Cerita dewasa, Cerita pemerkosaan, Cerita Mesum, Cerita ngentot, foto hot, foto sex, prediksi togel , prediksi togel jitu, totoprediksi

Sabtu, 20 Oktober 2018

Cerita Sex Tante Sange Ngajak Ngentot

Cerita Sex - Ini berkisah "Cerita Sex Tante Sange Ngajak Ngentot" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.

Cerita Sex Tante Sange Ngajak Ngentot
ceritasexindo

Perkenalkan namaku Aris, umurku saat ini 23 tahun, aku kuliah disuatu universitas terkenal dikotaku. Aku sendiri memilki penampilan yang kurang lebih bisa menarik perhatian kaum wanita karena perawakanku yang atletis dan wajah ganteng yang menghiasi tubuhku.

Dalam hubungan sex tak perlu ditanyakan lagi, aku sudah mendapat banyak pengalaman dari banyak wanita, karena aku memulai berhubungan Sex sejak SMA sampai sekarang. Namun kali ini aku tak menyangka kisahku ini akan terjadi, karena persetubuhan ini aku lakukan dengan tanteku sendiri yang dimana adalah istri om ku yang adik dari ayahku. Namun mau bagaimana lagi,jika kucing dikasih ikan asin ya mana mau nolak,hehe..

“Om mau minta tolong niiih, bisa gak???” tanya om Yudi. “Eeeemmm….Minta tolong apa om?? Kalau aku bisa pasti aku bantu om” jawabku. “Om minta kamu menginap dirumah om karena om mau keluar kota selama beberapa hari, kamu temenin Tante Vera dan Tia dan Lia ya Ris, bisa gak??” taya om Yudi.

“Eeeemmm….Bisa deeh om, aku kerumah om kapan, nanti apa sekarang om??” tanyaku. “Sekarang aja Ris, karena om sebentar lagi mau berangkat dan om juga sudah ngomong sama tantemu kok, kalau kamu yang akan menemaninya” jawab om Yudi.

“Okkee…Deeeh om, aku mandi dulu, nanti aku terus kerumah om” jawabku. “Makasih ya Ris, kamu memang keponakanku yang paling baik, nanti jika om sudah berangkat kamu tinggal masuk aja ya Ris” ucap om Yudi. “Iyha om” jawabku singkat.

Setelah menutup telpon dengan mata yang masih berat, aku pun bergegas menuju kamar mandi untuk mandi. Didalam kamar mandi aku sempat membayangkan yang tidak-tidak, aku membayangkan tubuh bahenol tante Vera,

kubayangkan pantatnya yang semok aku remas-remas, kujilati memek tante Vera sampai tante Vera ngecrot, penisku dikulum tante Vera, membuat penisku menegang dan Aaarrgghhh akhirnya aku membasahi tubuhku dengan air, hingga bayanganku tentang tante Vera hilang dengan seketika.

Tak lama aku selesai mandi, dan aku pun bergegas ganti baju dan langsung menuju rumah om Yudi. Sekitar setengah jam perjalanan, akhirnya aku sampai dirumah om Yudi. Dan ternyata om yudi sudah berangkat lalu aku disambut oleh tante Vera.

Pemandangan indah seketika pun aku dapatkan, baju ketat dan super seksi menghiasi tubuh tante Vera sehingga bentuk lekuk-lekuk tubuh tante Vera menjadi terlihat, dan bahkan garis-garis CD tante Vera kelihatan karena roknya yang sangat ketat. Sejenak aku menelan ludah sebelum akhirnya tante Vera membuyarkan pemandanganku itu.

“Ris tante minta tolong kamu antar Tia dan Lia kesekolah yaaa” pinta tante Vera. “Okkee deeh tante” jawabku singkat. Lalu aku mengajak kedua anak tante Vera yang masih kecil kemobil, dan aku pun mengantarkannya kesekolah. Diperjalanan aku mengantar Tia dan Lia, kembali aku teringat kemolekan tubuh tante yang tadi aku lihat.

Aku tak kuasa menahan nafsuku hingga dalam perjalanan batang Penisku menengang sehingga kelihatan dari luar celanaku karena penisku yang lumayan besar. Untungnya aku mengantarkan anaknya tante Vera, jika yang kuantarkan adalah tante Vera bisa-bisa aku langsung menubruknya “pikiran kotor itu yang terus mengganguku selama dalam perjalanan”.

Selesai sudah tugasku mengantar untuk hari ini. Kupacu mobil ke rumah tante Vera. Setelah parkir mobil aku langsung menuju meja makan, lalu mengambil porsi tukang dan melahapnya. Tante Vera masih mandi, terdengar suara guyuran air agak keras. Lalu hening agak lama, setelah lebih kurang lima menit tidak terdengar gemericik air aku mulai curiga dan aku hentikan makanku. Setelah menaruh piring di dapur.

Aku menuju ke pintu kamar mandi, sasaranku adalah lubang kunci yang memang sudah tidak ada kuncinya. Aku matikan lampu ruang tempatku berdiri, lalu aku mulai mendekatkan mataku ke lubang kunci. Di depanku terpampang pemandangan alam yang indah sekali, tubuh mulus dan putih tante Vera tanpa ada sehelai benang yang menutupi terlihat agak mengkilat akibat efek cahaya yang mengenai air di kulitnya.

Ternyata tante Vera sedang masturbasi, tangan kanannya dengan lembut digosok-gosokkan ke vaginanya. Sedangkan tangan kiri mengelus-elus payudaranya bergantian kiri dan kanan. Terdengar suara desahan lirih, “hmhmhmhmmmm, ohh, arhh”. Situs Domino 99 Teraman

Kulihat tanteku melentingkan tubuhnya ke belakang, sambil tangan kanannya semakin kencang ditancapkan ke vagina. Rupanya tante Vera ini sudah mencapai orgasmenya. Lalu dia berbalik dan mengguyurkan air ke tubuhnya.

Aku langsung pergi ke ruang keluarga dan menyalakan televisi. Aku tepis pikiran-pikiran porno di otakku, tapi tidak bisa. Tubuh molek tante Vera, membuatku tergila-gila. Aku jadi membayangkan tante Vera berhubungan badan denganku. “Lho Ris, kamu lagi apa tuh kok tanganmu dimasukkan celana gitu. Hayo kamu lagi ngebayangin siapa? Nanti aku bilang ke ibu kamu lho.” Tiba-tiba suara tante Vera mengagetkan aku.

“Kamu ini pagi-pagi sudah begitu. Mbok ya nanti malam saja, kan enak ada lawannya.” Celetuk tante Vera sambil masuk kamar. Aku agak kaget juga dia ngomong seperti itu. Tapi aku menganggap itu cuma sekedar guyonan.

Setelah tante Vera berangkat kerja, aku sendirian di rumahnya yang sepi ini. Karena masih ngantuk aku ganti celanaku dengan sarung lalu masuk kamar tante dan langsung tidur. “hmhmhmhmmmm.. geli ah” Aku terbangun dan terkejut, karena tante Vera sudah berbaring disebelahku sambil tangannya memegang Penis dari luar sarung.

“Waduh, maafin tante ya. Tante bikin kamu terbangun.” Kata tante sambil dengan pelan melepaskan pegangannya yang telah membuat Penis menegang 90%. “Tante minta ijin ke atasan untuk tidak masuk hari ini dan besok”, dengan alasan sakit.

Setelah ambil obat dari apotik, tante pulang. Begitu alasan tante ketika aku tanya kenapa dia tidak masuk kerja. “Waktu tante masuk kamar, tante lihat kamu lagi tidur di kasur tante, dan sarung kamu tersingkap sehingga CD kamu terlihat.

Tante jadi terangsang dan pingin pegang punya kamu. Hmm, gedhe juga ya Penis mu” Tante terus saja nyerocos untuk menjelaskan kelakuannya. “Sudahlah tante, gak pa pa kok. Lagian Aris tahu kok kalau tante tadi pagi masturbasi di kamar mandi” celetukku sekenanya.

“Lho, jadi kamu..” Tante kaget dengan mimik setengah marah. “Iya, tadi Aris ngintip tante mandi. Maaf ya. Tante gak marah kan?” agak takut juga aku kalau dia marah. Tante diam saja dan suasana jadi hening selama lebih kurang sepuluh menit.

Sepertinya ada gejolak di hati tante. Lalu tante bangkit dan membuka lemari pakaian, dengan tiba-tiba dia melepas blaser dan mengurai rambutnya. Diikuti dengan lepasnya baju tipis putih, sehingga sekarang terpampang tubuh tante yang toples sedang membelakangiku. Aku tetap terpaku di tempat tidur, sambil memegang tonjolan Penis di sarungku. Bra warna hitam juga terlepas, lalu tante berbalik menghadap aku.

Aku jadi salah tingkah. “Aku tahu kamu sudah lama pingin menyentuh ini..” dengan lembut tante berkata sambil memegang kedua bukit kembarnya. “Emm.., nggak kok tante. Maafin Aris ya.” aku semakin salah tingkah.

“Lho kok jadi munafik gitu, sejak kapan?” tanya tanteku dengan mimik keheranan. “Maksud Aris, nggak salahkan kalau Aris pingin pegang ini..!” Sambil aku tarik bahu tante ke tempat tidur, sehingga tante terjatuh di atas tubuhku.

Langsung aku kecup payudaranya bergantian kiri dan kanan. “Eh, nakal juga kamu ya.. ihh geli Ris.” tante Vera merengek perlahan. “hmhmhmhmmmm..shh” tante semakin keras mendesah ketika tanganku mulai meraba kakinya dari lutut menuju ke selangkangannya.

Rok yang menjadi penghalang, dengan cepatnya aku buka dan sekarang tinggal CD yang menutupi gundukan lembab. Sekarang posisi kami berbalik, aku berada di atas tubuh tante Vera. Tangan kiriku semakin berani meraba gundukan yang aku rasakan semakin lembab.

Ciuman tetap kami lakukan dibarengi dengan rabaan di setiap cm bagian tubuh. Sampai akhirnya tangan tante masuk ke sela-sela celana dan berhenti di tonjolan yang keras. “hmhmhmhmmmm, boleh juga nih.

Sepertinya lebih besar dari punyanya om kamu deh.” tante mengagumi Penis yang belum pernah dilihatnya. “Ya sudah dibuka saja tante.” pintaku. Lalu tante melepas celanaku, dan ketika tinggal CD yang menempel, tante terbelalak dan tersenyum.

“Wah, rupanya tante punya Penis lain yang lebih gedhe.” Gila tante Vera ini, padahal Penisku belum besar maksimal karena terhalang CD. Aksi meremas dan menjilat terus kami lakukan sampai akhirnya tanpa aku sadari, ada hembusan nafas diselangkanganku. Dan aktifitas tante terhenti. Rupanya dia sudah berhasil melepas CD ku, dan sekarang sedang terperangah melihat Penis yang berdiri dengan bebas dan menunjukkan ukuran sebenarnya.

“Tante.. ngapain berhenti?” aku beranikan diri bertanya ke tante, dan rupanya ini mengagetkannya. “Eh.. anu.. ini lho, punya kamu kok bisa segitu ya..?” agak tergagap juga tante merespon pertanyaanku. “Gak panjang banget, tapi gemuknya itu lho.. bikin tante merinding” sambil tersenyum dia ngoceh lagi.

Tante masih terkesima dengan Penisku yang mempunyai panjang 17cm dengan diameter 6cm. “Emangnya punya om gak segini? ya sudah tante boleh ngelakuin apa aja sama Penisku.” Aku ingin agar tante memulai ini secepatnya.

“hmhmhmhmmmm, iya deh.” Lalu tante mulai menjilat ujung Penis Ada sensasi enak dan nikmat ketika lidah tante mulai beraksi naik turun dari ujung sampai pangkal Penis “Ahh.. enak tante, terusin hh.” aku mulai meracau.

Lalu aku tarik kepala tante Vera sampai sejajar dengan kepalaku, kami berciuman lagi dengan ganasnya. Lebih ganas dari ciuman yang pertama tadi. Tanganku beraksi lagi, kali ini berusaha untuk melepas CD tante Vera. Akhirnya sambil menggigit-gigit kecil puting susunya, aku berhasil melepas penutup satu-satunya itu.

Tiba-tiba, tante merubah posisi dengan duduk di atas dadaku. Sehingga terpampang jelas vaginanya yang tertutup rapat dengan rambut yang dipotong rapi berbentuk segitiga. “Ayo Ris, gantian kamu boleh melakukan apa saja terhadap ini.” Sambil tangan tante mengusap vaginanya. “OK tante” aku langsung mengiyakan dan mulai mengecup vagina tante yang bersih.

“Shh.. ohh” tante mulai melenguh pelan ketika aku sentuh klitorisnya dengan ujung lidahku. “Hh.. mm.. enak Ris, terus Ris.. yaa.. shh” tante mulai berbicara tidak teratur. Semakin dalam lidahku menelusuri liang vagina tante.

Semakain kacau pula omongan tante Vera. “Ahh..Ris..shh..Risr aku mau keluar.” tante mengerang dengan keras. “Ahh..” erangan tante keras sekali, sambil tubuhnya dilentingkan ke kebelakang. Rupanya tante sudah mencapai puncak.

Aku terus menghisap dengan kuat vaginanya, dan tante masih berkutat dengan perasaan enaknya. “hmhmhmhmmmm..kamu pintar Ris. Gak rugi tante punya keponakan seperti kamu. Kamu bisa jadi pemuas tante nih, kalau om kamu lagi luar kota. Mau kan?”

dengan manja tante memeRis tubuhku. “Ehh, gimana ya tante..” aku ngomgong sambil melirik ke Penis ku sendiri. “Oh iya, tante sampai lupa. Maaf ya” tante sadar kalau Penisku masih berdiri tegak dan belum puas.

Dipegangnya Penis ku sambil bibirnya mengecup dada dan perutku. Lalu dengan lembut tante mulai mengocok Penis. Setelah lebih kurang 15 menit tante berhenti mengocok. Ris, kok kamu belum keluar juga. Wah selain besar ternyata kuat juga ya.” tante heran karena belum ada tanda-tanda mau keluar sesuatu dari Penisku.

Tante bergeser dan terlentang dengan kaki dijuntaikan ke lantai. Aku tanggap dengan bahasa tubuh tante Vera, lalu turun dari tempat tidur. Aku jilati kedua sisi dalam pahanya yang putih mulus. Bergantian kiri-kanan, sampai akhirnya dipangkal paha.

Dengan tiba-tiba aku benamkan kepalaku di vaginanya dan mulai menyedot. Tante menggelinjang tidak teratur, kepalanya bergerak ke kiri dan kanan menahan rasa nikmat yang aku berikan. Setelah vagina tante basah, tante melebarkan kedua pahanya. Aku berdiri sambil memegang kedua pahanya.

Aku gesek-gesekkan ujung Penis ke vaginanya dari atas ke bawah dengan pelan. Perlakuanku ini membuat tante semakin bergerak dan meracau tidak karuan. “Tante siap ya, aku mau masukin Penis” aku memberi peringatan ke tante. “Cepetan Ris, ayo.. tante sudah gak tahan nih.” tante langsung memohon agar aku secepatnya memasukkan Penis.

Dengan pelan aku dorong Penis ke arah dalam vagina tante Vera, ujung kepalaku mulai dijepit bibir vaginanya. Lalu perlahan aku dorong lagi hingga separuh Penis sekarang sudah tertancap di vaginanya. Aku hentikan aktifitasku ini untuk menikmati moment yang sangat enak.

Pembaca cobalah lakukan ini dan rasakan sensasinya. Pasti Anda dan pasangan akan merasakan sebuah kenikmatan yang baru. Ris, kok rasanya nikmat banget.. kamu pintar ahh.. shh” tante berbicara sambil merasa keenakan. “Ahh.. shh mm, tante ini cara Aris agar tante juga merasa enak” Aku membalas omongan tante.

Lalu dengan hentakan lembut aku mendorong semua sisa Penis ke dalam vagina tante. “Ahh..” kami berdua melenguh. Kubiarkan sebentar tanpa ada gerakan, tetapi tante rupanya sudah tidak tahan. Perlahan dan semakin kencang dia menggoyangkan pinggul dan pantatnya dengan gerakan memutar.

Aku juga mengimbanginya dengan sodokan ke depan. Vagina tante Vera ini masih kencang, pada saat aku menarik Penis bibir vaginanya ikut tertarik. “Plok.. plok.. plokk” suara benturan pahaku dengan paha tante Vera semakin menambah rangsangan.

13 menit lebih kami melakukan gaya tersebut, lalu tiba-tiba tante mengerang keras “Ahh.. Ris tante nyampai lagi” Pinggulnya dirapatkan ke pahaku, kali ini tubuhnya bergerak ke depan dan merangkul tubuhku. Aku kecup kedua payudaranya. dengan Penis masih menancap dan dijepit Vagina yang berkedut dengan keras. Dengan posisi memangku tante Vera, kami melanjutkan aksi.

Lima belas menit kemudian aku mulai merasakan ada desakan panas di Penis. “Tante, aku mau keluar nih, di mana?” aku bertanya ke tante. “Di dalam aja Ris, tante juga mau lagi nih” sahut tante sambil tubuhnya digerakkan naik turun. Urutan vaginanya yang rapat dan ciuman-ciumannya akhirnya pertahananku mulai bobol.

“Arghh.. tante aku nyampai”. “Aku juga Ris.. ahh” tante juga meracau. Aku terus semprotkan cairan hangat ke vagina tante. Setelah delapan semprotan tante dan aku bergulingan di kasur. Sambil berpelukan kami berciuman dengan mesra. Ris, kamu hebat.” puji tante Vera.

“Tante juga, vagina tante rapet sekali” aku balas memujinya. Ris, kamu mau kan nemani tante selama om pergi” pinta tante. “Mau tante, tapi apa tante gak takut hamil lagi kalau aku selalu keluarkan di dalam?” aku balik bertanya.

“Gak apa-apa Ris, tante masih ikut KB. Jangan kuatir ya sayang” Tante membalas sambil tangannya mengelus dadaku. Akhirnya kami berpagutan sekali lagi dan berpelukan erat sekali. Rasanya seperti tidak mau melepas perasaan nikmat yang barusan kami raih.

Lalu kami mandi bersama, dan sempat melakukannya sekali lagi di kamar mandi. Itulah pengalamanku dengan tante Vera. Ternyata enak juga bermain dengan wanita yang berumur empat puluhan-an. Semenjak itu aku sering dapat telepon ajakan untuk berkencan dengan tante-tante.

Rupanya tante Vera menceritakan hal kehebatanku kepada teman-temannya , karena teman tante Vera pada penasaran dengan diriku seringkali aku di kejar kejar dengan cara yang berbeda beda.

DAFTAR BANDAR TOGEL & POKER TERPERCAYA

BONUS BESAR :

Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:

Cerita Sex Ngentot Dengan Abg Kost

Cerita Sex - Ini berkisah "Cerita Sex Ngentot Dengan Abg Kost" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.


ceritasexindo

Aku Fadil mahasiswa di Kampus X di jogja, berasal dari keluarga sederhana di kota di luar jogja. Di jogja ini aku tinggal ngekos di sebuah dusun dekat dengan kampus dan ratarata rumah disini memang dijadikan koskosan, baik untuk putri maupun putra. Kosanku berada didaerah bagian belakang dusun dan dibagian depanku ada kos putra, disamping ada kos putri, dan di belakang ada kos putri yang dihuni 7 orang. Yang akan aku ceritakan disini adalah pengalamanku dengan penghuni kos putri yang berada di belakang kosku.

Singkat cerita aku dan penghuni kos putra yang lainnya memang sudah kenal dan lumayan akrab dengan penghuni kos putri belakang, jadi kalo ada yang perlu bantuan tinggal bilang saja. Aku sering sekali main ke kosan putri itu untuk sekedar ngobrolngobrol saja diruang tamunya, itupun kalau dikosanku lagi sepi, maklum saja aku sendiri yang angkatan tua yang nyaris gak ada kerjaan, sedangkan yang lainnya masih sibuk dengan kuliah dan kegiatankegiatan lainnya. Saking seringnya aku main ke kosan belakang, ketujuh cewek penghuninya sudah sangat terbiasa dengan kehadiranku disana, dan ada satu orang cewek bernama Ana, tingginya sekitar 165cm, beratnya sekitar 50kg, kulitnya kuning, ukuran Branya mungkin cuma 34A, pernah sehabis mandi masih dengan balutan handuk sejengkal diatas lutut dia lewat didepanku dengan santainya. Aku yang masih sangat normal sebagai lelaki sempat melongo melihat pahanya yang mulus ternyata, dan dia cuek aja tampaknya.

Sampai suatu hari, sewaktu liburan UAS sekitar menjelang sore saat aku datang ke kosan belakang seperti biasa, disana hanya ada Ana sendiri, dia memakai daster bungabunga tipis selutut, dia sedang didepan komputer dikamarnya yang terbuka pintunya, kupikir dia lagi mengerjakan tugas
lagi ngapain, An? Yang laen kemana? tanyaku didepan pintu, eh Mas Fadil, lagi suntuk nih, lagi ngegame aja, yang laen kan mudik mas, trus Mbak rina kan KKN pulangnya malem terus jawabnya sambil masih memainkan mousenya
masuk mas.
Aku pun masuk dan duduk di karpetnya
emang kamu ga mudik juga An?
aku kan ngambil SP mas, males klo harus ngulang reguler jawabnya.
lagi ngegame apa sih? tanyaku lagi
ini nih maen monopoly, abis yang ada cuma ini sambil merubah posisi kakinya bersila dan sempat memperlihatkan pahanya, akupun melongo lagi di sajikan pahanya itu, sampai akhirnya dia sadar dan sambil menutup pahanya dia bilang
hayo ngliatin apa?
eh ngga, ga liat apaapa jawabku gelagapan
hayooo ngaku, pasti nafsu ya, dasar cowo dia bilang
yeee jangan cowo aja donk yang salah, yang bikin nafsu kan cewe kataku membela diri
wuuu ngeles aja dia bilang sambil melanjutkan gamenya tadi, eh mas punya film ga? BT nih
film apa ya? Yang di tempatku kan dah di tonton semuanya jawabku
yaaah apa aja deeeh dia memohon
apa dong, ya emang udah ga ada lagi, ada juga bokep tuh klo mau
mau dong mas mau dia bilang
aku kaget mendengar itu langsung bilang
beneran nih, nanti kepengen repot lagi
udah sana ambilin, aku iseng ni mas
tapi nontonnya bareng ya kubilang
iihh ga mau ah, nanti malah mas fadil pengen, bisa diperkosa aku
ga bakalan atuh sampe kaya gitu, mau diambilin ga niy? Tapi nonton bareng ya
iya deh, ambil sana pintanya.

Secepatnya aku lari ke kos lalu mengcopy bokep yang ada di komputer dikamarku, aku copy yang bagusbagus saja, kemudian setelah selesai aku langsung berlari ke kamar Ana dan menyerahkannya. Ana pun langsung mengcopy yang ada di flashdiskku.
Kamipun menontonnya, aku duduk berada disebelah kirinya, dan dia duduk sambil memegang bantal. Kami tak ada bicara saat film itu dimulai. Baru beberapa menit menonton, aku mulai horny karena baru kali ini aku nonton bokep sama cewek yang bukan pacarku berdua saja, kontan saja akupun agakagak salah tingkah bergantiganti posisi duduk demi menutupi kontolku yang sudah berdiri tegang. Tak berapa lama sepertinya diapun mulai merasakan hal yang sama, nafasnya mulai tak teratur dan agak berat seperti ada yang ditahan, duduknya pun mulai berganti posisi dan sekarang bersila sambil memeluk bantalnya itu. Seandainya aku yang jadi bantalnya, hmmmmm. Akhirnya aku memberanikan diri bertanya
kenapa, An? hayoo
apaan sih, ga kenapanapa ko, mas tuh yang kenapa dari tadi gerakgerak terus? dia merengut
yahhh, namanya juga nonton bokep An, nontonnya sama cewek manis berdua aja lagi kubilang
emangnya kenapa klo nonton ma cewek berdua aja, sepertinya dia memancingku
nekad saja aku bilang
ya, jadi kepengen lah jadinya
tuuh kan bener yang aku bilang tadi Dia melanjutkan
mas fadil suka ya begituan?
dan aku jawab asal
ya sukalah, enak sih
lah kamu sendiri suka nonton bokep ya? Dah dari kapan? Janganjangan kamu juga udah lagi? langsung aku cecar saja sekalian
iihhh, apaan sih dia bilang,
udahhh ngaku ajah, udah pernah kan?kalo udah juga ga papa, rahasia aman kok, hehe aku cecar terus
mmmm tau ah dia malu tampaknya, kemudian dia mengalihkan dan bertanya
mas fadil klo begituan suka jilatin kaya gitu mas sambil menunjuk adegan cowok lagi jilatin memek cewek
iya, suka, di oral juga suka, kenapa? Pengen ya hehehe
ihhhh orang cuma nanya jawabnya malumalu
kamu emangnya belom pernah di oral kaya gitu An?
belom lah,aku sebenernya pernah ML 2 kali, tp cowokku ga pernah tuh ngejilatin ituku, aku terus yang disuruh isepin anunya akhirnya dia ngaku juga
wahh keenakan cowokmu donk, diisep terus kontolnya ma kamu, dah jago dunk, jadi pengen, hehe
wuuu sana ma pacarmu sana katanya
pacarku kan jauh An jawabku.

Baca Juga: DI PERKOSA SAHABAT

Aku langsung bergeser merapatkan diri disamping dia
Din, mau aku jilatin memeknya ga? aku langsung aja abis udah ga tahan. Dia diam saja, aku cium pipinya diapun menghadapkan mukanya kearahku, aku dekatkan bibirku ke bibirnya dan kamipun berciuman dengan sangat bernafsu. Tangan kiriku mulai meraba toketnya, diapun melenguh mmmh sambil tetap berciuman.
An, udah lama aku pingin ngerasain ngentot sama kamu kataku
aku juga mas, aku kan sering mancing mas fadil, tapi mas kayanya ga ngerasa dia bilang
ihh pake mancingmancing segala, kan tinggal ajak aja aku pasti mau
yeee masa aku yang ajak katanya manja sambil menggelayutkan tangannya dileherku
berarti boleh dong memeknya aku jilat sambil kuturunkan tanganku ke memeknya yang masih terbalut dasternya
lom diijinin aja tangannya udah megang memekku nih sambil tersenyum kemudian menciumiku.
Aku langsung melumat bibirnya sambil mengangkat dasternya hingga tanganku dan memeknya hanya dibatasi CD tipis saja. Ana sudah mulai memasukkan tangannya kedalam celana(saat itu aku hanya menggunakan celana boxer) dan CD ku sampai menyentuh kontolku dan kemudian mengelusnya lembut
mmmhhh Ana sayang
Aku membuka kaosku lalu melepaskan dasternya sekalian hingga tersisa CD dan bra nya saja.
kamu seksi An
mas fadil juga kontolnya gede, Ana suka banget, Ana isep ya?
iya An, aku juga ga sabar pingin memek km
Akupun berdiri, Ana memelorotkan celana sekaligus CDku sampai kontolku seperti melompat kedepan mukanya saking tegangnya, Ana sedikit kaget saat melihat kontolku yang memiliki panjang sekitar 17cm
mas, gede ih, pacarku ga segede ini kontolnya
Saat dia sudah membuka mulutnya ingin melahap kontolku, aku langsung menariknya hingga berdiri
sebentar sayang, dah ga sabaran pengen isep ya?
Ana mengangguk manyun
kita 69 yuk sayang
Aku membuka tali bra nya dan lalu cdnya kuturunkan, terlihat bersih memeknya tanpa jembut.
memek kamu bersih sayang
baru kemaren aku cukur mas, abis suka gatel kalo ada bulunya, mas suka ngga?
suka banget sayang sambil kuciumi memeknya.
Ana naik ke kasurnya dengan posisi telentang mengundangku, akupun naik dan memposisikan kontolku berhadapan dengan mukanya lalu mukaku didepan memeknya.
Aku mulai menjilati memeknya dengan lembut , Ana tanpa ragu memasukkan kontolku ke mulutnya dan mengocoknya perlahan
oughhh, mmmhhh Ana sayang memek Ana terasa sangat legit aku menjilati klitorisnya yang kemerahan
hmpffhhh.mmmpphhh Ana melenguh
Sekitar 5 menit kami di posisi ini, kami sudah samasama tidak tahan, aku mengubah posisiku berada di atas tubuh telentang Ana dan mengarahkan kontolku ke memeknya. Memeknya sudah agak basah setelah oral tadi, aku menggesekgesekkan kontolku sesaat
ohhhh, masukin masku sayang, Ana ga tahan lagi mmmmhhh

Aku senang mendengarnya memohon minta di entot. Aku menekankan kontolku perlahan, baru kepalanya yang masuk, agak sulit, aku hentakkan sedikit, Ana menggigit bibirnya, dan akhirnya kontolku berhasil memasuki lubang senggamanya, sempit dan seret rasanya membuatku merasakan kenikmatan saat aku awal bercinta dengan pacarku, namun ini terasa lebih mungkin karena lebih menantang. Aku memompa memeknya perlahanlahan, Ana mengikuti gerakanku dengan menggerakkan pinggulnya mengarahkan memeknya. Aku genjot terus sambil kupeluk Ana dan menciumi bibirnya yang merah basah.
mmh. Hmmpppf.sayang enak banget sayang, memek kamu sempit banget, kontolku kaya dipijetpijet
he emh mas, oughhh terus mas, masukin terus mas, biar Ana jepit kontolnya, ahhhhh bicaranya terengahengah
Aku menggenjot terus sampai akhirnya kontolku amblas didalam memeknya. Aku semakin cepat memompa liang senggamanya.
ahhh,,ohhhh, masku,,,ohh,,entot aku ohh..enak banget mas sayang, Ana pingin oohhhhh dientot mas terus, ayo ooougghhh Ana sudah tak karuan omongannya saking menikmatinya.

15 menitan kami bercinta dalam posisi tersebut dan aku memintanya nungging untuk posisi doggy , Ana menurut saja, aku masukkan kontolku kememeknya lagi dan sekarang sudah agak lancar walaupun masih terasa sempitnya seperti memeras dan menyedot kontolku masuk. Aku memegang pantatnya yang mulus bersih sambil aku pompa tak terlalu cepat, Anapun memajumundurkan memeknya hingga seperti akan menelan kontolku seluruhnya dan sangat nikmat rasanya.
Aku mempercepat genjotanku di memeknya, Ana sedikit berteriak kenikmatan
auhh mas,, mmmhh terus mas, enak ahhhkontol masoohhh sayang
Nafasku semakin memburu dan bernafsu mendengar ocehannya itu membuat genjotanku menjadi sangat cepat
sayang, aku kluarin dimana sayangah ah oughh
didalemargh aja sayang auuhhh ga papa, Ana juga mau keluar mmmhhh
Genjotanku cepat sekali karena spermaku sudah tak tertahankan lagi mau keluar.
arrrgghhh aku keluar sayanggg

Dan saat itu juga tubuh Ana mengejang orgasme
ahhhhhhh, aku juga ssssshh mas
Aku muntahkan spermaku dalam lubang memek Ana, aku memutar tubuh Ana dengan kontol masih tertancap di memeknya,aku memeluk dan menciumnya
kamu hebat sayang, memek kamu hebat jepitannya
mas fadil juga
Dia mengajakku ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh kami, dengan masih telanjang kami keluar kamar dan menuju kamar mandi. Aku membersihkan seluruh tubuhnya dengan perasaan sayang yang luar biasa, dan diapun melakukan hal yang sama kepadaku.
Setelah selesai membersihkan tubuh kami, kami kembali kekamarnya dan memakai kembali pakaian kami,saat itu dia bilang kepadaku
makasih ya mas, udah ngasih kepuasan buat aku, enak banget ngentot sama kamu mas
samasama sayang, besokbesok lagi ya?
siap mas. Muachh jawabnya sambil menciumku
Akupun kembali ke kosku dengan hati sangat senang dan saat ada kesempatan berdua kamipun melakukannya lagi. Atau saat samasama tidak tahan kami janjian ke hotel untuk memuaskan nafsu kami.

DAFTAR BANDAR TOGEL & POKER TERBAIK :

Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:

Jumat, 19 Oktober 2018

Cerita Sex Abg Ngentot Ber 4 di Dalam Kampus

Cerita Sex - Ini berkisah "Cerita Sex  Abg Ngentot Ber 4 di Dalam Kampus" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.

Cerita Sex  Abg Ngentot Ber 4 di Dalam Kampus
ceritasexindo

Saat itu aqu harus mengambil sebuah mata kuliah umum yg beloem kuambil, yaitu kewirausahaan. Kebetulan saat itu aqu kebagian kelas dgn faqultas sipil, agak jauh dari gedung faqultasku, di sana mahasiswanya mayoritas lelaki pribumi, yg perempuannya hanya enam orang termasuk aqu.

Tak heran aqu sering menjadi pusat perhatian lelakilelaki di sana, beberapa bahkan sering curicuri pandang mengintip badanku kalo aqu sedang memakai pakaian yg menggoda, aqu sih telah terbiasa dgn tatapantatapan liar seperti ini, terlebih lagi aqu juga cenderung eksibisionis, jadi aqu sih cuekcuek aja.

Hari itu mata kuliah yg bersangkutan ada kuliah tambahan karena dosennya beberapa kali tak masuk akibat sibuk dgn kuliah S3nya. Kuliah diadakan pada jam lima sore. Seperti biasa kalo kuliah tambahan pada jamjam seperti ini saatnya lebih cepat, satu jam saja telah bubar. Namun bagaimanapun saat itu langit telah gelap hingga di kampus hampir tak ada lagi mahasiswa yg nongkrong.

Keloear dari kelas aqu terlebih duloe ke toilet yg hanya berjarak empat ruangan dari kelas ini untuk buang air kecil sejenak, serem juga nih sendirian di WC kampus malammalam begini, tetapi aqu segera menepis segala baygan menaqutkan itu. Setelah cuci tangan aqu buruburu keloear menuju lift (di tingkat lima). Sewaktu menunggu lift aqu terkejut karena ada yg menyapa dari belakang. Ternyata mereka adalah tiga orang mahasiswa yg juga sekelas dgnku tadi, yg tadi menyapaqu aqu tahu orangnya karena pernah duduk di sebelahku dan mengobrol sesaat kuliah, namanya Adi, badannya kurus tinggi dan berambut jabrik, mukanya jauh dari tampan dgn bibir tebal dan mata besar. Sedangkan yg dua lagi aqu tak ingat namanya, hanya tahu tampang, belakangan aqu tahu yg rambutnya gondrong dikuncir itu namanya Jembloenk dan satunya lagi yg mukanya mirip Arab itu namanya Fariz, badannya lebih berisi dan kekar dibandingkan Adi dan Jembloenk yg lebih mirip pemakai narkoba.

Kok baru turun sekarang Ci? sapa Adi berbasabasi.
Abis dari WC, loe orang juga ngapain duloe? jawabku.
Biasalah, ngerokok duloe bentar jawabnya.

Cerita Sex Ngentot Main Ber 4 Didalam Lift Kampus Lift terbuka dan kami masuk bersama, mereka berdiri mengelilingiku seperti mengepungku hingga jantungku jadi degdegan merasakan mata mereka memperhatikan badanku yg terbungkus rok putih dari bahan katun yg menggantung di atas loetut serta kaos pink dgn aksen putih tanpa lengan. Meski demikian, terus terang gairahku terpicu juga dgn suasana di ruangan kecil dan dgn dikelilingi para lelaki seperti ini hingga rasa panas mulai menjalari badanku.

Langsung pulang Ci? tanya Jembloenk yg berdiri di sebelah kiriku.
Hemm jawabku singkat dgn anggukan kepala.
Jadi udah gak ada kegiatan apaapa lagi dong setelah ini? si Adi menimpali.
Ya gitulah, paling nonton di rumah jawabku lagi.
Wah kebetulan.. Kalo gitu loe ada saat sebentar buat kita dong! sahut Jembloenk.
Eh.. Buat apa? tanyaqu lagi.

Sebeloem ada jawaban, aqu telah dikagetkan oleh sepasang tangan yg memeloekku dari belakang dan seperti telah diberi abaaba, Fariz yg berdiri dekat tombol lift menekan sebuah tombol sehingga lift yg sedang menuju tingkat dua itu terhenti. Tas jinjingku sampai terlepas dari tanganku karena terkejut.

Heh.. Ngapain loe orang? ujarku panik dgn sedikit rontaan.
Hehehe.. Ayolah Ci, having fun dikit kenapa? Stress kan, kuliah seharian gini! ucap Adi yg mendekapku dgn nafas menderu.
Iya Ci, di sipil kan gersang perempuan nih, jarang ada perempuan kaya lo gini, loe bantu hibur kita dong timpal Fariz.
Srr.. Sesosok tangan menggerayg masuk ke dalem rok miniku. Aqu tersentak sewaktu tangan itu menjamah pangkal pahaqu laloe mulai menggosokgosoknya dari loear.
Eengghh.. Kurang ajar! ujarku lemah. Aqu sendiri sebenarnya menginginkannya, namun aqu tetap berpurapura jual mahal untuk menaikkan derajatku di depan mereka.

Mereka menyeringai mesum menikmati ekpresi wajahku yg telah terangsang. Rambutku yg dikuncir memudahkan Adi menciumi leher, telinga dan tengkukku dgn ganas sehingga birahiku naik dgn cepat. Fariz yg tadinya hanya meremasi dadaqu dari loear kini mulai menyingkap kaosku laloe cup breast houlderku yg kanan dia turunkan, maka menyembullah buah dada kananku yg nampak lebih mencuat karena masih disangga breast houlder. Diletakkannya telapak tangannya di sana dan meremasnya pelan, kemudian kepalanya mulai merunduk dan lidahnya kurasakan menyentuh pentilku.

Cerita Dewasa Ngentot Main Ber 4 Didalam Lift Kampus Sembari menyusu, tangannya aktif mengeloesi paha muloesku. Tanpa kusadari, celana dalemku kini telah merosot hingga ke loetut, bokong dan kemaloeanku terbuka telah. Jarijari Jembloenk telah memasuki kemaluanqu dan menggelitik bagian dalemnya. Badanku menggelinjang dan mendesah saat jarinya menemukan klitorisku dan menggesekgesekkan jarinya pada daging kecil itu.

Aqu merasakan sensasi geli yg loear biasa sehingga pahaqu merapat mengapit tangan Jembloenk. Rasa geli itu juga kurasakan pada telingaqu yg sedang dijilati Adi, hembusan nafasnya membuat buloe kudukku merinding. Tangannya menjalar ke dadaqu dan mengeloearkan buah dadaqu yg satu lagi. Diremasinya buah dada itu dan pentilnya dipilinpilin, kadang dipencet atau digesekgesekkan dgn jarinya hingga menyebabkan benda itu semakin membengkak. Badanku serasa lemas tak berdaya, pasrah membiarkan mereka menjarah badanku.

Melihatku semakin pasrah, mereka semakin menjadijadi. Kini Fariz memagut bibirku, bibir tebal itu menyedotnyedot bibirku yg mungil, lidahnya masuk ke muloetku dan menjilati rongga di dalemnya, kubalas dgn menggerakkan lidahku sehingga lidah kami saling jilat, saling hisap, sementara tangannya telah meremas bongkahan bokongku, kadang jarijarinya menekan anusku. Tonjolan keras di balik celana Adi terasa menekan bokongku. Secara refleks aqu menggerakkan tanganku ke belakang dan merabaraba tonjolan yg masih terbungkus celana itu.

Buah dada kananku yg telah ditinggalkan Fariz jadi basah dan meninggalkan bekas gigitan kini beralih ke tangan Adi, dia kelihatan senang sekali memainkan pentilku yg sensitif, setiap kali dia pencet benda itu dgn agak keras badanku menggelinjang disertai desahan. Si Jembloenk malah telah membuka celananya dan mengeloearkan kemaluannya yg telah tegang. Masih sembari berciuman, kugerakkan mataqu memperhatikan miliknya yg panjang dan berwarna gelap tetapi diameternya tak besar, ya sesuailah dgn badannya yg kerempeng itu.

Diraihnya tanganku yg sedang meraba selangkangan Adi ke kemaluannya, kugenggam benda itu dan kurasakan getarannya, satu genggamanku tak cukup menyeloebungi benda itu, jadi ukurannya kirakira dua genggaman tanganku.

Ini aja Ci, burung gua kedinginan nih, tolong hangatin dong! pintanya.
Ahh.. Eemmhh! desahku sembari mengambil udara begitu Fariz melepas cumbuannya.
Gua juga mau dong, udah gak tahan nih! ujar Fariz sembari membuka celananya.

Wow, sepertinya dia memang ada darah Arab, soalnya ukurannya bisa dibilang menakjubkan, panjang sih tak beda jauh dari Jembloenk tetapi yg ini lebih berurat dan lebar, dgn ujungnya yg disunat hingga menyerupai helm tentara. Jantungku jadi tambah berdegup membaygkan akan ditusuk olehnya, berani taruhan punya si Adi juga pasti kalah darinya.

Adi melepaskan dekapannya padaqu untuk membuka celana, saat itu Fariz menekan bahuku dan memintaqu berloetut. Aqu pun berloetut karena kakiku memang telah lemas, kedua kemaluan tersebut bagaikan pistol yg ditodongkan padaqu, tak.. bukan dua, sekarang malah tiga, karena Adi juga telah mengeloearkan miliknya. Benar kan, milik Fariz memang paling besar di antara ketiganya, disusul Adi yg lebih berisi daripada Jembloenk. Mereka bertiga berdiri mengelilingiku dgn senjata yg mengarah ke wajahku.

Ayo Ci, jilat, siapa duloe yg mau loe servis
Yg gua aja duloe Ci, dijamin gue banget!
Ini aja duloe Ci, gua punya lebih gede, pasti puas deh!

Cerita Panas Ngentot Main Ber 4 Didalam Lift Kampus Demikian mereka saling menawarkan kemaluannya untuk mendapat servis dariku seperti sedang kampanye saja, mereka menepuknepuk miliknya pada wajah, hidung, dan bibirku sampai aqu kewalahan menentukan pilihan.

Aduh.. Iyaiya sabar dong, semua pasti kebagian.. Kalo gini terus gua juga bingung dong! kataqu sewot sembari menepis senjata mereka dari mukaqu.
Wah.. Marah nih, ya udah kita biarin Citra yg milih aja, demokratis kan? kata Jembloenk.
Setelah kutimbangtimbang, tangan kiriku meraih kemaluan Jembloenk dan yg kanan meraih milik Fariz laloe memasukkannya pelanpelan ke muloet.

Weh.. Sialan loe, gua hanya kebagian tangannya aja! gerutu Jembloenk pada Fariz yg hanya ditanggapinya dgn nyengir tanda kemenangan.
Wah gua kok gak diservis Ci, gimana sih! Adi protes karena merasa diabaikan olehku.
Sebenarnya bukan mengabaikan, tetapi aqu harus memakai tangan kananku untuk menuntun kemaluan Fariz ke muloetku, setelah itu barulah kugerakkan tanganku meraih kemaluan Adi untuk menenangkannya. Kini tiga kemaluan kukocok sekaligus, dua dgn tangan, satu dgn muloet.

Lima belas menit lewat telah, aqu ganti mengoral Adi dan Fariz kini menerima tanganku. Tak lama kemudian, Jembloenk yg ingin mendapat kenikmatan lebih dalem melepaskan kocokanku dan pindah berloetut di belakangku. Kaitan breast houlderku dibukanya sehingga breast houlder tanpa tali pundak itu terlepas, begitu juga celana dalem hitamku yg masih tersangkut di kaki ditariknya lepas. Lima menit kemudian tangannya menggeraygi buah dada dan kemaluanqu sembari menjilati leherku dgn lidahnya yg panas dan kasar. Bokongku dia angkat sedikit sampai agak menungging.

Kemudian aqu menggeliat sewaktu kurasakan hangat pada liang kemaluanqu. Kemaluan Jembloenk telah menyentuh kemaluanqu yg basah, dia tak memasukkan semuanya, hanya sebagian dari kepalanya saja yg digeseknya pada bibir kemaluanqu sehingga menimbulkan sensasi geli saat kepalanya menyentuh klitorisku.

Uhh.. Nakal yah loe! kataqu sembari menengok ke belakang.
Aahh..! jeritku kecil karena selesai berkata demikian Jembloenk mendorong pinggulnya ke depan sampai kemaluan itu amblas dalem kemaluanqu.

Dgn tangan mencengkeram buah dadaqu, dia mulai menggenjot badanku, kemaluannya bergesekan dgn dinding kemaluanqu yg bergerinjalgerinjal. Aqu tak bisa tak mengerang setiap kali dia menyodokku.

Hei Ci, yg gua jangan ditinggalin nih sahut Adi seraya menjejalkan kemaluannya ke muloetku sekaligus meredam eranganku.

Cerita Hot Ngentot Main Ber 4 Didalam Lift Kampus Aqu semakin bersemangat mengoral kemaluan Adi sembari menikmati sodokansodokan Jembloenk, kemaluan itu kuhisap kuat, sesekali lidahku menjilati helmnya. Jurusku ini membuat Adi blingsatan tak karuan sampai dia menekannekan kepalaqu ke selangkangannya. Kocokanku terhadap Fariz juga semakin dahsyat hingga desahan ketiga lelaki ini memenuhi ruangan lift.

Teknik oralku dgn cepat mengirim Adi ke puncak, kemaluannya seperti membengkak dan berdenyutdenyut, dia mengerang dan meremas rambutku..

Oohh.. Anjing.. Ngecret nih gua!!
Muncratlah cairan kental itu di muloetku yg langsung kujilati dgn raqusnya. Keloearnya banyak sekali sehingga aqu harus buruburu menelannya agar tak tumpah. Setelah lepas dari muloetku pun aqu masih menjilati sisa sperma pada batangnya. Fariz memintaqu agar menurunkan frekuensi kocokanku.

Gak usah buruburu.. demikian katanya.
Cepetan Blunk, kita juga mau ngerasain kemaluannya, kebelet nih! kata Fariz pada Jembloenk.
Sabar jek.. Uuhh.. Nanggung dikit lagi.. Eemmhh! jawab Jembloenk dgn terengahengah.
Genjotan Jembloenk semakin kencang, nafasnya pun semakin memburu menandakan bahwa dia akan orgasme. Kami mengatur tempo genjotan agar bisa keloear bersama.
Uhh.. Uhh.. Udah mau Ci, boleh di dalem gak? tanyanya.
Jangan.. gue lagi subur.. Ah.. Aahh!! desahku bersamaan dgn klimaks yg menerpa.
Hei, jangan sembarangan buang peju, ntar gua mana bisa jilatin kemaluannya! tegur Adi.
Jembloenk menyusul tak sampai semenit kemudian dgn meremas kencang buah dadaqu hingga membuatku merintih, kemudian dia mencabut kemaluannya dan menumpahkan isinya ke punggungku.

Ok, next please Jembloenk mempersilakan giliran berikut.

Adi langsung menyambut badanku dan memapahku berdiri. Disandarkannya punggungku pada dinding lift laloe dia mencium bibirku dgn lembut sembari tangannya meneloesuri lekuklekuk badanku, kami berfrench kiss dgn panasnya. Serangan Adi mulai turun ke buah dadaqu, tetapi hanya dia kuloem sebentar, laloe dia turun lagi hingga berjongkok di depan kemaluanqu. Gesper dan resleting rokku dia loecuti hingga rok itu merosot jatuh. Dia menatap dan mengendusi kemaluanqu yg tertutup rambut lebat itu, tangan kanannya mulai mengeloesi kemaloeanku sembari mengangkat paha kiriku ke bahunya. Jarijarinya mengorek liang kemaluanqu hingga mengenai klitoris dan Gspotku.

Sshh.. Di.. Oohh.. Aahh!! desisku sembari meremas rambutnya sewaktu lidahnya mulai menyentuh bibir kemaluanqu.
Aqu mengigitgigit bibir menikmati jilatan Adi pada kemaluanqu, lidahnya bergerakgerak seperti ular di dalem kemaluanqu, daging kecil sensitifku juga tak loeput dari sapuan lidah itu, kadang diselingi dgn hisapan. Hal ini membuat badanku menggeliatgeliat, mataqu terpejam menghayati permainan ini. Tibatiba kurasakan sebuah gigitan pelan pada pentil kiriku, mataqu membuka dan menemukan kepala Jembloenk telah menempel di sana sedang mengenyot buah dadaqu. Fariz berdiri di sebelah kananku sembari meremas buah dadaqu yg satunya.
Ci, buah dada loe gede banget sih, ukuran BHnya berapa nih? tanyanya.
Eenngghh.. Gua 34B.. Mmhh! jawabku sembari mendesah.
Udah ada pacar lo Ci? tanyanya lagi.

Cerita saru Ngentot Main Ber 4 Didalam Lift Kampus Aqu hanya menggeleng dgn badan makin menggeliat karena saat itu lidah Adi dgn liar menyentilnyentil klitorisku. Sensasi ini ditambah lagi dgn Fariz yg menyapukan lidahnya yg tebal ke leher jenjangku dan mengeloesi bokongku. Sebeloem sempat mencapai klimaks, Adi berhenti menjilat kemaluanqu. Dia mulai berdiri dan menyuruh kedua temannya menyingkir duloe.
Minggir duloe jek.. Gua mo nyoblos nih! Walah.. Nih buah dada jadi bau jigong loe gini Blunk! omelnya pada Jembloenk yg hanya ditanggapi dgn seringainya yg mirip kuda nyengir.
Paha kiriku diangkat hingga pinggang, laloe dia menempelkan kepala kemaluannya pada bibir kemaluanqu dan mendorongnya masuk perlahanlahan.

Ooh.. Di.. Aahh.. Ahh! desahku dgn memeloek erat badannya saat dia melaqukan penetrasi.
Aakkhh.. Yahud banget kemaluan loe Ci.. Seretseret basah!
Kemudian Adi mulai memompa badanku, rasanya sungguh sulit diloekiskan. Kemaluan kokoh itu menyodoknyodokku dgn brutal sampai badanku terlonjaklonjak, keringat yg bercucuran di badanku membasahi dinding lift di belakangku. Eranganku kadang teredam oleh loematan bibirnya terhadapku. Senjatanya keloearmasuk berkalikali hingga membuat mataqu meremmelek merasakan sodokan yg nikmat itu. Aqu pun ikut maju mundur merespons serangannya. Saat itu kedua temannya hanya menonton sembari memegangi senjata masingmasing, mereka juga menyoraki Adi yg sedang menggenjotku seolah memberi semangat.
Sementara dia berpacu di antara kedua pahaqu, aqu mulai merasakan klimaks yg akan kembali menerpa. Badanku bergetar hebat, peloekanku terhadapnya juga semakin erat. Akhirnya keloearlah desahan panjang dari muloetku bersamaan dgn melelehnya cairan kewanitaanku lebih banyak daripada sebeloemnya. Namun dia masih bersemangat menggenjotku, bahkan bertambah kencang dan bertenaga, nafasnya yg menderuderu menerpa wajahku.

Uuhh.. Uuh.. Ci.. Yeeahh.. Hampir! geramnya di dekat wajahku.
Badannya berkelojotan diiringi desahan panjang, kemudian ditariknya kemaluannya lepas dari kemaluanqu dan menyemprotlah isinya di perutku. Dia pun laloe ambruk ke depanku sembari memagut bibirku mesra. Karena Adi melepaskan pegangannya terhadapku, pelanpelan badanku merosot hingga terduduk bagai tak bertulang, begitu pun dgnnya yg bersandar di lift dgn nafas ngosngosan. Aqu meminta Jembloenk mengambilkan tissue dari tasku, aqu laloe menyeka keringat di keningku juga ceceran sperma pada perutku sembari menjilat jarijariku untuk mendapatkan ceceran sperma itu. Hingga kini pakaian yg masih tersisa di badanku hanya sepatu dan kaos yg telah terguloeng ke atas.

Cerita Sex Ngentot Main Ber 4 Didalam Lift Kampus Tenggang saat ke babak berikutnya kurang dari lima menit, Fariz setelah meminta ijin dahuloe, memegangi kedua pergelangan kakiku dan membentangkannya. Ditatapnya sebentar loebang merah merekah di tengah buloebuloe hitam itu, kedua temannya juga ikut memandangi daerah itu.

Ayo dong.. Pada liatin apa sih, maloe ah! kataqu dgn memalingkan muka karena merasa risi dipelototi bagian ituku, namun sesungguhnya aqu malah menikmati menjadi objek seks mereka.
Hehehe.. Maloe apa mau nih! ujar Jembloenk yg berjongkok di sebelahku sembari mencubit pentilku.
Loe udah gak virgin sejak kapan Ci? Kok kemaluannya masih OK? tanya Fariz sembari menatap liang itu lebih dekat.
Enam belas, saat SMA duloe jawabku.

Kami ngobrolngobrol sejenak diselingi senda gurau hingga akhirnya aqu meminta lagi karena gairahku telah kembali, ini dipercepat oleh tangantangan mereka yg selaloe merangsang titiktitik sensitifku. Fariz menarikku sedikit ke depan mendekatkan kemaluannya pada kemaluanqu laloe mengarahkan benda itu pada sasarannya. Uuh.. Kemaluanqu benarbenar terasa sesak dan penuh dijejali oleh kemaluannya yg perkasa itu. Cairan kemaluanqu melicinkan jalan masuk baginya.

Aa.. aadduhh, pelanpelan dong! aqu mendesah lirih sesaat Fariz mendorong agak kasar. Sembari menggeramgeram, dia memasukkan kemaluannya sedikit demi sedikit hingga terbenam seloeruhnya dalem kemaluanqu.
Eengghh.. Ketat abis, kemaluan Cina emang sipp! ceracaunya.

Dia menggenjot badanku dgn liar, semakin tinggi tempo permainannya, semakin aqu dibuatnya kesetanan. Sementara Jembloenk sedang asyik bertukar loedah dgnku, lidahku saling jilat dgn lidahnya yg ditindik, tanganku menggenggam kemaluannya dan mengocoknya. Sebuah tangan meraih buah dadaqu dan meremasnya lembut, ternyata si Adi yg berloetut di sebelahku.

Bersihin dong Ci, masih ada sisa tadi! pintanya dgn menyodorkan kemaluannya ke muloetku saat muloet Jembloenk berpindah ke leherku.

Serta merta kuraih kemaluan itu, hhmm, masih lengketlengket bekas persenggamaan barusan, kupakai lidahku menyapu batangnya, setelah beberapa jilatan baru kumasukkan ke muloet, aqu dapat melihat ekspresi kenikmatan pada wajahnya akibat teknik oralku.
Tak lama kemudian, Jembloenk berkelojotan dan bergumam tak jelas, sepertinya dia akan klimaks. Melihat reaksinya kupercepat kocokanku hingga akhirnya cret.. cret.. Spermanya berhamburan mendarat di sekitar dada dan perutku, tanganku juga jadi belepotan cairan seperti susu kental itu. Saat itu aqu masih menikmati sodokan Fariz sembari menguloem kemaluan Adi.

Kemudian Adi mengajak berganti posisi, aqu dimintanya berposisi doggy, Fariz dari belakang kembali menusuk kemaluanqu dan dari depanku Adi menjejalkan kemaluannya ke muloetku. Kuloemanku membuat Adi berkelojotan sembari meremasremas rambutku sampai ikat rambutku terlepas dan terurailah rambutku yg sebahu itu. Kemaluan itu bergerak keloearmasuk semakin cepat karena kemaluanqu juga telah basah sekali.

Cerita Bokep Ngentot Main Ber 4 Didalam Lift Kampus Tak sampai sepuloeh menit kemudian muncratlah sperma Adi memenuhi muloetku, karena saat itu genjotan Fariz bertambah ganas, hisapanku sedikit buyar sehingga cairan itu tumpah sebagian meleleh di pinggir bibirku. Setelah Adi melepas kemaluannya, aqu bisa lebih fokus melayani Fariz, aqu ikut menggoyg pinggulku sehingga sodokannya lebih dalem.

Bunyi plokplokplok terdengar dari hentakan selangkangan Fariz dgn bokongku. Muloetku terus mengeloearkan desahandesahan nikmat, sampai beberapa menit kemudian badanku mengejang hebat yg menandakan orgasmeku. Kepalaqu menengadah dan mataqu membeliakbeliak, sungguh fantastis kenikmatan yg diberikan olehnya. Kontraksi otototot kemaloeanku sesaat orgasme membuatnya merasa nikmat juga karena otototot itu semakin menghimpit kemaluannya, hal ini menyebabkan goygannya semakin liar dan mempercepat orgasmenya. Dia mendengusdengus berkelojotan laloe tangannya menarik rambutku sembari mencabut kemaluannya.

Aduhduh, sakit.. Mau ngapain sih? rintihku.

Dia tarik rambutku hingga aqu berloetut dan disuruhnya aqu membuka muloet. Di depan wajahku dia kocok kemaluannya yg langsung menyemburkan lahar putih. Semprotan itu membasahi wajahku sekaligus memenuhi muloetku.

Gila, banyak amat sih, sampai basah gini gua! kataqu sembari menjilati kemaluannya melaqukan cleaning service.

Setelah menuntaskan hasrat, Fariz melepaskanku dan mundur terhuyunghuyung sampai bersandar di pintu lift dimana badannya merosot turun hingga terduduk lemas. Dgn sisasisa tenaga aqu menyeret badanku ke tembok lift agar bisa duduk bersandar. Suasana di dalem lift jadi panas dan pengap setelah terjadi pergulatan seru barusan. Aqu mengatur kembali nafasku yg putusputus sembari menjilati sperma yg masih belepotan di sekitar muloet, aqu bisa merasakan lendir hangat yg masih mengalir di selangkanganku.

Adi telah memakai kembali celananya tetapi masih terduduk lemas, dia mengeloearkan sebotol aqua dari tas loesuhnya, Jembloenk sedang berjongkok sembari menghisap rokok, dia beloem memakai celananya sehingga batang kemaloeannya yg mulai layu itu dapat terlihat olehku, Fariz masih ngosngosan dan meminta Adi membagi minumannya. Setelah minum beberapa teguk, Fariz menawarkan botol itu padaqu yg juga langsung kuraih dan kuminum. Kuteteskan beberapa tetes air pada tissue untuk melap wajahku yg belepotan.

Kami ngobrolngobrol ringan dan bertukar nomor HP sembari memulihkan tenaga. Aqu mulai memunguti pakaianku yg tercecer. Setelah berpakaian lengkap dan mengucir kembali rambutku, kami bersiapsiap pulang. Adi menekan tombol lift dan lift kembali meloencur ke bawah. Lantai dasar telah sepi dan gelap, jam telah hampir menunjukkan pukul tujuh. Lega rasanya bisa menghirup udara segar lagi setelah keloear gedung ini, kami pun berpisah di depan gedung sipil, mereka keloear lewat gerbang samping dan aqu ke tempat parkir.

Dalem perjalanan pulang, aqu tersenyumsenyum sendiri sembari mendengar aloenan musik dari CDplayer di mobilku, masih terngiangngiang di kepalaqu kegilaan yg baru saja terjadi di lift kampus.

Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:

Kamis, 18 Oktober 2018

Cerita Dewasa Gadis Manja Ketagihan Saat di Entot

Cerita Sex - Ini berkisah "Cerita Sex di Paksa Ngentot Sama Kak Irwan" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.



Setelah hujan lebat mengguyur tadi malam, saya di panggil oleh salah satu rumah untuk membenahi antene yang kacau akibat kena hujan angin tadi malam, yang memanggil rupanya ibu Bela memang sebelumnya saya udah pernah kenal dengan bu Bela, setelah mendapat panggilan langsung saya tancap gas menuju rumahnya dengan motor bebekku.

Hingga di rumah Ibu Bela, saya disambut oleh anaknya yang masih SMP kelas 2, namanya Citra. Karena saya sudah beberapa kali ke rumahnya maka tentu saja Citra segera menyuruhku masuk. Ketika itu suasana di rumah Ibu Bela sepi sekali, cuma ada Citra yang masih mengenakan seragam sekolah, kelihatannya dia juga baru pulang dari sekolah.

“Jam berapa sich Ibumu pulang, Nit..?”

“Biasanya sih yah, sore antara jam 5-an,” jawabnya.

“Iya, tadi Oom disuruh ke sini buat betulin parabola. Apa masih nggak keluar gambar..?”

“Betul, Oom… sampai-hingga Citra nggak bisa nonton Diantara Dua Pilihan, rugi deh..”

“Coba yah Oom betulin dulu parabolanya…” Lalu segera saya naik ke atas genteng dan singkat kata cuma butuh 20 mecitsaja untuk membetulkan posisi parabola yang tergeser karena tertiup angin.

Nah, awal pengalaman ini berawal ketika saya akan turun dari genteng, kemudian minta tolong pada Citra untuk memegangi tangganya. Ketika itu Citra sudah mengganti baju seragam sekolahnya dengan kaos longgar ala Bali.

Kedua tangan Citra terangkat ke atas memegangi tangga, akibatnya kedua lengan kaosnya melorot ke bawah, dan ujung krahnya yang kedodoran menganga lebar. Pembaca pasti ingin ikut melihat karena dari atas pemandangannya sangat transparan.

Ketiak Citra yang ditumbuhi bulu-bulu tipis sangat sensual sekali, lalu dari ujung krahnya terlihat gumpalan toketnya yang kencang dan putih mulus. Batang kemaluanku seketika berdenyut-denyut dan mulai mengeras. Sebuah pemandangan yang merangsang.

Citra tak memakai BH, mungkin gerah, toketnya berukuran sedang tetapi jelas kelihatan kencang, namanya juga toket remaja yang belum terkena polusi. Dengan menahan nafsu, saya pelan-pelan menuruni tangga sambil sesekali mataku melirik ke bawah. Citra tampak tak menyadari kalau saya sedang menikmati keindahan toketnya.

Tetapi yah.. sebaiknya begitu. Gimana jadinya kalau dia tahu lalu tiba-tiba tangganya dilepas, dijamin minimal pasti patah tulang. Yang pasti setelah selamat hingga ke bumi, pikiranku jadi kurang konsentrasi pada tugas.

Saya baru menyadari kalau sekarang di rumah ini cuma ada kami berdua, saya dan seorang gadis remaja yang cantik. Citra memang cantik, dan tampak sudah dewasa dengan mengenakan baju santai ketimbang seragam sekolah yang kaku.

Seperti biasanya, mataku menaksir wcitra habis wajah lalu turun ke betis lalu naik lagi ke dada. Kelihatannya pantas diberi nilai 99,9. Sengaja kurang 0,1 karena perangkat dalamnya kan belum ketahuan.

“Oom kok memandang saya begitu sih.. saya jadi malu dong..” katanya setengah manja sambil mengibaskan majalah ke mataku.

“Wahh… sorry deh Nit… habis selama ini Oom baru menyadari kecantikanmu,” sahutku sekenanya, sambil tanganku menepuk pipinya.

Wajah Citra langsung memerah, barangkali tersinggung, emang dulu-dulunya nggak cakep.

“Idihh… Oom kok jadi gecitdeh..” Duilah senyumnya bikin hati gemas, terlebih merasa dapat angin harapan.

Setelah itu saya mencoba menyalakan TV dan langsung muncul RCTI Oke. Beres deh, tinggal merapikan kabel-kabel yang berantakan di belakang TV.

“Coba Nit.. bantuin Oom pegangin kabel merah ini…”

Dan karena posisi TV agak rendah maka Citra terpaksa jongkok di depanku sambil memegang kabel RCA warna merah. Kaos terusan Citra yang pendek tak cukup untuk menutup seluruh kakinya, akibatnya sudah bisa diduga.

Pacuma yang mulus dan putih bersih berkilauan di depanku, bahkan sempat terlihat warna celana dalam Citra.

Seketika jantungku seperti berhenti berdetak lalu berdetak dengan cepatnya. Dan bertambah cepat lagi kala tangan Citra diam saja ketika kupegang untuk mengambil kabel merah RCA kembali. Punggung tangannya kubelai, diam saja sambil menundukkan wajah. saya pun segera memperbaiki posisi.

Kala tangannnya kuremas Citra telah mengeluarkan keringat dingin. Lalu pelan-pelan kudongakkan wajahnya serta kubelai sayang rambutnya.

“Citra, kamu cantik sekali.. Boleh Oom menciummu?” kataku kubuat sesendu mungkin.

Citra cuma diam tetapi perlahan matanya terpejam. Bagiku itu adalah jawaban. Perlahan kukecup keningnya lalu kedua pipinya.

Dan setengah ragu saya menempelkan bibirku ke bibirnya yang membisu. Tanpa kuduga dia membuka sedikit bibirnya. Itu pun juga sebuah jawaban. Selanjutnya terserah anda.

Segera kulumat bibirnya yang empuk dan terasa lembut sekali. Lidahku mulai menggeliat ikut meramaikan suasana. Tak kuduga pula Citra menyambut dengan hangat kehadiran lidahku, Citra mempertemukan lidahnya dengan milikku.

Kujilati seluruh rongga mulutnya sepuas-puasnya, lidahnya kusedot, Citra pun mengikuti caraku.

Pelan-pelan tubuh Citra kurebahkan ke lantai. Mata Citra menatapku sayu. Kubalas dengan kecupan lembut di keningnya lagi. Lalu kembali kulumat bibirnya yang sedikit terbuka. Tanganku yang sejak tadi membelai rambutnya, rasanya kurang pas, kini ketika yang tepat untuk mulai mencari titik-titik rawan. Kusingkap perlahan ujung kaosnya mirip ular mengincar mangsa.

Karena Citra memakai kaos terusan, pacuma yang mulus mulai terbuka sedikit demi sedikit. Sengaja saya bergaya softly, karena sadar yang kuhadapi adalah gadis baru berusia sekitar 14 tahun. Harus penuh kasih sayang dan kelembutan, sabar menunggu hingga sang mangsa mabuk.

Dan kelihatannya Citra bisa memahami sikapku, kala saya kesulitan menyingkap kaosnya yang tertindih pantat, Citra sedikit mengangkat pinggulnya. Wah, sungguh seorang wcitra yang penuh pengertian.

“Ahhh.. Ahhh..” cuma suara erangan yang muncul dari bibirnya kegelian ketika mulutku mulai mencium batang lehernya. Sementara tanganku sedikit menyentuh ujung celana dalamnya lalu bergeser sedikit lagi ke tengah. Terasa sudah lembab celana dalam Citra.

Tanganku menemukan gundukan lunak yang erotis dengan belahan tepat ditengah-tengahnya. saya tak kuasa menahan gejolak hati lagi, kuremas gemas gundukan itu. Citra memejamkan matanya rapat-rapat dan menggigit sendiri bibir bawahnya.

Hawa yang panas menambah panas tubuhku yang sudah panas. Segera kulucuti bajuku, juga celana panjangku hingga tinggal tersisa celana dalam saja. Tanpa ragu lagi kupelorotkan celana dalam Citra. Duilah.. Baru kali ini saya melihat bukit kemaluan seindah milik Citra.

Luar biasa.. padahal belum ada sehelai bulu pun yang tumbuh. Bukitnya yang besar putih sekali. Dan ketika kutekuk lutut Citra lalu kubuka kakinya, tampak bibir kemaluannya masih bersih dan sedikit kecoklatan warnanya.

Citra tak tahu lagi akan keadaan dirinya, belaianku berhasil memabukkannya. Ia cuma bisa medesah-desah kegelian sambil meremasi kaosnya yang sudah tersingkap setinggi perut. Begitulah wcitra. Gam-gam-sus (gampang gampang susah) apa sus-sus-gam (susah susah gampang).

Tak sabar lagi saya membiarkan sebuah keindahan terbuka sia-sia begitu saja. saya segera mengarahkan wajahku di sela-sela paha Citra dan menenggelamkannya di pangkal pertemuan kedua kakinya. Mulutku kubuka lebar-lebar untuk bisa melahap seluruh bukit kemaluan Citra. Bau semerbak tak kuhiraukan, kuanggap semua kemaluan wcitra yah begini baunya.

Lidahku menjuluri seluruh permukaan bibir kemaluannya. Setiap lendir kujilati lalu kutelan habis dan kujilati terus. Kujilati sepuas-puasnya seisi selangkangan Citra hingga bersih. Lidahku bergerak lincah dan keras di tengah-tengah bibir kemaluannya. Dan ketika lidahku mengayun dari bawah ke atas hingga tepat jatuh di klitorisnya, Kujepit klitorisnya dengan gemas dan lidahku menjilatinya tanpa kompromi.

Citra tak sanggup lagi untuk berdiam diri. Badannnya memberontak ke atas-bawah dan bergeser-geser ke kiri-kanan. Segala ujung syarafnya telah terkontaminasi oleh kenikmatan yang amat sangat dashyat.

Sebuah kenikmatan yang bersumber dari lidahku mengorek klitorisnya tetapi menyebar ke seantero tubuhnya. Citra sudah tak mengenal lagi siapa dirinya, boro-boro mikir, untuk bernafas saja tak bisa dikontrol. saya jadi semakin ganas dan melupakan softly itu siapa.

Batang kejantananku sudah amat sangat besar bergemuruh seluruh isinya. Demi melihat Citra tersenggal-senggal, segera kutanggalkan modal terakhirku, celana dalam. Tanpa ba. bi. bu. be. bo segera kuarahkan ujung kemaluanku ke pangkal selangkangan Citra. Sekilas saya melihat Citra mendelik kuatir melihat perubahan perangaiku.

Batang kemaluanku memang kelewatan besarnya belum lagi panjangnya yang hampir menyentuh pusar bila berdiri tegak. Citra kelihatannya ngeri dan mulai sadar ingatannya, kakinya agak tegang dan berusaha merapatkan kedua kakinya.

“Ampun Oom.. jangan Ooommm.. ampun Oommm.jangannn…” Tangan Citra mencoba menghalau kedatangan senjataku yang siap mengarah ke pangkal pahanya.

Merasa mendapat perlawanan, sejenak saya jadi agak bingung, tetapi untunglah saya memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapinya. Segera saya meminta maaf sambil tanganku kembali membelai rambutnya yang terurai agak acak-acakan.

“Citra takut Oom. Nanti kalau Mama tahu pasti Citra dimarahin. Dan lagi Citra nggak pernah kayak ginian. Citra juga jadi malu..” Katanya setengah mau menangis dan membetulkan kaosnya untuk menutupi tubuhnya.

“Jangan kuatir Nit. Oom tak bermaksud jahat terhadap kamu. Oom sayang sekali sama Citra. Dan lagi Citra jangan takut sama Oom. Semua orang cepat atau lambat pasti akan merasakan kenikmatan hubungan ‘beginian’. Jangan takut ‘beginian’ karena ‘beginian’ itu enak sekali.”

“Iya, tetapi Citra nggak tahu harus bagaimana dan kenapa tahu-tahu Citra jadi begini..?” Air mata Citra mulai mengalir dari pojok matanya. Melihat itu saya segera memeluknya agar bisa menenangkannya.

Agak lama saya memberi ceramah dan teori edan secara panjang lebar, hingga akhirnya Citra bisa memahami seluruhnya. Dan sesekali senyumnya mulai muncul lagi.

“Coba sekarang Citra belajar pegang ‘anunya’ Oom, bagus khan,” saya meraih tangannya lalu membimbingnya ke batang kejantananku. Tangannya kaku sekali tetapi setelah perlahan-lahan kuelus-eluskan pada batang kejantananku, otot tangannya mulai mengendor.

Lalu tangannya mulai menggenggam batang kejantananku. Pelan-pelan tangannya kutuntun maju-mundur. Kelembutan tangannya membuat batang kejantananku mulai bergerak membesar, hingga akhirnya tangan Citra tak cukup lagi menggenggamnya. Dan Citra kelihatan menikmatinya, tanpa kuajari lagi tangannya bergerak sendiri.

“Ahhh.. enak sekali Nit.. aaahhh.. kamu memang anak yang pintar.. ahhhh..” mulutku tak sanggup menahan kenikmatan yang mulai menjalari seluruh syarafku. Sementara itu tangan kiriku mulai meremas toketnya yang masih tertutup kaos Bali yang tipis.

Belum pernah saya meremas toket sekeras milik Citra. Tangan kananku yang satu meraih kepalanya lalu dengan cepat kulumat bibirnya. Lidahku menjulur keluar menelusuri setiap sela rongga mulutnya. Hingga akhirnya lidah Citra pun mengikuti yang kulakukan. Dari matanya yang terpejam saya bisa merasakan kenikmatan tengah membakar tubuhnya.

Segera saya meminta Citra untuk melepas kaosnya agar lebih leluasa. Dan tanpa ragu-ragu Citra segera berdiri lalu menarik kaosnya ke atas hingga melampaui kepalanya. Batang kejantananku semakin berdenyut-denyut menyaksikan tubuh mungil Citra tanpa mengenakan selembar benang.

Tubuhnya yang sintal dan putih bersih membakar semangatku. Betul-betul sempurna. Kedua toketnya menggelembung indah dengan puting yang mengarah ke atas mengingatkanku pada toket Holly Hart (itu lho salah satu koleksi Playboy).

“Nit, tubuhmu luar biasa sekali.. Hebat!” Pujianku membuat wajahnya memerah barangkali menahan malu.

“Oomm, boleh nggak Citra mencium ‘itu’nya Oom?” Citra tersipu-sipu menunjuk ke selangkanganku. Rasanya tak etis kalau saya menolaknya.

Lalu sambil duduk di sofa saya menelentangkan kedua kakiku.

“Tentu saja boleh kalau Citra menyukainya..” Kubikin semanis mungkin senyumku.

Citra pun mengambil posisi dengan berjongkok lalu kepalanya mendekati selangkanganku. Mulanya cuma mencium dan mengecup seputar kepala batang kejantananku. Pelan-pelan lidahnya mulai ikut berperan aktif menjilat-jilatinya.

Citra kelihatan keenakan mendapat mainan baru. Dengan rakus lidahnya menyusuri sekeliling batang kejantananku. Sensasi yang luar biasa membuatku gemas meremasi kedua toketnya.

“Aaduuhhh… enak sekali Nit.. Teruss.. Nitt, coba ke sebelah sini,” kataku sambil menunjuk ke buah pelirku. Citra segera paham lalu mejulurkan lidahnya ke pelirku. Citra menggerakkan lidahnya ke kanan-kiri atas-bawah.

“Oomm, ke kamar Citra aja yuk biar nggak gerah..” Sahutnya mengajak ke kamarnya yang ber-AC.

“Terserah Citra aja dehh..” balasku.

Begitu Citra merebahkan tubuhnya ke spring bed, saya tak mau menunggu terlalu lama untuk merasakan tubuh indahnya. Segera kutindih dan kucumbui. Sekujur tubuhnya tak ada yang kusia-siakan. Terutama di toketnya yang aduhai.

Tanganku seakan tak pernah lepas dari liang kewcitraannya. Setiap tanganku menggosok klitorisnya, tubuh Citra menggerinjal entah mengapa. Sementara itu batang kejantananku seperti akan meledak menahan tekanan yang demikian besarnya.

Akhirnya kutuntun batang kejantananku ke arah liang kewcitraan Citra. Liang kewcitraan Citra yang telah kebanjiran sangat berguna sekali, bibir kemaluannya yang kencang memudahkan batang kejantananku menyelinap ke dalam. Sedikit-sedikit kudorong maju. Dan setiap dorongan membuat Citra meremas kain sprei.

Kalau Citra merasa seperti kesakitan saya mundur sedikit, lalu maju lagi, mundur sedikit, maju lagi, mundur, maju, mundur, maju, “blesss…” Tak kusangka liang kewcitraan Citra mampu menerima batang kejantananku yang keterlaluan besarnya.

Begitu amblas seluruh batang kejantananku, Citra menjerit kesakitan. saya kurang menghiraukan jeritannya. Kenikmatan yang tak ada duanya telah merasuki tubuhku. Tetapi saya tetap menjaga irama permainanku maju-mundur dengan perlahan.

Menikmati setiap gesekan demi gesekan. Liang senggama Citra sempit sekali hingga setiap berdenyut membuatku melayang. Denyutan demi denyutan membuatku semakin tak mampu lagi menahan luapan gelora persetubuhan.

Terasa beberapa kali Citra mengejankan liang kewcitraannya yang bagiku malah memabukkan karena liang kewcitraannya jadi semakin keras menjepit batang kejantananku. Erangan, rintihan, dan jeritan Citra terus menggema memenuhi ruangan. Rupanya Citra pun menikmati setiap gerakan batang kejantananku.

Rintihannya mengeras setiap batang kejantananku melaju cepat ke dasar liang senggamanya. Dan mengerang lirih ketika kutarik batang kejantananku. Hingga akhirnya saya sudah tak bisa bertahan lebih lama lagi.

Ketika batang kejantananku melaju dengan kecepatan tinggi, meledaklah muatan di dalamnya. batang kejantananku menghujam keras, dan kandas di dasar jurang. Citra pun melengking panjang sambil mendekap kencang tubuhku, lalu tubuhnya bergetar hebat. Sebuah kenikmatan tanpa cela, sempurna.

Keesokkan harinya saya mendapat telepon dari Ibu Bela. Perasaanku mendadak tegang dan kacau, kuatir beliau mengetahui skandalku dengan anaknya. Mulanya saya tak berani menerimanya, tetapi daripada Ibu Bela nanti ngomongin semua perbuatanku pada teman sekerjaku, terpaksa kuterima teleponnya dengan nada gemetar.

“Hallooo.. apa kabar Bu Bela.”

“Oh baik, terima kasih lho, parabola Ibu sekarang sudah bagus, dan sekalian Ibu mau nanyakan ongkos servisnya berapa.. ”

“Ah. nggak usah deh, Bu.. Cuman rusak sedikit kok, cuma karena kena angin jadi arahnya berubah.”

“Jangan begitu, nanti Ibu nggak mau nyervis ke tempatmu lagi lho.”

“Wah.. tetapi saya cuman sebentar saja kerjanya.”

“Iya, bagaimanapun khan kamu sudah keluar keringat, jadi ibu mesti bayar. Nanti siang yach, kamu ke rumah ibu. Ibu tunggu lho.”

“Iya dech kalau Ibu maunya begitu, tetapi sebelumnya terima kasih, Bu.”

Begitulah akhirnya saya nongol lagi di rumah Ibu Bela. Lagi-lagi Citra yang menerimaku.

“Wah, terlambat Oom. Ibu dari tadi nungguin Oom datang. Barusan saja Ibu pergi arisan ke kantornya. Tetapi masuk saja Oom, soalnya ada titipan dari ibu.”

Hingga di dalam, kelihatannya Citra tengah belajar bersama dengan teman-temannya. Ada 3 orang cewek sebayanya lagi asyik membahas soal Fisika. Dan kedatanganku sedikit memecah konsentrasi mereka. Kuamati sekilas teman Citra kok cakep-cakep yach. saya membalas sapaan mereka yang ramah.

“Kenalin ini Oom aku yang baru datang dari Jawa Tengah.”

Kaget juga saya dikerjain Citra. Satu persatu kusalami mereka, Lusi, Ita, dan Indra. Senyum mereka ceria sekali. Di usia mereka memang belum mengenal kepahitan hidup. Semuanya serba mudah, mau ini tinggal bilang ke mama, mau itu tinggal bilang ke papa.

Dasar anak keju. Ketiganya memang jelas kelihatan anak orang kaya. Penampilan, gaya, dan kulit mulus mereka yang membedakan dari orang miskin. Lusi punya lesung pipit seperti aktris Italy. Ita wajahnya mengingatkanku pada seorang aktris sinetron yang lemah lembut, tetapi yang ini agak genit.

Indra yang berbadan paling besar mirip seorang aktris Mandarin. Persis aktris-aktris lagi makan rujak bareng. Habis saya paling bingung kalau mendeskripsikan wcitra cantik, rasanya nggak cukup selembar folio.

Aku menurut saja ketika tanganku di seret ke dalam oleh Citra sambil berpamitan pada temannya mau mengantar Oomnya ke kamar. Dan setelah mengunci pintu kamar, kekagetanku tambah satu lagi. Tubuhku langsung direbahkan ke kasur, lalu menindihku sambil mulutnya menciumiku.

“Oom, Citra mau lagi.” rengeknya manja. Ya, ampun sungguh mati saya nggak bisa menolaknya. saya pun segera membalas ciumannya. Nafsu birahiku menanjak tajam. Citra yang masih mengenakan seragam SMP-nya terguling ke samping hingga giliranku yang di atas.

Kancing bajunya satu demi satu kulepas. Buah dadanya yang terbungkus BH kuremas dengan gemas. Dari leher hingga perutnya kutelusuri agak brutal. Dan Citra yang meronta-ronta tak kuberi ampun sedikitpun.

Kakinya mengangkang lebar kala tanganku mulai merambat ke atas pacuma dan berhenti tepat di tengah selangkangan. Gundukan kemaluan yang empuk membuat tanganku gemetar kala meremasnya. Dan jari tengahku mencongkel sebuah liang yang menganga di tengahnya. Celana dalam Citra mulai lembab kelihatannya tak tahan menghadapi serangan yang bertubi-tubi.

Akupun sangat merindukan Citra, hingga rasanya tak sabar lagi untuk segera menancapkan batang kemaluanku. Segera kupeloroti celana dalamnya setelah roknya kusingkap ke atas. Kerinduan akan baunya yang khas membuat kepalaku tertarik ke arah kemaluan Citra, lalu kubenamkan di sela pahanya.

Mulutku memperoleh kenikmatan yang tiada tara kala mengunyah dan memainkan bibirku pada bibir kemaluannya. Citra pun semakin menggila gerakannya apalagi bila lidahku mengorek-ngorek isi kemaluannya. Nikmat sekali rasanya.

Klitorisnya yang menyembul kecil jadi sasaran bila Citra menghentak badannya ke atas. Sepertinya Citra sudah ‘out of control’ karena tangannya dengan kacau meremas segala yang dapat diraih. Demikian juga halnya denganku, entah berapa cc cairan memabukkan yang telah kureguk.

Batang kemaluanku yang sudah ‘maximal’ kuarahkan ke liang senggama Citra. Sekilas kulihat Citra menggigit bibirnya sendiri menanti kedatangan punyaku. Akupun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sangat langka ini.

Benar-benar kunikmati tiap tahapan batangku melesak ke dalam liang kemaluannya. Sedikit demi sedikit batang kemaluanku kutekan ke bawah. Indah sekali menyaksikan perubahan wajah Citra kala makin dalam kemaluanku menelusuri liang kemaluannnya. Akhirnya, “Blesss..”

Habis sudah seluruh batang kemaluanku terbenam ke liang kenikmatannya. Selanjutnya dengan lancar kutarik dan kubenamkan lagi. Makin lama makin asyik saja. Memang luar biasa kemaluan Citra, begitu lembut dan mencengkeram. Ingin rasanya berlama-lama dalam liang kemaluannya.

Semakin lama semakin dahsyat saya menghujamkan batangku hingga Citra menjerit tak kuasa menahan kenikmatan yang menjajahnya. Hingga akhirnya Citra berkelojotan sambil meremas ganas rambutku. Wajahnya tersapu warna merah seakan segenap pembuluh darahnya menegang kencang, hingga mulutnya meneriakkan jeritan yang panjang. Kiranya Citra tengah mengalami puncak orgasme yang merasuki segenap ujung syarafnya.

Menyaksikan pemandangan seperti ini membuatku makin cepat mengayunkan batang kemaluanku. Dan rasanya saya tak bisa menahan lebih lama lagi, lebih lama lagi.., lebih lama lagi. Secepatnya kucabut batang kemaluanku dan segera kuarahkan ke mulut Citra. Citra agak gugup menerima batang kemaluanku.

Tetapi nalurinya bekerja dengan baik, mulutnya segera menganga dan langsung mengulum batang kemaluanku. Dan kala saya meledakkan lahar, lidahnya menjilati sekujur batang kemaluanku. Tubuhku rasanya langsung luruh, tenagaku terkuras habis-habisan. Beberapa kali batang kemaluanku mengejut dan mengeluarkan lahar. Oh, my God..

Keasyikanku berdua dengan Citra membuat kami tak merasakan jam yang terus berjalan. Tak terasa hampir 3 jam kami meninggalkan teman-teman Citra di luar. Sekilas terdengar suara kasak-kusuk, seperti ada orang lagi mengintip perbuatan kami. Tetapi saking asyiknya menikmati tubuh Citra, saya jadi tak mempedulikannya.

Kulirik Citra masih tergolek tanpa penutup apa-apa dengan tubuh terlentang kelelahan. Wajahnya yang terlihat polos sangat indah dengan paduan tubuh kecil yang mulus. Kakinya masih membuka lebar, seperti sengaja memamerkan keindahan lekukan di selangkangannya. Gundukan kemaluannya memang belum berbulu sehingga jelas kelihatan bibir kemaluannya yang merah muda.

“Nit, teman-temanmu kelihatannya lagi pada ngintip lho.” kataku berbisik di telinganya.

“Hehhh..?” jawabnya sambil segera menutupi tubuhnya dengan selimut.

“Teman-temanmu…” sekali lagi saya meyakinkannya sambil menunjuk ke pintu.

“Wwaduhh, gimana nich.. Oom.”

“Tenang aja, cepat pakai baju lagi dan seakan-akan nggak ada apa-apa, okey?”

“Tetapi Citra jadi malu sama mereka dong,” katanya manja dan wajahnya berubah merah sekali.

“Sudah dech jangan dipikirin, anggap aja kita nggak tahu kalau mereka pada ngintip.”

Akhirnya kami keluar kamar juga, dan teman-teman Citra kelihatan sekali pura-pura sibuk mengerjakan soal-soal. Terlebih wajah mereka bertiga tersapu rona merah, dan tampak menahan senyum. Wah agak grogi juga saya untuk menyapa mereka. Sekali lagi saya tertolong oleh usiaku yang jauh di atas mereka. Kata orang langkah awal memang sulit untuk dilakukan.

“Hallo, belum selesai nich soal-soalnya?” kata awal yang akhirnya meluncur juga.

“Iya Oomm..” seperti koor mereka menjawab serentak. Dan makin memperlihatkan kegugupan mereka.
Boleh juga nich. Dan ide-ide cemerlang pun segera bermunculan, barangkali tak terpikirkan oleh seorang Einstein.

“Sebaiknya istirahat dulu biar fresh pikiran kita, jadi nanti kita akan dengan mudah mengerjakan soal-soal rumit kayak gitu,” Saranku menirukan seorang psikiater. Sebab menurut hematku mereka pasti juga turut terangsang mengintip perbuatan kami.

Dengan kata lain mereka menyetujui perbuatan itu, kalau nggak setuju yach jelas nggak mau ngintip. Jadi kesimpulannya kalau mereka mau mengintip berarti juga mau untuk berbuat seperti itu.

“Begini, Oom tahu kalau kalian tadi ngintip Oom di kamar. Tetapi kalian tak perlu kuatir sama Oom. Oom nggak marah kok. Malah senang bisa memberi kalian pelajaran baru. Tetapi Oom juga kepingin lihat kalian telanjang juga dong, biar adil namanya. Iya, nggak.?”

Seketika wajah mereka bertambah merah padam, antara malu dan takut.

“Maaf Oom, tadi kami tak sengaja mengintip.” kata Indra ketakutan sambil merapatkan pahanya.

“Baiklah kalau begitu Oom tak mau memaksa kalian, Oom juga sayang sama kalian. Kalian semua cantik-cantik. Sekarang daripada kalian ngintip, Oom nggak keberatan untuk nunjukin burung oom. Lihat yach dan kalian semua harus memegangnya.

Yang nggak mau megang nanti Oom telanjangin!” Suaraku bertambah nada ancaman. Dan saya pun segera membuka reitsleting celana sekaligus memelorotkannya berikut celana dalam, hingga burungku yang ngaceng melihat kepolosan mereka langsung nyelonong keluar.

Serempak Indra, Lusi, dan Ita menutup wajah mereka. saya acuh saja mendekati mereka satu persatu dan menarik tangannya untuk memegang burungku. Mulanya tangan mereka kaku sekali tetapi jadi mengendur kala menempel burungku.

Citra yang sedari tadi cuma menonton langsung memprotes kelakuanku.

“Sudahlah Oom jangan begitu, lebih baik kita semua telanjang bersama saja, itu memang yang paling adil. Lagian kita juga sudah biasa mandi bersama kok, iya khan teman-teman.”

Indra, Lusi, dan Ita diam saja tampak malu-malu mempertimbangkan tawaran Citra.

“Baiklah karena diam berarti kalian setuju. Ayo dong Lus, biasanya kamu yang paling suka membukakan bajuku.” Kata Citra sambil menghampiri lalu merangkul Lusi.

“Iya dech saya setuju, tetapi asal yang lain juga setuju lho.” Lusi mengumpan lampu kuning.

“Oke, Saya juga setuju agar konsekuen dengan perbuatan kita.” Ita menimpalinya.

“Demi kalian saya juga boleh-boleh saja.” Akhirnya Indra juga memberi keputusan yang melegakan hatiku.

“Nach begitu baru kompak namanya. Yuk kita bareng-bareng ke kamar aja..” Sahut Citra.

Jantungku bergerak kencang sekali, membuat langkahku limbung. Di depanku berjalan 4 cewek imut-imut alias ABG, Citra dan ketiga temannya, Indra, Lusi, dan Ita, menuju kamar Citra. Mulanya bingung harus bagaimana, tetapi situasi yang memaksaku berbuat spontan saja. Mereka semua kusuruh duduk berjejer di tepi ranjang.

“Begini, kalian semua nggak perlu takut sama Oom. Oom nggak mungkin menyakiti kalian, kita sekarang akan bermain dalam dunia yang baru, yang belum pernah kalian rasakan. Kalian tak perlu malu, kalian tinggal menuruti apa saja yang Oom perintahkan. Sekali lagi rileks saja, anggaplah kita sedang menjalani pengalaman yang luar biasa.”

Banyak sekali sambutan pembukaan yang keluar begitu saja dari mulutku, untuk meyakinkan mereka dan agar nanti tak kacau. Akhirnya mereka menganggukkan kepala satu persatu sebagai tanda setuju. Di wajah mereka mulai muncul senyum-senyum kecil, tetetapi jelas tak bisa menyembunyikan rasa malunya. Wajah mereka memerah kala saya mengucapkan kata-kata yang berbau gituan.

Singkat kata kusuruh mereka semua berdiri berhadapan, berpasangan. Citra memilih Indra sebagai pasangannya, sedang Lusi dengan Ita. Padahal batang kejantananku sudah gemetaran ingin segera melabrak mereka, tetetapi nalarku yang melarangnya.

“Sekarang kalian coba saling membukakan baju pasangan kalian hingga tinggal BH dan celana dalam saja. Biar nanti sisanya Oom yang bukain.”

Mulanya mereka ragu bergerak, untunglah ada Citra yang berpengalaman dan Ita yang agresif sekaligus paling cantik dan menggiurkan. Ita memang lebih menonjol dari semuanya, badannya yang bagus tergambar dalam baju tipisnya, hingga BH-nya menerawang membentuk gundukan yang sempurna.

Citra dan Ita tampak tertawa kecil membuka kancing baju temannya yang tak bisa mengelak lagi. Dan tentu saja Indra membalas perbuatan Citra, demikian pula Lusi. Wah, tak kusangka jadi meriah sekali persis seperti lomba makan krupuk.

Hatiku bersorak girang melihat mereka saling berebut melepas baju pasangannya. Sementara itu otakku terus berputar mencari solusi terbaik untuk step berikutnya, selalu saja setiap cara ada kemungkinan terjadi penolakan. Sebaiknya harus selembut mungkin tindakanku.

Pasangan Citra dan Indra kelihatan kompak, hingga tak banyak waktu mereka berdua telah telanjang, cuma BH dan celana dalam saja yang menempel di badannya. Untuk Citra tak perlu kuceritakan lagi, lagian para pembaca juga sudah pernah ikut menikmati keindahan tubuhnya pada episode yang lalu.

Sedang Indra yang berbadan putih mulus masih malu-malu saja, sambil menutupi selangkangannya dengan tangan kanan ikut menonton Ita dan Lusi yang belum selesai. Sementara itu, Ita dan Lusi hingga bergulingan di lantai. Kelihatannya Lusi menolak dibuka rok bawahnya, tetapi Ita tetap ngotot menelanjanginya.

Citra dan Indra turut tertawa menonton pergulatan seru itu. Dan karena gemas melihat Ita kewalahan atas pemberontakan Lusi, Citra dan Indra segera bergerak membantu Ita dengan memegangi kaki Lusi yang tengah menendang-nendang. Secepat kilat Ita memelorotkan rok bawah Lusi hingga terlepas.

“Heehhh.. kalian curanggg.. Nggak mau, Lusi nggak mau sama kalian lagi..” Lusi berteriak dengan sengit dan seperti mau menangis.

“Tenang Lusi, kita kan lagi bersenang-senang sekarang, dan lagi kenapa kamu mesti seperti itu. Bukankah kamu sendiri tadi sudah ikut setuju.

Dari tadi kan Oom nggak memaksa kamu. Yang penting kita tak akan menceritakan kejadian ini pada siapa pun. Cuma kita-kita saja yang tahu. Kalau kamu malu itu salah. Percaya deh sama Oom.”

Untunglah saranku kelihatannya dapat diterima, apalagi melihat Ita segera membuka bajunya sendiri yang kusut sekali. Satu persatu kancing bajunya dibuka, dan sekali melorot sekujur keindahan tubuhnya terpampang.

Tak kusangka Ita terus melepas BH-nya, kemudian membungkuk dan melepas celana dalamnya. Seketika jantungku berhenti berdetak, seluruh susunan syarafku mengeras, hingga dada ini seperti mau meledak. Sebuah pemandangan yang menakjubkan terpampang begitu saja di depanku.

“Luar biasa.. Hebat.. Nah dengan begini berarti Lusi nggak boleh ngambek lagi lho. Lihat Ita telah membayar kontan. Yuk kalian semua sekarang duduk lagi di ranjang sini.” Segera mereka sekali lagi menuruti perintahku. Aneh memang, selama ini saya nggak pernah kenal sama ilmu-ilmu gaib seperti di Mak Lampir, tetetapi kenyataannya kok bisa mereka begitu saja patuh padaku.

“Nah sekarang kalian semua berbaring,” Mereka patuh lagi. Dengan kaki terjuntai di lantai mereka semua membaringkan tubuhnya.

“Sekarang kalian diam saja, Oom akan memberi sesuatu pengalaman baru seperti yang kalian tonton waktu Oom sama Citra. Kalian tinggal menikmati saja sambil menutup mata kalian biar lebih konsentrasi.” Sengaja saya menjatuhkan pilihan pertama pada Lusi.

Perlahan-lahan kubuka celana dalamnya, kakinya agak menegang. Sedikit demi sedikit terus kutarik ke bawah. Segundukan daging mulai terlihat. Detak jantungku kembali berdegup cepat. Dan lepaslah celana dalamnya tanpa perlawanan lagi.

Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilatan di depanku. Sedikit kurentang kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik bukit itu. Lalu dengan kedua jempol kubuka sedikit celah itu hingga terlihat semua isinya. saya hingga menelan air liurku sendiri demi melihat liang kewcitraan Lusi.

Kudekatkan kepalaku agar pemandangannya lebih jelas. Dan memang indah sekali. saya tak bisa menahan lagi, segera kudekatkan mulutku dan kulumat dengan bibir dan lidahku. Rakus sekali lidahku menjilati setiap bagian liang kewcitraan Lusi, rasanya tak ingin saya menyia-nyiakan kesempatan. Dan tiap lidahku menekan keras ke bagian yang menonjol di pangkal liang kewcitraannya,

Lusi mendesis kegelian. Kombinasi lidah dan bibir kubuat harmonis sekali. Beberapa kali Lusi mengejangkan kakinya. saya tak peduli akan semerbak bau yang khas memenuhi seputar mulutku. Malah membuat lidahku bergerak makin gila.

Kutekankan lidahku ke lubang liang kewcitraan Lusi yang sedikit terbuka. Rasanya ingin masuk lebih dalam lagi tetapi tak bisa, mungkin karena kurang keras lidahku. Hal ini membuat Lusi beberapa kali mengerang keenakan.

“Aduhhh.. Oommm.. enakkk sekali.. terusss Oomm.. ohhh…” Mulut Lusi mendesis-desis keenakan. Dan setiap lidahku menerjang liang kewcitraannya, Lusi menghentakkan pinggulnya ke atas, seakan ingin menenggelamkan lidahku ke dalam liang kewcitraannya.

Banyak sekali cairan kental mengalir dari liang kewcitraannya, dan seperti kelaparan saya menelan habis-habisan. Persis seperti orang sedang berciuman, cuma bedanya bibirku kali ini mengunyah bibir liang kewcitraan Lusi hingga mulutku berlepotan lendir.

Ita yang berbaring di sebelah Lusi tampak gelisah, beberapa kali kulihat dia merapat-rapatkan pacuma sendiri. Rupanya dia ikut hanyut melihat permainanku. Diantara mereka berempat, dia memang yang tercantik. Karena itulah mungkin yang membuatnya sedikit genit, lebih matang, dan lebih ‘berbulu’. Hebat nian, anak SMP liang kewcitraannya sudah selebat itu.

Sambil mulutku bermain di liang kewcitraan Lusi, sedari tadi mataku terus memperhatikan liang kewcitraan Ita. Beberapa kali tanganku ingin meremasnya tetapi kuatir kelakuanku bisa mengecewakan Lusi. Habis kalau dia ngambek bisa berantakan. Sebagai kompensasinya tanganku meremasi kedua toket Lusi yang kecil dan nyaris rata dengan dada. Putingnya yang lembut kugosok-gosok dan kupencet.

“Lus, udah dulu yahh, nanti lain kali Oom lanjutin lagi, yahh.” kataku sambil megecup bibirnya. Yang diajak ngomong tak menjawab, cuma wajahnya jadi merah seperti kepiting rebus. Sekali lagi kukecup di keningnya.

Segera saya bergeser ke sebelah dan langsung menindih tubuh Ita. Ita yang cantik. Ita yang seksi. Walau tengah terlentang, toketnya tetap tegak ke atas dan diperindah dengan puting yang besar. Kudekatkan bibirku ke bibirnya, langsung menghindar. Barangkali tak tahan mencium aroma liang kewcitraan Lusi.

Wajarlah, memang mulutku seperti habis makan jengkol. Segera kuturunkan mulutku ke lehernya, kucumbui semesra mungkin. Ita kegelian. Lalu turun lagi. Sambil kuremasi, toketnya segera masuk ke mulutku. Kuhisap dan kujilati putingnya. Karuan saja Ita meronta-ronta. Entah kegelian apa keenakan, saya tak peduli. Bergantian kedua toketnya kujilati semua permukaannya. Nafsuku rasanya sudah di ujung ubun-ubun.

Batang kejantananku telah mendongak perkasa sekali, beberapa kali berdenyut minta perhatian. Kalau saja memungkinkan ingin rasanya segera kumasukkan ke liang kewcitraan Ita. Sekali lagi nalarku terkontrol, karena memang saya sudah berjanji pada mereka. Tak ada liang kewcitraan yang kumasuki batang kejantanan.

Lagian memang saya benar-benar ingin semuanya berjalan mulus sesuai rencana. Coba kalau tiba-tiba ada yang menangis karena menyesal memberikan perawan mereka begitu saja padaku. Nggaklah.

Kaki Ita kurenggangkan sedikit. Bukit Berbunganya indah sekali. Yang namanya labia mayora sebetulnya nggak karuan bentuknya tetapi selalu memancarkan keajaiban magnetis bagi setiap pria yang memandangnya (tentu yang normal atau paling tak seperti aku).

Barangkali kalau saya yang bikin daftar keajaiban dunia, Labia Mayora menempati urutan teratas. Siapa setuju kirim email, nanti kubawa berkas dukungannya ke Majelis liang kewcitraan Nasional.

Singkat kata segera mulutku kembali beroperasi di wilayah ajaib itu. Pelan-pelan kutarik dengan bibirku kedua labia mayora kepunyaan Ita secara bergantian. Kemudian, lidahku mencongkel keras ke pangkal pertemuan pasangan labia itu, dan berputar-putar di tonjolan daging kecilnya yang konon paling rawan sentuhan.

Memang luar biasa efek sampingnya, seketika sekujur tubuh Ita bergoncang. Makin keras goncangannya, makin gila pula lidahku berayun-ayun. Aroma yang khas muncul lagi seiring mengalirnya lendir encer. Harta terpendam inilah yang kucari. Lidahku terus menyongsong ke dalam liang kewcitraan Ita.

Ita yang meronta-ronta menahan gejolak penjarahan liang kewcitraannya, berinisiatif mengambil bantal dan meletakkan di bawah pantatnya. saya hingga heran perawan kecil ini kok sudah punya insting yang baik. Sambil kedua kakinya nangkring di pundakku, Ita membiarkan saya dengan leluasa menjelajahi seisi liang kewcitraannya. Kali ini lidahku berhasil masuk semua ke dalam liang kewcitraan, enak sekali.

Aku sudah tak tahan lagi, segera tangan kananku mengocok batang kejantananku sambil segera berpindah ke sebelah lagi. Kali ini giliran Indra yang kelihatannya berdebar-debar menunggu giliran. Itu terlihat dari gerakan matanya yang gelisah.

Tanpa basa-basi lagi kuraih sebuah bantal dan kuletakkan di bawah pantatnya, dan kurentangkan kedua kakinya menjepit badanku yang berlutut di lantai. Liang kewcitraannya merekah persis di depan hidungku.

Sambil terus mengocok batang kejantanan, segera lidahku menerobos ke lubang senggamanya. Indra sempat berontak. Duilah saya hingga kesurupan, lupa sama teman bermain yang masih yunior. Oke, sofly and gently again maunya.

Sambil menahan nafas yang sebetulnya sudah ngos-ngosan (nggak sempat minum extra joss) kucumbui liang kewcitraan Indra. Liang kewcitraan yang satu ini agak gemuk dan berbulu walau tak selebat milik Ita. Walau tak seindah milik Ita, tetapi tetap punya daya tarik tersendiri. Belum lagi aromanya yang semerbak harumnya.

Tetap pelan-pelan, kutelusuri tiap lekukan yang ada di liang kewcitraannya. Sedap juga lho bermain slowly seperti ini. Klitorisnya yang agak besar bergoyang mengikuti gerakan lidahku. Entah kata-kata apa saja yang keluar dari mulut Indra. Kurang jelas memang.

Tetapi kuyakini itu suara erangan dan rintihan wcitra yang tengah enjoy dan penuh semangat. Membakar semangatku pula dalam memacu tanganku pada batang kejantanan sendiri. Kedengarannya tragis sekali. Bak peribahasa orang kelaparan dalam lumbung padi.

Pantat Indra yang padat dan besar membuat lubang anusnya ikut terbuka waktu diganjal bantal. Tanpa rasa jijik sedikitpun kujilat-jilat anusnya. Indra makin mengaduh keenakan apalagi kala lidahku mencoba menerobos masuk ke anusnya. Indra pun menunjukkan kerja sama yang baik dengan mengangkat pinggulnya. saya pun turut meningkatkan speed game-nya. Agak capai juga berlutut terus, saya naik ke atas dan menindih tubuh Indra.

Kuciumi sekujur toketnya yang tak kalah kencang dengan punya Ita. Dan walau kalah besar, keindahannya susah untuk dinilai. Sambil menciumi toketnya, tanganku makin cepat mengocok batang kejantanan sendiri.

Akhirnya saya tak dapat menahan lebih lama lagi, sekujur tubuhku tiba-tiba menegang. Seiring dengan semburan keras yang berapi-api di batang kejantananku, segera saya melumat habis mulut Indra yang mungil. Lidah Indra memberi sambutan hangat dengan mengais-ngais lidahku.

Selepasnya kami bercengkarama, mereka semua kecuali Citra akhirnya minta pamit setelah sebelumnya mereka memakai pakaiannya kembali. Setelah mereka pergi, saya melakukan percintaan dengan Citra kembali hingga 1 jam sebelum jam 6 karena Ibu Bela akan pulang ke rumah pada jam 6 tepat.

Selesai kami bercinta, saya berpura-pura mengerjakan antena parabola itu sambil sekali-kali mengerlingkan mata kepada Citra walaupun ibunya sedang mengerjakan tugas kantor di sisinya.

Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:
Copyright © ceritasexindo | Powered by cerita sex indo Design by TOTOPREDIKSI | Blogger Theme by Ceritasexindo