Cerita dewasa, Cerita pemerkosaan, Cerita Mesum, Cerita ngentot, foto hot, foto sex, prediksi togel , prediksi togel jitu, totoprediksi

Senin, 16 Juli 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Pacar Temanku Saat Sedang Liburan

Cerita Sex - Kali ini ADMIN akan menceritakan Cerita Sex ketika diriku ngentot dengan dengan pacar temanku yang montok saat sedang liburan ke pantai. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.


Penat rasanya mengerjakan tugas yang begitu seabrek yang diberikan oleh para dosen di kampusku. Akhirnya liburan semester pun telah tiba. Tapi apa yang harus aku lakukan gerutuku. Main ke mall sudah biasa, apalagi di kotaku tak ada tempat wisata yang begitu menarik untuk dikunjungi.

Ketika aku melamun memikirkan soal liburan, pacarku menelepon.
“Hallo sayang, yang si yuli ngajak liburan, katanya sih ke pantai Pangandaran, ikut yu”

aku yang saat itu sedang memang ingin liburan tanpa pikrr panjang mengiyakan ajakan teman pacarku ini. Oh ya pacarku ini bernama Mia. Mia mempunyai tubuh yang sintal agak gemuk. Ukuran dada yang gede apalagi kalau dia menggunakan kaos yang ketat.

Uhhh itu dadanya membuat semua pria ingin menjamahnya. Pacaranku dengan mia bisa dikatakan normal. Ciuman, pegangan tangan dan yang paling jauh paling blow job. Singkat cerita tibalah hari H keberangkatan. Kami berkumpul di depan kampus.

Yang datang duluan yaitu Yuli dan adiknya Yuni beserta pacar-pacarmya. Oh iya, Yuli dan Yuni ini adalah saudara kembar identik. Mereka sangat mirip sekali hingga akupun tidak bisa membedakan kedua orang ini. Kami pun datang terakhir.

“hai mi” sapa mereka
“hai, udah siap berangkat?” tanyaku

Kami pun berangkat ke pantai Pangandaran. Selama diperjalanan kami ngobrol segala hal. Mulai dari acara TV, olahraga, masalah kuliah dan yang paling tabu yaitu masalah sex.

“Eh kita nanti disana kamarnya sepasang- sepasang aja ya” kata Geri pacar Yuni.
“eeuummmmhhh boleh juga tuh” celetuk Mia sambil melirik kepadaku.

Aku hanya tersenyum kecil.

“Dan, emang lu gak keberatan kalau kita sepasang sekamar?” Epul nyeletuk.
“ ya gak lah kita kan cuma sekamar, cuma tidur aja pake ribet” jawabku dengan di iringi tawa oleh semua orang yang ada di mobil.

Ditengah perjalanan Yuli nampaknya mabok. Akhirnya kita putuskan untuk beristirahat dulu. Kita berhenti di rest area yang ada di Banjar. Para cewe ke kamar kecil mengantar Yuli. Ketika mereka ke toilet, Geri membisikan sesuatu yang membuatku terkejut.

“Dan tadi gue sama Epul udah setuju untuk tuker pasangan disana, gimana lu mau ikutan gak?”. Gue kaget dan hanya tersenyum kecil.
“kita liat aja nanti” jawabku.

Perjalanan pun kami lanjutkan kembali dengan keadaan Yuli yang sudah membaik. Selama sisa perjalanan aku jadi membayangkan tubuh ketiga cewe ini, untuk mia mungkin aku sudah pernah liat meskipun cuma sekilas waktu di rumahnya. Tapi untuk Yuli dan Yuni aku begitu penasaran. Tapi untuk ukuran susu mereka akau taksir hanya dibawah ukuran susu pacarku Mia. Mungkin hanya 34B. Tapi mereka mempunya wajah yang cukup cantik mengalahkan wajah pacarku.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam dari Bandung ke Pangandaran kamipun sampai di Pantai Pangandaran. Kami tidak langsung menuju penginapan tapi kami ke berhenti dulu di pantai Timur pangandaran.

Kami pun berfoto disana. Kulihat Geri ataupun Epul tak henti-hentinya melirik kearah susu mia. Kami pun melanjutkan perjalanan ke penginapan yang sudah Epul sewa sebelumnya. Kami pun sampai di penginapan. Penginapan kami ini berbentuk rumah dengan 3 kamar di dalamnya. “ Kak Dani tolong bawain tasku dong” pinta Yuni. “Yaelah ada pacar lu masih aja nyuruh pacar gue” singgah mia.

Yuni pun hanya tersenyum sambil melirik ke arahku. Kami pun masuk ke kamar masing-masing. Aku dan mia, Geri dan Yuli serta Epul dan Yuni.Ketika kami mau masuk ke kamar masing-masing, Epul berteriak “Have fun all…..” disertai tawa dari kami.

Kami pun masuk ke kamar masing-masing dan mengunci kamar nya. Aku langsung merebahkan diri ke tempat tidur karena badanku sangat capek setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Dan mia langsung ke kamar mandi. Ketika dia keluar kamar mandi aku terkejut sekaligus terpukau. Mia hanya menggunakan tengtop tanpa BH dan hanya menggunakan handuk dibawahnya.

“Hayooo ngelamunin apa sayang” dia mengagetkanku.
“Kamu terangsang pengin ngewe ya liat aku kaya gini hehehe” dia tertawa kecil.
“Ah biasa aja” tembalku. Lalu dia mencari tisu di tasnya dan ternyata tisu itu tertinggal di tasnya Yuni.
“ Yang tolong ambilin tisuku dong di Yuni” pintanya.

Akupun pergi ke kamar Yuni. Dan ketika kau pergi ke kamar Yuni, aku melewati kamar yang ditempati oleh Yuli dan Geri. Gilaa, aku mendengar suara desahan dari kamar mereka. Dan yang lebih kaget ketika aku sampe dikamar Yuni dan mengetuk pintu kamar, ternyata Yuni baru selesai mandi dan hanya memakai handuk yang dililit ke tubuhnya. Luihat tubuhnya begitu putih mulus dan susunya ternyata cukup besar,mungkin karena pake anduk kali ya.

“Eh kak Dani, ada apa kak?” dia menyapa.
“ Ini Yun, kata Mia tisunya tertinggal di tasnya Yuni”,
“oh iya kak sebentar saya ambilkan”, ketika dia megambil tisu di tasnya dia berjongkok, kuliat samar- samar mekinya.

Wow mekinya bersih tidak ada bulunya.

“Epul mana Yun, kok gak ada?”.
“Oh dia lagi keluar buat beli rokok” jawabnya.

Akupun kembali ke kamarl, dan ketika aku sampai dikamarku kulihat Mia sedang ganti baju, akupun menyergapnya dari belakang dan langsung memegang susunya yang montok.

“uuuhhhhhh” lenguhnya, diapun berbalik dan langsung mencium bibirku.

Kami berciuman agak lama hingga akhirnya Yuli membuka kamarku dan mengagetkan kami yang sedang asyik berciuman sambil gerepe susu mia.

“ Mi, gue pinjem…..”. belum sempat dia melanjutkan omongannya dia terkejut “ uppss sory sory gue gak tau kalian lagi ciuman hehehe” dan diapun pergi ke luar sambil menutup pintu kamar kami.

Aku dan mia hanya tertawa. Akupun mandi dan setelah mandi kami pun langsung pergi jalan-jalan ke pantai barat Pangandaran. Ketika para cewe melihat-lihat baju, Epul dan Geri menghampiriku dan berkata lagi.

“ gimana Dan, mau gak nanti malam kita tukar pasangan?”,
“Oke, tapi mia masih perawan, gimana dengan Yuni dan Yuli? Aku gak mau kalau aku dapet yang gak perawan” kataku.

”Tenang aja, Yuni masih perawan belum gue apa-apain kok” singgah Epul.
“Kalau si Yuli pasti udah gak perwan ya, soanya gue tadi denger desahaan dikamar kalian berdua” tanyaku pada Geri. “Yaelah bro, geue tadi hanya BJ aja sama dia saling memuaskan kok, gak lebih” jawab Geri.

“Lagipula kita nanti malam main sama pasangan masing-masing dulu lalu kita tukar pasangan, so perawan pacar masing-masing hanya kita yang nikmati,gimana?” singgah Epul.
” Tapi mereka yakin mau gak? “ tanyaku apada mereka.

“Yuni sih awalnya ragu, tapi akhirnya setelah gue bujuk dia akhirnya mau, sekalian rasain gimana sex sama orang lain katanya” kata Epul.
“Kalau Yuli jangan ditanya, rencana awal liburan kesini tuh emang dia mau ngelepas perawannya buat gue” kata Geri.

Akhirnya kita pun sepakat bahwa nanti malam akan pesta seks dengan bertukar pasangan. Singkat cerita kami sudah pulang ke penginapan. Aku ajak mia untuk ngobrol tenteng pesta tukar pasangan tersebut.

“Gila kamu ya. Masa kamu rela pacarmu diperawanin sama orang lain? Gak mau ah, aku mau melepas keperawananku hanya oleh kamu”,

“Bukan diperawani sayang. Yang mau merawani kamu ya aku, nanti udah kita selesai ngewe nya, kamu pindah ke Epul atau ke Geri dan Yuli atau Yuni pindah ke kamarku lalu ngewe denganku,gimana? Kan kata kamu, kamu ingin liat penis orang selain punyaku, yak kan??””

“Lalu Yuni dan Yuli gimana?” tanyanya
“ya kamu telepon aja mereka, mau atau nolak sama rencana ini?” jawabku

Lalu dia menelepon Yuli dan Yuni dan ternyata mereka menerimanya asalkan perawannnya buat pacar masing-masing.

“Yaudah deh aku ngalah” kata mia. Lalu dia menciumku dan mendorongku ke atas tempat tidur.

Aku berbaring di atas tempat tidur dan Mia membuka kancing kemejanya satu persatu sambil tatapan matanya yang liar dan penuh nafsu. Dia melemparkan kemejanya lalu dia membuka BH pink nya sambil dia menggodaku. Aku yang sudah konek banget membanting tubuhnya ke tempat tidur dan menyusu. Susu kanan dan kirinya aku jilati

“uh aahh sayang enak banget, buka celanaku sayang uhh”, aku buka celana jeans nya dan kutarik CD nya yang berwarna hitam.

Kulihat memeknya yang sedikit berbulu dan merah merekah.

“Uhh yang memekmu sangat indah”. Aku angkat tangannya dan kujilat keteknya samapi benar-benar basah.

Lalu aku turun ke susunya yang gede.

“sayang enak banget, pegang memek ku sayang”. Aku pegang memeknya dan ternyata memeknya sudah sangat basah sekali.

Aku turun dan ku jilati memeknya sampai dia kelonjotan.
Ketika aku sedang asyik menjilat memek mia, samar-samar ku dengar orang berteriak
“aaahhhhh”. Ya itu suara Geri yang kamarnya ada disebelah kamarku.

Aku langsung membuka selangkangan mia dan ku arahkan ke memek mia. Aku liat Mia dia tersenyum sambil menganggukan kepalanya tanda setuju untuk melepaskan keperawanan nya.

“Pelan-pelan sayang”. Aku masukan kontolku pelan dan dia menringis kesakitan.
“Tahan memekmu sayang, nanti juga akan terasa enak”. Aku rasakan ada sesuatu yang menghalangi, itu selaput dara memek Mia.

Aku sodok sekuat tenaga dan

“aakkkhhh sayang sakit”. Mia meneteskan air mata, lalu aku kecup dan ku teruskan memaju mundurkan pingangku.

Lama kelamaan dia mendesah
“aahhh aaahhh uuuhhh aaahhh, enak sayang, kontolmu enak, terus sayang”,
“iya sayang memekmua juga enak” kataku.
15 Menit kemudian ke dengar dia mendesah agak keras
“ ahhh sayang teruuuuusssss sayang ewe aku terruuuus”, dia mengeluarkan kata-kata jorok.
“aaahhhh sayang aku keluaaarrr aahhhh” dia organsme.

Dia memejamkan matanya dengan nafas yang tidak teratur. Lelehan air maninya disertai darah perawan mengucur ke sprei ketika aku cabut kontolku dari memeknya.

“Gimana, enak sayang” candaku.
“Oh enn naak sayang”. Lalu kujilati memeknya yang penuh dengan air kenikmatan itu.

Ku angkat dia dan ku tunggingkan dia, aku mau doggy style.
“ Ayo sayang masukan lagi kontolmu, biarkan memeku memberi kepuasan” kata mia sambil nungging. Lalu aku masukan kontolku.

“AAhhhh sayangg ini jauh lebih enak dari yang tadi” kata mia. Lalu ku genjot kontolku ke memeknya Mia,” aaahhh aaahhh sayang kesinikan tanganmu” dia membawa tanganku dan menempelkannya di susunya yang gede.

“sayanmg enak, enak sekali sayang uh teruuss ewe aku teruuus.” Sekitar 20 menit aku merasakan aku akan keluar.
“Ahh sayang aku mau keluar, kelurain dimna yang”.
“Di dalam aja sayang muncratin di dalam saja, aku juga mau keluar”.
“Ahhaahhhhh sayanggggg”. Crot crot crot crot maniku keluar di dalam memeknya mia.

Kami pun rubuh dengan nafas yang sangat berat.

10 Menit kemudian Geri mengetuk pintu kamarku, sambil bugil aku buka pintu kamarku, dan ternyata diapun bugil. Oh my God ternyata diruang Tv, Epul lagi menjilati memek Yuli pacar Geri.

“ Bro lu sma Yuni duli ya, gue sama mia, mana mianya?”. Mia pun keluar dari kamar sambil bugil dan menghampiri Geri.

Geri langsung memeluk Mia dan sasaran pertamanya yaitu susu mia yang gede.Aku lalu menghampiri Yuni yang sudah menungguku di kamarnya. Yuni sedang diam sabil matanya sayu menatapku.

“mau ngewe sekarang sayang?” tanyanya.

Aku tidak menjawabnya dan ku angkat tubuh polosnya ke ruang TV. Aku baringkan dia di sopa dan ku perhatikan tubuhnya dai mulai rambut sampai kakinya. “aku sepong ya yang” uuuhhh dia menyergap kontolku dan memasukannya kemulutnya yang mungil.

“uuhhhh enah yun”. Tanggankua tak tinggal diam.

Aku mainkan susunya dan turun kearah memeknya. Ku berhentikan sepongannyan dan dia ku dudukan, aku regangkan kedua pahanya.

“ Ahhhhh enak pul terus genjot memek ku” teriak Yuli. Kulihat yuli sedang digenjot oleh epul sambil berdiri dan dipangku.
“Sayang cepet jilat memeku” kata Yuni.

Lalu aku jilat memeknya. Kulihat air maninya dan darah yang masih segar hasil dari tadi dia ngewe sama Epul.

“ooohhhh terus jilat sayang terusss” kepalaku di remas oleh Yuni. Aku tak tahan lagi. Kuarahkan kontolku ke arah memek Yuni.

“Wow kontolmu lebih gede dari kontol Epul, Dan”. Aku masukan kontolku ke memeknya Yuni dan ku genjot.

Sempit sekali rasanya memek Yuni, padahal dia sudah tidak perawan.

“ooohhh oooh ohhh enak Dan kontolmu beda sama kontol Epul, oh terus sayang enak”. Ketika ku genjot Yuni, kulihat Mia sedang menyepong kontol Geri sambil melirik ke arahku dan mengedipkan mata.

Aku yang sedang ngewe sama Yuni tambah semangat karenanya.
“Oohh aaahh enak memekmu sayang”. Aku ganti posisi ngewe ku.

Ku baringkan dia dan aku tidur disebalahnya. Ku angkat kaki kanan nya dan ku lilitkan ke kaki kananku. Dengan posisi ini aku bebas menggenjot memek Yuni sambil bisa menikmati susunya.

“sayang kamu perkasa banget, enaaakk teruss sayang” kata Yuni. Lalu aku jilati ketek Yuni dan tanganku memainkan payudaranya dengan kontolku menggenjot memeknya. 15 Menit kemudian kami meras akan keluar

“Yunnnn aku mau keluar aahh sayang”.
“Ia yang kita barengan, aku juga mau keluar aahhhh”,
“ aaahhhh ooohhhhh aaaaaahhhhhhhhh enaaaakkk”. Aku cabut kontolku dari memek Yuni dan ari mani kami meleleh.
“Oh terusss sayang benamkan kontolmu di memek ku” kata mia.

Kulihat mia sedang doggy stle dengan Geri.

“A hh sayang mememkmu mantep banget” kata Geri. Kulihat tangan Geri memainkan susu mia dengan kerasnya. Sejurus kemudian mereka berteriak bersamaan dan terjatuh ke lantai. Ku lihat ukuran kontol Geri hamper sama dengan ukuran kontolku.

Ketika aku sedang menikmati organsmeku dengan Yuni, aku terkejut kontolku ada yang nyepong. Ya, itu adalah Yuli pacar geri yang tadi ngewe sama Epul. Ternyata epul juga sudah bangkit nafsunya dan menghampiri mia yang masih terengap-engap. Dia menelentangkan mia dan langsung mengenyot susu mia.

“Nanti dulu Pul, aku masih cape” kata Mia.
“Kamu istirahat dulu aja, aku mau nenen susumu, udah lama aku pengen nenen susumu” kata Epul.

Nafsuku jadi naik lagi, ku baringkan Yuli dan ku tindih sambil ku cium bibirnya. Aku lihat Geri sedang menjilati liat dubur Yuni.

“Gerrrriii enak sayang terus jilat duburku”. Kontolku sudah ngaceng banget.
“Dan, jilat susuku jangan di anggurin begini” kata Yuli sambil memegang susunya dan mengarahkan kearah mulutku.

Lalu aku nyusu di susunya Yuli.
“Ohhh enak dan teruss sedot susuku”. Tanganku dia bawa dan di arahkan ke memeknya.
Aku kobek-kobek memeknya dan dia tambah meracau.
“ya ya terus Dan enak bangett oohhh”. Aku berbaring dan Yuli mengerti maksudku yang ingin 69.

Kontolku berada di mulutnya dan memeknya berada di mulutku. Memeknya sudah sangat merah mungkin karena sudah 2 kontol yang masuk ke memeknya. Kulihat Epul dan Mia sedang ngewe dengan posisi women on top. Mata mia merem melek sambil tubuhnya kaya joki yang mengendarai kuda.

“aahhhh aaahhh uuhhh enak” lenguh mia. Kulihat Geri sedang berusaha memasukan kontolnya ke dubur Yuni.

Mia yang menghadap kearahku mengcungkan jempol kanan nya. Mungkin maksudnya enak. Kusudahi 69 ku dengan Yuli. Kontolku ku arahkan ke memek Yuli.

“Sayang, aku ingin nyoba kaya mia. Aku di atas ya” kata Yuli. Aku telentang dan yuli mengangkangiku dan memegang kontolku, dan Bleesssss

“aaaaaahhhhh” lenguh kami berdua. Yuli bergelonjotan précis kaya Mia tadi dengan Epul.
“Ohhh sayang memekmu enak bangettt ooh” racauku.

Yuli seperti kesetanan menggenjot tubuhnya ke atas ke bawah. Ku angkat tubuhku dank u kenyot susu Yuli serta ku tinggalkan noda cupang di susunya. 20 menit kemudian Yuli organsme

“ooohhh syaaaangggg” dia menggigit bahuku.

Lalu dia ambruk ke bawah. Kulihat Geri dan Yuni serta Epul dan Mia pun sudah organsme, tinggal aku yang belum. Ku hampiri mia.

“Sayang kamu kuat banget,belum keluar ya? Sini aku sepongin”. Mia menyepong kontolku, lalu Yuni menghampiri dan menjilat putting dadaku.
“enak gak kak Dani?” kata Yuni
“Enak bangeettt” jawabku.
“Gila lu Bro, kuat banget lu” singgah Geri.

10 menit Kemudian kurasakan air maniku akan keluar

“aahhhh aku mau keluar” tak disangka Yuli lalu menghampiriku dan menungging.
“Sini masukin ke memek ku, kan kak Dani tadi belum keluar di memek ku” aku lalu menancapkan kontolku ke memek Yuli dan tak lama kemudian aku keluar.

Kami ber enam tidur sambil bugil. Pagi paginya kami bangun dan kulihat Yuni dan Epul sedang ngewe lagi. Kubawa Yuli ke kamar.

“ Ah kak Dani masih mau ngewe aku ya”.
“Iya, soalnya semalam aku belum puas ngewe kamu”. Setengah jam kemudian kami selesai ngewe dan kulihat Yuli tertidur pulas.

Baca juga : CERITA DEWASA GADIS SMP MINTA DIPERAWANI

Aku pergi ke kamarku dan ternyata Geri sedang ngewe Mia di WC kamarku. Dan aku akhirnya tertidur di sopa. Jam 12 aku ke kamar dan mia kulihat sedang tidur dengan Geri. Ada perasaan marah tapi harus kutahan karena kita sama-sama enak. Geri bangun ketika aku selesai mandi. “Gimna bro semalam Yuli? Enak kan?” “Iya dia emang enak, gimana Mia?”

“Manteeppp brooo””
“Haloo semuaa,badanku serasa digiling setrum, aku mandi dulu ya” dia pun mandi.

Sungguh ini pengalaman yang paling berharga dan meng enakan. END

Share:

CERITA DEWASA GADIS SMP MINTA DIPERAWANI

Cersexindowow - Bandar Judi Online - Bandar Judi Terpercaya 
Butuhsex kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Mahasiswa tingkat akhir yang melakukan hubungan Sex dengan gadis SMP karena Permohonan Dari Gadis tersebut. Saya kira cukup deskripsi dari cerita Sex ini, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.
Dundia semakin tua dan zamanpun semakin menggila. Terbukti pada hal yang di lsayakan para muda mudi sekarang. Seorang wanita berfikir keperawanan sekarang bukanlah harga mati pada zaman sekarang ini. Contohnya seperti apa yang dilsayakan seorang gadis yang bernama Sela ini, dia dengan gampangnya memberikan keperawanannya untuku, padahal dia masih duduk dibangku SMP. Saya sendiri adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi di kota kembang. Karena saya sudah tingkat akhir, saya sudah tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya focus dalam skripsi saja.

Dari sinilah awal mula kisah sexku berawal. pada waktu itu saya pergi ke Jakarta, tibalah saya sampai ke rumah abangku, saya melihat ada seseorang yang bertamu dirumah abangku, dia adalah teman abangku pada waktu kuliah dulu. Disana saya diperkenalkan oleh abangku kepadaanya. Teman abangku ini sangatlah ramah kepadaa saya. Usianya 40 tahun dan sebut saja namanya Bang Dani. Setelah perkenalan itu teman abangku ini mengundang saya untuk berkunjung ke rumahnya. disana saya dikenalkan pada anak dan istrinya. Devi nama istrinya dan Sela nama anaknya, Sela ini baru di kelas 2 SMP.
Singkat cerita, pada hari itu saya diberi tanggung jawab oleh Bang Dani untuk menjaga putri dan rumahnya karena dia akan pergi ke Surabaya untuk menjenguk saudara istrinya yang sedang sakit dan dirawat dirumah sakit. Karena disana Bang dani dan istrinya harus menginap maka Bang dani pun meminta cuti pada atasanya selama 7 hari. Pada hari itu berangkatlah Bang dani bersama istrinya, sedangkan Sela anaknya tidak ikut karena dia sekolah.
Setelah saya menginap 2 hari disana saya merasa bosan dan bintung harus ngapain. Ketika saya sedang bersantai saya melihat ada tumpukan kaset yang ada diruang tamu tepatnya di meja tempat menaruh DVD. Saat saya memilih mlih kaset, saya menemukan beberapa kaset DVD Film Dewasa. Kebetulan pada saat itu saya sedang sendirian, saya pun bergegagas menonton Film Dewasa itu. Singkat cerita ketika sedang asik-asiknya nonton Film, tiba-tiba terdengar pintu depan terbuka, saya pun kaget dan buru-buru mematikan televisi dan menaruh pembungkus kaset DVD di bawah karpet ruang tamu,

“ Hallo, Bang Dika..! ” Sela yang baru masuk tersenyum.
“ Oh iya Bang, tolong bayarin Bajai sela dong, abang bajainya nggak ada kembalian soalnya Bang Dika. ”

Saya tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajai. Saat saya masuk kembali, pucatlah wajah saya! rupanya Sela sudah duduk di karpet di depan televisi, dan menyalakan kembali video porno yang sedang setengah jalan. Dia memandang kepada saya dan tertawa geli.
“ Ih! Bang Dika! Begitu, tho, caranya..? Sela sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belum pernah lihat. ”

Gugup saya menjawab, “ Sela,kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin. ”
“ Aahhh, Bang Dika. Jangan gitu, dong! Tu, lihat,cuma begitu aja! Gambar yang dibawa temen Sela di sekolah lebih serem. ”
Tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Sela justru akan lapor pada orangtuanya, saya pun ke dapur membuat minum dan membdiarkan Sela terus menonton. Dari dapur saya duduk-duduk di beranda belakang membaca majalah. Sekitar jam 8 malam, saya keluar dan membeli makanan. Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Sela sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, dan,astaga! Dia mengenakan daster yang pendek dan tipis. Badan mudanya yang sudah mulai matang terbayang jelas. Paha dan betisnya terlihat putih mulus, dan pantatnya membulat indah. Saya menelan ludah dan terus masuk menydiapkan makanan.
Setelah makanan sdiap, saya memanggil Sela. Dan.., sekali lagi astaga,jelas dia tidak memakai BH, karena puting susunya yang menjulang membayang di dasternya. Saya semakin gelisah karena penisku yang tadi sudah mulai “ bergerak ”, sekarang benar-benar menegak dan mengganjal di celansaya. Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, dan dari celah di dasternya, buah dadanya yang indah mengintip. Saat dia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. Saya semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga.
“ Bang, ayo tebak. Hitam, kecil, keringetan, apaan..! ”
“ Ah, gampang! Semut lagi push -up! Khan ada di tutup botol Fanta! Gantian,putih-biru-putih, kecil, keringetan, apa..? ”
Sela mengernyit dan memberi beberapa tebakan yang semua kusalahkan.
“ Yang bener,Sela pakai seragam sekolah, kepanasan di Bajai..! ”
“ Aahhh,Bang Dika ngeledek..! ”
Sela meloncat dari sofa dan berusaha mencubiti lenganku. Saya menghindar dan menangkis, tapi dia terus menyerang sambil tertawa, dan,tersandung!
Dia jatuh ke dalam pelukanku, membelakangiku. Lenganku merangkul dadanya, dan dia duduk tepat di atas batang kelelakdianku! Kami terengah-engah dalam posisi itu. Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau shampo rambutnya membuatku makin terangsang. Dan saya pun mulai menciumi lehernya. Sela mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya. Nafas Sela makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang.
“ Uuuhh,mmmhhh,” Sela menggelinjang.
Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis SMP, tapi gardiahku sudah sampai ke ubun-ubun dan saya pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya. Aahhh..! Sela terlelentang di sofa dengan badan hampir polos. Saya segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Sela yang mengelus belakang kepalsaya dan erangannya yang tersendat membuatku makin tak sabar. Saya menarik lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukit Vaginanya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Sela. Saya pun segera membenamkan kepalsaya ke tengah kedua pahanya.
“ Ehhh,mmmaaahhh.., ” tangan Sela meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika mulut Vaginanya kucium.
Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan.
“ Ooohh,aduuhhh.., ” Sela mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan Vaginanya yang masih begitu rapat.
Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan mulut Vaginanya mulai membuka. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan badan Sela akan terlonjak dan nafas Sela seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras. Ketika saya berhenti menjilat dan mengulum, Sela tergeletak terengah -engah, matanya terpejam. Tergesa saya membuka semua pakadianku, dan Penisku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai -belaikan di pipi Sela.
“ Mmmhh,mmmhhh,ooohhhmmm.., ” ketika Sela membuka mulutnya, kujejalkan kepala Penisku.
Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi dia pun mulai menghisap. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai Vaginanya. Segera saja Penisku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, saya pun naik ke atas badan Sela dan mulutku melumat mulutnya. Aroma Penisku ada di mulut Sela dan aroma kemaluan Sela di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit. Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala Penisku ke celah di selangkangan Sela, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Sela menekan pantatku dari belakang.
“ Ohhmm, mam,msuk,hhh,msukin,Omm,hhh,ehekmm,”
Perlahan Penisku mulai menempel di mulut liang Vaginanya, dan Sela semakin mendesah – desah. Segera saja kepala Penisku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Saya pun berpikir, apakah liang sekecil ini akan dapat menampung Penisku yang besar ini. Terus terang saja, ukuran Penisku adalah panjang 14 cm, lebarnya 4 cm sedangkan Sela masih SMP dan ukuran liang Vaginanya terlalu kecil. Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, saya pun berusaha. Akhirnya usaha saya pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Sela memekik kecil, dahinya mengerinyit menahan sakit.
Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Saya menekan lagi, dan terasa ujung Penisku membentur dasar padahal baru 3/4 Penisku yang masuk. Lalu saya diam tidak bergerak, membdiarkan otot-otot kemaluan Sela terbdiasa dengan benda yang ada di dalamnya. Sebentar kemudian kernyit di dahi Sela menghilang, dan saya pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Sela mengernyit lagi, tapi lama kelamaan mulutnya menceracau.
“ Aduhhh,ssshhh,iya,terusshh,mmmhhh,aduhhh,enak,Bangmm,”
Saya merangkulkan kedua lenganku ke punggung Sela, kemudian membalikkan kedua badan kami hingga Sela sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak 3/4 Penisku menancap di Vaginanya. Tanpa perlu diajarkan, Sela segera menggerakkan pinggulnya, sementara jarijariku berganti-ganti meremas dan menggosok dada, kelentit dan pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak. Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Sela makin menggila dan dia pun membungkukkan badannya dan mulut kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang Penisku.
Setelah badan Sela melemas, saya mendorong dia telentang. Dan sambil menindihnya, saya mengejar puncakku sendiri. Ketika saya mencapai klimaks, Sela tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan dia pun mengeluh lemas dan merasakan Klimaksnya yang ke dua. Sekian lama kami diam terengah-engah, dan badan kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa -sisa kenikmatan Klimaks.
“ Aduh, Bang,Sela lemes. Tapi enak banget. ”
Saya hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus. Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir badanku yang lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan Penisku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Sela yang masih amat kencang. Saya segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan badan kami berdua dan,kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya. Sepanjang malam saya mencapai tiga kali lagi Klimaks,dan Sela,entah berapa kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Sela kupaksa memakai seragam, sarapan dan berangkat ke sekolah.
Sayapun kembali ke rumah Bang Dani, saya masuk ke kamar tidur tamu dan segera pulas kelelahan. Sungguh sebuah pengalaman Sex yang menakjubkan bagi saya, karena saya tidak menyangka gadis yang terbilang masih belum waktunya mengenal Sex, eh… malah dia memberikan keperawanannya kepada saya. Untuk bang Dani maafkan saya karena saya telah khilaf. SelesaI.
Share:

Sabtu, 14 Juli 2018

Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Dengan Sepupu Sahabatku Yang Seksi

Cerita Sex  - Kali ini ADMIN akan menceritakan Cerita Sex ketika diriku selingkuh dengan sepupu sahabatku yang seksi karna kurang jatah dari istriku. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.


Aqu sedang menonton televisi di kamarku ketika Sheila keluar dari kamar
mandi mengnikmatan baju tidur. Hm.. dia pasti habis cuci muka dan
bersih-bersih sebelum tidur. Di kamar tidur Kita memang terdapat kamar
mandi dan televisi, sehingga Aqu menonton televisi sambil tiduran. Sheila
berbaring di sampingku, dan memejamkan matanya. Lho? Dia langsung mau
tidur nih! Padahal Aqu sejak tadi menunggu dia. Lihat saja, si “ujang”
sudah bangun menantikan jatahnya.

“Sheila! Koq langsung tidur sih?”

“Mm..?”
Sheila membuka matanya. Lalu ia duduk dan menatapku. Kemudian ia tersenyum
manis. Woow.. kemaluanku semakin mengeras. Sheila mendekatkan wajahnya ke
wajahku. Tangannya yang lembut halus membelai wajahku. Jantungku
berdetak cepat. Kurangkul tubuhnya yang mungil dan hangat. Terasa nyaman
sekali. Sheila mencium pipiku.
“Cupp..!”
“Tidur yang nyenyak yaa..” katanya perlahan.
Lalu ia kembali berbaring dan memejamkan matanya. Tidur! Nah lho? Sial
benar. Cuma begitu saja? Aqu terbengong beberapa saat.
“Sheila! Sheiill..!” Aqu mengguncang-guncang tubuhnya.
“Umm.. udah maleem.. Sheila ngantuk niih..”
Kalau sudah begitu, percuma saja. Dia tidak akan bangun. Padahal Aqu
sedang birahi tinggi dan butuh pernyaluran. Si “ujang” masih tegang dan
penasaran minta jatah.

Begitulah Sheila. Sebagai istri, dia hampir sempurna. Wajah dan fisiknya
nikmat dilihat, sifatnya baik dan menarik. Perhatiannya pada kebutuhanku
sehari-hari sangat cukup. Hanya saja, kalau di tempat tidur dia sangat
“hemat”. Nafsuku terbilang tinggi. Sedangkan Sheila, entah kenapa
(menurutku) hampir tidak punya nafsu seks. Tidak heran meskipun sudah
lebih setahun Kita menikah, sampai saat ini Kita belum punya anak. Untuk
pelampiasan, Aqu terkadang selingkuh dengan wanita lain. Sheila bukannya
tidak tahu. Tapi tampaknya dia tidak terlalu mempermasalahkannya.
Nafsuku sulit ditahan. Rasanya ingin kupaksa saja Sheila untuk melayaniku.
Tapi melihat wajahnya yang sedang pulas, Aqu jadi tidak tega. Kucium
rambutnya. Akhirnya kuputuskan untuk tidur sambil memeluk Sheila. Siapa
tahu dalam mimpi, Sheila mau memuaskanku? Hehehe..

Esoknya saat jam istirahat kantor, Aqu makan siang di Citraland Mall.
Tidak disangka, disana Aqu bertemu dengan Erna, sahabatku dan Sheila semasa
kuliah dahulu. Kulihat Erna bersama dengan seorang wanita yang mirip
dengannya. Seingatku, Erna tidak punya adik. Ternyata setelah Kita
diperkenalkan, wanita itu adalah adik sepupu Erna. Felly namanya. Heran
juga Aqu, koq saudara sepupu bisa semirip itu ya? Pendek kata, akhirnya
Kita makan satu meja.

Sambil makan, Kita mengobrol. Ternyata Felly seperti juga Erna, tipe yang
mudah akrab dengan orang baru. Terbukti dia tidak canggung mengobrol
denganku. Ketika Aqu menanyakan tentang Franky (suErna Erna, sahabatku semasa
kuliah), Erna bilang bahwa Franky sedang pergi ke Surabaya sekitar dua
minggu yang lalu untuk suatu keperluan.
“Paling juga disana dia main perempuan!” begitu komentar Erna.
Aqu hanya manggut-manggut saja. Aqu kenal baik dengan Franky, dan bukan hal
yang aneh kalau Franky ada main dengan wanita lain disana. Saat Felly
permisi untuk ke toilet, Erna langsung bertanya padAqu.

“Ndrew, loe ama Sheila gimana?”
“Baek. Kenapa?”
“Dari dulu loe itu kan juga terkenal suka main perempuan. Koq bisa ya Aqur
ama Sheila?”
Aqu diam saja.

Aqu dan Sheila memang lumayan Aqur. Tapi di ranjang jelas ada masalah.
Kalau dituruti nafsuku, pasti setiap hari Aqu minta jatah dari Sheila. Tapi
kalau Sheila dituruti, paling hebat sebulan dijatah empat atau lima kali!
Itu juga harus main paksa. Seingatku pernah terjadi dalam sebulan Aqu
hanya dua kali dijatah Sheila. Jelas saja Aqu selingkuh! Mana tahan?

“Koq diem, Ndrew?” pertanyaan Erna membuyarkan lamunanku.
“Nggak koq..”
“Loe lagi punya masalah ya?”
“Nggaak..”
“Jujur aja deh..” Erna mendesak.

Kulirik Erna. Wuih, nafsuku muncul. Aqu jadi teringat saat pesta di rumah
Franky. Karena nafsuku sudah sampai ke ubun-ubun, maka akal sehatku pun
hilang.

“Cerita doong..!” Erna kembali mendesak.
“Mi.., loe mau pesta “assoy” lagi nggak?” Aqu memulai. Erna kelihatan kaget.
“Eh? Loe jangan macem-macem ya Ndrew!” kecam Erna.
Aduh.., kelihatannya dia marah.
“Sorry! Sorry! Gue nggak serius.. sorry yaa..” Aqu sedikit panik.

Tiba-tiba Erna tertawa kecil.
“Keliatannya loe emang punya masalah deh.. Oke, nanti sore kita ketemu
lagi di sini ya? Gue juga di rumah nggak ada kerjaan.”

Saat itu Felly kembali dari toilet. Kita melanjutkan mengobrol sebentar,
setelah itu Aqu kembali ke kantor.

Jam 5 sore Aqu pulang kantor, dan langsung menuju tempat yang
dijanjikan. Sekitar sepuluh menit Aqu menunggu sebelum akhirnya telepon
genggamku berdering. Dari Erna, menanyakan dimana Aqu berada. Setelah
bertemu, Erna langsung mengajakku naik ke mobilnya. Mobilku kutinggalkan
disana. Di jalan Erna langsung menanyaiku tanpa basa-basi.
“Ndrew, loe lagi butuh seks ya?”

Aqu kaget juga ditanya seperti itu.
“Maksud loe?”

“Loe nggak usah malu ama gue. Emangnya Sheila kenapa?”
Aqu menghela nafas. Akhirnya kuputuskan untuk mengeluarkan uneg-unegku.
“Mi.. Sheila itu susah banget.. dia bener-bener pelit kalo soal begitu. Loe
bayangin aja, gue selalu nafsu kalo ngeliat dia. Tapi dia hampir nggak
pernah ngerespon. Kan nafsu gue numpuk? Gue butuh penyaluran dong!
Untung badannya kecil, jadi kadang-kadang gue paksa dia.”
Erna tertawa.

“Maksudnya loe perkosa dia ya? Lucu deh, masa istri sendiri
diperkosa sih?”
“Dia nggak marah koq. Lagi gue perkosanya nggak kasar.”
“Mana ada perkosa nggak kasar?” Erna tertawa lagi.
“Dan kalo dia nggak

marah, perkosa aja dia tiap hari.”
“Kasian juga kalo diperkosa tiap hari. Gue nggak tega kalo begitu..”
“Jadi kalo sekali-sekali tega ya?”
“Yah.. namanya juga kepepet.. Udah deh.. nggak usah ngomongin Sheila lagi ya?”
“Oke.. kita juga hampir sampe nih..”

Aqu heran. Ternyata Erna menuju ke sebuah apartemen di Jakarta Barat.
Dari tadi Aqu tidak menyadarinya.
“Mi, apartemen siapa nih?”

“Apartemennya Felly. Pokoqnya kita masuk dulu deh..”
Felly menyambut Kita berdua. Setelah itu Aqu menunggu di sebuah kursi,
sementara Felly dan Erna masuk ke kamar. Tidak lama kemudian Erna
memanggilku dari balik pintu kamar tersebut. Dan ketika Aqu masuk, si
“ujang” langsung terbangun, sebab kulihat Erna dan Felly tidak memakai
pakaian sama sekali. MatAqu tidak berkedip melihat pemandangan hebat
itu. Dua wanita yang cantik yang wajahnya mirip sedang bertelanjang
bulat di depanku. Mimpi apa Aqu?

“Koq bengong Ndrew? Katanya loe lagi butuh? Ayo sini..!” panggil Erna lembut.
Aqu menurut bagai dihipnotis. Felly duduk bersimpuh di ranjang.
“Ayo berbaring disini, Mas INdrew.”

Aqu berbaring di ranjang dengan berbantalkan paha Felly. Kulihat dari
sudut pandangku, kedua bagian bawah buah dada Felly yang menggantung
mempesona. Ukurannya lumayan juga. Felly langsung melucuti pakaian
atasku, sementara Erna melucuti pakaianku bagian bawah, sampai akhirnya
Aqu benar-benar telanjang. Batang kemaluanku mengacung keras menandakan
nafsuku yang bergolak.

“Gue pijat dulu yaa..” kata Erna.

Kemudian Erna menjepit kemaluanku dengan kedua buah dadanya yang montok
itu. Ohh.., kurasakan pijatan daging lembut itu pada kemaluanku. Rasanya
benar-benar nyaman. Kulihat Erna tersenyum kepadAqu. Aqu hanya mengamati
bagaimana kedua buah dada Erna yang sedang digunakan untuk memijat batang
penisku.

“Nikmat kan, Ndrew?” Erna bertanya.
Aqu mengangguk. “Nikmat banget. Lembut..”
Felly meraih dan membimbing kedua tanganku dengan tangannya untuk
mengenggam buah dadanya. Dia membungkuk, sehingga kedua buah dadanya
menggantung bebas di depan wajahku.

“Ndrew, perah susu gue ya?” pintanya nakal.
Aqu dengan senang hati melAqukannya. Kuperah kedua susunya seperti
memerah susu sapi, sehingga Felly merintih-rintih.
“Ahh.. awww.. akh.. terus.. Ndrew.. ahh.. ahh..”

Buah dada Felly terasa legit dan kenyal. Aqu merasa seperti raja yang
dilayani dua wanita cantik. Akhirnya Erna menghentikan pijatan
spesialnya. Berganti tangan kanannya menggenggam pangkal si “ujang”.
“Dulu diwaktu pesta di rumah gue, kontol loe belum ngerasain lidah gue
ya?” kata Erna, dan kemudian dengan cepat lidahnya menjulur menjilat si
“ujang” tepat di bagian bawah lubangnya.

Aqu langsung merinding kenikmatan dibuatnya. Dan beberapa detik kemudian
kurasakan hangat, lembut, dan basah pada batang kemaluanku. Si “ujang”
telah berada di dalam mulut Erna, tengah disedot dan dimainkan dengan
lidahnya. Tidak hanya itu, Erna juga sesekali mengemut telur kembarku
sehingga menimbulkan rasa ngilu yang nikmat. Sedotan mulut Erna
benar-benar membuatku terbuai, apalagi ketika ia menyedot-nyedot ujung
kemaluanku dengan kuat. Nikmatnya tidak terlukiskan. Sampai kurasakan alat
kelErnanku berdenyut-denyut, siap untuk memuntahkan air mani.
“Mi.. gue.. udah mau.. ke.. luar..”

Erna semakin intens mengulum dan menyedot, sehingga akhirnya kemaluanku
menyemprotkan air mani berkali-kali ke dalam mulut Erna. Lemas badanku
dibuatnya. Tanganku yang beraksi pada buah dada Felly pun akhirnya
berhenti. Erna terus mengulum dan menyedot kemaluanku, sehingga
menimbulkan rasa ngilu yang amat sangat. Aqu tidak tahan dibuatnya.
“Aahh.. Erna.. udahan dulu dong..!”

“Koq cepet banget keluar?” ledeknya.
“Uaah.., gue kelewat nafsu sih.. maklum dong, selama ini ditahan terus.”
Aqu membela diri.

“Oke deh, kita istirahat sebentar.”

Erna lalu menindih tubuhku. Buah dadanya menekan dadAqu, begitu kenyal
rasanya. Nafasnya hangat menerpa wajahku. Felly mengambil posisi di
selangkanganku, menjilati kemaluanku. Gairahku perlahan-lahan bangkit
kembali. Kuraba-raba kemaluan Erna hingga akhirnya Aqu menemukan daging
kenikmatannya. Kucubit pelan sehingga Erna mendesah perlahan. Kugunakan
jari jempol dan telunjukku untuk memainkan daging tersebut, sementara
jari manisku kugunakan untuk mengorek liang sanggamanya. Desahan Erna
semakin terdengar jelas. Kemaluannya terasa begitu basah. Sementara itu
Felly terus saja menjilati kemaluanku. Tidak hanya itu, Felly

mengosok-gosok mulut dan leher si “ujang”, sehingga sekali lagi bulu
kudukku merinding menahan nikmat.

Kali ini Aqu merasa lebih siap untuk tempur, sehingga langsung saja Aqu
membalik posisi tubuhku, menindih Erna yang sekarang jadi telentang. Dan
langsung kusodok lubang sanggamanya dengan batang kemaluanku. Erna
mendesis pendek, lalu menghela nafasnya. Seluruh batang kemaluanku
terbenam ke dalam rahim Erna. Aqu mulai mengocok maju mundur. Erna
melingkarkan tangannya memeluk tubuhku. Felly yang menganggur melAqukan
matsurbasi sambil mengamati Kita berdua yang sedang bersatu dalam
kenikmatan bersetubuh. Erna mengeluarkan jeritan-jeritan kecil, sampai
akhirnya berteriak saat mencapai puncak kenikmatannya, berbeda denganku
yang lebih kuat setelah sebelumnya mencapai orgasme.

Cerita Dewasa
Kucabut batang kemaluanku dari kemaluan Erna, dan langsung kuraih tubuh
Felly. Untuk mengistirahatkan si “ujang”, Aqu menggunakan jari-jariku
untuk mengobok-obok kemaluan Felly. Kugosok-gosok klitorisnya sehingga Felly
mengerang keras. Kujilati dan kugigit lembut sekujur buah dadanya, kanan
dan kiri. Felly meremas rambutku, nafasnya terengah-engah dan memburu.
Setelah kurasakan cukup merangsang Felly, Aqu bersedia untuk main course.
Felly nampaknya sudah siap untuk menerima seranganku, dan langsung
mengambil doggy style. Kemaluannya yang dihiasi bulu-bulu keriting nampak
sudah basah kuyup. Kumasukkan kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya
dengan pelan tapi pasti. Felly merintih-rintih keras saat proses
penetrasi berlangsung. Setelah masuk seluruh penisku, kudiamkan beberapa
saat untuk menikmati kehangatan yang diberikan oleh jepitan kemaluan Felly.
Hangat sekali, lebih hangat dari milik Erna. Setelah itu kumulai menyodok
Felly maju mundur.

Felly memang berisik sekali! Saat Kita melAqukan sanggama,
teriakan-teriakannya terdengar kencang. Tapi Aqu suka juga mendengarnya.
Kedua buah dadanya bergelantungan bergerak liar seiring dengan gerakan
Kita. Kupikir sayang kalau tidak dimanfaatkan, maka kuraih saja kedua
danging kenyal tersebut dan langsung kuremas-remas sepuasnya. Nafsuku
semakin memuncak, sehingga sodokanku semakin kupercepat, membuat Felly
semakin keras mengeluarkan suara.

“Aaahh.. Aaahh.. Gue keluaar.. Aaah..” teriak Felly dengan lantang.
Felly terkulai lemas, sementara Aqu terus menyetubuhinya. Beberapa saat
kemudian Aqu merasa mulai mendekati puncak kepuasan.
“Fit.. gue mau keluar nih..”

Felly langsung melepaskan kemaluannya dari kemaluanku, dan langsung
mengulum kemaluanku sehingga akhirnya Aqu memuntahkan air maniqu di dalam
mulut Felly, yang ditelan oleh Felly sampai habis.

Aqu berbaring, capek. Nikmat dan puas sekali rasanya. Erna berbaring di
sisiku. Buah dadanya terasa lembut dan hangat menyentuh lengan kananku.
Felly masih membersihkan batang kemaluanku dengan mulutnya.
“Gimana Ndrew? Puas?” Erna bertanya.

“Puas banget deh.. Otak gue ringan banget rasanya.”
“Gue mandi dulu ya?” Felly memotong pembicaraan Kita.
Lalu ia menuju kamar mandi.

“Gue begini juga karena gue lagi pengen koq. Franky udah dua minggu pergi.
Nggak tau baliknya kapan.” Erna menjelaskan.

“Nggak masalah koq. Gue juga emang lagi butuh sih. Lain kali juga gue
nggak keberatan.”

“Huss! Sembarangan loe. Gue selingkuh cuma sekali-sekali aja, cuma
pengen balas dendam ama Franky. Dia suka selingkuh juga sih! Beda kasusnya
ama loe!”

Aqu diam saja. Erna bangkit dari ranjang dan mengingatkanku.
“Udah hampir setengah delapan malem tuh. Nanti Sheila bingung lho!”

Aqu jadi tersadar. Cepat-cepat kuknikmatan pakaianku, tanpa mandi terlebih
dahulu. Setelah pErnat dengan Felly, Erna mengantarku kembali ke Citraland.

Disana Kita berpisah, dan Aqu kembali ke rumah dengan mobilku. Di rumah,
tentu saja Sheila menanyakan darimana saja Aqu sampai malam belum pulang.
Kujawab saja Aqu habis makan malam bersama teman.

“Yaa.. padahal Sheila udah siapin makan malem.” Sheila kelihatan kecewa.
Sebenarnya Aqu belum makan malam. Aqu lapar.

Baca juga : Cerita Sex Ngentot Dengan Polwan Semok Karna Tak Pakai Helm

“Ya udah, INdrew makan lagi aja deh.. tapi INdrew mau mandi dulu.” katAqu
sambil mencium dahinya.

Sheila kelihatan bingung, tapi tidak berkata apa-apa.
Share:

Cerita Sex Ngentot Dengan Polwan Semok Karna Tak Pakai Helm

Cerita Sex -  Kali ini ADMIN akan menceritakan sebuah Cerita Sex ketika diriku berhasil menikmati tubuh semok seorang Polwan yang berawal dari diriku yang tak memakai helm. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.


Aku tak mengenakan helm karena aku terburu-buru pergi ke tempat pacarku. Apesnya, aku dihadang sama polisi. Polisi itu naik mobil, tiba-tiba dgn cepatnya memotong jalanku, aku kaget hampir saja kutabrak mobil polisi itu. Aku rem mendadak motorku, karena terjadi hentakkan, jadi tubuhku hilang keseimbangan lalu aku terjatuh dari motorku. Aku terguling-guling di jalan. Tp syukurlah aku tdk apa-apa hanya lecet biasa.

Pada saat aku masih dlm keadaan telungkup, aku lihat pintu mobil polisi itu terbuka. Tp anehnya, aku sepertinya kok melihat kaki seorang wanita. Kakinya yg putih bersih dan indah itu kini berada tepat di wajahku, kutegakkan kepalaku. Betapa terkejutnya aku, mataku seperti melihat “hutan belantara” di antara kedua kaki yg jenjang itu. Setelah kuperhatikan baik-baik, ternyata dia seorang polwan, dan di dada kirinya tertulis namanya, ANA. Dia cantik sekali dan ohh.., body-nya mantap sekali. Aku jadi bengong, dan, “Plaaakkk..!” sebuah tamparan mendarat di pipi kananku.

“Heiii, apa yg Kamu lihat..? Ayo sekarang serahkan surat-suratmu mu cepaattt..!” bentaknya.

Aku jadi kaget dan segera kuambil dompet dari saku celanaku, lalu kuambil SIM dan STNK, lalu kuserahkan padanya. Sementara dia melihat suratku, aku pandangi lagi dia ohh.., betapa cantik polwan ini.

Aku perkirakan umurnya paling masih sekitar 25 tahun. Samar-samar di dlm mobil ada polisi cewek satu lagi, dia seumur denganya tetapi pangkatnya lebih rendah, kalau tdk salah sersan dua. Kakinya putih tetapi tdk semulus polwan yg tadi. Lalu tanpa kusadari, Letnan Ana mengambil sesuatu dari dlm mobil, dia berjalan menuju hidung mobil, lalu dia membungkukkan badannya untuk menulis sesuatu. Pada posisi nungging, aku lihat lagi body-nya yg waaaooowwww selangit deh… Tanpa kusadari, “tititku” mengeras perlahan. Setelah itu dia tegakkan badannya, terus berkata,

“Eee.. saudara Indra, Anda Kami tilang karena Anda tdk memakai helm. Sidang akan dilaksanakan besok lusa. Jangan lupa Anda harus hadir di persidangan besok. Oke..?”
“Tp Bu, besok Sy tdk bisa hadir, soalnya pada hari itu Sy harus mengantar pacar yg akan diwisuda. Jadi Sy minta tolong sama Ibu, bagaimana dech baiknya agar persoalan ini selesai..?” Lalu dia bilang,
“Do you have some money..?”
“Aduh, maaf sekali Bu, Sy sama sekali tdk membawa uang sepeser pun.” jawabku.
“Baiklah, kalau begitu SIM-mu Aku tahan dulu, tp nanti malam Kamu harus pergi ke rumah Sy. Dan ingat..! Kamu harus datang sendiri. Oke..? Ini alamatku. Jangan lupa lho, Aku tunggu jam 7 malam.” Dia pergi sambil mengerdipkan matanya kepadaku.

Aku terkejut, tetapi juga seneng banget, pokoknya seneng dech. Aku sampai di rumahnya sekitar jam 7 dan langsung mengetuk pintu pagarnya yg sudah terkunci. Tak lama kemudian, Ibu Ana muncul dari dlm dan sudah tahu aku akan datang malam itu.

“Ayo Ndra.., masuk. Aku sudah lama nunggu lho, sampai basah pantatku duduk terus dari tadi..” sapanya.
“Aaahhhh.. Ibu bisa aja…” jawabku.
“Maaf.., pintunya sudah digembok, soalnya Aku tinggal sendiri, jadi harus hati-hati.” sambutnya.
“Oh.., jadi Ibu belum menikah too..? Sayang lho..! Wanita secantik Ibu ini belum menikah..” kataku merayu.
“Aaaa.. Kamu ngerayu ya..?” tanyanya.
“Enggak kok Bu, Sy berkata begitu karena memang kenyataannya begitu. Coba Ibu pikir, Ibu sudah mapan hidupnya, cantik luar-dlm, dan sebagainya dech…” jelasku.

“Ehh.. Aku cantik luar-dalam, apa maksud Kamu..?” tanyanya lagi.
“Haduuhh.., gimana ya, malu Aku jadinya..?” jawabku.
“Kamu nggak perlu malu-malu mengatakannya, Kamu ingin SIM Kamu kembali nggak..?” ancamnya.
”Eee.. sekarang gini aja, Kamu udah punya pacar khan..? Sekarang Sy tanya, kenapa Kamu memilih dia jadi pacar Kamu..?” tanyanya lagi.

“Eee.. jujur aja Bu, dia itu orangnya cantik, baik, setia dan cinta sama Sy, that?s all..”
“Kalau seumpama Kamu disuruh milih antara Sy dan pacar Kamu, Kamu pilih Sy atau pacar Kamu sekarang..? Bandingkan aja dari segi fisik, Oke.. Sy atau Dia..?” tanyanya memojokkanku.
“Eeee… Anu.. anu… eee..,” aku dibuat bingung tdk karuan.
“Ayo.. jawab aja..! Kalau Kamu tdk jawab, SIM Kamu tdk kukembalikan lho..!” ancamnya lagi.
“Waduhhh.., gimana ya..? Ehmmm.., baiklah, Sy akan jawab sejujurnya. Sy tetap akan memilih pacar Sy sekarang.” jawabku.

“Wow.., kalau begitu dia lebih cantik dan semok dong dari Sy..?” jawabnya lirih.
“Eeee.. bukan begitu Bu, Sy memilih pacar Sy walaupun Dia sebetulnya kalah cantik dari Ibu, dan segalanya dech..!” jawabku.
“Ahh… yg benar, jadi Aku lebih cantik dan semok dari Dia..?” tanyanya lagi.
“Jujur saja.., ya.. ya.. ya..” jawabku mantap.
“Ohhh..,Aku jadi tersanjung dan terpikat dgn jawabanmu tadi..,” katanya girang,
“Wah.. jadi lupa Aku, Kamu nonton TV aja dulu di ruang tengah, Aku mau ambil SIM Kamu di kamar.., Oke..?” pintanya.

Lalu aku menuju ke ruang tengah, kuputar TV. Secara tdk sengaja, aku melihat tumpukan VCD. Aku tertarik, lalu kulihat tumpukan VCD itu, lalu, ohhh astaga, ternyata tumpukan VCD itu semuanya film “XXX”, aku terkejut sekali melihat tumpukan film “XXX” itu. Sebelum aku melihat satu-persatu, terdengar bunyi pintu dibuka. Lalu, ohhh, aku terkejut lagi, Ibu Ana keluar dari kamarnya hanya menggenakan daster pink transparan, di balik dasternya itu, bentuk buah dadanya terlihat jelas, terlebih lagi putting susunya yg menyembul bak gunung Semeru. Begitu ia keluar, mataku nyaris copot karena melotot, melihat tubuh Ibu Ana. Dia membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas.

“Kenapa..? Ayo duduk dulu..! Ini SIM Kamu.. Aku kembalikan..” katanya.

Wajahku memerah karena malu, karena Ibu Ana tersenyum saat pandanganku terarah ke buah dadanya.

“SIM Kamu, Aku kembalikan, tp Kamu harus menolong Sy..!” Ibu Ana merapatkan duduknya di karpet ke tubuhku, aku jadi panas dingin dibuatnya.
“Ndraa..?” tegurnya ditengah-tengah keheninganku.
“Ada apa Bu..?” tubuhku bergetar ketika tangan Ibu Ana merangkulku, sementara tangannya yg lain mengusap-usap daerah “XXX”-ku.
“Tolong Ibu Ana ya..? Dan janji, Kamu harus janji untuk merahasiakan hal ini, kalau tdk aku DOR Kamu..!” pintanya manja.
“Tp… Sy.., anu.., eee..”
“Kenapa..? Ooooo.. Kamu takut sama pacar Kamu ya..?” katanya manja.

Wajahku langsung saja merah mendengar perkataan Ibu Ana,

“Iya Bu…” kataku lagi.
“Sekarang Kamu pilih disidang atau pacar Kamu..?” ancamnya.

Dia kemudian duduk di pangkuanku. Bibir kami berdua kemudian saling berpagutan. Ibu Ana yg agresif karena haus akan kehangatan dan aku yg menurut saja, langsung bereaksi ketika tubuh hangat Ibu Ana menekan ke dadaku. Aku bisa merasakan puting susu Ibu Ana yg mengeras. Lidah Ibu Ana menjelajahi mulutku, mencari lidahku untuk kemudian saling berpagutan bagai ular. Setelah puas, Ibu Ana kemudian berdiri di depanku yg dari tadi masih melongo, karena tdk percaya pada apa yg sedang terjadi. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yg polos tanpa sehelai bnenangpun seakan akan menantang untuk diberi kehangatan olehku.

“Lepaskan pakaiannmu Ndraaa..!”

Ibu Ana berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.

“Ayooo.. cepat dong..! Aku udah nggak tahan nich.. ohhh..” Ibu Ana mendesah tdk sabar.

Aku kemudian berlutut di sampingnya. Aku bingung dan tdk tahu apa yg harus dilakukan, karena malu.

“Ndraaaa.. letakkan tanganmu di dadaku, ayo ohhh..!” pintanya lagi.

Dgn gemetar aku meletakkan tanganku di dada Ibu Ana yg turun naik. Tanganku kemudian dibimbing untuk meremas-remas buah dada Ibu Ana yg super montok itu.

“Oohhh… enakk.., ohhh… remas pelan- pelan, rasakan putingnya menegang..” desahnya.

Dgn semangat aku melakukan apa yg dia katakan. Lama-lama aku jadi tdk tahan, lalu,

“Ibu.. boleh Sy hisap susu Ibu..?” Ibu Ana tersenyum mendengar pertanyaanku, dia berkata sambil menunduk,
“Boleh Sayang… lakukan apa yg Kamu suka..” Tubuh Ana menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulutku yg sekarang mulai garang itu di susunya.
“Oohhh… jilat terus Ndraaaa..! Ohhh…” desah Ibu Ana sambil tangannya mendekap erat kepalaku ke buah dadanya.

Aku lama-lama semakin buas menjilati puting buah dadanya, mulutnya tanpa kusadari menimbulkan bunyi yg nyaring. Hisapanku semakin keras, bahkan tanpa kusadari, aku menggigit-gigit ringan putingnya yg ohhh.

“Emmm… nakal Kamu…” Ibu Ana tersenyum merasakan tingkahku yg semakin “Jozzz” itu. Lalu aku duduk di antara kedua kaki Ibu Ana yg telah terbuka lebar, sepertinya sudah siap tempur.

Ibu Ana kemudian menyandarkan punggungnya pada dinding di belakangya.

“Ayo, sekarang Kamu rasakan meqi ku..!” ia membimbing telunjukku memasuki liang senggamanya.
“Hangat, lembab, sempit sekali Bu…” kataku sambil mengucek kedalaman lubang kemaluanya.
“Sekarang jilat ‘k0ntol kecil’-ku..!” katanya.

Perlahan-lahan lidahku mulai menjilat klitoris yg mulai menyembul tinggi sekali itu.

“Terus.. ooohhh.. ya.. jilat.. jilat. Terus.. ohhh…” Ibu Ana menggerinjal-gerinjal keenakan ketika klitorisnya dijilat oleh mulutku yg mulai asyik dgn tugasnya.
“Gimana.., enak ya Bu..?” aku tersenyum sambil terus menjilat.
“Oohh.. Ndraaaa…” tubuh Ibu Ana telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.

Lidahku semakin berani mempermainkan klitoris Ibu Ana yg makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yg semakin memburu pertanda pertahanannya akan segera jebol. Dan aku akan unggul 1-0, ee… emangnya main bola. Lalu,

“Oooaaahhh… Ndraaaa..!” Tangan Ibu Ana mencengkeram pundakku yg kokoh bagaikan tembok raksasa di China, sementara tubuhnya menegang dan otot- otot kewanitaannya mulai menegang, dan muncratlah ‘lahar’Ibu Ana di mulutku.

Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yg telah kuberikan.

Hmmm… Kamu sungguh lihai Ndraaaa… Sekarang coba gantian Kamu yg berbaring…” katanya. Aku menurut saja. Batang kejantananku segera menegang ketika merasakan tangan lembut Ibu Ana yg mulai mempermainkan senjata keperkasaanku.

“Wah.. wahh… besar sekali. Oh my god… Ohhh…” tangan Ibu Ana segera mengusap-usap batang keperkasaanku yg telah mengeras tersebut.

Segera saja benda besar dan panjang itu mulai berdenyut-denyut dan dimasukkan ke mulut Ibu Ana. Dia segera menjilati batang kemaluanku itu dgn penuh semangat. Kepala kejantananku itu dihisapnya keras-keras hingga aku jadi merintih keenakan.

“Ahhh… enakkeee.. rekkk..!” aku tanpa sadar menyodokkan pinggulku untuk semakin menekan senjata keperkasaanku agar makin ke dlm mulut Ibu Ana yg telah penuh oleh batang kejantananku.

Gerakanku makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Ibu Ana.

“Ooohhh Bu.. oohhh.. mulut Ibu memang sakti.. ohhh.. I?m coming… ohhh…” Muncratlah laharku di dlm mulut Ibu Ana yg segera menjilati cairan itu hingga tuntas.. tas.. tas.. plass.
“Hmmmm… agak asin rasanya Ndra punyamu.., tp enak kok…” Ibu Ana masih tetap menjilati kemaluanku yg masih tegak bagaikan tugu Monas di Jakarta, menara Piza di Italy, menara Eiffel di Paris.
“Sebentar ya.., Aku mau minum dulu..” katanya setelah selesai menjilati batang kejantananku.

Ketika Ibu Ana sedang membelakangiku sambil menenggak air putih dari kulkas. Aku melihat body yg wuih dan itu ohhh, pantat yg bulat. Aku memang suka pantat yg bulat dan menantang. Aku tdk tahan cuma melihat dari jauh, lalu aku berdiri dan berjalan menghampirinya, lalu mendekapnya dari belakang.

“Ndraaaa.. jangan nakal dong, biar Ibu minum dulu..!” katanya manja.
“Aku tdk tahan melihat pantat ibu yg menantang itu.” kataku tak sabaran.
“Kamu suka pantatku, kalau gitu Kamu tentu mau kalau nanti pantatku mendapat giliran untuk Kamu obok-obok, bagaimana Ndra..? Mau ngobok- ngobok pantat Ibu..?” tanyanya. Aku terima tantangannya.
“Ohhh.., memang benar- benar mantaapppp…” aku berkata sambil mengelus-elus pantat Ibu Ana.

Lalu aku jongkok agar dapat jelas melihat, kusentuh lembut pantat itu dgn tanganku. Terus kucium, kuelus lagi, kucium lagi terus kujilat, lalu kubuka belahan pantat itu. Ohhh.., terhampar pemandangan indah dgn bau yg khas, lubang yg sempit, lebih sempit dari yg di depan dan sekitarnya ditumbuhi bulu-bulu yg lumayan lebat. Lalu kujulurkan jari telunjukku ke lubang yg sempit itu.

Waktu aku coba memasukkan jariku ke lubang itu, terdengar jeritan kecil Ibu Ana.

“Ndra.., jangan keras-keras ya, nanti sakit.. lho…” Lalu aku mulai memasukkan step by step.

Waktu jariku menembus lubang itu sepertinya tanganku mau disedot masuk ke dlm.

“Lubang Ibu nakal juga ya, masa jariku mau dimakan juga..?”
“Akhhh… Kamu nakal dech.., ohhh Ndra.. coba sekarang Kamu jilat ya..?” pintanya.

Lalu kutarik jariku dari dlm lubang itu, lalu aku mulai menjilati lubang itu ehhmm.., lumayan juga rasanya, asin-asin gurih. Sementara itu, Ibu Ana terdengar merintih keenakan. Lama-lama aku tdk sabar, dan terus kuberdiri dan tanpa basa-basi, aku langsung membalikkan badannya. Terus kulahap gundukan-gundukan daging di dada Ibu Ana dgn nikmat. Sementara itu, Ibu Ana mulai mendesah-desah dan menggelinjang. Kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam. Goyangan- goyangan lidahku yg terus menjilati puting susu Ibu Ana yg tinggi dan lancip begitu bertubi-tubi tanpa henti. Ibu Ana menggerinjal-gerinjal dgn keras.

“Aaaaggghhhh… oooohhh… ooooohhh…” desahan- desahan kenikmatan semakin banyak bermunculan dari mulut Ibu Ana.

Geliat- geliatan tubuhnya semakin menjadi-jadi karena merasa sensasi yg luar biasa akibat sentuhan-sentuhan mulut dan lidahku pada ujung syaraf sensitif di buah dadanya. Urat-urat membiru pun mulai menghiasi dgn jelas seluruh permukaan buah dada yg super montok itu. Masih dgn mulutku yg tetap berpetualang di dada Ibu Ana yg juga masih menggelinjang, aku membopong Ibu Ana ke kamar. Kujatuhkan tubuh Ibu Ana di atas kasur spring bed yg sangat empuk.

Saking keras jatuhnya, tubuhnya yg aduhai itu sempat terlontar-lontar sedikit sebelum akhirnya tergolek pasrah di atas ranjang itu. Setelah itu, Ibu Ana tetelentang di kasur dgn kaki-kakinya yg jenjang terjulur ke lantai. Tubuh bugilnya yg putih dan mulus beserta buah dada yg montok dgn puting susu nan tinggi yg teronggok kokoh di dadanya, memang sebuah pemandangan yg amat menawan hati. Lalu aku berlutut di lantai menghadap selangkangan Ibu Ana. Kurenggangkan kedua kakinya yg menjejak di lantai.

Dgn begitu aku dapat memandang langsung ke arah selangkangannya itu. Bulu-bulu kemaluan yg tumbuh di padang rumput tipis yg menghiasi wilayah sensitif itu begitu menggelora nafsu birahiku. Aromanya yg segar dan harum membuat nafsuku itu kian meninggi. Kudekatkan mulutku ke bibir meqinya dan kujulurkan lidahku untuk mencicipi lezatnya lubang itu. Tubuh Ibu Ana terlonjak keras ketika kucucukkan lidahku ke dlm liang senggamanya. Kukorek-korek seluruh permukaan lorong yg gelap itu. Begitu hebat rangsangan yg kubuat pada dinding lorong kenikmatan tersebut, membuat air bah segera datang membanjirinya.

“Aaaagghhhhhh… oooooohhh… aaahhh…” terdengar rintihan Ibu Ana dari mulutnya yg megap-megap setengah membuka.

Kemudian aku berdiri. Dgn tangan bertumpu ke atas kasur, kucoba mengarahkan ujung K0ntolku ke lubang meqi yg lumayan sempit yg tampak licin dan basah milik Ibu Ana. Berhasil. Perlahan-lahan kuhujamkan batang kemaluanku ke dlm liang senggama itu. Tubuh Ibu Ana berkejat- kejat dibuatnya merasakan nikmat penetrasi yg sedang kulakukan saat ini.

“Oooohhhh… uuuuccchhh…” tak ayal jeritan- jeritan mengalir dari mulutnya.

Akhirnya batang keperkasaanku amblas semua ke dlm liang gelap yg berdenyut-denyut milik Ibu Ana diiringi dgn jeritannya. Kenikmatan ini kian bertambah menjadi- jadi setelah aku melakukan penetrasi lebih dlm dan intensif lagi. Gerakan memompa dari batang kejantananku di dlm kemaluan Ibu Ana semakin kupercepat.

Terdengar suara kecipak-kecipak dan lenguhan kami berdua karena terlalu asyiknya kami bersenggama. Seiring dgn tangan yg kembali meremas- remas perbukitan indah yg menjulang tinggi di dada Ibu Ana, batang kejantananku terus melakukan serangan- serangan yg tanpa henti di dlm lubang senggamanya yg bertambah kencang denyutan-denyutannya. Meqi memerah yg terus berdenyut-denyut dan amat licin akibat begitu membanjirnya cairan- cairan kenikmatan yg keluar dari dalamnya, terasa menjepit bnatang kejantananku.

Demikian sempitnya ruang gerak K0ntolku di dlm lorong gelap itu, menjadikan gesekan-gesekan yg terjadi begitu mengasyikkan. Ini merupakan sensasi sendiri bagiku yg merasakan batang keperkasaanku seperti merasa diurut-urut oleh seluruh permukaan dinding meqinya. Mulutku pun tak henti-hentinya menyuarakan desahan-desahan kenikmatan tanpa bisa dihalangi lagi.

“Oouuugghhhhh… Ndraaaa… mmmpphhhh…” Ibu Ana mengerang-ngerang tdk karuan, sementara tubuhnya juga melonjak-lonjak dgn keras.

Sekuat tenaga kuhujam-hujam K0ntolku dgn lebih ganas lagi ke dlm liang senggamanya. Rasanya hampir habis tenaga dan nafasku dibuatnya. Tetapi nafsu birahi yg begitu menggelora tampaknya membuatku lupa pada kelelahanku itu. Ini dibuktikan dgn sodokan kejantananku yg berusaha menusuk sedalam-dalamnya. Bahkan berkali-kali ujung batang kejantananku sampai menyentuh pangkal liang tersebut, membuat Ibu Ana menjerit keenakan.

“Ndraaaa… Ndraaaa… Aku… mau… keluar…” Ibu Ana melenguh kencang.

Ia merasakan sudah tdk bisa menahan klimaksnya lagi. Akan tetapi, aku belum merasakan klimaks sedikit pun. Langsung kutambah kecepatan genjotan-genjotan batang kejantananku di dlm liang senggamanya. Begitu buasnya sodokan-sodokanku itu, membuat tubuh Ibu Ana bergoyang-goyang hebat, dia merintih… merintih… dan merintih.

Akhirnya saat yg diharapkan itu tercapai. Aku melenguh panjang merasakan spermaku muncrat, menyusul Ibu Ana yg sudah terlebih dahulu memperoleh orgasmenya. Begitu nikmatnya orgasme yg kurasakan itu sehingga membuat laharku bagaikan air bah menerjang masuk ke dlm liang senggama Ibu Ana. Kami berdua mengejang kencang saat titik-titik puncak itu tercapai. Tp kenapa batang kejantananku tdk mau istirahat, dan masih terlihat perkasa. Dgn segera aku berlutut di atas ranjang. Kuminta Ibu Ana untuk berlutut juga membelakangiku dgn tangan bertumpu di kasur, jadi dlm posisi doggy style.

Kemudian Ana kudorong sedikit ke depan, sehingga pantatnya agak naik ke atas, yg lebih memudahkan batang kejantananku untuk melakukan penetrasi ke dlm lubang senggamanya. Setelah itu langsung kusodok kemaluan yg sekarang sudah terlihat agak merekah itu dgn batang keperkasaanku dari belakang. Tubuh Ibu Ana terhenyak hingga hampir terjungkal ke depan akibat kerasnya sodokanku itu, sementara mulutnya menjerit keenakan. Dlm sekejap, senjata-ku itu seluruhnya ditelan oleh meqi itu dan langsung menjepitnya.

Jepitan meqi Ibu Ana yg berdenyut-denyut menambah gairah birahiku yg memang sudah menggelora. Dgn cepat, kutarik kejantananku sampai hampir keluar dari dlm liang senggamanya, lalu kutusukkan kembali dgn cepat. Kemudian kutarik dan kusodok lagi, seterusnya berulang- ulang tanpa henti. Doronganku yg keras ditambah dgn sensasi kenikmatan yg luar biasa membuat Ibu Ana beberapa kali nyaris terjerembab.

Namun itu tdk menjadi masalah sama sekali. Bahkan sebaliknya, membuat permainan kami berdua menjadi kian panas. Lalu,

“Ooocchh… uh… uh… uh…” nafasku terengah-engah.

Kurasakan sekujur tubuhku mulai kehabisan tenaga. Tenagaku sudah begitu terkuras, tetapi aku belum mau berputus asa. Kucoba mengeluarkan sisa-sisa tenaga yg masih ada semampuku. Dgn sedikit mengejang, kugenjot batang kejantananku kembali ke dlm luabng kenikmatannya sekuat-kuatnya. Ibu Ana pun tdk mau kalah, dia maju-mundurkan tubuhnya dgn ganasnya.

Akhirnya, Ibu Ana melenguh panjang, muncratlah lahar-nya, disusul beberapa detik kemudian oleh kemaluanku. Lalu secepat kilat kukeluarkan K0ntolku dari dlm lubang kenikmatan Ibu Ana dan langsung jatuh terkapar di kasur. Lalu, Ibu Ana langsung meraih batang kejantananku itu dan dimasukkan ke dlm mulutnya. Ibu Ana mengocok k0ntolku itu di dlm mulutnya yg memang agak kecil.

Namun Ibu Ana berhasil melumat batang keperkasaanku dgn nikmatnya. Gesekan-gesekan yg terjadi antara kulit kemaluanku yg sensitif dgn mulut Ibu Ana yg basah dan licin ditambah dgn gigitan-gigitan kecil yg dilakukan oleh giginya yg putih karena pakai “Smile-Up Man”, membuat aku tdk dapat menahan diri lagi. Muncratan-muncratan lahar kenikmatan yg keluar begitu banyaknya dari batang keperkasaanku langsung ditelan seluruhnya, hampir tanpa sisa oleh Ibu Ana. Sebagian meleleh keluar dari mulutnya dan jatuh membasahi kasur. Belum puas sampai disitu, ia masih menjilati sekujur batang kejantananku sampai bersih total seperti sediakala.

Bukan main! Lalu kami berdua tergeltak di atas tempat tidur dgn tubuh telanjang yg dibasahi oleh keringat dan lahar kami. Kemudian aku tertidur. Tiba-tiba,

Baca juga : Cerita Sex Tante Tak Lagi Sombong Setelah Keenakan Ku Entot

“Aaauuuwww..,” kepalaku sakit sekali, terus aku terbangun tetapi samar-samar aku melihat tiga orang sudah berada di sekelilingku. Semuanya memakai seragam putih-putih. Satu cowok dan dua cewek. Setelah itu penglihatanku mulai jelas, dan benar dugaanku, aku sekarang berada di rumah sakit. Tp bagaimana bisa..? Terus apa yg kulakukan tadi itu gimana..?
Share:

Jumat, 13 Juli 2018

Cerita Sex Tante Tak Lagi Sombong Setelah Keenakan Ku Entot

Cersexindowow - dara pagi ini terasa sejuk sekali, seakan menyambut baik datangnya hari Minggu ini. Secerah wajah tante Ivone yg tengah bercengkrama dengan bunga bunga ditaman. Meskipun nampak angkuh, namun kecantikan wajahnya tak dapat disembunyikan.


Aku baru saja selesai mandi dan berniat ngeteh diteras rumah sambil mnghirup udara pagi yg segar. Akan tetapi mataku melihat tante Ivone tengah asyik menikmati keindahan bunga ditaman depan rumah. Dengan gaya ala petani bunga Cibodas, tante Ivone nampak srius mmperhatikan tanaman itu. ” Pagi tan ” sapaku. ” Hmm… ” balasnya tanpa berpaling dari rumpunan bunga. ” Mau aku buatin minum nda tan!? ” tanyaku lagi setengah menawarkan jasa. ” Nda usah!! ” jawabnya juga seraya membelakangiku. Aku tak melihat tante Rita, Hendri ataupun Nita pagi ini. ” Ach, pada lari pagi kali? ” fikirku dalam hati.

Aku kmbali mmperhatikan tante Ivone yg mmblakangiku. Mulai dari betisnya yg putih mulus mskipun nampak kurus, pahanya yg lebih mulus dari betisnya, bokongnya meskipun trbalut clana pendek, namun trlihat jelas lekukannya. ” Coba dia bisa aku tiduri sperti tante Rita ya? ” gumanku dalam hati. Belum habis lamunanku,tiba tiba kulihat tubuh tante Ivone trhuyung lemah ingin trsungkur. Dengan cepat aku mloncat dan mmegangi tubuhnya yg nyaris trsungkur itu, mninggalkan sisa lamunan cabulku.

Kurangkul tubuhnya yg mulus dan trlihat lemas sekali. “Ga papa kan tan??” tanyaku penuh rasa khawatir, sraya mmapah tubuh tante Ivone. “Kpalaku trasa pusing Fad” jawab tante Ivone lemah. “Ya udah, istirahat aja didalam” saranku sambil terus memapahnya ke dalam rumah. “Akhirnya aku bisa mrangkulmu Vone” ucapku dalam hati. Ada sjuta kebahagian dihatiku karna mampu mrangkul tubuh si angkuh trsebut.

Stelah brada didalam rumah, dengan perlahan kududukan tante Ivone disofa ruang tamu. Dengan mnarik nafas tante Ivone duduk dan brsandar pada sandaran sofa. Stelah itu aku melangkah mninggalkannya sendiri. Tak brapa lama aku kembali dngn sgelas air hangat dan mnghampiri tante Ivone yg tengah brsandar disandaran sofa. “Minum dulu tan, biar enakan!” ujarku sambil mnyerahkan gelas brisi air hangat yg kubawa. Tante Ivone pun mminum air hngt yg kuberikan. “Makasih ya Fad” ucapnya lemah sambil mletakan gelas dimeja yg ada didepannya.

“Kpalanya masih pusing ga tan!?” tanyaku. Tante Ivone hanya mnganggukan kpalanya. “Mau dipijatin ga!?” tanyaku lagi. “E, em” jawab tante Ivone prlahan seakan tengah mnahan sakit. Aku pun sgera memijat mulai dari kpalanya dngn prlahan lahan, kmudian dahinya yg dia bilang mrupakan pusat rasa sakitnya. “Wah, knapa tante Fad!?” tanya Nita yg baru saja pulang. “Tadi si tante hampir jatuh, kpalanya pusing Nit!” jawabku. ” Trlalu capek kali!? ” ujar Nita sambil mlangkah kedapur. “Dah aga mndingan Fad” jelas tante Ivone dngn mata terpejam, menikmati pijatan pijatan jariku. Terasa hangat dahinya brsamaan dngn rasa hangat yg menjalari tubuhku. Harum aroma tubuh tante Ivone trasa mnusuk kedua lobang hidungku. Mmbuat aku ingin lebih lama lagi memijat dan dekat dngnnya.

“Masuk angin kali tan, dahinya aga anget ne!? ” jelasku, brupaya memancing agar niatku tercapai. “Iya kali? “ujarnya pula, seakan mngerti akan arti ucapanku. Membuatku makin brani lebih jauh. “Mau dikerikin ga!?” tanyaku dngn penuh haraf kepadanya. “Memang kamu bisa!?” tante Ivone balik brtanya. Membuat hatiku trasa brdebar tak karuan. “Ya bisa… ” jelasku dngn cepat, takut tante Ivone brubah fikiran lagi. “Ya udah, tapi dikamar ya…, ga enak disini” pinta tante Ivone. Mmbuat hatiku brdebar makin cepat. Dengan prlahanku papah dia mlangkah mnuju kamarnya. Akupun brusaha untuk menahan dan menenangkan hatiku. Yang mulai dirasuki niat dan fikiran kotorku.

Setelah brada didalam kamar, kusarankan agar dia istrahat diranjangnya. Tante Ivone pun mrebahkan tubuhnya sraya brnafas panjang. Seolah olah ada beban berat yg dibawanya. Aku sgera brlalu mngambil obat gosok dan coin untuk mengerik tubuh tante Ivone. Stelah kudapati smua yg kubutuhkan, aku kembali mnghampiri tante Ivone yg tengah menanti. Dengan mmbranikan diri aku memintamya agar dia mlepaskan pakaian yg dipakainya. Dia pun prlahan melepaskan pakaian atau baju yg dipakainya. Shingga tante Ivone kini hanya mngenakan bra yg brwarna pink dan clana pendek saja. Ada getaran hangat mnjalari sluruh tubuhku, saat menyaksikan tante Ivone mmbuka bajunya. Hingga mmbangunkan kjantanan dan hawa nafsuku. Yang memang telah mngendap dibenakku sejak awal, ketika memprhatikan dia ditaman.

Dengan prasaan yg tak mnentu dan dibayangi nafsu dibenakku. Akupun mulai mngusap …

..usap punggung mulus yg mmblakangiku, dngn hati hati sekali. “Tali branya dibuka aja ya tan??” pintaku pnuh haraf sambil trus mngusap dan mengerik punggung bagus dihadapanku. “Iya… ” jawabnya lirih. Menahan kerikan dipunggungnya, entah sakit atau geli aku tak tau. Yang pasti tanganku sgera melepaskan kait tali branya, sehingga mmbuat branya mlorot mnutupi sbagian payudaranya yg bulat dan berisi. Sperti payudara milik gadis kebanyakan. Stelah tiada lagi penghalang dipunggungnya, akupun membalurinya dngn minyak gosok. Dan jari jemarikupun menari mmbentuk garis dipunggung tante Ivone.

Sambil sekali kali mataku melirik kearah payudaranya yg brusaha ditutupi dngn bra dan kedua tlapak tangannya. Tapi hal trsebut mmbuatku smakin terangsang didorong rasa pnasaran yg tramat. Smentara tante Ivone hanya trdiam sraya mmejamkan matanya yg bulat dan indah. ” Pelan pelan ya Fad!? ” pintanya masih dngn mata yg trpejam. Tiba tiba pintu kamar prlahan terbuka, nampak Nita tengah brdiri dimuka pintu. “Tan aku mo kerumah tman dulu ya!?” ujar Nita brpamitan sraya matanya mlirik kearahku. “Iya Nit… ” balas tante Ivone tanpa brpaling kearahnya. Kmudian scara prlahan Nita mnutup pintu kembali dan brlalu pergi.

Jari tanganku mulai nakal trhadap tugasnya, jariku trkadang nyelinap dibawah ketiaknya brusaha meraih benda yg bulat dan padat brisi yg ditutupinya. Tapi tangan tante Ivone terkadang brusaha mnghalanginya, dngn merapatkan pangkal lengannya. “Jari kamu nakal ya Fad!? ” ucap tante Ivone stengah berbisik seraya mlirik ke arahku. Membuatku trsipu malu. “Habis ga kuat sich, tan…” jawabku jujur. Tapi tante Ivone malah melepaskan branya shingga kini payudaranya nampak polos tanpa plindung lagi.

Dan langsung menjadi santapan kedua mataku tanpa brkedip. Langsung mmbuat hatiku brdebar debar mnyaksikan pemandangan trsebut. “Sekarang bisa kamu plototin pe puas dech!!” ujar tante Ivone tak lagi mnutupit buah dadanya dngn kedua tlapak tangannya lagi. Jantungku trasa bgitu cepat brdetak dan mmbuat lemas sluruh prsendianku. Kontolku brlahan tapi pasti mulai brdiri tegak mngikuti dorongan hasratku.

“Memang dah selesai ngeriknya Fad!?” tegur tante Ivone mngingatkanku. Mmbuat aku sgera mlanjutkan prkerjaanku yg trtunda sesaat. Hampir sluruh bagian belakang tubuh tante Ivone telah kukerik dan brwarna merah brgaris garis. Hanya bagian bokongnya yg luput dari kerikanku karna trhalang dngn clana pendek serta CD yg dikenakannya. Tapi belahan bokongnya telah puas kuplototin.

Akhirnya pekerjaanku selesai juga. Kemudian dngn prlahan jari jariku memijati pundaknya. Tante Ivone mnundukan kpalanya, sekali sekali trdengar suara dahak dari mulutnya. “Sudah Fad!” printahnya, agar aku mnyudahi pijatanku.

Dengan prasaan malas akupun mnghentikan pijatanku dan sgera mmbrsihkan sisa sisa minyak dikedua tlapak tngnku. ” Cuci tanganmu dulu biar bersih sana!!” pinta tante Ivone skaligus printah. Akupun branjak pergi kekamar mandi yg memang ada didalam kamar trsebut. Stelah usai mncuci sluruh tanganku hingga bnar bnar bersih. Akupun kembali menghampiri tante Ivon yg tengah telentang diatas ranjang masih dngn keadaan sparuh bugil. Sperti saat aku tinggalkan kekamar mandi. Hingga payudaranya yg bulat dan brisi nampak mmbusung besar didadanya, dngn puting yg brwarna coklat susu. “Ayo Fad, kamu mau mainin ini kan!?”. “Aku juga mau kok!?” ucap tante Ivone sambil mremas salah satu payudaranya hingga putingnya mnonjol kearahku. Akupun mndekat mnghampirinya dngn perasaan nafsu. Membuat kontolku kian brdiri dan mngeras kencang dibalik clanaku.

Akupun tak mnunggu lebih lama, sgeraku remasi payudaranya yg mnantang. Tante Ivone brgelinjang saat tlapak tanganku mndarat dan meremas kedua payudaranya. ” Achh.., iya Fad trussss ” rintihnya prlahan. Jari jemariku kian liar mremasi sluruh daging bulat yg padat brisi. JariQ juga memainkan putingnya yg mulai mngeras. ” Iya,.., ayo diisep Fad.., aaaayooo “pinta tante Ivone dngn nafas taj tratur. Akupun sgera mnjilati dan mengisapi puting payudaranya. “Aduhhh…, enaaaak, trusss….” desah tante Ivone sraya mmegangi kpalaku. Aku smakin brnafsu dngn puting yg kenyal sperti urat dan mnggemaskan. Smentara tante Ivone smakin mndesah tak karuan. Tangan kananku meluncur kearah slangkangan dibawah pusar, trus mnyusup masuk diantara clana dan CD tante Ivone. Hingga jari jariku trasa mnyentuh rumput halus yg cukup lebat didalamnya. Tante Ivone mmbuka pahanya tak kala jari tlunjukku brusaha masuk kedalam lobang yg ada ditengah bulu bulu halus miliknya. “Aowww…” jerit kecil tante Ivone saat tlunjukku brhasil memasuki lobang memeknya. Dia pun mnggeliatkan tubuhnya penuh gairah nafsu. Smentara kontolku smakin mngeras hendak kluar dari bahan yg mnutupinya.

Cukup lama jari tlunjukku kluar masuk didalam memek tante Ivone, hingga lobang itu mulai trasa basah dan lembab. Sampai akhirnya tangan tante Ivone menahan gerakan tanganku dan mminta mnyudahinya. “Aaaachhh.., udaahhh., Faddh.., aaachh” rintih tante Ivone. Akupun menarik tanganku dari balik clananya dan mlepaskan putingnya dari mulutku.

“Buka pakaianmu dong, Fad!!” seru tante Ivone sraya bangkit dan mlepaskan clana pendek serta CDnya. Shingga dia bugil dan nampak rumput hitam ditengah slangkangannya yg baru saja ku obok obok. Akupun mlepaskan smua pakaianku dan bugil sperti dirinya.

Dengan senyum manis kearahku, tante Ivone mendekat dan brjongkok tepat didepan slangkanganku. “Aouw, gede banget..!!” seru tante Ivone sraya tlapak tangannya mraih kontolku yg telah brdiri dan keras. Dngn tangan kanan dia mmegang erat batang kontolku, sedangkan tlapak kirinya mngelus elus kpalanya. Hingga kpala kontolku trasa brdenyut hangat. Kmudian dimasukan kontolku kedalam mulutnya sraya matanya mlirik ke arahku. “Agghhh… “aku mlengguh tak kala sluruh kontolku tnggelam masuk kedalam mulutnya. Darahku brdesir hangt mnjalari sluruh urat ditubuhku. Aku hanya dapat memegangi kpala tante …

…Ivone, mremas serta mngusap usap rambutnya yg ikal sebahu. Smentara tante Ivone smakin liar, sbentar mngulum dan mngemud seakan dia ingin melumat sluruh kontolku. Trnyata dia lebih buas dari tante Rita. Trkadang dia mnjilati dari batang hingga lobang kencing dikpalanya. ” Aaaaaaa… ” erangku menahan rasa nikmat nan tramat. Trasa tubuhku melayang jauh tak menentu.

Entah brapa lama tante Ivone mngemut, mnjilat dan mngulum kontolku. Yg jelas hal ini mmbuat tubuhku brgetar dan hampir kejang. ” Gantian dong tan, aQ juga mau jilatin memekmu! ” rengekku, hampir tak mampu mnahan nafsuku. Ingin rasanya memuntahkan keluar sebanyak banyak. Agar tante Ivone mandi dngn air maniku.

Tante Ivone sgera bangkit brdiri meninggalkan kontolku yg masih brdiri tegak. Kmudian aku mminta agar dia duduk dikursi tanpa lengan yg ada. Akupun brjongkok mnghadap memeknya yg dihiasi bulu lebatnya. Kedua kaki tante Ivone trtumpu pada kedua bahuku. Maka mulutku mulai mnjarah memek yg tlah mnganga terkuak jari jemariku, hingga nampak jelas lobang memek yg brwarna merah dan lembab. Lidahku pun mulai mnjelajahi dan mnjilati lorong itu. “Aaaaowwh…, aaaa…, iyyyaaa.., trussss, aassstttssh” desah tante Ivone saat lidahku brmain mnjilati lobang memeknya. “Aduuuhh,…, truuusss, lebihhh daallaaamm, aaah,… enaaakhh, agh, agh, aghhhh” rintihnya pula sambil mremas dan mnjambaki rambut dikpalaku. Lidahkupun smakin liar dan brusaha masuk lebih dalam lagi. “Aaaaghh,.., gilaaaa…, enaaaksss,.., ubss,.., aaaaachghhh” suara tante Ivone tak karuan. Lidahku brhenti mnjilati dinding lobang memek, kini brpindah pada daging mungil sbesar biji kacang hijau. Ku jilati itil yg brwarna merah dan basah dngn air mazinya dan air liurku.

“Aughh…..” suara tante Ivone sperti tersedak sambil mrapatkan kedua pahanya, hingga mnjepit leherku, ketika ku isap itilnya. ” Aaaaa.., auwghhh…., yaaaaa ” ucap tante Ivone lirih. ” Udahhh…, Fad…, udddaah Faadd ” rengek tante Ivone sraya mndorong kpalaku dngn kakinya yg trkulai lemas dibahuku.

Akupun mlepaskan isapan mulutku pada itil tante Ivone dan bangkit brdiri dihadapannya dngn kontol yg masih tegak dan keras. Kemudian mminta tante Ivone agar bangkit dari duduknya. Kini aku yg mnggantikan posisinya duduk dikursi.

Tante Ivone naik keatas pahaku dan tubuhnya mnghadap kearahku, hingga tubuh kami saling brhimpitan. Kmudian tante Ivone mmbimbing kontolku masuk kelobang memeknya dngan jarinya. ” Aagghhsss.. ” rintih kecil tante Ivone ketika kontolku masuk menusuk memeknya. Tak lama kmudian bokongnya mulai turun naik, mngesek gesek kontolku didalamnya. Aqpun mngimbanginya dngn mmegangi pinggulnya mmbantu bokongnya turun naik. ” Aachhh.., yaaaa, oohhh, enaaak Fadd “. ” Auwwghhh…., aaaaaa…, oohhhh, yaaa ” racau tante Ivone tak karuan jika tubuhnya turun mnenggelamkan kontolku dimemeknya.

” Aauwww, aku ga tahan ne Fadd,…, aaaauwww, yessss ” rintih tante Ivone sraya mnggerakan bokongnya dngn cepat. Akupun mmbalas reaksinya, dengan melumat lagi payudaranya .”Aaaaaawhhh……..”erang tante Ivone sambil mnekan bokongnya lebih rapat dengan slangkanganku. Akupun mengejang mnahan tekanan bokong tante Ivone. “Aaaachhhh…….” akhirnya aku tak mampu lagi mmbendung cairan kental dari dalam kontolku. Kamipun saling brpelukan dngn erat beberapa saat dngn brcampur peluh masing masing.

Stelah cukup lama kami brpelukan, kamipun bangkit dngn malas, enggan branjak dari suasana yg ada. Stelah itu kamipun mandi mmbrsihkan tubuh kami masing masing yg basah dngn peluh syurga.

Akhirnya aku bisa menidurimu dan menaklukan keangkuhanmu Ivone Gienarsih.
Share:

Kamis, 12 Juli 2018

Cerita Sex Keperawananku Diambil Pacarku Didalam Ruang UKS

Cerita Sex  - Kali ini ADMIN akan menceritakan Cerita Sex ketika keperawananku diambil oleh pacarku didalam Ruang UKS yang sepi. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.


Dinda yang awalnya cupu setelah masuk SMA dia menjadi gaul dan Fashionable. Akibat pergaulanya itu bahkan dia sampai terjerumus dalam sexs bebas, sampai dia kehilangan keperawananya diusianya yang masih dini yaitu diusia 15 tahun.

Panggil saja aku Dinda usiaku 15 tahun aku baru saja masuk di bangku SMA. Aku anak pertama dari 2 bersaudara adikku laki-laki. Bapaku seorang polisi dan ibuku bekerja sebagai guru SD. Aku terlahir dari keluarga berada. Orangtuaku selalu mengupayakan yang terbaik untukku. Dia menginginkan aku sukses seperti mereka.

Dulu aku bersekolah di kampung jauh dari keramaian kota. Kini aku disekolahkan ibukku di SMA favorit supaya cara berfikirku berkembang. Penampilanku sangat cupu kala itu dan sejak aku masuk SMA ibu merubah gaya berpakaianku layaknya orang kota. Pada waktu pendaftaran aku terlihat paling lusuh beda dengan yang lain.

Mereka rapi bersih dan pandai menata rambut, bahkan ada yang memakai make up saat bersekolah. Aku menyadari kalau aku dari kampung beda dengan mereka. Wajah teman baruku terlihat kalau mereka sombong , gaya bicaraku pun selalu ditertawakannya. Namun seiring berjalannya waktu aku bisa mengikuti gaya mereka karena orangtuaku mampu memberikan apa yang aku mau.

Dulu pas awal masuk sekolah ada MOS (Masa Orientasi Siswa) disitu semua siswa baru membawa keperluan macam-macam. Setiap hari ada saja yang harus dibawa, pulang sekolah pasti binggung cari peralatan hingga larut malam. MOS berjalan 3 hari dipimpin kakak kelas yang semena-mena dengan siswa baru.

Membersihkan sampah di got, kamar mandi bahkan ada yang mengelap sepatu kakak kelas. Jika ada yang melanggar atau salah membawa peralatan pasti langsung di hokum di depan umum. Untung saja selama tiga hari aku tertib tidak ada kesalahan apapun. Waktu cepat berlalu akhirnya usai sudah MOS yang menyiksa itu. Aku sudah resmi menjadi siswa di SMA 1 yang memang pilihanku.

Di hari pertama ibu membelikan aku sepatu baru yang branded tas yang bagus dan aku diajarin ibu untuk sedikit memakai make up. Ibu ingin melihatku seperti teman-temanku yang baru. Aku senang sekali sekarang aku berubah penampilan yang menurutku membuat aku makin cantik. Aku memiliki badan yang tinggi sekitar 162cm sedikit berisi aku terpilih sebagai salah satu petugas paskibra.

Ya itulah baris berbaris , yang terpilih memang yang memiliki tinggi badan diatas 160 cm. Aku senang berorganisasi apalagi kegiatan ini membuat aku dekat dengan kakak kelas yang ganteng-ganteng. Ibuku juga mendukung semua kegiatan aku, namun dia melarang aku berpacaran dengan siapapun. Ibu ingin aku focus sekolah terlebih dahulu tidak memikirkan yang lainnya.

Aku termasuk anak yang penurut, berangkat sekolah pulang sekolah selalu saja di antar jemput orangtuaku. 2 bulan aku bersekolah di situ banyak temanku , aku termasuk orang yang supel gampang bergaul dengan siapa saja. Aku memiliki teman namanya Rika dia anak orang kaya cara penampilannya sangat heboh. Tidak ada yang bisa melebihi dia termasuk aku.

Tapi pergaulan Rika sangatlah bebas, dia memiliki seorang pacar kakak kelas jadi satu sekolahan. Mereka selalu saja memanfaatkan waktu untuk berpacaran di kelas. Di kamar mandipun mereka bisa pacaran aku sempat kaget karena mereka ciuman di depan umum. Ntah apa yang dilakukan kalau di kamar mandi , ngeri rasanya.

Jika memakai seragam serba mini kancing baju dibuka satu paling ujung sehingga terlihat payudaranya. Aku berteman baik dengannya namun aku juga harus pandai memilih mana yang tidak baik dicontoh di kehidupanku. Aku ingin membanggakan orangtuaku yang susah payah membiayaiku. Tapi kenyataannya berbeda diusiaku yang masih dini lingkungan pergaulanku yang tidak baik membuat aku terlena.

SMA 1 yang menjadi favorit itu hanyalah nama saja anak-anaknya ternyata sudah diracuni oleh pergaulan bebas. Ya tidak semua siswa tapi sebagian besar sudah tidak perawan yang cewek. Aku juga termasuk di dalamnya. Waktu itu kenaikan kelas setelah tes semester pasti ada yang namanya classmate.

Biasanya diisi dengan aktifitas bebas , olahraga atau pensi. Berangkat juga siang hari tidak haru stepat pukul 7. Seneng sekali kalau classmate bebas tidak ada yang mengatur karena guru sibuk membuat nilai. Pada waktu itu ada pertadingan basket aku ikut melihat dilapangan bersama Rika. Dia dsamperin pacaranya aku pun pergi karena mereka kalau pacaran tidak tahu tempat.

Tiba-tiba pacar Rika datang dengan temannya namanya Soni. Dia dikenalkan denganku, dia juga kakak kelasku,

“hay Din..kenalin aku Soni…”

“ehh..iya mas salam kenal…”

“jangan panggil mas panggil saja Soni…”

Aku ngobrol berdua sama Soni dia anak yang lucu pandai bikin aku tertawa. Aku terbawa suasana rasanya nyaman sekali makan siang bareng di kantin. Mungkin enak kali ya punya pacara ada yang merhatiin dikantin ada yang nemenin. Seketika itu Soni mengatakan jika dia menyukaiku,

“Din..kamu cantik ya, aku suka deh sama kamu…”

“uuhuukkkk…” perkataan Soni membuat aku tersedak

“kenapa kamu hati-hati dong Din…”

“hmm iya, ah kamu bisa aja…”

“serius ini Din aku suka sama kamu mau nggak jadi pacaraku?”

“ahhh kamu kebanyakan bercanda deh….”

“beneran aku serius Din…” wajahnya menatap aku dengan tajam

“eeemm…emmm….ehm…temenan dulu aja kita kan baru kenal..”

“yaudahlah aku tunggu jawaban kamu ya..”

Sepertinya Soni memang beneran deh soalnya tatapan itu serius. Waktu pulang sekolah pun tiba aku sudah di jemput bapak aku bergegas pulang takut bapak melihat aku dengan seorang pria. Aku pulang ke rumah disepanjang perjalanan aku bbm an dengan Soni. Sampai di rumah aku mandi dan tiduran hpku bunyi terus biasanya sepi tidak ada yang menghubungi aku.

Sekarang setiap menit Soni selalu menanyakan aku lagi ngapain. Wah seneng juga ya sangat menghibur tapi aku takut jika ibu tahu pasti marah. Hpnya aku silent supaya ibu tidak curiga. Aku janjian besok berangkat pagi karena ada pensi dan Soni adalah vocalis band di sekolah. Pagi tiba aku berangkat ke sekolah awal ibu yang mengantar aku.

Aku juga bilang sama ibu kalau pulang sore karena ada pentas seni. Sesampainya disekolah aku bertemu Soni udah di dalam kelasku. Karena datang pagi sekolah masih sepi hanya aku berdua dengannya. Soni masih saja menanyakan hal yang sama dia memaksaku untuk menerima cintanya. Akhirnya aku menerima Soni sebagai pacar pertamaku. Dia tampak senang sekali wajahnya memerah aku pun malu,

“makasih ya Din aku sayang deh sama kamu, ini hari jadian ya kita rayain yukk…”

“hmmm rayain dimana emangnya?”

“di ruang UKS ayo ikut aku ada kejutan buat kamu…”

Aku dan Soni pergi ke ruang UKS yang berada di ujung kelas. Aku masuk ruangan ada seikat bunga, so sweet banget deh. Kayaknya dia uda prepare dari tadi pagi tapi kenapa harus di UKS. Dia tiba-tiba mengunci pintu UKS,

“Son..kenapa kamu kunci pintunya…”

“ini hari jadian kita aku pengen rayain berdua takut ada yang masuk ke sini..”

Aku masih saja nurut dengan perkataannya, tiba-tiba Soni mendekati aku yang duduk di kasur UKS. Dia memelukku dengan erat. Aku diam dan binggung harus melakukan apa,

“aku sayang sama kamu Din sejak kamu berteman dengan Rika. Percaya deh kita bakalan selamanya menjadi suami istri nantinya…”

“ahh kamu lebay deh Son..”

Dia masih memelukku dengan erat pelukan itu snagat hangat aku nyaman berada di dalam dengan Soni. Dia melepaskan pelukannya dia menatap wajahku. Kita saling bertatapan, dia mengecup bibirku secara perlahan. Aku menikmatinya ternyata ciuman itu enak sekali. Aku ketagihan aku membalas ciuman Soni dengan perlahan.

Dia meremas membelai pipiku dadaku dia belai. Aku merinding saat itu kayaknya aku mulai terbawa suasana. Setelah itu dia membelai tubuhku aku ditidurkan di kasur. Aku terbaring dia meremas kedua payudaraku perlahan kemudian semakin cepat. Aku menikmatinya enak sekali,

“aaahhhh…..Son…aaakkkhh…..”

Kemudian dia membuka kancing baju seragamku hingga aku hanya memakai bra saja. Dia tampak beringas wajahnya memerah mungkin dia sudah bergairah. Lalu dia meremas dan mencium bibirku aku menikmati belaian demi belaian. Dia melepas bajunya dan celana hanya memakai celana dalam. Aku lihat penisnya berdiri tegak baru pertama kali aku melihat penis pria.

Bra ku dilepas rokku juga dilepas aku telanjang didepan matanya. Pacar pertamaku sudah berusaha membuat kenikmatan dengan ku. Aku nurut apa saja yang Soni lakukan, aku pasrah saat itu. Payudaraku yang masih kencang membuat dia semakin bergairah. Dia mengulum putting susuku dan memainkan putingku. Diputar terus putingnya hingga aku lemas,

Cerita Dewasa
“aaakkkhhh Son….nikmat ….oohh….aaakkkhhh……..”

Lidahnya menjilati putting susuku dengan perlahan. Gairahku seakan bangkit aku dibuat lemas tak berdaya. Dia terus menjilati putting susuku kanan dan yang kiri dia putar-putar aku lemas tubuhku bergetar merasakan kenikmatan,

“oooouuuuggghhh…..aaahhhh…aaahhhh…oohhhhh….ahhh….”

Terus meracau merasakan kenikmatan pagi itu. dia kembali menciumi bibirku dan penisnya bergesekan dengan memekku. Terus dia gesekkan nikmat dan geli campur jadi satu. Kemudian dia turun kebawah meraba-raba memekku. Dari atas hingga bawah , bulu kemaluanyang amsih jarang itu membuat dia semakinmudah memainkan jemarinya,

“aaaakkkhhh Son…nikmat Son aaahhhhh…..ooooooouugghhh……”

Jarinya membuka lipatan demi lipatan memekku. Memekku basah mengeluarkan cairan seperti masturbasi karena merasakan kenikmatan demi kenikmatan. Jarinya masuk ked alma lubang memekku. Sepertinya dia mengecek apakah aku masih perawan atau tidak. Jarinya masuk ke dalam memekku dan diputar-putar,

“aaahhhhh..Son aku nggak tahan aaahhhhhh…nikmat ooohhh…..”

Dia melepaskan jarinya dan menjilati selakanganku tubuhku bergerak bebas merasakan kenikmatan. Memekku juga dijilatinya klitorisku dimainkan dengan lidahnya,

“Sonnn….aaahhhh….aaaaaakkhhhh…oooohhh aaaaahhh….oooooooouuuhhh…Sonn….”

Lalu dia menciumku lagi menjilati seluruh tubuhku. Aku sangat horny dibuatnya, dia berusaha memasukkan penisnya ke dalam memekku. Sebelumnya dia putar dan gesekkan penisnya di lubang memekku. Terasa geli sekali saat itu,

“aaaaaaahh…..aaahhhh…aaahhhh……aaaakkkhh Sonn…..”

Ujung penisnya perlahan masuk ke dalam memekku. Ujung penisnya berusaha masuk ke dalam memekku yang merekah itu,

“aaaaakkkhhh oohhh…..aaaaaaaahhh Son…terus Sonnn…..”

Penisnya masuk dan aku menjerit kesakitan. Keluar darah dari memekku selaput perawanku pecah banyak darah,

“awwww..sakit Son aaahhhhhhh……”

Sakit sekali saat selaputku pecah dan bunyi “kreeekkkk…”

Dia terus memasukkan penisnya maju mundur ke dalam memekku. Terus dia paksa masuk bibirnya terus mengulum bibirku sesekali menjilati putting susuku. Tanganku memeluk tubuhnya seakan dia mengalihkan rasa sakitku dengan membuat aku merasakan nikmat,

“oooohhh aaahhhhhhh…aaahhhh….Son lagi son aaaahhh….”

Dia berusaha menggoyang-goyangkan penisnya ke dalam memekku. Di melakukan tekanan yang sangat keras nikmat sekali saat penisny amenusuk-nusuk lubang memekku. Dia menciumku tanganku semakin erat memeluknya. Gairah kita berdua sudah semakin memuncak, penis itu keluar masuk dengan cepat tak lama kemudian dia mengeluarkan cairan sperma.

“cccrrrooooott…..ccccrooooottt….ccccrroootttttt……..”

Dia semprotkan dibibirku, bibirku penuh dengan cairan sperma dan Soni menyuruhku untuk menelannya. Dia membershkan tubuhku dan mulutku. Setelah itu kita memakai pakaian kembali. Dia memeluk ku dengan erat,

“terimakasih Din kamu sudah percaya sama aku..”

Baca juga : Cerita Sex Akhirnya Bisa Meniduri Janda Sombong Yang Montok

Terdengar diluar sudah ramai banyak teman yang sudah datang aku merapikan penampilanku kembali. Sejak saat itu setiap hari aku ngeseks sama dia sepulang skeolah. Kadang aku juga datang ke penginapan untuk sekedar meluapkan hawa nafsu. Benar apa kata Rika seks itu buat ketagihan. Setiap hari aku selalu melihat film porno untuk menambah pengalaman biar Soni makin sayang aku.

Itulah kisahku diperawani diusia 15 tahun oleh kakak kelasku Soni dan dia adalah pacar pertamaku yang mengajari aku tentang seks hingga saat ini. Sekian.
Share:
Copyright © ceritasexindo | Powered by cerita sex indo Design by TOTOPREDIKSI | Blogger Theme by Ceritasexindo