Cerita dewasa, Cerita pemerkosaan, Cerita Mesum, Cerita ngentot, foto hot, foto sex, prediksi togel , prediksi togel jitu, totoprediksi

Minggu, 21 Oktober 2018

Cerita Sex di Perkosa di Dalam Ruangan Sepi

Cerita Sex - Ini berkisah "Cerita Sex di Perkosa di Dalam Ruangan Sepi" cerita sex, cersex, cerita sex selingkuh, cerita sex terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa.



Nindia adalah seorang gadis 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri dalam kota Surabaya. Ia tinggal di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja pada bank yang sama walaupun pada cabang yang berbeda. Ia memiliki tubuh yang kencang. Wajahnya cukup manis dengan bibir yang penuh, yang selalu dipoles dengan lipstik warna terang. Tentu saja sebagai seorang teller di bank penampilannya harus selalu dijaga. Ia selamanya tampil elegan dan harum.

Suatu hari di sore hari nindia terkejut melihat kantornya telah gelap. Berarti pintu sudah dikunci oleh Pak hosi dan Diman, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC terlebih dulu sebelum akan pulang. Mungkin mereka mengira ia sudah pulang. Baru saja ia akan menggedor pintu, biasanya para satpam duduk di pintu luar. Ada kabar para satpam dalam kantor bank tersebut hendak diberhentikan karena pengurangan karyawan, nindia merasa kasihan tapi tak bisa berbuat apa-apa. Seingatnya ada kurang lebih 6 orang satpam disana. Berisi banyak juga korban PHK kali ini.

“Mau kemana nindia? ”, tiba-tiba seseorang menegurnya dari kegelapan meja teller.
nindia terkejut, ada hosi dan Diman. Mereka menyeringai.
“Eh Pak, kok sudah dikunci? Aku mau pulang lepas.. ”, nindia menyapa itu berdua yang mendekatinya.
“nindia, kami bakal diberhentikan besok.. ”, hosi berkata.
“Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa.. ”, nindia menjawab.
Di pendatang hujan mulai turun.
“Kalau begitu.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak”, tiba-tiba Diman yang kian muda menyangkal sambil menatapnya tajam.
“I.., iya.., kelak aku belikan kenang-kenangan.. ”, nindia meningkah.

Tiba-tiba ia merasa gugup dan cemas. hosi mencekal lengan nindia. Sebelum nindia tersadar, kedua tangannya telah dicekal ke belakang sambil mereka.
“Aah! Jangan Pak! ”.
Diman menarik blus warna ungu milik nindia. Gadis itu terkejut & tersentak ketika kancing blusnya berhamburan. “Sekarang aja nindia. Kenang-kenangan untuk seumur hidup! ”.
hosi menyeringai tahu Diman merobek kaos dalam katun nindia yang berwarna putih berenda. nindia berusaha meronta. Namun tak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat keluar.
“Jangann! Lepaskann! ”, nindia berusaha meronta.

Hujan turun dengan derasnya. Diman sekarang berusaha menurunkan celana panjang ungu nindia. Kedua lelaki itu telah sejak lama memperhatikan nindia. Gadis yang mereka tahu tubuhnya sangat kencang serta sintal. Diam-diam mereka sering mengintipnya tatkala ke kamar mandi. Saat ini tersebut sudah tidak tahan lagi. nindia menyepak Diman secara keras.
“Eit, melawan juga si Mbak ini.. ”, Diman hanya menyeringai.
nindia di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semua peralatan pada meja tersebut berhamburan bersih.
“Aahh! Jangan Pak! Jangann! ”, nindia mulai menangis ketika ia ditelungkupkan di atas meja itu.
Sementara kedua tangannya terus dicekal hosi, Diman sekarang lebih leluasa meritul celana panjang warna ungu nindia. Sepatunya terlepas.

Diperlakukan seperti itu, nindia juga mulai dari merasa terangsang. Ia dapat merasakan angin dingin menerpa kulit pahanya. Menunjukkan celananya sudah terlepas jatuh. nindia lemas. Hal ini menguntungkan ke-2 penyiksanya. Dengan mudah mereka menanggalkan blus dan celana panjang ungu nindia. nindia mengenakan setelan pakaian pada berenda warna hitam yang mini dan sexy. Mulailah pemerkosaan itu. Pantat nindia yang kencang start ditepuk sama hosi bertubi-tubi, “Plak! Plak! ”.



Tubuh nindia memang kencang menggairahkan. Payudaranya besar dan kencang. Seluruh tubuhnya pejal kenyal. Dalam keadaan menungging dalam meja seperti ini ia tampak amat menggairahkan. Diman menjambak rambut nindia sehingga dapat mengamati wajahnya. Bibirnya yang maksimum berlipstik merah menyala membentuk huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya.
“Sret! ”, nindia tersentak ketika celana dalamnya telah ditarik robek.
Menyusul branya ditarik beserta kasar. nindia benar-benar ngerasa terhina. Ia dibiarkan cuma dengan menggunakan stocking sewarna dengan kulitnya. Sementara penis hosi yang besar & keras mulai melesak pada vaginanya.
“Ouuhh! Adduhh..! ”, nindia merintih.
Seperti anjing, hosi mulai dari menyodok nyodok nindia daripada belakang. Selama tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. nindia hanya mampu menangis tak berdaya.

Tiba-tiba Diman mengangkat wajahnya, kemudian menyodorkan penisnya yang keras panjang. Memaksa nindia membuka mulutnya. nindia memegang pinggiran meja menahan rasa ngilu di selangkangannya sementara Diman memperkosa mulutnya. Meja itu berderit derit mengikuti sentakan-sentakan tubuh itu. hosi mendesak dari belakang, Diman menyodok dari depan. Bibir nindia yang padat itu terbuka lebar-lebar menampung kemaluan Diman yang terus keluar masuk di mulutnya. Seketika hosi mencabut kemaluannya serta menarik nindia.
“Ampuunn.., hentikan Pak.. ”, nindia menangis tersengal-sengal.
hosi hidup dalam atas sofa tamu. Kemudian dengan dibantu Diman, nindia dinaikkan di pangkuannya, berhadapan dengan pahanya yang terkuak.

“Slebb! ”, kemaluan hosi kembali masuk ke vagina nindia yang sudah biasa basah.
nindia menggelinjang sakit, melenguh dan mengerang. hosi kembali memeluk nindia sambil memaksa melumat bibirnya. Lalu start mengaduk aduk tempik gadis itu. nindia masih tersengal-sengal melayani serangan mulut hosi ketika dirasakannya sesuatu yang keras dan bersimbah menyodorkan masuk di lubang anusnya yang sempit. Diman mulai memaksa menyodominya.
“Nghhmm..! Nghh! Jahannaamm..! ”, nindia mencoba meronta, akan tetapi tidak memerintah.

hosi langsung melumat mulutnya. Sementara Diman memperkosa anusnya. nindia luwes tak sanggup sementara kedua mungkum pada tubuhnya disodok bergantian. Payudaranya diremas dari kepil maupun belakang. Tubuhnya yang becek oleh peluh semakin membuat dirinya tampak erotis & merangsang. Juga rintihannya. Tiba-tiba gerakan ke-2 pemerkosanya yang semakin cepat serta di mendadak berhenti. nindia ditelentangkan dengan tergesa lalu hosi menyodokkan kemaluannya ke lubang gadis tersebut. nindia gelagapan ketika hosi mengocok mulutnya kemudian mendadak kepala nindia dipegang erat dan..
“Crrt! Crrt! ”, cairan sperma hosi muncrat di dalam mulutnya, berulang kali.
nindia merasakan akan muntah. Tapi hosi terus menekan hidung nindia hingga ia terpaksa menelan cairan kental itu. hosi terus memainkan batang kemaluannya di muncung nindia hingga bersih. nindia tersengal sengal berusaha menodong seluruh enceran lengket yang sedang tersisa di langit-langit mulutnya.

Mendadak Diman ikut memasukkan baur kemaluannya ke mulut nindia. Kembali lubang putri tersebut diperkosa. nindia terlalu lemah untuk berontak. Ia pasrah hingga balik minuman sperma mengisi mulutnya. Masuk di tenggorokannya. nindia menangis sesenggukan. Diman memakai seluar pada nindia untuk membersihkan sisa spermanya.
“Wah.. bener-bener kenangan indah, Yuk.. ”, ujar hosi lalu menggagas gerbang belakang.
Tak lambat lantas 3 orang satpam lain masuk.
“Ayo, saat ini giliran kalian! ”, nindia terkejut melihat ke-3 satpam bertubuh kekar itu.
Ia bakal diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia sudah pamit dengan teman sekamarnya Ita, bahwa ia tidak kembali malam ini karena kudu ke rumah saudaranya sampai tentu tak akan tersedia yang mencarinya.

nindia ditarik di tengah lobby bank tersebut. Dikelilingi 6 orang2 perwira kekar yang telah merintis pakaiannya masing-masing terlintas nindia dapat melihat tangkai tempik mereka yang sudah mengeras.
“Ayo nindia, kulum punyaku! ”, nindia yang seharga mengenakan stocking itu dipaksa mengoral tersebut berputar.
Tubuhnya tiba-tiba di buat di keadaan sebagaimana merangkak. Dan sesuatu yang rusuh mulai dari melesak paksa dalam terowongan anusnya.
“Akhh.., mmhh.., mhh.. ”, nindia menangis tak berdaya.
Provisional mulutnya dijejali batang puki, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya yang kencang dicengkeram.
“Akkghh! Isep teruss..!, Ayoo”.
Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang ketika cairan spermanya menyembur mengisi muncung nindia. Gadis itu merengap menelannya hingga habis. Kepalanya dipegangi secara sangat sanding. & lelaki lain langsung menyodokkan batang kemaluannya menggantikan rekannya. nindia dipaksa mengangkat sperma semata satpam tersebut bersinggungan. Itu juga bergiliran menyodomi & memperkosa semua lubang pada tubuh nindia berputar.

Jasad nindia yang sintal itu basah berbanjir keringat serta sperma. Stockingnya telah penuh noda-noda sperma kering. Akhirnya nindia ditelentangkan di sofa, kemudian para satpam tersebut bergiliran merencah kemaluan mereka di wajahnya, sesekali itu memasukkannya ke mulut nindia dan mengocoknya disana, sampai secara bersinggungan sperma tersebut muncrat dalam seluruh wajah nindia.

Ketika sudah selesai nindia telentang dan tinggal nadi lemas. Uci-uci & wajahnya belepotan enceran sperma, keringat dan larutan matanya sendiri. nindia pingsan. Akan tetapi karet satpam itu ternyata belum puas.
“Belum pagi nih”, ujar salah seorang daripada satpam tersebut.
“Iya, saya masih belum puas.. ”.
Akhirnya muncul ide mereka yang lain.

Tubuh telanjang nindia diikat menjelang. Lantas itu membawanya di besok kantornya. Bagian tamat bank itu memang tetap sepi serta banyak semak belukar. nindia yang masih dalam kondisi lemas diletakkan begitu aja di sebuah pondok tua tempat para pemuda berkumpul saat silam. Hujan telah berhenti tetapi udara sedang begitu dinginnya. Mulut nindia disumpal beserta serawal dalamnya. Ketika malam bertambah larut baru nindia tersadar. Ia tersentak menyadari tubuhnya tetap dalam stan terbuka bulat dan terikat tidak berdaya. Ia benar-benar merasa dilecehkan karena stockingnya masih terpasang.

Tiba-tiba sekadar terdengar suara beberapa laki-laki. Serta tersebut terkejut begitu menyerap.
“Wah! Ada hadiah nih! ”, aroma alkohol sanding tampak dari lubang mereka.
nindia berusaha minggat ketika itu mulai menggerayangi tubuh sintal telanjangnya. Tetapi ia tak berdaya. Tersedia 8 orang-orang yang datang. Tersebut segera menyalakan lampu listrik yang remang-remang. Jasad nindia start dijadikan bulan-bulanan. nindia hanya bisa menangis berserah dan merintih tertahan.

Ia ditunggingkan di atas lantai bambu kemudian karet perwira tersebut bergiliran memperkosanya. Semua mungkum di tubuhnya secara bergiliran dan bersamaan disodok-sodok dengan sangat berangasan. Kembali nindia bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, pada pantat, dada & wajahnya. Setiap kali hendak semaput, seseorang akan menampar wajahnya terlintas ia meleset tersadar.
“Ini kan teller di bank depan? ”

Itu tertawa-tawa sambil terus memperkosa nindia dengan berbagai posisi. nindia yang sedang tersekat serta terbungkam cuma bisa patuh menuruti perlakuan tersebut. Cairan berwarna putih dan merah kekuningan menusuk dari terowongan pantat & vaginanya yang telah memerah akibat dipaksa menerima begitu banyak batang titit. Ketika seseorang sedang sibuk menyodominya, nindia tak tahan lagi serta akhirnya terlengar. Entah sudah biasa berapa kali para pemabuk itu menyemprotkan sperma mereka ke semua tubuh nindia sebelum akhirnya meninggalkannya demikian saja setelah mereka lega.

Bandar Poker Terbaik

Agent Poker Terbaik

Bandar Togel Terpercaya

Share:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Copyright © ceritasexindo | Powered by cerita sex indo Design by TOTOPREDIKSI | Blogger Theme by Ceritasexindo