hhh. desis Fela dengan napas tersedaksedak.

Hahaha.ternyata tubuhmu menghianatimukan? Diamdiam kau menikmatinyaBITCH!!!! ejek Emilo sambil
menyedoti buah dada Fela, kanankiri.

Lonceng berbunyi menunjukkan pukul 21:30. Rupanya para berandal itu senang bermainmain dengan
tubuhnya dan berniat melakukan WARMINGUP sebelum memperkosanya.

Fela hanya bisa mengeliatliat dikerubuti para berandal yang kekar. Lidah Joe dengan lahapnya
menjilati vagina Fela.

Tidak puas hanya lidah, sekarang jari tangan Joe ikutan beraksi. Jari tengah dan telunjuk Joe masuk di
lobang kemaluan cewek itu, diputarputar seolaholah mengadukaduk vagina Fela, sementara lidahnya
ikut menjilati bibir kemaluan Fela.

Aaaauuuuhhhhhuuuuuhhh..aaahhhh desah cewek itu makin keras, membuat para berandal itu tertawa
mengejek ketidak berdayaannya. Jari tangan Joe menusuk masuk dan bermainmain dengan klitorisnya,
membuat Fela mengelinjanggelinjang.

Mata Fela terpejam, kepalanya menggeleng ke kiri kanan, Jack menciumi pusarnya, tangan Emilo meremas
remas buah dadanya. Setelah puas bermainmain, Joe mementang kedua kaki Fela.

Joe mau pakai kondom? tanya Billie. Joe menolak usul Billie.

NO WAY.Hahaha.I WANT TO FEEL SKIN TO SKINok sekarang saatnya manis NOW LETS SEE JUST HOW TIGHT
YOUR CUNT IS! Joe mengangkat pinggul Fela tinggitinggi.

Penisnya sekarang digesekgesekkan disekitar bibir kemaluan Fela berusaha menyibak belahannya. Mata
cewek itu terbelalak kaget ketika merasakan kepala penis Joe yang besar dan hangat. Batang penis itu
berdenyutdenyut dibibir kemaluannya.

Ohhhohhhh sekarang saatnya! pikiran Fela melayang jauh ketika Joe mulai beraksi menindih tubuhnya.

Ayo Joe cumbu dia sampai mampusCihuuui!!! para berandal itu memberi semangat.
Joe merasakan rasa hangat yang mengalir pada kepala batang kemaluannya yang sudah menancap tepat pada
pintu gua kenikmatan milik cewek itu.

Joe menekan perlahan, seperempat dari bagian kepala kemaluannya mulai terbenam .Fela menahan napas .
ditekan lebih dalam lagi . separuh dari bagian kepala kemaluannya melesak masuk . dengan lebih
bertenaga Joe mendesak batang kemaluannya untuk masuk lebih dalam lagi.

Ayo Joe! sedikit lagi! Masukin saja semua! Biar dia rasain Joe! Emilo menyoraki Joe sambil meremas
remas buah dada Fela.

AAAgggh!!!! Pekik Fela merasakan sesuatu yang menyakitkan dipangkal pahanya ketika seluruh kepala
kemaluan Joe sudah terbenam kedalam liang hangat miliknya, dengan satu hentakan yang kuat, penis Joe
menyeruak masuk ke dalam vagina Fela membuatnya memekik kesakitan.

Sementara badai diluar mulai turun dengan deras dimulailah pesta perkosaan itu. Fela terlentang diatas
meja bundar diruang tengah, tangan dan kakinya dipegangi eraterat oleh Billie dan Edi, buah dadanya
dijilati, disedoti oleh Jack dan Emilo, sementara penis Joe mengoyakkoyak vaginanya dengan ganas.

Aaagh..aaahh.ooooh.ooohh suara rintih Fela seiring dengan gerakan ayunan pinggul Joe yang kuat.
Senti demi senti batang kemaluan Joe menelusur masuk menerobos keketatan liang kemaluan Fela yang
sudah basah berlendir itu.

Setiap ayunan Joe membuat tubuhnya mengelepar kesakitan karena penis yang besar itu berusaha masuk
lebih dalam. Suara desahan Fela membuat para berandal itu makin bernapsu menikmati tubuhnya.

Ayo Joe..genjot terus sampai mampus.. hahaha seru salah satu berandal.
Joe merasakan begitu ketatnya ujung kemaluannya terjepit di dalam vagina Fela, selang beberapa saat
penis itu terhenti menerobos keluar masuk.

CANT SEEM TO GET MY COCK DEEP ENOUGH INTO YOU BABY! Joe mengatur posisi pinggulnya, YOU SO DAMN
TIGHT!. kemudian dengan satu hentakan yang kuat membuat batang penis itu hilang tertelan kemaluan
Fela.

AAAaaaaggggkkk!! suara lolong histeris Fela ketika dengan satu hentakan kuat tanpa masalah penis itu
beraksi lagi di liang vagina Fela yang berlendir, rupanya selaput perawan Fela robek.

Uuuugggghhhh. SO YOURE STILL A VIRGIN? Hahaha.manis, kau tak akan melupakan pengalaman ini!
ejek Joe, Penis itu dengan mudah menerjang keluar masuk dengan cepat, sementara tubuhnya menghentak
hentak barbar diatas Fela yang mendesahdesah tak berdaya.

Kemaluan Fela terasa akan robek oleh desakan penis Joe yang menyeruak masuk keluar dalamdalam seperti
membor kilang minyak. Joe melengkuhlengkuh nikmat, pinggulnya berayunayun memompa, penis itu keluar
masuk.

Kaki Fela terangkat tinggi diatas meja terayunayun seirama gerakan pinggul Joe menghujamkan keluar
masuk batang penisnya yang dengan barbar beraksi divaginanya.

Fela berharap ia dapat pingsan saat itu juga supaya tidak merasakan sakit yang tak terlukiskan itu.
Para berandal itu menyanyikan lagu ROW YOUR BOAT.

Aaaahhhaaaahh.ammm.pun.aahh

aaahhaaahh.sakit..ahhhhh..aaaahhh.jerit Fela. Pinggul Joe bergerak seperti pompa. Penis itu keluar
masuk seiring desahan Fela.

Ayo Joe coblos terus, cobloscobloswoooo

wooooo BABY. teriak Emilo sambil menciumi dada cewek itu.

Delapan puluh delapandelapan puluh sembilan.sembilan puluhAyo dengan semangat Edi menghitungi
setiap hujaman penis Joe.

Aaaaahhh.wahhhhaaa.aaaah.uuuuh

uuugh. pekik Fela, sementara Joe berayunayun diatas tubuhnya. Cewek itu hanya bisa terisakisak.
Suara petir menyambar di selasela badai.

YEAAAHHH. HOWS IT FEEL, BABE, HOWS IT FEEL WITH A REAL MANS BIG COCK IN YOUR BELLY? OOOOOOOOOOOOO
YOU FEEL SO GOOD, SO HOT. ejek Joe sambil memaksa Fela yang mendesah untuk melihat penisnya mengenjot
keluar masuk lorong vaginanya.

Fela bisa merasakan setiap inci dari otot dibatang penis Joe bergerak menelusuri lorong kemaluannya.
Uuuhuuuh.uuaah lengkuh Joe, sudah sekitar setengah jam dia berayunayun diatas cewek itu,
keringat membasahi tubuh keduanya, tetapi gerakan pinggulnya tetap ganas, penisnya menyodoksodok
dikemaluan Fela, tangannya menggerayangi pahanya dengan liar.

Sementara itu Emilo membuka celana panjang dan celana dalamnya sendiri, penisnya panjang, (tetapi
tidak sebesar Joe sekitar 8.7 inci) sudah tegak menegang.

Jack masih asyik menyedoti puting buah dada Fela. Sesekali cewek itu berusaha memberontak, tetapi Edi
dan Billie mempererat pegangannya. Joe melengkuhlengkuh nikmat di atas tubuh Fela yang mengeliatliat
menahan berat tubuh Joe yang menindihnya.

Seratus enam puluh enam seratus enam puluh tujuh..seratus enam puluh delapan..ayo Joe taklukan
dia.hahaha Edi menyemangati yang langsung diikuti oleh para berandal yang lain.

Seratus tujuh puluh tiga.seratus tujuh puluh empatseratus tujuh puluh lima. Para berandal yang
lain ikutan menyemangati Joe.

Tubuh dan buah dada Fela berguncangguncang seirama dengan hentakan genjotan Joe yang makin liar.
Vaginanya terasa terbakar oleh gesekan penis Joe yang buas.

Aaaaaaahhhh..aaaaaa.aaaaaahh..aahhhh. ..ooooohhh Fela melolong menahan sakit

Ayo.ayo.seratus delapan puluh delapan..seratus delapan puluh sembilan.seratus sembilan
puluh.hahaha Edi memberi semangat.

Uuuuaah.uuuuuh.uuughhtubuhmu nikmat sekali! Joe mengejek Fela yang mengigit bibirnya menahan
sakit. Pinggulnya maju mundur diantara selangkangan cewek itu. Jack dengan gemas mengigit puting buah
dada Fela, sementara tangannya yang satu meremas remas buah dada sebelah kanan.

Aaaaahhuuuughhh..uuughhuuukkkh.ooo uuuughh rintih Fela, sementara gerakan Joe mulai pelan,
tapi mantap.

Seratus sembilan puluh enam..seratus sembilan puluh tujuh. Semua berandal menyemangati Joe. Batang
penisnya keluar masuk dengan barbar.

IM COMING, BABY! lengkuh Joe.

OH GOD! NO, PLEASE ! NOOOOO!! NOO! DONT COME INSIDE ME!!! NOOO, PLEASE!!!!..AAAKKKHHHH! kepala
Fela terjengkang keatas, sementara terdengar suara lolong kesakitan ketika batang penis itu menghujam
dalamdalam divaginanya.

Dengan satu hentakan kuat Joe mencapai klimax, penisnya menyemburkan sperma dalam lorong kemaluan
Fela.

Uuuuuugggh..hahaha.bagaimana? ejek Joe sambil mencabut penisnya dengan perkasa.

kau akan digilir sampai pagi!!..hahahaNEXT!!! seru salah satu berandal.

Sementara itu kilat diluar menyambaryambar, waktu itu pukul 22:25. Fela hanya bisa terisakisak,
Emilo maju sambil menyeringai. Tanpa perlawanan yang berarti, Emilo sudah berada di antara
selangkangan cewek itu.

HahahaIS MY TIME TO RIDE, BABY IM GONNA TAKE MY TIME AND FUCK YOU NICE AND SLOW. LETS SEE HOW
LONG I CAN KEEP MY DICK HARD IN THIS WONDERFULLY TIGHT CUNT OF YOURS. SEE HOW LONG I CAN KEEP YOU
MOANS..! ejek Emilo, sementara batang penisnya dengan mudah masuk ke vagina Fela.

Cerita sex Emilo memulai gerakannya, pinggulnya bergerak memutar, memastikan penisnya masuk penuh,
lalu bergerak maju mundur perlahan tapi dalam. Pinggulnya berayunayun pelan dan mantap, diantara
kedua paha Fela yang terbuka lebar, sambil meremasremas buah dadanya.

Kadang jarijari tangan Emilo melintirlintir puting susu cewek itu, tubuh Fela hanya bisa mengeliat
liat, sementara dari bibirnya yang terbuka terdengar suara erangan dan desah.

Penis itu beraksi di vaginanya, pinggulnya diangkat ke antara pinggang Emilo yang maju mundur. Jack
meninggalkan kerumunan menuju kulkas diruang makan. Joe duduk disofa, sambil melihat teman temannya
beraksi diatas tubuh Fela.

Billie masih dengan erat memegangi tangan kanan dan kiri Fela, juga Edi yang memegangi kedua kaki
Fela. Suara desah erangan cewek itu bagai musik merdu ditelinga mereka.

Tubuh Fela basah kuyup karena keringat, sementara Emilo melengkuhlengkuh nikmat.

Ooooooooohhhhhh.uuuuuuhhhhh..uuuhhhh. .uuhhh..

hahaha. suara Emilo, penisnya yang panjang tanpa ampun terus mengenjot kemaluan Fela. Buah dadanya
dijadikan bualbualan oleh Emilo.

Giginya mengigiti putingnya dengan gemas, membuat Fela menjerit kesakitan. Terlihat bercakbercak
merah bekas cupangan disekitar leher dan dada ditubuh Fela.

Aaaahhh..aaaaoooohhh.ooooohhhhhhooooohhh h.. desah Fela merasakan penis Emilo menusuk keluar
masuk divaginanya. Sudah sekitar lima belas menit Emilo beraksi, tubuh Fela berguncang guncang
seirama ayunan pinggul Emilo.

Pukul 23.10. Kilat dan guntur bersahutan diluar, membuat jalanan bertambah sepi.

Hahhah.hahuuuggghhhlengkuh Emilo, sekarang ayunannya tidak perlahan seperti pertama, tetapi
berirama cepat dan dalam. Vagina Fela terasa perih terbakar oleh gesekan penis Emilo.

Ha.haha.. tunggu punyaku manis, YOU WILL LOVE IT! seru Edi sambil mengolesi penisnya sendiri
dengan selei sehingga kepala penis itu terlihat gilap dan lebih besar dari yang sebelumnya.

Uuuuuggghhhh.uuuuuggghh uuuugggghhhhdesah Fela pendek seirama keluar masuk penis Emilo di
kemaluannya.

Edi meremasremas penisnya sendiri, sambil memandangi setiap lekuk tubuh Fela.

Hahaha.Ed, kau sudah tak sabar ya? tanya Billie sambil matanya terkagum melihat penis Edi yang
makin besar, sehingga kepala penis itu seperti jamur.

Oooooohhhhhh.uuugggghhh..oooohh

oooohh..HERE I CAMEEE!!!! jerit klimax Emilo, penisnya menghujam dalamdalam sambil menyemprotkan
cairan putih.

Aaaaaaakkkkkhhhhhhhoooohhh pekik Fela diantara lengkuhan nikmat Emilo.

Emilo mencium kening Fela yang terlentang terengahengah diatas meja.

FUCK YOU BABE!..haha..ha. ejek Emilo sambil mencabut penisnya.

Posisinya segera digantikan oleh Edi. Kepala penis yang besar itu digesekgesekkan di antara paha
Fela. Edi memandangi tubuh Fela yang sintal dan mulus basah oleh keringat.

LETS GO TO HEAVEN, manishahaha. Bersamaan dengan kata itu Edi menciumi buah dada Fela,
sementara tangannya mengesekgesekkan penisnya di bibir kemaluan cewek itu.

Teriakan Fela tertelan badai yang ganas, pukul 23.45. Fela, merontaronta tubuhnya membusur digumuli
Edi yang penuh napsu, sementara para berandal yang lain tertawa terbahakbahak.

Tangan Fela yang dipegangi oleh Billie,membuatnya tak bisa melawan, sehingga dengan leluasa Edi
menciumi tubuhnya.

Dari leher, lidah Edi terus menelusur turun ke buah dadanya, disedotnya kuatkuat buah dada cewek itu,
membuatnya mengerang kesakitan, lidahnya menjilati dengan lahap cairan yang keluar dari puting susu
Fela.

Tibatiba dengan hentakan yang kuat penis Edi menerobos masuk kemaluan cewek itu.

Aaaaakkkkkkkhhhhh.Diana berteriak kesakitan. Penis itu terus berusaha masuk penuh, Fela bisa
merasakan kepala penis yang besar itu berusaha masuk lebih dalam di vaginanya.

Uuuuugggghhhhh..sempit sekali.uuuuaahh

hhhaaaa.seru Edi sambil terus mendorong masuk penisnya.

Ayo..Ed,ha.haha.masukkan semuanya.biar mampus dia! teriak Joe menyemangati Edi.

Sekarang kepala penis itu sudah masuk, Edi diam sebentar merasakan otot vagina Fela yang berusaha
menyesuaikan diri dengan penisnya. Dinding vagina Fela serasa meremasremas penisnya, membuatnya lebih
tegang.

Ha.haha.kulumat kau, manis! bisik Edi sambil mulai menggenjotkan penisnya dengan barbar. Joe
menciumi leher Fela, Jack meremasremas buah dadanya.

Emilo meratakan olesan selai, sedangkan tangan Edi mementang pahanya agar lebih leluasa penisnya bisa
maju mundur diliang kemaluan Fela.

Aaaahhhhaaahhhhhh..aaaggghhhh

aaahhhhh lolongan desah Fela digarap ramairamai. Suara desah dan erangan Fela terdengar bagai musik
merdu ditelinga para berandal. Tanpa menghiraukan Fela yang sudah kelelahan, mereka terus berpesta
menikmati tubuh cewek itu.

Bagai menyantap hidangan lezat, mereka melahap dan menjilati tubuh Fela yang basah, mengkilat karena
olesan selai dan keringat. Penis Edi menerobos keluar masuk dengan cepat, sementara disetiap hentakan
tubuhnya terdengar erangan Fela menghiba kesakitan.

Jack yang meremasremas buah dadanya sekarang mulai menjilatinya penuh napsu, sedangkan putingnya
disedoti agar keluar cairan seperti susu, Joe terus menciumi leher Fela yang jenjang.
Uuugggh.uuuuggghhh..aauughh..

uuugghhh.uuuuggghhh. rintih Fela, sudah sekitar lima belas menit Edi berpacu dengan birahi, peluh
membasahi tubuhnya. Edi melengkuhlengkuh penuh napsu, menikmati setiap inci hujaman penisnya dilorong
kemaluan Fela.

Haaah..haaah.uuuggh..bagaimana manis, asik bukan..kau akan digilir sampai pagihaha

ha.Haah.haaah. seru Edi sementara pinggulnya bergerak seperti memompa diantara kedua paha Fela.
Buah dada cewek itu memerah diremasremas dengan kasar oleh para berandal. Tubuh Fela berguncang
guncang dengan ganas seirama ayunan Edi.

Hehehe..buah dadamu lezat sekali, ya..kau akan membayarnya dengan tubuhmu sayang! ejek Jack
sambil menjilatkan lidahnya keudara sementara tangannya meremasremas buah dada cewek itu dengan
napsu.

Fela hanya bisa terisakisak sambil menahan sakit disekujur tubuhnya yang basah kuyup karena keringat
dan selai. Penis Edi makin ganas menggenjot cewek itu.

Aaaauuh..aaaggghuuuuugggghhhh

uuuughhhhh. pikik desah Fela. Vaginanya terasa panas dan perih oleh gesekan penis Edi yang barbar.

Badai masih ganas, didekat lantai meja makan, terlihat BH dan celana dalam Fela berserakan sementara
diatas meja Fela diperkosa dengan ganas oleh lima berandal yang kekar, tubuhnya dipentang dan dijilati
penuh napsu.

Buah dadanya dicengkram dan diremasremas, lehernya diciumi, puting dan pusarnya dijilati, sementara
Edi melengkuhlengkuh nikmat, cewek itu hanya bisa merintih dan mendesah karena penis besar dan hitam
beraksi menghentakhentak barbar keluar masuk diantara selangkangannya.

Waktu menunjukkan 24:16 Edi sudah hampir mencapai klimax, irama ayunan pinggulnya makin cepat tanpa
perduli Fela yang terengahengah kelelahan, Jack menggigit puting buah dadanya, membuat Fela mengerang
kesakitan.

aakkkh.aaahhooooohhhh rintih Fela diantara lengkuh nikmat Edi.

Huuuhuuuhhh..uuuuhhh..uhhhh.

HUUAAAHHHH.. jerit Edi mencapai klimax, dengan satu hujaman yang kuat, penisnya masuk hilang
tertelan dilorong vagina Fela.

Aaaaakkkkhhhh. jerit Fela tertahan, tubuh cewek itu mengeliat kejang, lalu lunglai, pingsan
kelelahan, sementara penis itu menyemburkan banyak sprema dalam vaginanya. Peluh menetes dari tubuh
Edi yang masih menindih cewek itu.

Hahaha.tubuhmu sungguh menggairahkan sekali Raut wajahnya terlihat puas, beberapa saat kemudian
Edi mencabut penisnya, sambil mencium leher Fela yang masih pingsan. Jack siapsiap maju mengambil
posisi.

Biarkan dia istirahat dulu, nggak enak kalau nggak ada perlawanan Cegah Joe.

Kita beri dia obat perangsang saja! usul Billie sambil tersenyum penuh napsu.

Jangan, kita simpan itu untuk yang terakhir Joe duduk disofa.

Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 24:40, Fela yang baru saja siuman dibopong ramairamai menuju
kamarnya, disana cewek itu dilempar ke ranjang dan langsung diterkam oleh para berandal yang sekarang
semuanya sudah telanjang bulat.

Cewek itu berusaha berontak melarikan diri, tetapi dengan cekatan para berandal itu menerentangkan
tubuh Fela.

Cewek itu berteriak ketakutan ketika para berandal dengan buas menggumuli tubuhnya.

Aaaahhhh..aampun..aaaahhhh.hiba Fela, sementara Edi dengan kasar mulai meremasremas buah dada
kanannya. Joe berusaha mencium bibirnya yang merah merekah. Emilo menjilati dan menyedoti puting
sebelah kiri.

Aaaaduuuhhaaaaawwwaaaahhh..jaja.nganteriakan Fela tak digubris.

Jack maju mengambil posisi diantara kedua kakinya, tersenyum sinis sambil membungkuk menciumi leher
cewek itu. Fela mengeliatliat tak berdaya. Lidah Jack menelusur turun dari lehernya menuju perutnya
Fela.

Aaaaaahhh..lepaskan..aaaahhh jerit Fela ditengah kerubutan berandal. Jack mulai menjilati daerah
pusar Fela.

Manistadi kulihat kau suka disco! bagaimana kalau sambil diputarkan laguhmmm?
discorockatau metal?.OK metal saja!

Billie mengejek Fela. Beberapa saat kemudian terdengar lagu metal, membuat para berandal itu lebih
bersemangat menikmati setiap lekuk tubuh Fela.

Hahahamanis, kami masih belum puas! ejek Jack. Billie membaca surat yang ditemukannya dimeja rias
pinggir ranjang.

Gumam Billie sambil melihat Fela yang mendesahdesah tak berdaya dijilati dan diciumi temantemannya.
Beberapa saat kemudian Billie naik keatas ranjang, berbaring disamping cewek itu.

Nah Fela sayang, ARE YOU READY TO LOSE YOUR VIRGINITY IN ANOTHER HOLE? kau benarbenar beruntung
manis! kau pasti puas! kata Billie sambil menjilat muka cewek itu yang menangis ketakutan.

Billie merangkul tubuhnya dari samping dan digulingkan menghadapkan keatas terlentang sehingga
posisinya sekarang dibawah Fela.

Hai.sayang pestanya dilanjutkan. Manis kau pikir tadi sudah yang paling sakit, tunggu yang ini kau
akan rasain sakit yang sebenernya! kata Emilo sambil menerkam gemas buah dadanya.

Dan sekarang kau dapat kehormatan manis BECAUSE ILL TAKE YOUR ASS VIRGINITY!! mata Fela terbelalak
ketakutan.

Oooohhh.jangaanPLEASE!!!! hiba Fela disela isak tangisnya.

Dianay kau akan merasakan sesuatu yang belum pernah kau bayangkan sebelumnya sayang! ejek Billie.

Cewek itu berusaha berontak sekuat tenaga, tapi kerubutan dan remasan dibuah dadanya membuatnya tak
bisa berkutik.

Fela didudukkan tepat diatas tubuh Billie, berandal itu mengarahkan penisnya yang tegak di lobang anus
cewek itu dan segera dihujamkan dalam anus Fela tanpa pelumas sehingga membuatnya menjerit kesakitan.

AAAAKKKKKKKHHHHHH!!!! lolong Fela, sementara penis Billie (10 inci) masuk penuh dalam anusnya,
sekarang cewek itu dipaksa tidur terlentang. Jack diatas menindihnya sementara Fela merontaronta
kesakitan, anusnya terasa sakit oleh batang penis Billie yang berada dibawahnya.

Jack yang sudah puas menjilati perut Fela, sekarang mementang kedua paha Fela, mengarahkan penisnya (8
inci) ke lorong vagina cewek itu.

Apa daya tenaga seorang cewek yang dikeroyok lima lelaki kekar, dengan mudah masingmasing tangan Fela
diikat dengan tali BH dijeruji pilar ranjangnya agar tidak bisa berontak.

Jack segera memasukkan penisnya ke vagina Fela yang masih merontaronta, sambil tertawa terbahak
bahak.

Ha.haha. sayang sekarang kau rasakan ini! sambil berkata seperti itu, Jack dan Billie mulai
menggoyangkan pinggul mereka.

Penis Billie bergerak naikturun dianus sedangkan penis Jack menyodok keluar masuk seirama nada metal
yang makin bersemangat. Teriakan cewek itu tertelan oleh bunyi halilintar yang keras. Usaha Fela untuk
berontak membuat ikatan ditangannya makin erat dan menyakitkan.

Tubuh Fela merontaronta kesakitan, tanpa disadarinya gerakannya itu makin membuat Jack dan Billie
yang memperkosanya makin terangsang.

Tubuhnya mulai menggelinjang kesana kemari, pinggulnya bergerakgerak ke kanan, kiri, memutar,
sementara Billie yang dibawah mempertahankan kecepatan ritme keluar masuk batang penisnya dianus Fela.
Suara kecipak akibat gesekan kemaluan mereka berdua semakin terdengar.

Sodokan batang penis Billie dianus Fela membuat tubuh cewek itu meliukliuk tak beraturan dan semakin
lama semakin bergerak naik seolah menantang kejantanan Jack.

Hahaha.Dianay kau suka ya? Nih akan kumasukkan lebih dalam lagi! HAAAHHHH!!!! teriak Jack sambil
bertumpu pada remasan tangannya dibuah dada cewek itu ia menyodokkan penisnya lebih dalam ke vagina
Fela.

Oooooohhhhaaahhh.aaahhhhaahh

ampunamp..aaaaahhhaaahh!!!! erang Fela kesakitan. Sementara kedua penis berandal itu mengkoyak
koyak vagina dan anusnya, begitu penuh nafsu, ganas dan liar.

Melihat pemandangan itu dan terbakar oleh api birahi, para berandal lainnya sambil tertawa terbahak
bahak melihat ketidak berdayaan Fela, mereka meremasremas penis mereka sendiri.

Ohhh.hahaha.bagaimana sayang, bagaimana rasanya.puas nggak? tenang pestanya masih lama.tunggu
giliran kitahahaha.. seru para berandal lainnya.

Beberapa menit saja penis mereka sudah tegak tegang siap beraksi kembali. Ranjang berderitderit
seirama musik metal dan gerakan mereka yang barbar, Fela ditindih ditengahtengah mereka yang
menghentakhentak berpacu dalam birahi.

Gerakan Billie bagaikan dongkrak memaksa tubuh Fela mengelinjang keatas mengundang penis Jack masuk ke
lorong vaginanya, sedangkan gerakan Jack yang seperti memompa dari atas menekan kebawah sehingga penis
Billie masuk penuh, begitu seterusnya, membuat cewek itu terengahengah menahan rasa sakit di anus dan
vaginanya sekaligus. Billie menciumi leher, tengkuk, telinganya penuh napsu.

Uuugghuugghuuuughhh. rintih Fela seirama ayunan kedua penis itu. Cewek itu bisa merasakan
seakanakan kedua penis itu saling bertemu dan bergesekan didalam perutnya, hanya berbeda lorong saja.

Jack dan Billie melengkuhlengkuh nikmat. Buah dadanya diremasremas dengan kasar sekali oleh Jack.
Fela merasakan kesakitan, tapi remasan dibuah dadanya membuatnya tetap tersadar. Para berandal yang
lainnya bersoraksorak menyemangati keduanya melahap tubuh Fela.

Penispenis mereka digesekgesekkan di tubuh cewek itu. Waktu menunjukkan Pukul 01:20 sementara pesta
perkosaan itu makin brutal terbawa napsu birahi para berandal.

Badai diluar makin ganas dan guntur sesekali menggelegar menelan teriakan Fela. Joe menemukan lipstik
dimeja rias dan dioleskan dengan paksa dibibir Fela.
Share:
Copyright © ceritasexindo | Powered by cerita sex indo Design by TOTOPREDIKSI | Blogger Theme by Ceritasexindo