Cerita dewasa, Cerita pemerkosaan, Cerita Mesum, Cerita ngentot, foto hot, foto sex, prediksi togel , prediksi togel jitu, totoprediksi

Jumat, 07 Desember 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Guru Cantik Yang Seksi

Cerita Sex - Ini berkisah "Cerita Sex Ngentot Dengan Guru Cantik Yang Seksi" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.




Duniasemi86 - Ini pengalaman kencan seksku sebelum aku mengenal internet, tepatnya ketika aku masih duduk di bangku SMA. Sedang teman kencanku adalah seorang guru seni lukis di SMA-ku yang masih terbilang baru dan masih lajang.

Saat itu umurku masih menginjak 17 tahun. Sedang guru lukisku itu adalah guru wanita paling muda, baru 25 tahun. Semula aku memanggilnya Bu Guru, layaknya seorang murid kepada gurunya. Tapi semenjak kami akrab dan dia mengajariku making love, lama-lama aku memanggilnya dengan sebutan Mbak.



Sore itu ada seorang anak kecil datang mencari ke rumah. Aku diminta datang ke rumah Mbak Yani, tetangga kampungku, untuk memperbaiki jaringan listrik rumahnya yang rusak.

“Cepat ya, Mas. Sudah ditunggu Mbak Yani,” ujar anak SD tetangga Mbak Yani.

Dalam hati, aku sangat girang. Betapa tidak, guru seni lukis itu rupanya makin lengket denganku. Aku sendiri tak tahu, kenapa dia sering minta tolong untuk memperbaiki peralatan rumah tangganya. Yang jelas, semenjak dia mengajaku melukis pergi ke lereng gunung dan making love di semak-semak hutan, Mbak Yani makin sering mengajakku pergi. Dan sore ini dia memintaku datang ke rumahnya lagi.

Tanpa banyak pikir aku langsung berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Maklum, rumahnya terbilang cukup jauh, sekitar 5km dari rumahku. Setibanya di rumah Mbak Yani, suasana sepi. Keluarganya tampaknya sedang pergi. Betul, ketika aku mengetuk pintu, hanya Mbak Yani yang tampak.

“Ayo, cepet masuk. Semua keluargaku sedang pergi menghadiri acara hajatan saudara di luar kota,” sambut Mbak Yani sambil menggandeng tangganku.

Darahku mendesir ketika membuntuti lamngkah Mbak Yani. Betapa tidak, pakaian yang dikenakan luar biasa sexy, hanya sejenis daster pendek hingga tonjolan payudara dan pahanya terasa menggoda.

“Anu, Bud.. Listrik rumahku mati melulu. Mungkin ada ada kabel yang konslet. Tolong betulin, ya.. Kau tak keberatan kan,” pinta Mbak Yani kemudian.

Tanpa banyak basa-basi Mbak Yani menggandengku masuk ke ruang tengah, kemudian masuk ke sebuah kamar.

“Nah saya curiga jaringan di kamar ini yang rusak. Buruan kau teliti ya. Nanti keburu mahrib.”

Aku hanya menuruti segala permintaannya. Setelah merunut jaringan kabel, akhirnya aku memutuskan untuk memanjat atap kamar melalui ranjang. Tapi aku tidak tahu persis, kamar itu tempat tidur siapa. Yang jelas, aku sangat yakin itu bukan kamarnya bapak-ibunya. Celakanya, ketika aku menelusuri kabel-kabel, aku belum menemukan kabel yang lecet. Semuanya beres. Kemudian aku pindah ke kamar sebelah.

Aku juga tak bisa menemukan kabel yang lecet. Kemudian pindah ke kamar lain lagi, sampai akhirnya aku harus meneliti kamar tidur Mbak Yani sendiri, sebuah kamar yang dipenuhi dengan aneka lukisan sensual. Celakanya lagi, ketika hari telah gelap, aku belum bisa menemukan kabel yang rusak. Akibatnya, rumah Mbak Yani tetap gelap total. Dan aku hanya mengandalkan bantuan sebuah senter serta lilin kecil yang dinyalakan Mbak Yani.

Lebih celaka lagi, tiba-tiba hujan deras mengguyur seantero kota. Tidak-bisa tidak, aku harus berhenti. Maunya aku ingin melanjutkan pekerjaan itu besok pagi.

“Wah, maaf Mbak aku tak bisa menemukan kabel yang rusak. Ku pikir, kabel bagian puncak atap rumah yang kurang beres. Jadi besok aku harus bawa tangga khusus,” jelasku sambil melangkah keluar kamar.
“Yah, tak apa-apa. Tapi sorry yah. Aku.. Merepotkanmu,” balas Mbak Yanti, “Itu es tehnya diminum dulu.”

Sementara menunggu hujan reda, kami berdua bercakap-cakap berdua di ruang tengah. Cukup banyak cerita-cerita masalah pribadi yang kami tukar, termasuk hubunganku dengan Mbak Yani selama ini. Mbak Yani juga tidak ketinggalan menanyakan soal puisi indah tulisannya yang dia kirimkan padaku lewat kado ulang tahunku beberapa bulan lalu.

Entah bagaimana awalnya, tahu-tahu nada percakapan kami berubah mesra dan menjurus ke arah yang menggairahkan jiwa. Bahkan, Mbak Yani tak segan-segan membelai wajahku, mengelus telingaku dan seterusnya. Tak sadar, tubuh kami berdua jadi berhimpitan hingga menimbulkan rangsangan yang cukup berarti untukku. Apalagi setelah dadaku menempel erat pada payudaranya yang berukuran tidak begitu besar namun bentuknya indah dan kencang. Dan tak ayal lagi, penisku pun mulai berdiri mengencang. Aku tak sadar, bahwa aku sudah terangsang oleh guru sekolahku sendiri! Namun hawa nafsu birahi yang mulai melandaku sepertinya mengalahkan akal sehatku. Mbak Yani sendiri juga tampaknya memiliki pikiran yang sama saja. Ia tidak henti-hentinya mengulumi bibirku dengan nafsunya.

Akhirnya, nafsuku sudah tak tertahankan lagi. Sementara bibirku dan Mbak Yani masih tetap saling memagut, tanganku mulai menggerayangi tubuh guru sekolahku itu. Kujamah gundukan daging kembar yang menghiasi dengan indahnya dada Mbak Yani yang masih berpakaian lengkap. Dengan segera kuremas-remas bagian tubuh yang sensitif tersebut.

“Aaah.. Budi.. Aah..” Mbak Yani mulai melenguh kenikmatan. Bibirnya masih tetap melahap bibirku.

Mengetahui Mbak Yani tidak menghalangiku, aku semakin berani. Remasan-remasan tanganku pada payudaranya semakin menjadi-jadi. Sungguh suatu kenikmatan yang baru pertama kali kualami meremas-remas benda kembar indah nan kenyal milik guru sekolahku itu. Melalui kain blus yang dikenakan Mbak Yani kuusap-usap ujung payudaranya yang begitu menggiurkan itu. Tubuh Mbak Yani mulai bergerak menggelinjang.

“Uuuhh.. Mbak..” Aku mendesah saat merasakan ada jamahan yang mendarat di selangkanganku.

Penisku pun bertambah menegang akibat sentuhan tangan Mbak Yani ini, membuatku bagian selangkangan celana panjangku tampak begitu menonjol. Mbak Yani juga merasakannya, membuatnya semakin bernafsu meremas-remas penisku itu dari balik celana panjangku. Nafsu birahi yang menggelora nampaknya semakin menenggelamkan kami berdua, sehingga membuat kami melupakan hubungan kami sebagai guru-murid.

“Aaauuhh.. Bud.. Uuuh..” Mbak Yani mendesis-desis dengan Yanirnya karena remasan-remasan tanganku di payudaranya bukannya berhenti, malah semakin merajalela. Matanya terpejam merasa kenikmatan yang begitu menghebat.

Tanganku mulai membuka satu persatu kancing blus Mbak Yani dari yang paling atas hingga kancing terakhir. Lalu Mbak Yani sendiri yang menanggalkan blus yang dikenakannya itu. Aku terpana sesaat melihat tubuh guru sekolahku itu yang putih dan mulus dengan payudaranya yang membulat dan bertengger dengan begitu indahnya di dadanya yang masih tertutup beha katun berwarna krem kekuningan. Tetapi aku segera tersadar, bahwa pemandangan amboi di hadapannya itu memang tersedia untukku, terlepas itu milik guru sekolahku sendiri.

Tidak ingin membuang-buang waktu, bibirku berhenti menciumi bibir Mbak Yani dan mulai bergerak ke bawah. Kucium dan kujilati leher jenjang Mbak Yani, membuatnya menggerinjal-gerinjal sambil merintih kecil. Sementara itu, tanganku kuselipkan ke balik beha Mbak Yani sehingga menungkupi seluruh permukaan payudara sebelah kanannya. Puting susu nya yang tinggi dan mulai mengeras begitu menggelitik telapak tanganku.

Segera kuelus-elus puting susu yang indah itu dengan telapak tanganku. Kepala Mbak Yani tersentak menghadap ke atas sambil memejamkan matanya. Tidak puas dengan itu, ibu jari dan telunjukku memilin-milin puting susu Mbak Yani yang langsung saja menjadi sangat keras. Memang baru kali ini aku menggeluti tubuh indah seorang wanita. Namun memang insting kelelakianku membuatku seakan-akan sudah mahir melakukannya.



“Uhh.. Hmm ahh..” Mbak Yani tidak dapat menahan desahan-desahan nafsunya.

Segala gelitikan jari-jemariku yang dirasakan oleh payudara dan puting susunya dengan bertubi-tubi, membuat nafsu birahinya semakin membulak-bulak.

Kupegang tali pengikat beha Mbak Yani lalu kuturunkan ke bawah. Kemudian beha itu kupelorotkan ke bawah sampai ke perut Mbak Yani. Puting susu Mbak Yani yang sudah begitu mengeras itu langsung mencelat dan mencuat dengan indahnya di depanku. Aku langsung saja melahap puting susu yang sangat menggiurkan itu. Kusedot-sedot puting susu Mbak Yani. Kuingat masa kecilku dulu saat masih menyusu pada payudara ibuku. Bedanya, tentu saja payudara guru sekolahku ini belum dapat mengeluarkan air susu. Mbak Yani menggeliat-geliat akibat rasa nikmat yang begitu melanda kalbunya. Lidahku dengan mahirnya, tak ayal menggelitiki puting susunya sehingga pentil yang sensitif itu melenting ke kiri dan ke kanan terkena hajaran lidahku.

“Oooh. Buud’ desahan Mbak Yani semakin lama bertambah keras. Untung saja rumahnya sedang sepi dan letaknya memang agak berjauhan dari rumah yang paling dekat, sehingga tidak mungkin ada orang yang mendengarnya.

Belum puas dengan payudara dan puting susu Mbak Yani yang sebelah kiri, yang sudah basah berlumuran air liurku, mulutku kini pindah merambah bukit membusung sebelah kanan. Apa yang kuperbuat pada belahan indah sebelah kiri tadi, kuperbuat pula pada yang sebelah kanan ini. Payudara sebelah kanan milik guru sekolahku yang membulat indah itu tak luput menerima jelajahan mulutku dengan lidahnya yang bergerak-gerak dengan Yanirnya. Kukulum ujung payudara Mbak Yani.

Lalu kujilati dan kugelitiki puting susunya yang tinggi. Puting susu itu juga sama melenting ke kiri dan ke kanan, seperti halnya puting susu payudaranya yang sebelah kiri tadi. Mbak Yani pun semakin merintih-rintih karena merasakan geli dan nikmat yang menjadi-jadi berbaur menjadi satu padu. Seperti tengah minum soft drink dengan memakai sedotan plastik, kuseruput puting susu guru sekolahku itu.

“Aaahh.. Hmm..” Mbak Yani menjerit panjang.

Lidahku tetap tak henti-hentinya menjilati puting susu Mbak Yani yang sudah demikian kerasnya. Sementara itu tanganku mulai bergerak ke arah bawah. Kubuka retsleting celana jeans yang Mbak Yani kenakan. Kemudian dengan sedikit dibantunya sambil tetap merem-melek, kutanggalkan celana jeans itu ke bawah hingga ke mata kaki. Tubuh bagian bawah Mbak Yani sekarang hanya dilindungi oleh selembar celana dalam dengan bahan dan warna yang seragam dengan behanya. Meskipun begitu, tetap dapat kulihat warna kehitaman samar-samar di bagian selangkangannya.

Ditunjang oleh nafsu birahi yang semakin menjulang tinggi, tanpa berpikir panjang lagi, kulepas pula kain satu-satunya yang masih menutupi tubuh Mbak Yani yang memang sintal itu. Dan akhirnya tubuh mulus guru sekolahku itu pun terhampar bugil di depanku, siap untuk kunikmati.

Tak ayal, jari tengahku mulai menjamah bibir vagina Mbak Yani di selangkangannya yang sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu tipis kehitaman walaupun belum begitu banyak. Kutelusuri sekujur permukaan bibir vagina itu secara melingkar berulang-ulang dengan lembutnya. Tubuh Mbak Yani yang masih terduduk di sofa melengkung ke atas dibuatnya, sehingga payudaranya semakin membusung menjulang tinggi, yang masih tetap dilahap oleh mulut dan bibirku dengan tanpa henti.

“Ooohh..

Jari tengahku itu berhenti pada gundukan daging kecil berwarna kemerahan yang terletak di bibir vagina Mbak Yani yang mulai dibasahi cairan-cairan bening. Mula-mula kuusap-usap daging kecil yang bernama klitoris ini dengan perlahan-lahan. Lama-kelamaan kunaikkan temponya, sehingga usapan-usapan tersebut sekarang sudah menjadi gelitikan, bahkan tak lama kemudian bertambah lagi intensitasnya menjadi sentilan. Klitoris Mbak Yani yang bertambah merah akibat sentuhan jariku yang bagaikan sudah profesional, membuat tubuh pemiliknya itu semakin menggerinjal-gerinjal tak tentu arahnya.

Melihat Mbak Yani yang tampak semakin merangsang, aku menambah kecepatan gelitikanku pada klitorisnya. Dan akibatnya, klitoris Mbak Yani mulai membengkak. Sementara vaginanya pun semakin dibanjiri oleh cairan-cairan kenikmatan yang terus mengalir dari dalam lubang keramat yang masih sempit itu.

Puas menjelajahi klitoris Mbak Yani, jari tengahku mulai merangsek masuk perlahan-lahan ke dalam vagina guru sekolahku itu. Setahap demi setahap kumasukkan jariku ke dalam vaginanya. Mula-mula sebatas ruas jari yang pertama. Dengan susah payah memang, sebab vagina Mbak Yani memang masih teramat sempit. Kemudian perlahan-lahan jariku kutusukkan lebih dalam lagi. Pada saat setengah jariku sudah amblas ke dalam vagina Mbak Yani, terasa ada hambatan. Seperti adanya selaput yang cukup lentur.

“Hmm.. Bud..”

Mbak Yani merintih kecil seraya meringis seperti menahan rasa sakit. Saat itu juga, aku langsung sadar, bahwa yang menghambat penetrasi jari tengahku ke dalam vagina Mbak Yani adalah selaput daranya yang masih utuh. Ternyata guru sekolahku satu-satunya itu masih perawan. Baru aku tahu, ternyata sebandel-bandelnya Mbak Yani, ternyata guru sekolahku itu masih sanggup memelihara kehormatannya. Aku sedikit salut padanya. Dan untuk menghargainya, aku memutuskan tidak akan melanjutkan perbuatanku itu.

“Bud.. Jangan berhenti..” tanya Mbak Yani dengan nafas terengah-engah.
“Mbak, Mbak kan masih perawan. Nanti kalau aku terusin kan Mbak bisa..”

Mbak Yani malah menjulurkan tangannya menggapai selangkanganku. Begitu tangannya menyentuh ujung penisku yang masih ada di dalam celana pendek yang kupakai, penisku yang tadinya sudah mengecil, sontak langsung bergerak mengeras kembali. Ternyata sentuhan lembut tangannya itu berhasil membuatku terangsang kembali, membuatku tidak dapat membantah apapun lagi, bahkan aku seperti melupakan apa-apa yang kukatakan barusan.

Dengan secepat kilat, Mbak Yani memegang kolor celana pendekku itu, lalu dengan sigap pula celanaku itu dilucutinya sebatas lutut. Yang tersisa hanya celana dalamku. Mata Mbak Yani tampak berbinar-binar menyaksikan onggokan yang cukup besar di selangkanganku. Diremas-remasnya penisku dengan tangannya, membuat penisku itu semakin bertambah keras dan bertambah panjang. Kutaksir panjangnya sekarang sudah bertambah dua kali lipat semula. Bukan main! Semua ini akibat rangsangan yang kuterima dari guru sekolahku itu sedemikian hebatnya.

“Mbak.. Aku buka dulu ya,” tanyaku sambil menanggalkan celana dalamku.

Penisku yang sudah begitu tegangnya seperti meloncat keluar begitu penutupnya terlepas.

“Aw!” Mbak Yani menjerit kaget melihat penisku yang begitu menjulang dan siap tempur.

Namun kemudian ia meraih penisku itu dan perlahan-lahan ia menggosok-gosok batang ‘meriam’-ku itu, sehingga membuat otot-otot yang mengitarinya bertambah jelas kelihatan dan batang penisku itu pun menjadi laksana tonggak yang kokoh dan siap menghujam siapa saja yang menghalanginya. Kemudian Mbak Yani menarik penisku dan membimbingnya menuju selangkangannya sendiri. Diarahkannya penisku itu tepat ke arah lubang vaginanya.

Sekilas, aku seperti sadar. Astaga! Mbak Yani kan guru sekolahku sendiri! Apa jadinya nanti jika aku sampai menyetubuhinya? Apa kata orang-orang nanti mengetahui aku berhubungan seks dengan guru sekolahku sendiri? Akhirnya aku memutuskan tidak akan melakukan penetrasi lebih jauh ke dalam vagina Mbak Yani. Kutempelkan ujung penisku ke bibir vagina Mbak Yani, lalu kuputar-putar mengelilingi bibir gua tersebut. Mbak Yani menggerinjal-gerinjal merasakan sensasi yang demikian hebatnya serta tidak ada duanya di dunia ini.

“Aaahh.. Uuuhh..” Mbak Yani mendesah-desah dengan Yanirnya sewaktu aku sengaja menyentuhkan penisku pada klitorisnya yang kemerahan dan kini kembali membengkak. Sementara bibirku masih belum puas-puasnya berpetualang di payudara Mbak Yani itu dengan puting susunya yang menggairahkan. Terlihat payudara guru sekolahku itu dan daerah sekitarnya basah kuyup terkena jilatan dan lumatanku yang begitu menggila, sehingga tampak mengkilap.

Aku perlahan-lahan mulai memasukkan batang penisku ke dalam lubang vagina Mbak Yani. Sengaja aku tidak mau langsung menusukkannya. Sebab jika sampai kebablasan, bukan tidak mungkin dapat mengoyak selaput daranya. Aku tidak mau melakukan perbuatan itu, sebab bagaimanapun juga Mbak Yani adalah guru sekolahku sendiri!

Mbak Yani mengejan ketika kusodokkan penisku lebih dalam lagi ke dalam vaginanya. Sewaktu kira-kira penisku amblas hampir setengahnya, ujung ‘tonggak’-ku itu ternyata telah tertahan oleh selaput dara Mbak Yani, sehingga membuatku menghentikan hujaman penisku itu. Segera saja kutarik penisku perlahan-lahan dari liang surgawi milik guru sekolahku itu. Gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku dengan dinding lorong vagina Mbak Yani membuatku meringis-ringis menahan rasa nikmat yang yang tak terhingga. Baru kali ini aku merasakan sensasi seperti ini. Lalu, kembali kutusukkan penisku ke dalam vagina Mbak Yani sampai sebatas selaput daranya lagi dan kutarik lagi sampai hampir keluar seluruhnya.

Begitu terus kulakukan berulang-ulang memasukkan dan mengeluarkan setengah batang penisku ke dalam vagina Mbak Yani. Dan temponya pun semakin lama semakin kupercepat. Gesekan-gesekan batang penisku dengan Yaning vagina Mbak Yani semakin menggila. Rasanya tidak ada lagi di dunia ini yang dapat menandingi kenikmatan yang sedang kurasakan dalam permainan cintaku dengan guru sekolahku sendiri ini. Kenikmatan yang pertama dengan kenikmatan berikutnya, disambung dengan kenikmatan selanjutnya lagi, saling susul-menyusul tanpa henti.

Tampaknya setan mulai merajalela di otakku seiring dengan intensitas gesekan-gesekan yang terjadi di dalam vagina Mbak Yani yang semakin tinggi. Kenikmatan tiada taranya yang serasa tidak kesudahan, bahkan semakin menjadi-jadi membuat aku dan Mbak Yani menjadi lupa segala-galanya. Aku pun melupakan semua komitmenku tadi.

Dalam suatu kali saat penisku tengah menyodok vagina Mbak Yani, aku tidak menghentikan hujamanku itu sebatas selaput daranya seperti biasa, namun malah meneruskannya dengan cukup keras dan cepat, sehingga batang penisku amblas seluruhnya dalam vagina Mbak Yani. Vaginanya yang amat sempit itu berdenyut-denyut menjepit batang penisku yang tenggelam sepenuhnya.

Mbak Yani menjerit cukup keras kesakitan. Tetapi aku tidak menghiraukannya. Sebaliknya aku semakin bernafsu untuk memompa penisku itu semakin dalam dan semakin cepat lagi penetrasi di dalam vagina Mbak Yani. Tampaknya rasa sakit yang dialami guru sekolahku itu tidak membuat aku mengurungkan perbuatan setanku. Bahkan genjotan penisku ke dalam lubang vaginanya semakin menggila. Kurasakan, semakin cepat aku memompa penisku, semakin hebat pula gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku itu dengan dinding vagina Mbak Yani, dan semakin tiada tandingannya kenikmatan yang kurasakan.



Hujaman-hujaman penisku ke dalam vagina Mbak Yani terus-menerus terjadi sambung-menyambung. Bahkan tambah lama bertambah tinggi temponya. Mbak Yani tidak sanggup berbuat apa-apa lagi kecuali hanya menjerit-jerit tidak karuan. Rupa-rupanya setan telah menguasai jiwa kami berdua, sehingga kami terhanyut dalam perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh dua guru dan murid.

“Aaah.. Budi.. Aaahh..” Mbak Yani menjerit panjang.

Tampaknya ia sudah seakan-akan terbang melayang sampai langit ketujuh. Matanya terpejam sementara tubuhnya bergetar dan menggelinjang keras. Peluh mulai membasahi tubuh kami berdua. Kutahu, guru sekolahku itu sudah hampir mencapai orgasme. Namun aku tidak mempedulikannya. Aku sendiri belum merasakan apa-apa. Dan lenguhan serta jeritan Mbak Yani semakin membuat tusukan-tusukan penisku ke dalam vaginanya bertambah menggila lagi. Mbak Yani pun bertambah keras jeritan-jeritannya. Pokoknya suasana saat itu sudah gaduh sekali. Segala macam lenguhan, desahan, ditambah dengan jeritan berpadu menjadi satu.

Akhirnya kurasakan sesuatu hampir meluap keluar dari dalam penisku. Tetapi ini tidak membuatku menghentikan penetrasiku pada vagina Mbak Yani. Tempo genjotan-genjotan penisku juga tidak kukurangi. Dan akhirnya setelah rasanya aku tidak sanggup menahan orgasmeku, kutarik penisku dari dalam vagina Mbak Yani secepat kilat. Kemudian dengan tempo yang tinggi, kugosok-gosok batang penisku itu dengan tanganku.

Tak lama kemudian, cairan-cairan kental berwarna putih bagaikan layaknya senapan mesin bermuncratan dari ujung penisku. Sebagian mengenai muka Mbak Yani. Ada pula yang mengenai payudara dan bagian tubuhnya yang lain. Bahkan celaka! Ada pula yang belepotan di jok sofa yang diduduki Mbak Yani. Tak lama kemudian, kami saling mengejang-ngejang ke puncak kepuasan bersama hingga kehabisan tenaga. Aku terhempas ke atas sofa di samping Mbak Yani.

Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:

Kamis, 06 Desember 2018

Cerita Sex Kejutan Memek Sang Kekasih di Malam Tahun Baru

Cerita Sex - Ini berkisah "Cerita Dewasa Pemerkosaan Penuh Nafsu" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.




Duniasemi86 - Tahun baru adalah suatu hal yang selalu dirayakan oleh hampir semua kantor, mengundang karyawan, relasi, client maupun vendor, semua berbaur menjadi satu dalam suasana yang penuh ceria.

Agak berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini lebih spesial karena suamiku ditunjuk sebagai ketua panitia, meski segalanya sudah dilaksanakan oleh panitia lainnya tapi sebagai orang yang paling bertanggung jawab tentunya tidak bisa tinggal diam, untuk itu kami putuskan check in di hotel tempat acara, supaya lebih mudah koordinasi. Sepanjang siang, sejak check in aku lebih sering sendirian di kamar ditinggal suamiku yang sIbuk dengan persiapan persiapan pesta.


Menjelang petang suamiku baru kembali ke kamar, terlihat wajahnya menunjukkan kelelahan walaupun dia tidak kerja secara langsung, hanya mengawasi persiapan. KuhIbur dia dengan memijat bahu dan kakinya, dengan sedikit sentuhan erotis kurasakan ketegangannya mencair berganti dengan ketegangan yang lain. Jangan Sayang, kita nggak ada waktu, sebentar lagi acara dimulai, suamiku menolak halus. Agak kecewa juga aku menerima penolakan suamiku, padahal dia sudah hampir telanjang dan siap untuk melanjutkan permainan. Kupandangi punggunggnya hingga menghilang di kamar mandi, terpaksa kutelan saja kekecewaan ini. Ntar aja, dia masih capek kali, pikirku menghIbur diri. Kami mandi bersama, di bawah guyuran air shower yang hangat aku masih berusaha memancing birahinya, tapi tak berhasil, sepertinya dia terlalu khawatir dengan persiapan yang ada, meski ini bukan pertama kalinya dia sebagai ketua panitia acara kantor seperti ini tapi entahlah kenapa kali ini begitu tegang. Jarum jam masih menunjukkan pukul 19:00, masih ada waktu untuk melakukan dengan cepat sebenarnya, karena acara baru akan dimulai pukul 20:00, berarti paling tidak masih ada waktu satu jam, akhirnya kuputuskan untuk memaksa suamiku melakukannya.

Kukenakan gaun malam merah panjang yang anggun nan sexy, belahan kaki hingga paha, punggung yang cukup terbuka sehingga tidak memungkinkan memakai bra, dada berpotongan rendah dengan seutas tali yang menggantung di leher menahan gaunku tetap menempel di tubuhku, selendang merah hati menutupi punggung dan sebagian tubuhku, tapi tak menghilangkan kesan sexy dan anggunnnya penampilanku. Pa, masih ada waktu sebentar kan, tanyaku dengan langsung berjongkok di depannya dan membuka resliting celananya. Sebelum dia sempat bersuara segera kukeluarkan penis kebanggaannya dan kumasukkan ke mulutku, tak kuhiraukan make up diwajahku berantakan karena kuluman dan usapan penis itu ke wajahku. Desahan pelan mulai keluar dari mulut suamiku, berarti dia sudah mulai naik, tangannya meraih kepalaku dan mengocokkan penisnya di mulutku, rambutku yang sudah bersisir rapi kembali berantakan.

Tak lama aku melakukan oral seks dia lalu mendudukkanku di meja, lalu berjongkok di selangkanganku, disingkapnya gaunku dengan mudahnya, tanpa melepas celana dalam merahku, dia menjilati vaginaku dari sela sela mini panty yang memang benar benar mini karena hanya berupa segitiga yang menutupi daerah depan kemaluanku. Lidahnya lincah menari nari di klitoris dan selangkanganku, vaginaku dilumat habis membuatku cepat melayang tinggi. Aku mendesis nikmat merasakan jilatan suamiku yang penuh gairah, dia berdiri dan menyapukan kepala penisnya ke bibir vaginaku, tak langsung memasukkan tapi mengusap usapkan ke daerah selangkangan dan vaginaku yang sudah basah siap menerima penetrasi darinya. Sebelum penisnya memasuki liang vaginaku, kami dikagetkan dering HP dari suamiku, kutahan dia ketika akan menerima panggilan itu. Jangan sayang, mungkin anakanak memerlukanku, bisik suamiku meminta pengertianku. Malam Pak Sis, oh sudah beres Pak nggak masalahudah kok, malahan kita tambah beberapa meja dan oh sudah itu, oke aku segera turun, Malam Pak, ternyata dari Pak Siswanto, atasan langsung suamiku. Sorry Ma, Pak Sis sudah ada di bawah, dia mau lihat persiapan terakhir karena dia ada acara di tempat lain, jadi kesana dulu baru kemudian agak telat dia kembali ke sini, dia ingin make sure everything is OK, jelasnya sambil merapikan kembali celana dan jas hitamnya.


Dikecupnya pipiku lalu meninggalkanku kembali sendirian di kamar. Aku jemput sebentar lagi, be ready immediately, perintahnya sebelum menghilang di balik pintu kamar. Aku masih duduk termangu di atas meja, kakiku masih mengangkang terbuka seperti saat suamiku mencumbuku tadi, dengan sedikit dongkol dan harus menelan kekecewaan akan birahi yang tak tertuntaskan akhirnya aku harus menghadapi kenyataan ini. Dengan masih memendam rasa kecewa aku kembali memake up wajahku, seperti biasa aku tak perlu berlama lama memoles wajahku yang putih, hanya sapuan tipis sudah menambah kecantikan dan keanggunanku, kurapikan rambutku yang tadi sempat acak acakan dan tak lebih dari setengah jam aku sudah siap untuk ke pesta, kulihat diriku di cermin, aku mengagumi kecantikan dan penampilanku malam ini, thank god you give me great body, dengan tinggiku yang 167 cm ditambah sepatu pesta berhak 7 cm, bak peragawati, tentu akan menarik perhatian banyak undangan. Suamiku datang tak lama kemudian, dengan menggandeng tangannya, kami memasuki ballroom tempat pesta berlangsung, beberapa pasang mata mengalihkan perhatian ke arah kami, deretan meja dan kursi yang melingkar membentuk susunan ruangan menjadi nyaman, dekorasi yang meriah menambah indahnya suasana di ballroom itu.

Belum banyak tamu yang datang kecuali para panitia dan beberapa orang dari pihak hotel yang melakukan setting atas segala sesuatunya, di atas panggung pemain band yang sedang melakukan persiapan terakhir, di depan panggung ada ruangan terbuka yang cukup luas untuk dance, sepertinya acara ini dipersiapkan secara megah, dengan dekorasi yang meriah untuk menyambut tahun baru. Malam merangkak makin larut, satu persatu para tamu berdatangan, bersama beberapa pasangan panitia lainnya aku mendampingi suamiku menyambut kedatangan mereka, ngobrol sejenak lalu beralih ke tamu lainnya seperti layaknya tuan rumah dalam suatu perjamuan besar. Kudampingi suamiku memberikan sambutan di atas panggung, lalu disusul sambutan lainnya yang aku tak tahu satu persatu, masing masing memberikan kesan kesan selama bekerja bersama perusahaan ini, ada yang serius ada yang santai dan ada pula yang penuh humor, semua menyampaikan sambutan dengan gayanya masing masing.

Kutinggalkan suamiku yang masih asyik mengobrol dari satu kelompok ke kelompok lainnya, capek juga berdiri terus, apalagi dengan sepatu hak tinggi seperti ini, kucari kursi yang masih kosong di tempat agak belakang sambil menikmati slow musik yang mengalun secara dari panggung. Malam Bu, kok sendirian, Bapak mana?, aku dikagetkan sapaan sopan dari Pak Edy, asisten suamiku di kantor, dia baru 5 bulan bergabung dengan perusahaan ini, jadi belum banyak yang dia kenal, dia membawa dua minuman dan diberikannya sebuah padaku. Eh Pak Edy, terimakasih, tuh Bapak lagi ngobrol di dekat jendela sana, jawabku menunjuk sekelompok orang yang ngobrol sambil tertawa riang. Kami lalu mengobrol, tak kusangka ternyata di usia yang sudah 35 tahun dia masih membujang, belum ketemu yang cocok, katanya. Wanita ideal saya adalah yang cantik itu pasti, lalu tinggi, putih, sexy dan anggun, ya kira kira seperti Ibu inilah, katanya tanpa ada nada nakal di balik pernyataannya, entah memuji atau merayu atau memang berkata jujur, bagaimanapun telah membuatku bangga.

Diiringi dentuman musik indah, beberapa pasangan mulai dance, dia mengajakku dance, sesaat aku agak ragu menerimanya tapi ketika kulihat sepintas suamiku sudah melantai dengan seorang wanita entah siapa aku tak tahu jelas, rasanya tak sopan kalau aku menolaknya. Slow musik mengalun indah, lagu berganti lagu sudah berlalu, aku sudah berganti pasangan dengan orang lain yang sebagian tak kukenal, sudah menjadi kebiasaan tiap akhir tahun dalam pesta seperti ini, lima lagu berlalu, aku kembali ke meja Pak Edy, tiba tiba kurasakan ruangan seolah berputar, kepalaku pusing, pandanganku mulai kabur, secara refleks kuraih tangan Pak Edy sebagai pegangan. Eh kenapa tiba tiba kepalaku pusing begini?, tanyaku. Mungkin kecapekan Bu, habis Ibu dance semangat banget. Tolong panggilkan Bapak, biar aku istirahat dulu di kamar, pintaku. Sepintas aku masih bisa melihat suamiku sedang berbincang di meja depan di kelompok para direksi. Pak Edy meninggalkanku sendirian, mataku terasa berat, ingin rasanya kurebahkan tubuhku segera, untunglah dia segera datang, kukira suamiku tapi ternyata Pak Edy. Maaf Bu, Bapak sedang serius dengan para direksi itu, dia nggak bisa meninggalkannya, malah memintaku untuk mengantar Ibu ke kamar, sebentar lagi beliau menyusul, katanya sambil menuntunku ke kamar. Antara ingat dan tidak, aku masih bisa merasakan dia merangkul dan menuntunku, sepertinya tanpa sadar aku berjalan menuju kamar, kudekap erat tangannya. Aku sudah tak bisa menahan mata dan kepalaku lebih lama lagi, kusandarkan kepalaku di tubuh Pak Edy, asisten suamiku, jalan terasa panjang dan lift berjalan begitu perlahan.

Kuberikan kunci kamar ke Pak Edy, dia membuka pintu dan menuntunku ke ranjang, aku masih ingat ketika dia meletakkan tas dan selendangku di meja, membuka cover bed yang masih tertutup lalu merebahkan tubuhku perlahan lahan di ranjang, dilepasnya sepatuku lalu memijat kepala dan kakiku, kurasakan nikmat pijatannya, aku begitu lemah dan begitu tak berdaya. Ibu minum ini dulu, lalu istirahat, kebetulan aku tadi bawa Panadol dari rumah, katanya sambil mengangsurkan pil dan segelas air putih. Tanpa banyak tanya lagi aku minum, lalu kupejamkan mataku yang semakin berat. Tak kuperhatikan lagi Pak Edy yang masih di kamar menungguiku, tentu dia bisa menikmati pemandangan tubuhku dengan sepuasnya, akupun terlelap dalam kantuk yang hebat. Belum sepenuhnya aku tertidur ketika kurasakan tubuhku seperti digerayangi, naluri wanitaku bangkit, dengan berat kubuka mataku, samar samar kulihat wajah Pak Edy dekat wajahku, berulang kali dia menciumi pipiku, lalu melumat bibirku, entah sudah berapa lama dan berapa jauh dia menggerayangiku. Terbersit kesadaran di diriku, aku meronta berontak marah melihat kekurangajaran ini, tapi aku tidak punya tenaga untuk melawannya tanpa daya aku harus menerima cumbuannya, dalam keadaan normal saja sudah kalah tenaga apalagi kondisiku dalam keadaan kurang fit. Semakin aku meronta semakin kuat pula dia memegangi tanganku. Pak jangan.., please hentikan, ingat Pak aku ini istri Pak Hendra, atasanmu, aku menghiba tak berdaya di bawah kekuasaannya. Sssttt.., diam.., aku tahu itu.., aku juga tahu apa yang kamu lakukan kalau suamimu keluar kota.., jadi jangan sok suci.., nikmati saja, katanya perlahan dengan tekanan kata demi kata yang seolah menelanjangiku.

Aku memang bukanlah istri yang setia, aku sering selingkuh di kala suamiku tak ada, tapi itu kulakukan dengan dasar suka sama suka dan bukan dengann pemaksaan seperti ini, ini pemerkosaan namanya. Please Pak Edy, suamiku sebentar lagi datang mencariku, meski masih lemah aku berusaha membujuknya. Jangan khawatir, dia pikir kamu masih ada di ruangan pesta dan lagian dia tidak tahu kamu ada dimana karena memang ini bukan kamarmu, tapi kamarku, jadi nggak usah berpikir yang macam macam, ada nada ancaman di suaranya. Bibir Pak Edy menyusuri leher jenjangku, dijilatinya telingaku, aku merasa jijik tapi apa dayaku karena memang tidak berdaya. Mataku masih begitu berat dan tenagaku begitu lemah, aku benci akan ketidakberdayaan ini. Aku hanya diam mematung saja menerima penghinaan ini, mataku masih terasa berat untuk dibuka, tapi anehnya kurasakan tubuhku mulai panas menggelora, kubiarkan tangannya menjelajahi sekujur tubuhku dan meremas remas buah dadaku yang masih tertutup gaun merah sutera tanpa bra, aku hanya dapat menggigit bibir dengan mata tertutup menerima perlakuannya. Masih kenyal dan padat seperti anak gadis saja, komentarnya ketika merasakan buah dadaku. Bibir Pak Edy menyusuri bahu dan berhenti di dadaku, dengan mudahnya dia melepas tali di belakang leherku, kini dadaku terbuka lebar menantang. Very beautiful breast, katanya.

Ia memandanginya sebentar, menciumi lalu mengulumnya, lidahnya dengan liar menarinari di putingku. Rasa jijik yang sedari tadi menyelimutiku perlahan berubah menjadi kenikmatan, tubuhku terasa semakin panas menggelora, kuluman dan jilatan di putingku membuatku mulai ikut bergairah, mataku masih terasa berat untuk dibuka tapi gairah yang timbul tak dapat kubendung lagi, sehingga tanpa kusadari aku mulai mendesis nikmat dalam pelukan dan kuluman asisten suamiku. Kombinasi remasan, jilatan dan kulumannya membuatku semakin suka tanpa kusadari. Entah kenapa, semakin liar dia menggerayangiku semakin nikmat pula rasanya, rasa marahku pun mulai berubah menjadi kenikmatan tersendiri, bahkan ketika tangannya mulai mengusap daerah vaginaku, tanpa bisa kutahan lagi aku ikut menggoyangkan pinggulku, menikmati usapan dan permainan jarinya di selangkanganku. Aku masih memejamkan mata meski mulutku mulai mendesis dan pinggulku mulai bergoyang, sungguh di luar kemauanku, bahkan ketika Pak Edy kembali melumat bibirku akupun membalas lumatannya, saling mengulum. Cerita Sex, Sungguh memalukan ketika tanganku mulai membelai dan meremas rambutnya, bahkan aku menjerit nikmat saat lidah Pak Edy menyentuh klitorisku dan kuangkat pantatku ketika dia melepas mini pantyku, aku yakin dia menikmati keindahan vaginaku yang selalu kupelihara rambutnya dengan rapi membentuk sebaris garis tegak.

Aku tak tahu kenapa begitu horny, apakah karena foreplay tadi sore yang tidak berkelanjutan ataukah ada sebab lain, tapi aku tak sempat berpikir lebih jauh lagi karena jilatan Pak Edy begitu nikmat di vaginaku. Kuangkat pinggulku dan kubuka kakiku lebih lebar, permainan lidahnya makin liar dan makin nikmat apalagi ketika kurasakan jarinya ikut mengocok vaginaku hingga membuatku semakin membumbung tinggi. Jantungku berdetak semakin kencang saat kurasakan penis Pak Edy menyapu bibir vaginaku, seharusnya aku menjerit marah tapi tanpa bisa kutahan lagi justru kubuka kakiku lebarlebar, entah mengapa, malahan aku ingin membuka mataku melihat ekspresi kemenangan darinya yang telah berhasil menikmati tubuhku, tapi tetap saja terasa berat, kelopak mataku seakan lengket, aku menahan napas saat kejantanannya menembus liang sempit vaginaku, kurasakan nikmat yang berbeda. Dia mulai mengocok vaginaku, pelan pelan kejantanannya keluar masuk, kugigit bibirku untuk menahan desah kenikmatanku, tapi tetap tidak berhasil, aku mendesah makin keras, mereguk kenikmatan yang diberikan Pak Edy.

Tubuhnya ditelungkupkan di atasku, tanpa dapat kucegah lagi tanganku memeluknya, dan baru kusadari kalau ternyata dia masih berpakaian, ketika tanganku meraba pantatnya yang turun naik mengocokku, ternyata dia tidak melepas celananya, sungguh kurang ajar dia, pikirku. Kocokannya makin cepat menghunjam vaginaku, di tengah asyiknya mengarungi lautan kenikmatan, tiba tiba kurasakan denyutan hebat dari penisnya dan cairan hangat membasahi liang vaginaku, dia menjerit nikmat dalam orgasme hingga secara refleks aku ikut menjerit karena terkejut. Agak kecewa juga mendapati dia begitu cepat mencapai orgasme, padahal aku menginginkannya lebih lama lagi, dengan kasar dia langsung mencabut kejantanannya dari vaginaku, sesaat kemudian kudengar bunyi resliting ditutup, dia turun dari ranjang dan tak lama kemudian kudengar dia keluar kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku merasa terhina dengan perlakuannya itu, tapi apa mau dikata, tubuhku masih lemas meskipun gairahku masih menggelora. Aku berharap suamiku datang mengisi kekosonganku ini, tapi mana mungkin, dia tidak tahu aku dimana, kupaksakan kubuka mataku, tapi pandanganku masih samar dan kabur.

Dengan masih tergolek tak berdaya, akhirnya kuputuskan untuk istirahat dulu sambil dengan tak sadar tanganku memainkan klitorisku hingga aku tertidur tanpa ada penyelesaian. Belum sempat aku tertidur pulas, kurasakan sesuatu kembali menindih tubuhku, kupaksakan untuk membuka mata, meski samar aku masih bisa mengenali wajah itu, yang jelas bukan Pak Edy apalagi suamiku, meski tubuhku masih tidak bertenaga tapi ingatanku masih bisa bekerja meski tidak sebaik biasanya, wajah itu tak asing lagi bagiku, dia adalah salah seorang rekan suamiku di kantor, aku tak tahu namanya tapi dia salah seorang manager di bagian keuangan. Tentu saja aku ingin berontak tapi tenagaku hilang sama sekali, apalagi dalam tindihan tubuh yang besar, sungguh aku tiada berdaya, bahkan berucap pun lidah terasa berat, hanya bibirku yang bergerak tanpa suara, kecuali hanya desisan.


Dengan liarnya dia menciumi pipi dan leherku, sesekali dilumatnya bibirku, anehnya bukannya perasaan muak tapi justru perasaan nikmat yang kurasakan, semakin dia meraba tubuhku semakin nikmat rasanya, aku seperti cacing kepanasan, tak ayal lagi akupun mulai mendesis tanpa bisa kukontrol lagi desisanku, bahkan kubalas lumatan di bibirku, aku tak tahu apa yang terjadi dengan diriku, sungguh memalukan. Nikmatnya makin tinggi rasanya ketika dia mengulum putingku, menjilatinya dengan liar, tanpa malu akupun mendesis dalam birahi, kuremas rambutnya. Dia berusaha melepas gaunku yang sudah tidak karuan menempel di tubuhku, bukannya marah tapi aku malah mempermudahnya. Kini tubuhku telah telanjang di hadapannya, hilang sudah keanggunan yang kupertontonkan di ruangan pesta tadi, aku tergolek tak berdaya di hadapannya, bahkan kakiku kubuka lebar sambil berharap dia segera melakukannya.

Kurasakan usapan kepala penisnya di vaginaku, dengan sekali dorongan keras meluncurlah penis yang terbungkus kondom itu mengisi liang vaginaku, aku terhenyak kaget akan kekasarannya, tubuhku menggeliat nikmat, cairan sperma Pak Edy yang masih tertinggal di vaginaku memudahkan penisnya sliding dengan cepatnya, kasar dan liar kocokannya sambil tangannya meremasremas kedua buah dadaku, pinggulku ikut bergoyang mengimbangi irama permainannya, desahan nikmat keluar dari mulutku tanpa bisa kutahan lagi. Mataku tetap terpejam selama dia menyetubuhiku, rasanya masih begitu berat untuk dibuka. Aku hanya bisa mendesah dalam kenikmatan, dia mengangkat kaki kananku dan ditumpangkan ke pundaknya, penisnya makin dalam mengisi liang vaginaku, desahanku semakin lepas tanpa bisa kutahan. Cengkeraman di buah dadaku makin kuat dan tak lama kemudian kurasakan denyutan kuat dari spermanya diiringi teriakan orgasme, aku pasrah menikmatinya, padahal tanpa sadar aku masih menginginkan lebih dari itu.

Tanpa sepatah katapun dia langsung mencabut keluar penisnya dan turun dari ranjang, kembali aku harus menerima perlakuan yang cukup menghinakan ini. Tapi semenit kemudian kurasakan dia naik ranjang lagi, diusapnya buah dadaku sambil meremasremas gemas lalu dijilatinya kedua putingku sebelum akhirnya dia mengulumnya, aku kembali mendesis nikmat. Tanpa menunggu lebih lama lagi, dia memasukkan penisnya tanpa kondom ke vaginaku, aku kaget karena penisnya begitu keras padahal dia baru saja orgasme, sungguh luar biasa, pikirku. Pelan pelan dia mulai mengocok, terasa nikmat, sepertinya penisnya lebih besar daripada sebelumnya, kali ini lebih nikmat apalagi dengan kocokan yang penuh perasaan, tidak kasar seperti tadi. Aku makin menikmati irama permainannya yang slow but sure, membawa birahiku dengan cepat terbang tinggi, desahan demi desahan keluar dari bibirku, kubalas kuluman bibirnya, terasa lembut dan menggairahkan. Dia memegangi kakiku dan membukanya lebar, dikulumnya jari jari kakiku, aku menggeliat geli dan nikmat, mendesah tanpa kendali, sungguh nikmat, kocokannya makin cepat meski dengan irama tetap. Tiba tiba dia mengocokku cepat sekali lalu dengan cepatnya menarik keluar, kurasakan cairan hangat menyirami perutku diiringi teriakannya, dia kembali mengeluarkan sperma di atasku. Seperti sebelumnya, dengan tanpa suara dia turun dari ranjang, dan kembali aku dibuat heran ketika dia kembali naik ke ranjang tak lama kemudian, what the hell is this? Ia mengusap seluruh tubuhku dengan selimut atau handuk, aku tak tahu, lalu langsung menindihku, melumat bibirku dengan rakus, sepertinya tubuhnya lebih berat daripada sebelumnya hingga sesak napas aku dibuatnya.

Dengan masih belum juga melepas pakaiannya, padahal aku sudah bermandikan keringat. Lidahnya menyusuri leherku dan berhenti di kedua puncak bukit di dada, aku mendesis nikmat untuk kesekian kalinya, dengan tanpa malu aku mendesah dan menggeliat mengungkapkan ekspresi kenikmatan yang kudapat. Biarlah, toh dia sudah menikmati tubuhku, pikirku. Maka akupun semakin lepas merintih kenikmatan. Penisnya langsung melesak ke dalam vaginaku. Lebih kecil kali ini, hanya beberapa kali kocokan dia sudah menyemburkan spermanya di vaginaku, terasa hangat membanjir, didiamkannya beberapa saat tanpa gerakan hingga keluar dengan sendirinya. Dia turun dari ranjang lalu naik lagi dan langsung memasukkan penisnya. Aku terkejut, begitu cepat penisnya membesar, kini terasa sesak di vaginaku, suatu perbedaan yang sangat cepat. Penasaran aku dibuatnya, kucoba untuk membuka mataku tapi kelopak mataku masih sangat berat seakan menutup rapat, penis besar itu sliding keluar masuk, ada rasa nyeri dan nikmat bercampur menjadi satu, kocokannya makin lama makin nikmat membawaku ke puncak kenikmatan.

Tak dapat dihindari lagi akupun orgasme dalam pelukannya, tubuhku menegang seakan menumpahkan segala hasrat nan membara sedari tadi, tak lama diapun mengikutiku ke puncak kenikmatan. Denyutannya begitu hebat melanda dindingdinding vaginaku, dicabutnya keluar untuk menumpahkan tampungan spermanya di kondom ke dada dan perutku, aku hanya bisa diam pasrah tanpa protes mendapat perlakuan seperti ini, dia turun dari ranjang dan kali ini tidak naik lagi. Napasku turun naik mendapatkan percumbuan yang baru terjadi, rasa kantuk hebat melandaku di kesendirian ini, entah apa yang dilakukannya di kamar ini, aku tak peduli, aku hanya ingin tidur sejenak sebelum bergabung kembali dengan suamiku. Aku masih sempat melayani nafsunya beberapa kali lagi sebelum akhirnya dia benar benar membiarkanku sendiri terlelap dalam tidurku. Nggak usah khawatir, obatnya bisa bertahan sampai pagi kalau tidak diberikan obat antinya, sayupsayup masih kudengar orang berkata entah pada siapa dan apa maksudnya, tapi aku keburu benarbenar terlelap. Aku terbangun ketika kurasakan percikan air di mukaku, kubuka mataku yang sudah tidak seberat tadi meski masih juga terasa berat. Pak Edy duduk di sampingku dengan senyumannya yang menawan seakan tak pernah terjadi apapun. Dia menutupi tubuh telanjangku dengan handuk. Minumlah ini biar segar, dia memberiku secangkir teh hangat yang aromanya keras menusuk.

Benar saja badanku terasa lebih segar setelah minum, rasa hangat menjalar ke sekujur tubuhku. Sana bersihkan tubuhmu, lalu kita turun, katanya sopan, meski tanpa sebutan Ibu lagi, sungguh berbeda dari sebelumnya. Kubersihkan tubuhku dari sisasisa sperma, kusiram dengan air hangat hingga badanku terasa fresh lagi. Dengan hanya berbalut handuk aku keluar kamar mandi. Tak kusangka ternyata Pak Edy sudah menungguku di ranjang dalam keadaan telanjang, aku berdiri bengong mematung melihatnya. Tapi, aku berusaha mengelak karena vaginaku masih terasa panas. Entah berapa kali aku tadi disetubuhinya. Aku ingin melakukannya dengan suasana yang lain, lagian kita masih punya waktu setengah jam lebih sebelum tengah malam, katanya sambil menepuk nepuk bantal di sebelahnya. Akhirnya terpaksa aku menuruti keinginan asisten suamiku itu untuk melampiaskan nafsu birahinya pada istri atasannya.

Kami bercinta dengan penuh nafsu seperti sepasang kekasih yang dimabuk birahi, tak kusangka dia seorang pemain cinta yang hebat. Kami bercinta dengan berbagai posisi, hampir kewalahan aku melayaninya, nafsunya sungguh besar dan pintar mengatur ritme permainan, dia begitu mengerti likuliku daerah erotis wanita, aku benarbenar merasa puas dibuatnya. Kami orgasme bersamaan, dia membanjiri vaginaku tepat ketika kembang api meletus di udara menandai pergantian tahun. Happy New Year, ucapnya sambil mengecup kening dan bibirku. Kami masih telanjang dan saling berpelukan, kubalas dengan mesra kecupan di bibirnya. Ayo, kita harus segera bergabung dengan mereka sebelum suamiku sadar akan ketidak hadiranku, kataku mendorongnya turun dari tubuhku.

Segera kukenakan kembali gaun merahku, tak kutemukan mini panty yang tadi kukenakan, akhirnya kuputuskan untuk segera berlalu tanpa panty ke pesta. Kurapikan pakaian, make up dan rambutku untuk bersiap turun. Tiba tiba Pak Edy memelukku dari belakang. Lets do it again quickly, bisiknya. Aku ingin menolaknya tapi aku juga ingin menikmatinya sekali lagi. Dia mendudukkanku di meja, disingkapkannya gaunku hingga ke perut, vaginaku terbuka menantang, dengan hanya membuka resliting celananya dia melesakkan kembali penisnya ke vaginaku, mengocok dengan cepatnya sambil meremas buah dadaku, aku mendesis seperti yang kulakukan sebelumnya, dan kamipun kembali orgasme bersama. Dia menciumku mesra. Kembali kurapikan penampilanku sebelum kami keluar kamar sendirisendiri, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Entah sudah berapa lama aku berada di kamar itu. Suasana ballroom sudah sangat berbeda dari waktu kutinggal tadi. Susunan kursi sudah berubah semua, hal itu biasa terjadi saat pesta berlangsung.

Kucaricari suamiku tapi tidak kutemukan. Beberapa pasang mata melihatku dengan pandangan yang menelanjangiku, tapi aku tetap percaya diri dengan penampilanku, meski tanpa underwear. Akhirnya kutemukan suamiku di pojok ruangan, mengenakan topi kerucut tahun baru dan memegang terompet, dia terlihat begitu bahagia. Selamat Tahun Baru, Sayang, ucapnya sambil mengecup bibirku yang kubalas dengan kecupan mesra. Sepertinya dia masih tidak sadar kalau aku sempat menghilang. Kulihat Pak Edy menghampiri kami dan mengucapkan hal yang sama, seakan tak pernah terjadi apapun di antara kami. Akhirnya the party is over, para panitia berbaris di depan pintu menerima ucapan selamat dari para undangan, sekalian berpamitan pulang. Cerita Mesum

Kulihat wajahwajah yang kukenal, tapi lebih banyak tidak kukenal, di antaranya adalah orang yang tadi menyetubuhiku berulangulang. You have wonderful wife, katanya pada suamiku. Thanks Pak Kris, jawab suamiku sambil memelukku tanpa tahu apa maksudnya. Selamat Tahun Baru Pak Hendra, Anda beruntung punya istri seperti dia, ucap orang lain lagi yang tidak kukenal. Sama sama, terima kasih Pak Dwi, jawab suamiku bangga. Happy New Year, istri anda sungguh luar biasa, thank telah memberiku kesempatan orang asing lagi yang memujiku, padahal aku merasa pernah bertemu dengannya. Samasama, anda bisa saja, balas suamiku. Rupanya kamu punya banyak penggemar, bisik suamiku sambil menyalami tamu lainnya yang berpamitan pulang. Habis Papa ninggalin aku, jadi kuterima saja ajakan dance setiap orang, Papa nggak marah kan, jawabku berbohong sambil mencubit lengannya. Nggak apa, asal kamu menikmatinya, jawab suamiku polos. Akhirnya kami kembali ke kamar pukul 1:30 dini hari, dengan menyesal aku menolak keinginan suamiku untuk melanjutkan foreplay tadi sore karena vaginaku masih terasa memar dan nyeri, dan kamipun tertidur dengan kenangan melepas tahun pergantian tahun yang berbeda.

Belakangan aku diberi tahu Pak Edy kalau yang menyetubuhiku berulangulang itu sebenarnya bukanlah satu orang, tapi beberapa orang, paling tidak 3 orang rekan seclub golf, yang lain dia tidak mengenalnya. Dia tidak mau menyebutkan jumlah pastinya, apalagi namanama orangnya. Ini membuatku penasaran sampai sekarang. Sungguh kelewatan kalau aku tidak tahu orang yang telah menikmati tubuhku. Jangankan namanya, wajahnya saja aku tidak tahu kecuali Pak Edy dan yang disebut suamiku Pak Kris tadi. Dia tidak pernah membenarkan atau membantahkecurigaanku bahwa obat yang dia sebut Panadol itu sebenarnya adalah obat perangsang.

Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:

Selasa, 04 Desember 2018

Cerita Dewasa Pemerkosaan Penuh Nafsu

Cerita Sex - Ini berkisah "Cerita Dewasa Pemerkosaan Penuh Nafsu" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.




Duniasemi86 - Batang kemaluannya yang luar biasa besar itu dengan cepat keluar masuk melicinkan lubang kemaluanku tanpa mempedulikan betapa besar batang kemaluannya yang akan dimasukkan itu dibandingkan dengan daya tampung vaginaku.

Akhirnya seluruh batang kemaluan bule itu masuk, dari setiap gerakan menyebabkan keseluruhan bibir vaginaku mengembang dan mencengkeram batangnya dan klitorisku yang sudah keluar semuanya dan mengeras ikut tertekan masuk ke dalam, di mana klitorisku terjepit dan tergesek dengan batang kemaluannya yang besar dan berurat itu, walaupun terasa penuh sesak tetapi lubang vaginaku sudah semakin licin dan lancar, “..Ooohh..mengapa aku jadi keenakan.? ini tak mungkin terjadi..!” pikirku setengah sadar.



“Aku mulai menikmati diperkosa oleh teman suamiku, bule lagi? gilaa..!” sementara perkosaan itu terus berlangsung, desiran darahku terasa mengalir semakin cepat secepat masuknya batang kemaluannya yang luar biasa besar itu,

pikiran warasku perlahan-lahan menghilang kalah oleh permainan kenikmatan yang sedang diberikan oleh keperkasaan batang kemaluannya yang sedang ‘menghajar’ liang kenikmatanku, perasaanku seakan-akan terasa melayang-layang di awan-awan dan dari bagian vaginaku yang dijejali batang kemaluannya yang super besar itu terasa mengalir suatu perasaan mengelitik yang menjalar ke seluruh bagian tubuh,

membuat perasaan nikmat yang terasa sangat fantastis yang belum pernah aku rasakan sedemikian dahsyat, membuat mataku terbeliak dan terputar-putar akibat pengaruh batang kemaluan John yang begitu besar dan begitu dahsyat mengaduk-aduk seluruh bagian yang sensitif di dalam vaginaku tanpa ada yang tersisa satu milipun.

Keseluruhan syaraf syaraf yang bisa menimbulkan kenikmatan dari dinding dalam vaginaku tak lolos dari sentuhan, tekanan, gesekan dan sodokan kepala dan batang kemaluan John yang benar-benar besar itu, rasanya paling tidak tiga kali besarnya dari batang kemaluan suamiku tapi seratus kali lebih nikmaat..!

dan cara gerakan pantat bule perkasa ini bergerak memompakan batang kemaluannya keluar masuk ke dalam vaginaku, benar-benar fantastis sangat cepat, membuatku tak sempat mengambil nafas ataupun menyadari apa yang terjadi, hanya rasa nikmat yang menyelubungi seluruh perasaanku, pandanganku benar benar gelap membuat secara total aku tidak dapat mengendalikan diri lagi.

Akhirnya aku tidak dapat mengendalikan diriku lagi, rasa bersalah kalah oleh kenikmatan yang sedang melanda seluruh tubuhku dari perasaan yang begitu nikmat yang diberikan John padaku, dengan tidak kusadari lagi aku mulai mendesah menggumam bahkan mengerang kenikmatan, pikiranku benar benar melambung tinggi..

Tanpa malu aku mulai mengoceh merespons gelora kenikmatan yang menggulung diriku, “Ooohh.. John you’re cock is so biig.. so fuull.. so good..!! enaakk.. sekaalii..!! aaggh..! teruuss.. Fuuck mee Joohn..”

Aku benar-benar sekarang telah berubah menjadi seekor kuda binal, aku betinanya sedang ia kuda jantannya. Pemerkosaan sudah tidak ada lagi di benakku, pada saat ini yang yang kuinginkan adalah disetubuhi oleh John senikmat dan selama mungkin, suatu kenikmatan yang tak pernah kualami dengan suamiku selama ini.



“Ooohh.. yess mmhh.. puasin aku John sshh.. gaaghh..! pen.. niishh.. mu.. begitu besaar dan perkasaa..! ..aarrgghh..!” terasa cairan hangat terus keluar dari dalam vaginaku, membasahi rongga-rongga di dalam lubang kemaluanku. “Aaagghh.. oohh.. tak kusangka benar-benar nikmaat.. dientot kontol bule..” keluhku tak percaya, terasa badanku terus melayang-layang, suatu kenikmatan yang tak terlukiskan.

“Aaagghh.. Joohhn.. yess.. pushh.. and.. pull.. your big fat cock..!” gerakanku yang semakin liar itu agaknya membuat John merasa nikmat juga, disebabkan otot-otot kemaluanku berdenyut-denyut dengan kuat mengempot batang kemaluannya, mungkin pikirnya ini adalah kuda betina terhebat yang pernah dinikmatinya, hangat.. sempit dan sangat liar.

Tiba tiba ia mencabut seluruh batang kemaluannya dari lubang vaginaku dan anehnya aku merasakan suatu kehampaan yang luar biasa..! Dengan tegas ia menyuruhku merangkak keatas kasur dan memintaku merenggangkan kakiku lebar lebar serta menunggingkan pantatku tinggi tinggi,

oh benar benar kacau pikiranku, sekarang aku harus melayani seluruh permintaannya dan sejujurnya aku masih menginginkan ‘pemerkosaan’ yang fantastis ini, merasakan batang kemaluan John yang besar itu menggesek seluruh alur syaraf kenikmatan yang ada diseluruh sudut lubang vaginaku yang paling dalam yang belum pernah tersentuh oleh batang kemaluan suamiku.

Sementara otakku masih berpikir keras, tubuhku dengan cepat mematuhi keinginannya tanpa kusadari aku sudah dalam posisi yang sangat merangsang menungging sambil kuangkat pantatku tinggi tinggi kakiku kubuka lebar dan yang paling menggiurkan orang bule ini adalah liang vaginaku yang menantang merekah basah pasrah diantara bongkahan pantatku lalu, kubuat gerakan erotik sedemikian rupa untuk mengundang batang kemaluannya menghidupkan kembali gairah rangsangan yang barusan kurasakan.

Rupanya John baru menyadari betapa sexynya posisi tubuh istri temannya ini yang memiliki buahdada yang ranum pinggangnya yang ramping serta bongkahan pantatnya yang bulat, dan barusan merasakan betapa nikmatnya lubang vaginanya yang hangat dan sempit mencengkeram erat batang penisnya itu,

“..Ooohh Hesty tak kusangka tubuhmu begitu menggairahkan vaginamu begitu ketat begitu nikmaat..!” aah aku begitu tersanjung belum pernah kurasakan gelora birahiku begitu meletup meletup, suamiku sendiri jarang menyanjungku, entah kenapa aku ingin lebih bergairah lagi lalu kuangkat kepalaku kulemparkan rambut panjangku kebelakang dengan gerakan yang sangat erotik.

Dengan perlahan ia tujukan ‘monster cock’ nya itu keliang vaginaku, aku begitu penasaran ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana caranya ia memasukkan ‘benda’ itu kevaginaku lalu kutengok kecermin yang ada disampingku dan apa yang kulihat benar benar luar biasaa..!

jantungku berdegup kencang napasku mulai tidak beraturan dan yang pasti gelora birahiku meluap deras sekaalii..! betapa tidak tubuh john yang besar kekar bulunya yang menghias didadanya sungguh pemandangan yang luar biasa sexy buatku.! belum lagi melihat batang kemaluannya yang belum pernah kulihat dengan mata kepalaku sendiri begitu besaar, kekaar dan panjaang..!

Dan sekarang akan kembali dimasukkan kedalam liang vaginaku..! Secara perlahan kulihat benda besar dan hangat itu menembus liang kenikmatanku, bibir vaginaku memekar mencengkeram batang penisnya ketat sekali..! rongga vaginaku tersumpal penuh oleh ‘big fat cock’ John.
“..Ssshh.. Aaargghh..!” Aku mendesah bagai orang kepedesan ketika batang kemaluannya mulai digeserkan keluar masuk liang kenikmatanku..! nikmatnya bukan kepalang..! belum pernah kurasakan sebegini nikmaat..! besaar.. padaat.. keraas.. panjaang..! oogghh.. entah masih banyak lagi kedahsyatan batang kemaluan John ini. Dan ketika John mulai memasukkan dan mengeluarkan secara berirama maka hilanglah seluruh kesadaranku, pikiranku terasa melayang layang diawang awang, tubuhku terasa ringan hanyut didalam arus laut kenikmatan yang maha luas.

Setengah jam john memompa batang kemaluannya yang besar dengan gerakan berirama, setengah jam aku mendesah merintih dan mengerang diombang ambingkan perasaan kenikmatan yang luar biasa, tiba tiba dengan gaya “doggy style’ ini aku ingin merasakan lebih liar, aku ingin John lebih beringas lagi
“Yess.. John.. harder.. John.. faster.. aargh.. fuck me.. WILDER..!”


Giliran John yang terhipnotis oleh teriakanku, kurasakan tangannya mencengkeram erat pinggangku dengusan napasnya makin cepat bagai banteng terluka gerakan-gerakan tekanannya makin cepat saja, gerakan-gerakan yang liar dari batang penisnya yang besar itu menimbulkan perasaan ngilu dibarengi dengan perasaan nikmat yang luar biasa pada bagian dalam vaginaku, membuatku kehilangan kontrol dan menimbulkan perasaan gila dalam diriku,

pantatku kugerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan dengan liar mengimbangi gerakan sodokan John yang makin menggila cepatnya, tiba tiba pemandanganku menjadi gelap seluruh badanku bergetar..! Ada sesuatu yang ingin meletup begitu dahsyat didalam diriku.

“Ooohh.. fuck me hard..! aaduuh.. aaghh! Joohn..! I can’t hold any longerr..! terlalu eenaakk..! tuntaassin Johnn..! Aaarrghh..! I’m cummiing.. Joohn..” lenguhan panjang keluar dari mulutku dibarengi dengan glinjangan yang liar dari tubuhku ketika gelombang orgasme begitu panjaang dan dahsyaat menggulung sekujur tubuhku.

Badanku mengejang dan bergetar dengan hebat kedua kakiku kurapatkan erat sekali menjepit batang penis John seolah olah aku ingin memeras kenikmatan tetes demi tetes yang dihasilkan oleh batang kejantanannya,

kepalaku tertengadah ke atas dengan mulut terbuka dan kedua tanganku mencengkeram kasur dengan kuat sedangkan kedua otot-otot pahaku mengejang dengan hebat dan kedua mataku terbeliak dengan bagian putihnya yang kelihatan sementara otot-otot dalam kemaluanku terus berdenyut-denyut dan hal ini juga menimbulkan perasaan nikmat yang luar biasa pada John karena batang kemaluannya terasa dikempot kempot oleh lobang vaginaku yang mengakibatkan sebentar lagi dia juga akan mengalami orgasme.

“..Aaarghh.. Hesty your cunt is soo tiight..! I’ve never crossed in my mind that your cunt so delicious..! aargh ..!” John mendengus dengus bagai kuda liar tubuhku dipeluk erat dari belakang, bibirnya menciumi tengkukku belakang telingaku dan tangannya meraih payudaraku, puting susuku yang sudah mengeras dan gatal lalu dipuntir puntirnya.. oohh sungguh luar biasaa..!

kepalaku terasa kembali berputar putar, tiba tiba John mengerang keras.. tiba tiba kurasakan semburan hebat dilorong vaginaku cairan hangat dan kental yang menyembur keluar dari batang kejantanannya, rasanya lebih hangat dan lebih kental dan banyak dari punya suamiku, air mani John serasa dipompakan, tak henti-hentinya ke dalam lobang vaginaku, rasanya langsung ke dalam rahimku banyak sekali.

Aku dapat merasakan semburan-semburan cairan kental hangat yang kuat, tak putus-putusnya dari penisnya memompakan benihnya ke dalam kandunganku terus menerus hampir selama 1 menit, mengosongkan air maninya yang tersimpan cukup lama, karena selama ini dia tidak pernah bersetubuh dengan istrinya yang berada jauh di negaranya.

John terus menekan batang kemaluannya sehingga clitorisku ikut tertekan dan hal ini makin memberikan perasaan nikmat yang hebat, “..Aaarrgghh..!” tak kusangka, tubuhku bergetar lagi merasakan rangsangan dahsyat kembali menggulung sekujur tubuhku sampai akhirnya aku mengalami orgasme yang kedua dengan eranganku yang cukup panjaang, Tubuhku bagai layang layang putus ambruk dikasur.

Aku tertelungkup terengah engah, sisa sisa kenikmatan masih berdenyut denyut di vaginaku merembet keseluruh tubuhku. John membaringkan dirinya disampingku sambil mengelus punggungku dengan mesra. Seluruh tubuhku terasa tidak ada tenaga yang tersisa, ringan seenteng kapas pikiranku melayang jauh entah menyesali kejadian ini atau malah mensyukuri pengalaman yang luar biasa ini. Akhirnya aku tertidur dengan nyenyaknya karena letih.

Keesokan harinya aku terbangun dengan tubuh yang masih terasa lemas dan terasa tulang-tulangku seakan-akan lepas dari sendi-sendinya.

Aku agak terkejut melihat sesosok tubuh tidur lelap disampingku, pikiranku menerawang mengingat kejadian tadi malam sambil menatap ke arah sosok tubuh tersebut, kupandangi tubuhnya yang telanjang kekar besar terlihat bulu bulu halus kecoklat-coklatan menghias dadanya yang bidang lalu bulu bulu tersebut turun kebawah semakin lebat dan memutari sebuah benda yang tadi malam ‘menghajar’ vaginaku,

benda itu masih tertidur tetapi ukurannya bukan main.., jauh lebih besar daripada penis suamiku yang sudah tegang maksimum. Tiba tiba darahku berdesir, vaginaku terasa berdenyut, “..Oh.. apa yang terjadi pada diriku..?” film semi klik disini

Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:

Senin, 03 Desember 2018

Cerita Mesum Ngentot Dengan Tukang Jamu

Cerita Sex - Ini berkisah "Cerita Mesum Ngentot Dengan Tukang Jamu" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.




Duniasemi86 - Hai, nama saya Andi. Ini kisah saya liburan ke ke rumah ortu saya di suatu kabupaten yang terletak di lereng pegunungan karena lagi libur pergantian semester di universitas saya. Pada saat itu saya sedang dudukduduk di teras sambil menghirup udara segar tidak seperti di bandung yang sekarang sudah mulai tercemar polusi. kemudian setelah berselang beberapa menit, kemudian ada seorang wanita menggunakan capil (topi bambu berbentuk kerucut yang biasanya dipakai petani) dan menggendong sebuat bakul yang berisi botolbotol bekas syrup. Mukanya tidak kelihatan karena ditutupi capil coklatnya tapi terlihat dari tanganya kalau dia berkulit putih.



mungkin karena saya lama memerhatikanya dia kemudian dia masuk dari pagar yang terbuka dan masuk keteras. jamunya tuan.. kemudian dia membuka capilnya.

Terlihat seorang wanita yang kirakira berumur 28 tahun. mukanya cantik sekali, putih mulus dan tak satupun jerawat hinggap di wajah cantiknya. jamunya ada apa aja mbok ada jamu kuat, encok, pegel linu, cekot cekot, asam urat dst. (macammacam sampai pusing mendengarkanya) waduh maaf mbok, saya nggak sakit oh kalau begitu minum jamu ini aja mas, ini buat seharihari supaya tetap sehat ya udah deh mbok, yang itu aja kemudian dia mengeluarkan sebuah gelas kaca dan mulai tanganya mengambil bermacammacam botol dan menuangakanya ke gelas itu seperti bartender.

Saya diam diam meliahatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. rambutnya yang hitam panjang dan lurus menghiasi wajahnya yang bersih itu. dan terlihat badannya sangat sintal dan langsing singset dan kaki putihnya yang tidak ditumbuhi bulubulu. Terlihat dia sangat merawat dirinya.

Mungkin dirinya rajin minum jamunya itu. dari atas melihat gundukan payudaranya dibalik bajunya. terlihat payudaranya yang SANGAT BESAR dan kencang itu. rupanya dia tidak menggunakan BH. tapi tetap saya kesulitan melihat putingnya karena bajunya ketat.

Tapi putingnya pun tidak terlihat karena bajunya tebal ini mas jamunya triam kasih kemudian saya minum jamunya sedikit demi sedikit sambil melihat wajahnya yang cantik itu sambil berbincang bincang waduh mbok, jamunya enak banget trima kasih mas andi, nama saya andi. nama mbok siapa nama saya Sumirah panggilanya siapa mbok sumirah? terserah mas kalo manggilnya mbok mirah boleh nggak? boleh mas, tapi jangan panggil saya mbok, saya kan belum neneknenek (tertawa kecil) iya mirah kamu masih muda, cantik lagi ah mas bisa aja deh pasti suami kamu pasti senang sama kamu ucapan ini tersirat untuk menanyakan statusnya karena biasanya disini orang kawin pada umur 20 tahunan saya belum kawin mas ohh begitu toh ngomongngomong mirah sudah jualan jamu sejak kapan? sudah 7 tahun ohh gitu toh mbak, oh ini mbak sudah habis kemudian saya memberikan gelas kepadanya 3000 mas kemudian saya berdiri dan mengambil dompet saya di kantong dan mengambil selembar 5000 an ini mbak kemudian saya menyenggol tanganya.

halus sekali. ini mas kembalianya kemudian saya menyenggol tanganya kembali kemudian dia pergi dan menjajakan ketempat lain. kemudian keesokan harinya saya ingin bertemu dia lagi sehingga saya kembali menunggu di teras rumah di pagi hari. cukup lama saya menuggunya sekitar setengah jam.



Tapi ujung hidungnya belum tampak juga. kemudian saya masuk kerumah. kemudian sekitar 3 jam kemudian terdengar sebuah ketukan di pintu depan. kemudian saya buka pintunya dan ternyata yang datang rupanya si mirah. mas andi, jamunya lagi nggak? wahh dari tadi sudah saya tunggu tunggu kok nggak datang iya mass tadi saya lagi nganter anak saya ke sekolahan kemudian saya bingung, belum kawin kok punya anak sih? gumamku kemudian saya ajak ke dalam rumah saya ayo mbak masuk aja trima kasih mas kemudian dia langsung masuk kerumah saya dan melepaskan sendal kumalnya di depan eh mirah jangan dibuka sendalnya! nggak papa mas nanti ngotorin lantai mas aja kemudian dia masuk kerumah dan duduk beralas ubin em mirah kok duduk disitu sih kan kebiasaan saya begini mas, masa tukang jamu duduk di kursi, kan nggak sopan? ini kan di ruang tamu jadi nggak apa apa ayo duduk kemudian dia duduk di sofa. nah gitu dong nanti kalo duduk di lantai masuk angin lo iya mas oh ya mirah, kemarin minumanya bikin saya sehat dan bertenaga maksih mas, mas mau minum itu lagi? iya mirah kemudian dia mulai meramu minumannya.

tapi perbincangan kami membuatnya berhenti sebentarsebentar mirah, biasanya yang laku itu jamu apa? oh, biasanya jamu buat perempuan sama jamu kuat mas jamu buat perempuan itu apa aja? Domino qqjamu pembesar dan pengencang payudara dan pantat, kulit putih dan mulus
Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:

Minggu, 02 Desember 2018

Cerita Sex Kusetubuhi Kakak Iparku Tanpa Sengaja

Cerita Sex - Ini berkisah "Cerita Sex Kusetubuhi Kakak Iparku Tanpa Sengaja" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.




Duniasemi86 -Bulan Rajab emang musimnya orang kawinan. Bayangkan aja, sehari sampe ada empat undangan. Sampe capek ngedatanginnya. Dah gitu malamnya ada undangan lagi. Kalo nurutin capek badan mah ogah ngedatengin.Berhubung rekan bisnis,walau agak jauh terpaksa harus datang.Habis maghrib dah siap2 berangkat. Liat wajah bini cemberut asem banget sebab gak mau ditinggalin.Ya maklum aja dia penakut banget. Diajakin gak mau sebab suka sampe tengah malam.Ya wajar aja,di rumah nanti cuman ada dia dan anak yang masih kecil.Kami gak punya pembantu sih.

Tapi dengan sedikit rayuan dan penjelasan disertai kecupan di kening,akhirnya dia ngijinin juga.Aku berangkat pake sepeda motor. Jaraknya lumayan sekitar setengah jaman kalo pake motor.Sesampainya disana jam 7 malam pas acara baru dimulai.Acaranya biasa kalo awal2 mah membosankan dan bikin ngantuk.Ya biasa ngaji,dan ceramah agama.Tapi yang bikin tetap semangat acara hiburannya,dangdutan euy.Pokoknya dangdut ternama di kotaku lah,artisnya cantik2,seksi2 dan juga berani.



Inilah acara yang paling dinanti-nantikan.Baik oleh para undangan,maupun yang datang sekedar menonton.Yang datang buanyak ami….r!!!.Beda pas acara pengajian tadi.Hehehehe.Pertama sih dandanan artisnya agak sopan.Tapi makin malem mereka makin berani.Waktu itu aku dipanggil untuk menyumbang lagu.Langsung aku naik dan minta salah satu artis paling cantik dan seksi untuk berduet.Gila banget co….y,goyangannya bikin horny.

Boleh dibilang kagak pake baju dah,coz cuma pake celana pendek sama tanktop sampe aku aja jadi Sambil nyanyi,pantat dia digesek2 ke muka konti gue ci…ng!!!.Tak lupa juga sambil kuselipkan duit gocap di nenen dia yang sekal.Pokoknya asyik abi….z!!!.Malam itu pokoknya seru banget.Sampe abis 400rebu buat nyawer.Tapi kagak rugi lah,coz masih bisa ngusap dan ngelus pantat dan nenen para artis.Akhirnya aku pamitan coz dah jam 12 malam.Ya walau acara belum selesai dan makin tambah panas,tapi karena dah sangat malam terpaksa aku pamitan pulang. Sampe rumah sekitar setengah satu malam.Lampu depan rumah doang yang masih nyala.Sedang dalam rumah dah gelap.

Mungkin istriku dah tidur karena lama dan kesal menunggu.Aku ambil kunci rumah dari saku dan memasukkan motor ke rumah.Lalu aku bersiap wat tidur.Gila ne rumah gelap ami…r!!!.Setelah mengunci rumah aku langsung masuk ke kamar.Karena dah hafal situasi rumah,aku gak sampe kejedot apa lagi kesandung.Pintu kamar ternyata gak dikunci.Lampu kamar juga dah dimatikan.Tapi samar2 kulihat istriku dah tidur pulas sambil ngelonin anakku.Ya kebiasaan kami suka matiin lampu kalo mau tidur,coz anakku suka gak bisa tidur kalo terang.Aku tidur samping anakku,sedang istriku sebelahnya anakku.Mataku gak bisa merem karena terbayang sama geolan artis tadi.Tak terasa aku jadi ngaceng juga.Akhirnya aku pindah ke samping istriku.Dia tampak pulas sekali.Kupelorotkan kolor dan celana dalamku.Ku kelonin istriku dari samping sambil kuremas nenennya dari luar,kusingkap daster dia dan kupelorotkan CD-nya.

Pas ku pegang memeknya ada yang aneh. Lho,kok bulu jembinya kagak ada!!!.Padahal malam kemaren masih lebat tuh!!!Ku usap2 memeknya.tak tinggal diam tanganku menerobos kebali BH-nya, anjri….t, tambah aneh, kok jadi agak gedean plus sekel banget.A….h,kagak ambil pusing yang penting bisa ngecrot.Mungkin tadi pas ditinggalin dia cukur jembut dll.Istriku pulas amat.Kuangkat pahanya dari belakang dan kutaruh diatas pahaku yang menyilang ke paha dia satunya lagi. Pas ku kobel memeknya dia terbangun.Mungkin dia kaget.Tapi aku memang suka begitu pas lagi pengen. ntar juga lama2 dia menikmatinya.Jari tengahku kumasukkan ke lobang memeknya.


Sambil ku kobel kujilati telinganya. Kubayangkan sedang ber asyik ria dengan artis yang tadi. Kok agak gemukkan ya??? rambutnya juga jadi agak pendek!!!.A…h gak penting banget.pokoknya malam ini aku pengen crot sambil ngebayangin ngentot sama wulan artis tadi.Istriku tampak mulai menikmati.Dia seperti menahan nafas tanda dah mulai terangsang.Semakin kukobel memeknya,pantatnya gak bisa diam. Lalu kuarahkan kontolku ke lobang memek istriku. Kugesek2 kontolku dilobang memeknya.Tampak istriku semakin menahan nafas.Ketika akan kutekan masuk, dia tampak menghalangi memeknya dengan tangannya, aku yang sudah horny berat gak tinggal diam. kutarik tangannya, tangan kiriku mengarahkan kontolku pas ditengah lobang memek dia.

Dan dengan hentakan agak keras,kusodok memeknya dari samping, slep ble….z!!!!A……kh, peri….h!!!. Deg, kaget banget!!! Kok suaranya lain dengan istriku. Memeknya juga seret banget. Suaranya mirip kakak iparku yang selama ini kuidamkan pengen kuentot. Apa ini mungkin??? Sejenak aku mendiamkan kontolku dalam memeknya.Lalu sengan perlahan kupompa kontolku dalam memeknya.Dia tampak merintih dan mendesah. Ssss…….sshhhh,a……h,o…..h!!!. Kupompa lagi dan lagi, dia semakin merintih keenakkan, Lalu semakin kupercepat pompaanku dan kemudian dia berteriak tanda orgasme, a…..h,Aa…..!!!Kontolena…..k!!!!.Gila!!! Beneran ne kakak iparku??? Lalu kucabut dan kubalik dia.

Kurenggangkan kedua pahanya.Kunaiki dia dan kumasukan lg kontolkuBle…..z,kontolku masuk memeknya lagi. Kupompa2 naik turun. Umi, enak gak ngewe sama aa? aku nanya istriku. aku manggil dia umi.A…..kh,sssh…..sssh,o….h, Aldi, ini bukan Evi,ini teteh!!!!.Kata dia sambil merintih dan mendesah nikmat.Anjri…..t,mimpi apa gua kemarin.Kagak nyangka bisa ngentot sama Ida kakak iparku.Kakak ipar yang selama ini menjadi objek hayalan kalo lagi nentot sama istriku.Semakin kupompa kontolku dengan keras,semakin Ida merintih dan menjerit tertahan.Sayang,gimana,enak gak ngewe sama aldi,a…..h,enak banget aldi!!!.Kontolmu gede banget,sss….sssshhh,o…..h,terus aldi…..!!!!Teh, nikmat gak???a….uw, nikmat aldi….!!!!ssss….. hhh,a…..h!!!.Teteh suka gak ngewe sama aldi???iya aldi….!!!a….h,teteh kesepian banget,dah sembilan bulan teteh gak pernah ngewe!!!.Jawab ida kakak iparku.Ya maklum aja,dia dah lama ditinggal suaminya kerja keluar pulau.Aku semakin mempercepat genjotanku,dan pada hentakan terakhir aku memuntahkan laharku didalam memek ida,crot,crot,cro….t,pejuku keluardan tumpah dengan banyak memenuhi memek ida.Ida pun hampir berteriak kalo gak cepat kubekap.untung saja.Dia pun mencapai orgasme hampir berbarengan.Sambil terus menindih dia dan terus menancapkan kontolku,aku bilang sama ida.Te…h,maafin ya!!!.aldi gak sengaja.kukira evi teh,lagian kenapa tidur dikamarku??evi dimana???gak apa2 al,teteh juga suka kok.lagian teteh dah lama pengen ngentot sama kamu.

Tadi evi nelpon,pengen ditemenin.katanya takut cuma berdua sama anak kamu.tadi anakmu nangis,terus teteh ajak ke kamar diajak tiduran sampe teteh juga ikut ketiduran.O….h gitu teh,terus Evi dimana teh??mungkin dia ketiduran di sofa ruang tamu.Adu….h,maafin aldi teh!!!.Sudah aldi,lagian salah teteh kok.Lalu aku tiduran samping dia.sambil kupeluk kuusap2 dan kukobel lagi memeknya.dia pun mengusap2 kontolku.Baru sebentar aja kontolku udah bangun lagi.mungkin efek banyak dari makan sate kambing tadi.Atau mungkin karena semangat karna dapat lobang baru.Kupindahkan anakku ke ujung,biar kami lebih leluasa. Lalu kami saling telanjang dan melakukan pemanasan lagi. Dia nge-BJ kontoku. O…..kh, nikmat banget. Kucipokin juga memeknya. Walau agak anyir tapi karena nafsu terasa sangat enak.Kami melakukan dengan posisi 69.Setelah itu kami ngentot sampai puas.Kami melakukan dengan berbagai macam gaya.Diatas ranjang,bahkan dilantai.Dia begitu ganas dan haus akan sex.


Waktu sembilan bulan bukanlah waktu yang singkat bagi seorang istri tanpa belaian seorang suami.Itulah yang terjadi sama Ida.Kami melakukannya sampai jam 3 lebih.Setelah puas,ida kusuruh tidur di ruang tamu menemani istriku.Aku juga berpesan supaya dia bersikap sebagai mana biasanya.Lagi pula ida orangnya pendiam.Aku menaruh CD bekas membersihkan sisa2 peju dibawah kasur,biar kagak ketahuan.Ida cuman mengangguk aja.Sebelum ida keluar,kami berpelukkan dan ciuman,tak lupa kukobel memeknya.Andai waktu masih panjang,ingin aku ngentot sama dia lagi,tapi takut keburu evi bangun.setelah itu aku lalu berbaring. Ada rasa penyesalan dan berdosa sama istriku.

Tapi semua berawal dari ketidaksengajaan. Akhirnya aku tertidur pulas. besoknya aku dibangunin istriku jam 8 pagi. Ada rasa gak enak dan bersalah waktu melihat dia.Datang jam berapa pah? jam setengah satu mi, papah langsung ke kamar. ternyata cuman ada Ari aja lagi tidur. karna dah ngantuk, papah langsung tidur aja. O….h!!!jawab istriku.

Semalam teh Ida nginep disini loh, habis umi takut dan kesepian. Oya??!! jawabku pura2 gak tahu. Iya.Sekarang dah balik tadi jam 7 habis sarapan. Udah papah sarapan dulu .Tuh dah umi sediain di meja makan. Du…h, begitu baik istriku. Aku berjanji cukup sekali aja yang terjadi. Semenjak itu kalo teh Ida maen kerumah,kami bersikap biasa aja.Kadang kalo ada kesempatan,dia seakan menantang untuk melakukannya lagi. Tapi kalo aku gak kuat, langsung aku lari ke WC dan coli. biar gak sampai terjadi lagi.

Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:
Copyright © ceritasexindo | Powered by cerita sex indo Design by TOTOPREDIKSI | Blogger Theme by Ceritasexindo