Cerita dewasa, Cerita pemerkosaan, Cerita Mesum, Cerita ngentot, foto hot, foto sex, prediksi togel , prediksi togel jitu, totoprediksi

Selasa, 03 April 2018

Cerita Sex Yuni Merasakan Banyak kehangatan

Cerita sex - Kisah ini aku tulis karena aku memliki pengalaman dengan temanku , dimana kami selalu kumpul bersama katakanlah kita punya geng , kami bertiga kompak akan seks selalau berfantasi dengan seks, pertama kita kenal seks dengan mencoba seksual dengan salah satu wanita, tapi malah meme=buat kita ketgihan dengan lubang memek sampai sekarang.



3 orang temanku adalah Mira, Jo dan Deni. Mira adalah satu2nya teman kami yang perempuan tapi dia mahir ilmu hipnotis. Awalnya cuma ide iseng untuk menghipnotis wanita cantik untuk kemudian kami garap secara seksual beramai-ramai dan kami bikin dokumentasinya. Sekedar untuk bersenang-senang. Sebelum akhirnya ini jadi kegiatan rutin kami.

Namaku Anton, umur 30 tahun. Aku dan 3 temanku sering melakukan kegiatan ini untuk senang-senang dan mengisi waktu luang. Mira biasanya jadi orang pertama yang mendekati korban. Maklumlah selain diajago hipnotis, dia juga perempuan. Jadi kalau dia PDKT, korban tidak curiga.

Malam itu seperti biasa kami lagi nongkrong di sebuah kafe sekalian liat-liat siapa tau ada korban untuk memuaskan hasrat seksual kami. Tak lama Jo melihat seorang gadis duduk sendirian di pojok kafe. Ia sibuk dengan blackberry nya.

“wah ada mangsa ni kayaknya” bisik Jo padaku.

Kami semua menoleh ke arah gadis itu. Penampakannya biasa saja. Memakai t shirt dan celana jins. Wajahnya berparas manis, dengan rambut sepundak. Usianya kutaksir sekitar 25 tahun. Tapi bodynya lumayan seksi dan berisi. Setelah rembukan kami sepakat untuk menunggu bebrapa saat lagi. Siapa tahu dia sedang menunggu temannya.

30 menit hampir berlalu, gadis itu masih duduk sendirian. Akhirnya kami sepakat bahwa inilah mangsa kami malam itu. Mira seperti biasa menjalankan aksinya. Ia nyamperin gadis itu, kenalan dan mengajaknya ngobrol ngalor ngidul, entah apa yang dibicarakan mereka tapi kini mereka tampak akrab ngobrol.

Tak lama, Mira mengirim aku BBM. “aman” katanya. Itu berarti kami harus segera cari kamar di hotel yang letaknya tak jauh dari kafe. Tepat di seberang kafe ini. kami pun bergegas. Aku, Jo dan Deni segera mengurus cekin di kamar hotel tersebut.

Komunikasi kami dengan Mira terus berjalan melalui BBM. Dari BBM Mira, kami ketahui gadis itu adalah karyawati bernama Yuli, usia 27 tahun dan tidak sedang menunggu siapa-siapa. Dengan kemampuan hipnotisnya, Mira dengan mudah mengorek informasi soal Yuli.

20 menit kemudian semuanya sudah siap. Dengan segala ilmu sirepnya akhirnya Mira berhasil membawa Yuli ke hotel. Kami semua sudah siap di kamar. Pintu diketok dan masuklah Mira dan Yuli. Dari penampakannya, Yuli memang berwajah cantik. Senyumnya manis, kulitnya putih bersih. Aku tak sabar membayangkan apa yang ada dibalik kaos dan celana jinsnya. Dari luar saja bodynya sudah keliatan seksi.

Biasanya dalam mengerjai korban, kami menghipnotis korban untuk mau jadi model bintang iklan atau sinetron. Dengan dalih wawancara, korban kami buat tak sadar untuk menuruti semua kehendak kami melampiaskan nafsu seksual kami.

Yuli yang cantik itu duduk di kursi samping kasur. Wawancara kami mulai. Kamera video aku arahkan padanya dan mulai merekam.

“udah punya pacar belum Yul?” tanyaku

“lagi nggak ada, dulu pernah punya tapi sekarang putus,” kayanya sambil senyum manis.

“wah secantik ini kok masih sendiri?”

Yuli cuma tersenyum saja tak menjawab.

“sama pacarnya sudah pernah ngapain aja? pasti udah pernah ciuman dong?” tanyaku menggoda.

“iya pernah… kami rajin ML juga kok tiap bulan” jelasnya

“wah udah pengalaman dong ni?… posisi ML yang paling suka apa Yul?”

“mmmm…aku suka banget doggy dan dijilatin vag|na aku. Rasanya enak banget.” Yuli bercerita tanpa canggung sedikitpun. Maklum saja ia sedang dibawah pengaruh hipnotis Mira.

Setelah sedikit sesi wawancara basa basi yang menggoda, Yuli aku suruh duduk di ranjang. Tapi sebelumnya Jo menyuruhnya untuk melepas celana jinsnya. Yuli pun menurut karena masih berada di bawah pengaruh hipnotis Mira.

Ia memelorotkan jins nya dan tampak pahanya yang mulus dan sekel itu. Ia memakai cd warna abu abu yang keliatannya juga sudah agak kendor kaena agak melorot posisinya. Belahan pantatnya sedikit keliatan. Membuat penisku mulai menegang keras.

Jo mengambil alih kamera. Aku yang akan kerjain Yuli di ranjang. Sambil masih ngajak ngobrol, aku mulai meraba pahanya yang mulus itu.

“kamu cantik dan seksi sekali ya, mantan pacarmu pasti puas banget dulu ML sama kamu” kataku

“nggak mas dia justru lari ke perempuan lain yang katanya lebih seksi” kata Yuli

“ah mana mungkin.. kamu juga seksi kok. Coba buka bh kamu” kataku.

Yuli pun melepas kaosnya dan juga bh nya. Kini tampaklah payudara seksi ukuran 34c menggantung di dadanya. Aku tak buang kesempatan. aku segera remas remas sambil mengecup puting susunya yang mengacung runcing itu.

“tuh toket kamu aja seksi banget. Boleh ya aku cium cium lagi” godaku

Yuli hanya mengangguk sambil tersenyum. Desahan nikmat segera keluar dari mulutnya saat aku mulai menjilati toketnya sambil sekali sekali menggigit kecil putingnya. Tanganku mulai turun ke pahanya dan mulai mengelus elus vaginanya yang masih tertutup cd.

“oooohhhh…yyeeeaaa..” Yuli mendesah keenakan dengan pasrah.

Tanpa sadar, Yuli kini mulai membuka kedua belah pahanya. Aku pun leluasa mengorek memeknya sambil menyusupkan tanganku dibalik cd nya. Kujelajahi memeknya yang tertutup jembut yang agak tebal. Memeknya sudah sedikit basah rupanya. Dengan permainan lidahku di sekitar puting susunya dan memainkan klitoris, vag|na Yuli kurasakan semakin becek.

Tak kusia-siakan kesempatan ini. aku mulai masukan jariku ke dalam vaginanya. Ia mulai agak keras mendesah pantatnya mulai naik turun.

Cewek 27 tahun ini lumayan juga, nafsunya gede karena memeknya cepat sekali basah.

Tanpa sadar, Yuli sekarang mulai merebahkan dirinya di kasur. Aku tarik cd nya dan sekarang Yuli dalam keadaan bugil. Aku buka kedua kakinya lebar lebar. Memeknya terlihat masih rapet dan dikelilingi jembut hitam yang cukup lebat. Tak apalah, aku suka memek dengan jembut tebal.

Aku buka sedikit memeknya dan kujilati dengan ganas. Yuli semakin kelojotan. Pantatnya semakin naik turun.

“ooooooohhh…sssshhhhh…aaaaaaaaaahhhhhhh” Yuli meracau tak karuan.

Tanganku kini sambil meremas kedua toketnya. Yuli kelojotan tak karuan, kepalanya menggeleng geleng ke samping. Tangannya kini menekan kepalaku ke memeknya. Aku terus menjilatinya dengan ganas. Klitorisnya aku mainkan dengan lidahku dan kusedot sambil kadang aku gigit.

Tak lama, tubuh Yuli mengejang, pantatnya naik turun dan kedua pahanya mengapit kepalaku yang masih asyik menikmati vaginanya. Nampaknya Yuli sudah orgasme duluan. Aku segera merubah posisi. Aku kini melepas semua pakaianku. Yuli tampak bengong melihat kontolku yang sudah menegang keras dengan urat-urat dipinggirnya.

Aku menggesek-gesek kontolku pada bibir memeknya yang sudah basah membanjir. Zzllleebb.. kontolku masuk dengan mudah ke liang vaginanya. Sudah tak perawan tampaknya gadis ini. tapi dinding vaginanya masih terasa menekan dan memijat kontolku. Enak juga rasanya.

Aku memompanya pelan sambil kujilat toked Yuli yang putingnya mengacung keras. Yuli hanya pasrah dan semakin melebarkan kakinya yang mengangkang. Aku dengan leluasa menciumi lehernya, kupingnya dan mengulum bibirnya. Enak sekali rasanya memek cewek ini. aku memompa memeknya makin keras dan Yuli semakin mendesah nikmat.

Yuli melingkarkan kakinya di pinggulku dan aku semakin cepat mengocok memeknya. Tak lama kemudian spermaku keluar menyembur didalam liang vaginanya.

“wah kamu hot banget deh. memek kamu enak banget rasanya” bisikku dan Yuli hanya terengah-engah sambil tersenyum.

Selanjutnya kami mulai dengan permainan yang lebih hot lagi. Jo sebagai cameramen mengarahkan adegan berikutnya.

“Yuli, sekarang ada tes buat sinetron. Skenarionya kamu jadi korban perkosaan. Gimana, kamu bisa lakukan ini? ini penting buat casting kamu nanti” kata Jo

Yuli hanya mengangguk setuju sambil terlentang bugil di kasur.

Memeknya masih basah kena spermaku yang banyak dan kental tadi. Mira kemudian menghampiri Yuli dengan pakaian kemeja dan rok mini.

“Yuli, sekarang kamu pake baju ini ya. Ceritanya kamu karyawati yang diculik pas pulang kantor terus diperkosa sama 3 lelaki”

Yuli kemudian mengenakan pakaian itu. Meski rambutnya masih acak acakan, tapi gadis ini tetap terlihat cantik dan manis. Kini ia mengenakan kemeja layaknya cewek kantoran dan rok hitam mini. Di dalamnya ia mengenakan cd nya lagi yang sudah kendor.

“belum pernah ngerasain 3some kan?” tanyaku

“belum tuh…” Yuli senyum malu-malu, “kayak apa ya rasanya dikeroyok gitu?”

“Nah makanya tes adegan ini nanti kamu rasain aja sendiri. Nggak rugi deh. kamu pasti lulus kok asal pasrah aja nikmatin apapun yang kita lakuin dan suruh ke kamu,” jelasku. Ilmu hipnotis Mira memang manjur. Sampai saat ini Yuli masih berada dalam pengaruh sirepnya.

Adegan dimulai. Mira mengarahkan Yuli agar berakting sebagai korban penculikan untuk sedikit meronta ronta, ketakutan dan menangis. Mira kini mengambil alih kamera. Deni berpura-pura sebagai penculik Yuli. Ia menutup mata Yuli dengan kain, menodongkan pisau mainan dan menyeretnya ke kasur. Yuli pun jatuh terlentang. Aku dan Jo masih berdiri di pojokan nunggu giliran adegan main.

“heh denger ya cewek sialan, sekarang lu mau gue perkosa,” akting Deni.

Yuli pun pura pura menangis dan ketakutan. Deni segera menyerang Yuli. Ia merebahkan tubuhnya diatas tubuh Yuli dan langsung melumat bibir dan leher Yuli.

Gadis itu meronta ronta. Deni bertambah ganas sambil menarik kemeja Yuli dan terlepaslah kancing kancingnya. Dalam sekejap, Yuli sudah telanjang bulat. Deni kini melepas semua pakaiannya dan siap menggarap Yuli.

Deni kemudian mengikat kedua tangan Yuli di kedua ujung kasur. Yuli kini terlentang tangannya terikat dengan tubuhnya yang bugil. Deni melebarkan kedua paha Yuli dan langsung menghujamkan kontolnya. Aku dan Jo kemudian bergabung. Kami sudah telanjang bulat dan siap menggilir Yuli habis-habisan.

Deni memasukkan kontolnya ke dalam memek Yuli dan memompanya keluar masuk. Aku mengarahkan kontolku ke wajah Yuli dan menyuruhnya menyepong kontolku sementara Jo mengulum toket Yuli sambil meremas-remasnya.

Posisi ini kami lakukan bergantian dan bergantian pula kami menyemprotkan sperma di tubuh Yuli yang terikat itu. Setelah itu, kami melepaskan ikatan tangan Yuli dan istirahat sebentar. Mira kembali menghipnotis Yuli agar kesadarannya tidak kembali dulu.
Dalam keadaan tak sadar, Yuli kembali kami wawancara di depan kamera.

“gimana rasanya Yul? kayaknya kamu cocok nih buat casting sinetron”

“iya mas, rasanya enak kok” jawab Yuli yang kelelahan sambil bugil. Dadanya masih belepotan sperma.

“coba kasih liat memek kamu. Kita pingin liat nih” kataku

Kamera kemudian menyorot memek Yuli yang belepotan sperma. Karena dientot bergiliran, memeknya kini basah dan berwarna merah.

“iya nih… basah banget, abis kalian tadi crot di dalem si” katanya sambil senyum manis.

Setelah cukup istirahat, kami kembali membujuk Yuli untuk ngesex lagi dengan alasan casting sinetron. Yuli kini nungging dan kami menggilirnya lagi dengan gaya doggy.

Menjelang subuh, kami semua sudah puas. Yuli teler berat karena habis kami gilir habis-habisan, ia terlelap kelelahan masih dalam keadaan telanjang bulat. Dan seperti korban-korban kami lainnya, kami tinggalkan dia bugil begitu saja.

Share:

Cerita Sex Gadis ABG Lulus SMU

Cerita sex - Gadis yang bernama Novi ini baru lulus dari sekolah SMUnya dan menikmati dunia baru yang sekarang dia masih muda umurnya 18 tahun aku berkenalan dengannya 1 bulan yang lalau saat aku mencari hiburan karaoke, dia adalah pemandu karaoke kami sempat ngobrol kesana kesini dan akhirnya dia curhat mengapa dia bekerja disini karena terpaksa unutk menebus biaya ujian saat di bangku SMU.


Masih terbayang liukan tubuh yang mengundang jiwa kelelakianku. Aku harus menaklukkannya, kataku dalam hati. Dengan pengalaman yang kumiliki, akhirnya bisa juga dia kutaklukkan. Namun aku jadi ngeri sendiri, betapa tidak, aku pernah berjanji pada diri sendiri, aku nggak akan pernah mau menyentuh perempuan yang masih perawan, sepertinya telah kulanggar.

Saat mulai kucumbu sang Nova…, baru pada taraf permulaan, dimana mulut kami saling berpagutan, dan tangan bebasku mulai bergerilya menjelajahi dadanya, dia sudah melenguh-lenguh mendapatkan orgasmenya.

Kunjungi juga : togel online terpercaya

Profil seorang gadis yang belum pernah tersentuh tangan jahil lelaki. Belum lagi saat lidahku sudah mulai menyapu dada dan klitorisnya, tak terhitung dia telah mengalami orgasme berapa kali. Di hotel M***, seolah tak sabar kulucuti pakaiannya satu persatu, dengan ciuman bertubi- tubi di mulut dan lehernya, membuatnya tak sadar apa yang sedang kulakukan.

Kutempelkan batangku yang masih terbungkus jeans ke kakinya untuk menambah sensasi bagiku dan baginya. Kumulai manuver yang menjadi favoritku, jelajahan lidah ke sekujur tubuh, yang kumulai dari mulut dan bergeser ke arah lehernya, sementara tanganku mulai menemukan mainan yang sangat mengasyikkan, bungkahan dada yang sangat kenyal, dan menantang.

Putingnya masih merah, dan menunjuk ke langit. Tak sabar segera kusapukan lidahku menyusul tangan yang sudah mendahului. Tubuhnya mulai mengejang, menunjukkan Nova sudah memperoleh orgasmenya yang pertama, diimbuhi dengan lenguhan- lenguhan sambil menyebut-nyebut namaku….

“Oh…., mas,…. Ough… shhhh!” Lenguhan perlahan namun ragu-ragu, menunjukkan betapa amatir gadis dalam pelukanku ini. Seolah tak puas tanganku mulai merayap merasakan kehangatan vaginanya yang sudah teramat basah.

Kudapati klitorisnya yang sudah mengeras dan licin, memudahkanku untuk mempermainkan dengan tangan. Tak kuhentikan jilatan-jilatan lidahku di putingnya. Sekali lagi dia mengejang, dan melenguh menggapai orgasme keduanya.

Tanpa memberi kesempatan untuk beristirahat, mulai kuturunkan jilatan- jilatanku kea rah perut, dengan tujuan yang pasti… kitoris….. Jilatan-jilatan yang turun perlahan dari dada ke perut, mulai membangkitkan semangatnya kembali. Kususuri perut langsingnya dan kubiarkan bermain- main agak lama di sana, menimbulkan rasa geli dan penasaran baginya.

Kuturunkan lagi lidahku menuju ke selangkangan yang semakin lembab miliknya, hingga kudapati klitorisnya yang semakin mengkilat dan keras. Indah memerah merekah dan bau khas cairan vagina yang sangat kusuka, namun milik si Nova ini lain, bau yang harum, menunjukkan betapa terawat tubuhnya.

Tak lama lidahku memainkan klitorisnya, sambil sekali-sekali kususupkan ke liang vaginanya, kembali dia mengejang dan meracau tak menentu sambil menyebut-nyebut namaku…. “Oh…., mas,…. Ough… shhhh! Sudah mass..sh… dia mengeluh….”

Kuhisap cairan yang meleleh keluar dari vaginanya… Rasanya sangat khas dan memabukkan. Lenguhan-lenguhan yang bisa membuatku gila, namun otak warasku masih bisa berpikir. Jika dengan sentuhan-sentuhan dan jilatan-jilatan itu saja bisa membuat orgasme Nova lebih dari sekali, jangan-jangan dia masih murni dan perawan.

Mulai kuangkat tubuhku dan dan kubaringkan sejajar disampingnya serta kulolosi pakaian yang menempel ditubuhku tanpa kecuali. Kutarik tangannya untuk mulai mempermainkan penisku. Ada hentakan keras dari Nova, jangankan untuk memberikanku kepuasan, untuk menyentuhnyapun dia tak mau.

“Terus harus bagaimana aku bisa memperoleh kepuasan ?” Keluhku padanya sambil berusaha merayu. Kembali kujilati dadanya tuk membuatnya kembali terbuai, dan sepertinya berhasil. Kurasakan lagi tubuhnya mulai membara lagi.

Kulihat gelengan kepala saat kucoba lagi untuk meraih tangannya. Imajiku yang liar membuatku semakin tak tahan…

Aku harus mendapatkan kepuasan itu. “Ya, kalau gitu dimasukin aja, ya ?” kataku seolah mengancam. Tak terdengar penolakan dari Nova, walaupun kulihat ada reaksi lain darinya yang kutahu dia merasa keberatan. Mulai kugesekkan penisku ke mulut vaginanya yang sudah basah, sekedar bergesekan, tak ada niatan untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya.

Sensasi yang sangat memabukkan, apalagi saat gesekan penisku mengenai klitorisnya yang mengeras itu, wow…. Kembali terdengar lenguhan saat penisku menyentuh klitorisnya. “Oh… shhh…” rintihnya, sehingga menimbulkan tanya dalam benakku, bagaimana lagi rintihannya jika penisku kumasukkan dalam vaginanya ? Tak tahan dengan rasa penasaran itu, mulai kuselipkan kepala baja penisku….. dan kurasakan

tangannya menggapai pinggangku, menahan aku untuk tidak melesakkan penisku lebih dalam lagi. Ada lonjakan pinggul dan geraman perlahan keluar dari mulutnya. Kucabut lagi penisku untuk meningkatkan sensasi lain untuknya.

Kumasukkan lagi perlahan-lahan penisku, sebatas kepala bajanya dan kembali tangannya menahan tubuhku. Kembali ada gerinjal perlahan pinggul dan geraman serta nafas tertahan dari Nova seolah kehabisan nafas, disusul kejatan-kejatan seluruh tubuhnya manggapai orgasmenya untuk kesekian kali….

“Oh…., mas,…. Ough… shhhh!” Kucabut lagi, dan kususupkan penisku dan perlahan- lahan kutambah kedalamannya tanpa dia sadari, hingga tak ada lagi yang tersisa. Seluruh batang penisku telah habis memenuhi liang vaginanya.

Mulai kuayun tubuhku secara perlahan- lahan seolah memompa vaginanya, dapat kurasakan cairan yang mulai meleleh keluar mengenai selangkanganku. Mungkin karena gerakan memompa yang perlahan- lahan itulah, kurasakan tubuh Nova mulai membara kembali, ditandai dengan lenguhan tertahan dan goyangan pinggul yang masih tertahan keraguan. Tak lama goyangan perlahan tubuhku, kembali dia mengejat- ngejat bagaikan ikan kehabisan air diiringi rintihan yang membuatku mabuk…. “Oh…., mas,…. Ough…shhhh,

oouuuhhhhhhhhghhh!” Semakin kupercepat ayunan tubuhku untuk segera mengejar ketinggalanku darinya. Tak tertahan lagi lenguhan yang juga semakin cepat seiring kayuhanku yang semakin cepat. “Uh….uh….uh….uh…….ouhhhh….!”

perlahan penuh keraguan namun tak tertahan dan mempengaruhi otak kecilku untuk segera menghabisinya. Mendadak kuhentikan kayuhanku, dan kucabut penisku dari vaginanya, dan kemudian kupandangi wajahnya.

Tak tahan dengan perlakuanku itu, terasa ada tarikan halus dari tangannya untuk melanjutkan permainan yang sengaja kutunda itu. Kulesakkan lagi batang penisku dengan agak kasar menghujam ke vaginanya.

Tak tertahan lagi lenguhan panjang tanpa ada keraguan yang tersisa….. “Aahhhh….. uhhhhh…..nghhhhhh !” Kuayunkan badanku tanpa ragu lagi dengan sepenuh tenagaku, semakin tak menentu pula rintihan yang hinggap ditelingaku, sehingga memancing kenikmatan yang sudah mulai tak dapat kubendung lagi….

Segera kucabut penisku dan kugesekkan ke vagina bagian luar dan klitorisnya. Kugapai ejakulasiku dengan kutekankan penisku ke bawah perutnya tuk mencari sensasi seolah dijepit kehangatan vaginanya, tak dapat kutahan, spermaku memancar deras di antara perut kami seiring dengan lenguhan panjang kami berdua….

“Ohhhh…. oh….. oughhhhh…….. !” lenguhku panjang “Aahhhh….. uhhhhh…..nghhhhhh !” selingnya….. Entah berapa kali aku berkejat-kejat menikmati ejakulasiku. Dan entah untuk yang keberapa kali bagi Nova orgasme itu.

Kugulingkan badanku sambil memejamkan mata, menikmati sisa-sisa kenikmatan yang tak tertahan hingga ujung rambutku. Sementara itu Nova menarik selimut dan berbalik memunggungiku, dan tak berapa lama kudengar nafas lembut teratur, tanpa meperdulikan cucuran keringat dan lelehan sperma yang masih ada di tubuhnya, Nova tertidur pulas. Sentuhan-sentuhan nakalkupun tak mampu membangunkannya dari mimpinya.

Niatku semula yang ingin segera mengulangi permainan ranjang itu aku urungkan. Perlahan tapi pasti nafsuku yang siap menggelora lagi itu menjadi padam.

Tak tega aku kalau ingat bahwa dia telah mengalami orgasme yang menguras tenaga itu berulang kali. Begitu sensitifnya Nova, seolah-olah gesekan celana dalamnya sendiri saat dia berjalanpun bisa membuatnya terkulai penuh kenikmatan.
Share:

Cerita Sex Stres Akibat Kuliah

Cerita sex -  Kejadian ini terjadi saat aku masih duduk di kuliah semester 3 kira kira kejadian ini terjadi 4 tahun yang lalu, saat itu aku mengambil mata kuliah yang belum pernah aku ambil yaitu kewiraan, dan kampusnya yang dijadikan sebgai ruang kelas jauh dari fakultasku, kebanyakan yang mengambil mata kuliah tersebut cowok, sedangkan cewek hanya 6 orang termasuk saya.


Tak heran aku sering menjadi pusat perhatian cowok-cowok di sana, beberapa bahkan sering curi-curi pandang mengintip tubuhku kalau aku sedang memakai pakaian yang menggoda, aku sih sudah terbiasa dengan tatapan-tatapan liar seperti ini, terlebih lagi aku juga cenderung eksibisionis, jadi aku sih cuek-cuek aja.

Hari itu mata kuliah yang bersangkutan ada kuliah tambahan karena dosennya beberapa kali tidak masuk akibat sibuk dengan kuliah S3-nya. Kuliah diadakan pada jam lima sore. Seperti biasa kalau kuliah tambahan pada jam-jam seperti ini waktunya lebih cepat, satu jam saja sudah bubar. Namun bagaimanapun saat itu langit sudah gelap hingga di kampus hampir tidak ada lagi mahasiswa yang nongkrong.

Keluar dari kelas aku terlebih dulu ke toilet yang hanya berjarak empat ruangan dari kelas ini untuk buang air kecil sejenak, serem juga nih sendirian di WC kampus malam-malam begini, tapi aku segera menepis segala bayangan menakutkan itu.

Setelah cuci tangan aku buru-buru keluar menuju lift (di tingkat lima). Ketika menunggu lift aku terkejut karena ada yang menyapa dari belakang. Ternyata mereka adalah tiga orang mahasiswa yang juga sekelas denganku tadi, yang tadi menyapaku aku tahu orangnya karena pernah duduk di sebelahku dan mengobrol sewaktu kuliah, namanya Adi, tubuhnya kurus tinggi dan berambut jabrik, mukanya jauh dari tampan dengan bibir tebal dan mata besar.

Sedangkan yang dua lagi aku tidak ingat namanya, cuma tahu tampang, belakangan aku tahu yang rambutnya gondrong dikuncir itu namanya Syaiful dan satunya lagi yang mukanya mirip Arab itu namanya Rois, tubuhnya lebih berisi dan kekar dibandingkan Adi dan Syaiful yang lebih mirip pemakai narkoba.

“Kok baru turun sekarang Ci?” sapa Adi berbasa-basi.

“Abis dari WC, lu orang juga ngapain dulu?” jawabku.

“Biasalah, ngerokok dulu bentar” jawabnya.

Lift terbuka dan kami masuk bersama, mereka berdiri mengelilingiku seperti mengepungku hingga jantungku jadi deg-degan merasakan mata mereka memperhatikan tubuhku yang terbungkus rok putih dari bahan katun yang menggantung di atas lutut serta kaos pink dengan aksen putih tanpa lengan.

Walau demikian, terus terang gairahku terpicu juga dengan suasana di ruangan kecil dan dengan dikelilingi para pria seperti ini hingga rasa panas mulai menjalari tubuhku.

“Langsung pulang Ci?” tanya Syaiful yang berdiri di sebelah kiriku.

“Hemm” jawabku singkat dengan anggukan kepala.

“Jadi udah gak ada kegiatan apa-apa lagi dong setelah ini?” si Adi menimpali.

“Ya gitulah, paling nonton di rumah” jawabku lagi.

“Wah kebetulan.. Kalo gitu lu ada waktu sebentar buat kita dong!” sahut Syaiful.“Eh.. Buat apa?” tanyaku lagi.

Sebelum ada jawaban, aku telah dikagetkan oleh sepasang tangan yang memelukku dari belakang dan seperti sudah diberi aba-aba, Rois yang berdiri dekat tombol lift menekan sebuah tombol sehingga lift yang sedang menuju tingkat dua itu terhenti. Tas jinjingku sampai terlepas dari tanganku karena terkejut.

“Heh.. Ngapain lu orang?” ujarku panik dengan sedikit rontaan.

“Hehehe.. Ayolah Ci, having fun dikit kenapa? Stress kan, kuliah seharian gini!” ucap Adi yang mendekapku dengan nafas menderu.

“Iya Ci, di sipil kan gersang cewek nih, jarang ada cewek kaya lo gini, lu bantu hibur kita dong” timpal Rois.

Srr.. Sesosok tangan menggerayang masuk ke dalam rok miniku. Aku tersentak ketika tangan itu menjamah pangkal pahaku lalu mulai menggosok-gosoknya dari luar.

“Eengghh.. Kurang ajar!” ujarku lemah. Aku sendiri sebenarnya menginginkannya, namun aku tetap berpura-pura jual mahal untuk menaikkan derajatku di depan mereka.

Mereka menyeringai mesum menikmati ekpresi wajahku yang telah terangsang. Rambutku yang dikuncir memudahkan Adi menciumi leher, telinga dan tengkukku dengan ganas sehingga birahiku naik dengan cepat.

Rois yang tadinya cuma meremasi dadaku dari luar kini mulai menyingkap kaosku lalu cup bra-ku yang kanan dia turunkan, maka menyembullah payudara kananku yang nampak lebih mencuat karena masih disangga bra. Diletakkannya telapak tangannya di sana dan meremasnya pelan, kemudian kepalanya mulai merunduk dan lidahnya kurasakan menyentuh putingku.

Sambil menyusu, tangannya aktif mengelusi paha mulusku. Tanpa kusadari, celana dalamku kini telah merosot hingga ke lutut, pantat dan kemaluanku terbuka sudah.

Jari-jari Syaiful sudah memasuki vaginaku dan menggelitik bagian dalamnya. Tubuhku menggelinjang dan mendesah saat jarinya menemukan klitorisku dan menggesek-gesekkan jarinya pada daging kecil itu.

Aku merasakan sensasi geli yang luar biasa sehingga pahaku merapat mengapit tangan Syaiful. Rasa geli itu juga kurasakan pada telingaku yang sedang dijilati Adi, hembusan nafasnya membuat bulu kudukku merinding.

Tangannya menjalar ke dadaku dan mengeluarkan payudaraku yang satu lagi. Diremasinya payudara itu dan putingnya dipilin-pilin, kadang dipencet atau digesek-gesekkan dengan jarinya hingga menyebabkan benda itu semakin membengkak. Tubuhku serasa lemas tak berdaya, pasrah membiarkan mereka menjarah tubuhku.

Melihatku semakin pasrah, mereka semakin menjadi-jadi. Kini Rois memagut bibirku, bibir tebal itu menyedot-nyedot bibirku yang mungil, lidahnya masuk ke mulutku dan menjilati rongga di dalamnya, kubalas dengan menggerakkan lidahku sehingga lidah kami saling jilat, saling hisap, sementara tangannya sudah meremas bongkahan pantatku, kadang jari-jarinya menekan anusku.

Tonjolan keras di balik celana Adi terasa menekan pantatku. Secara refleks aku menggerakkan tanganku ke belakang dan meraba-raba tonjolan yang masih terbungkus celana itu.

Payudara kananku yang sudah ditinggalkan Rois jadi basah dan meninggalkan bekas gigitan kini beralih ke tangan Adi, dia kelihatan senang sekali memainkan putingku yang sensitif, setiap kali dia pencet benda itu dengan agak keras tubuhku menggelinjang disertai desahan.

Si Syaiful malah sudah membuka celananya dan mengeluarkan penisnya yang sudah tegang. Masih sambil berciuman, kugerakkan mataku memperhatikan miliknya yang panjang dan berwarna gelap tapi diameternya tidak besar, ya sesuailah dengan badannya yang kerempeng itu.

Diraihnya tanganku yang sedang meraba selangkangan Adi ke penisnya, kugenggam benda itu dan kurasakan getarannya, satu genggamanku tidak cukup menyelubungi benda itu, jadi ukurannya kira-kira dua genggaman tanganku.

“Ini aja Ci, burung gua kedinginan nih, tolong hangatin dong!” pintanya.“Ahh.. Eemmhh!” desahku sambil mengambil udara begitu Rois melepas cumbuannya.“Gua juga mau dong, udah gak tahan nih!” ujar Rois sambil membuka celananya.

Wow, sepertinya dia memang ada darah Arab, soalnya ukurannya bisa dibilang menakjubkan, panjang sih tidak beda jauh dari Syaiful tapi yang ini lebih berurat dan lebar, dengan ujungnya yang disunat hingga menyerupai helm tentara. Jantungku jadi tambah berdegup membayangkan akan ditusuk olehnya, berani taruhan punya si Adi juga pasti kalah darinya.

Adi melepaskan dekapannya padaku untuk membuka celana, saat itu Rois menekan bahuku dan memintaku berlutut. Aku pun berlutut karena kakiku memang sudah lemas, kedua penis tersebut bagaikan pistol yang ditodongkan padaku, tidak.. bukan dua, sekarang malah tiga, karena Adi juga sudah mengeluarkan miliknya.

Benar kan, milik Rois memang paling besar di antara ketiganya, disusul Adi yang lebih berisi daripada Syaiful. Mereka bertiga berdiri mengelilingiku dengan senjata yang mengarah ke wajahku.

“Ayo Ci, jilat, siapa dulu yang mau lu servis”“Yang gua aja dulu Ci, dijamin gue banget!”“Ini aja dulu Ci, gua punya lebih gede, pasti puas deh!”

Demikian mereka saling menawarkan penisnya untuk mendapat servis dariku seperti sedang kampanye saja, mereka menepuk-nepuk miliknya pada wajah, hidung, dan bibirku sampai aku kewalahan menentukan pilihan.

“Aduh.. Iya-iya sabar dong, semua pasti kebagian.. Kalo gini terus gua juga bingung dong!” kataku sewot sambil menepis senjata mereka dari mukaku.“Wah.. Marah nih, ya udah kita biarin Citra yang milih aja, demokratis kan?” kata Syaiful.

Setelah kutimbang-timbang, tangan kiriku meraih penis Syaiful dan yang kanan meraih milik Rois lalu memasukkannya pelan-pelan ke mulut.

“Weh.. Sialan lu, gua cuma kebagian tangannya aja!” gerutu Syaiful pada Rois yang hanya ditanggapinya dengan nyengir tanda kemenangan.“Wah gua kok gak diservis Ci, gimana sih!” Adi protes karena merasa diabaikan olehku.

Sebenarnya bukan mengabaikan, tapi aku harus memakai tangan kananku untuk menuntun penis Rois ke mulutku, setelah itu barulah kugerakkan tanganku meraih penis Adi untuk menenangkannya. Kini tiga penis kukocok sekaligus, dua dengan tangan, satu dengan mulut.

Lima belas menit lewat sudah, aku ganti mengoral Adi dan Rois kini menerima tanganku. Tak lama kemudian, Syaiful yang ingin mendapat kenikmatan lebih dalam melepaskan kocokanku dan pindah berlutut di belakangku.

Kaitan bra-ku dibukanya sehingga bra tanpa tali pundak itu terlepas, begitu juga celana dalam hitamku yang masih tersangkut di kaki ditariknya lepas. Lima menit kemudian tangannya menggerayangi payudara dan vaginaku sambil menjilati leherku dengan lidahnya yang panas dan kasar. Pantatku dia angkat sedikit sampai agak menungging.

Kemudian aku menggeliat ketika kurasakan hangat pada liang vaginaku. Penis Syaiful telah menyentuh vaginaku yang basah, dia tidak memasukkan semuanya, cuma sebagian dari kepalanya saja yang digeseknya pada bibir vaginaku sehingga menimbulkan sensasi geli saat kepalanya menyentuh klitorisku.

“Uhh.. Nakal yah lu!” kataku sambil menengok ke belakang.“Aahh..!” jeritku kecil karena selesai berkata demikian Syaiful mendorong pinggulnya ke depan sampai penis itu amblas dalam vaginaku.

Dengan tangan mencengkeram payudaraku, dia mulai menggenjot tubuhku, penisnya bergesekan dengan dinding vaginaku yang bergerinjal-gerinjal. Aku tidak bisa tidak mengerang setiap kali dia menyodokku.

“Hei Ci, yang gua jangan ditinggalin nih” sahut Adi seraya menjejalkan penisnya ke mulutku sekaligus meredam eranganku.

Aku semakin bersemangat mengoral penis Adi sambil menikmati sodokan-sodokan Syaiful, penis itu kuhisap kuat, sesekali lidahku menjilati ‘helm’nya. Jurusku ini membuat Adi blingsatan tak karuan sampai dia menekan-nekan kepalaku ke selangkangannya. Kocokanku terhadap Rois juga semakin dahsyat hingga desahan ketiga pria ini memenuhi ruangan lift.

Teknik oralku dengan cepat mengirim Adi ke puncak, penisnya seperti membengkak dan berdenyut-denyut, dia mengerang dan meremas rambutku.

“Oohh.. Anjing.. Ngecret nih gua!!”

Muncratlah cairan kental itu di mulutku yang langsung kujilati dengan rakusnya. Keluarnya banyak sekali sehingga aku harus buru-buru menelannya agar tidak tumpah. Setelah lepas dari mulutku pun aku masih menjilati sisa sperma pada batangnya. Rois memintaku agar menurunkan frekuensi kocokanku.
“Gak usah buru-buru..” demikian katanya.

“Cepetan Ful, kita juga mau ngerasain memeknya, kebelet nih!” kata Rois pada Syaiful.“Sabar jek.. Uuhh.. Nanggung dikit lagi.. Eemmhh!” jawab Syaiful dengan terengah-engah.

Genjotan Syaiful semakin kencang, nafasnya pun semakin memburu menandakan bahwa dia akan orgasme. Kami mengatur tempo genjotan agar bisa keluar bersama.

“Uhh.. Uhh.. Udah mau Ci, boleh di dalam gak?” tanyanya.“Jangan.. gue lagi subur.. Ah.. Aahh!!” desahku bersamaan dengan klimaks yang menerpa.“Hei, jangan sembarangan buang peju, ntar gua mana bisa jilatin memeknya!” tegur Adi.

Syaiful menyusul tak sampai semenit kemudian dengan meremas kencang payudaraku hingga membuatku merintih, kemudian dia mencabut penisnya dan menumpahkan isinya ke punggungku.
“Ok, next please” Syaiful mempersilakan giliran berikut.

Adi langsung menyambut tubuhku dan memapahku berdiri. Disandarkannya punggungku pada dinding lift lalu dia mencium bibirku dengan lembut sambil tangannya menelusuri lekuk-lekuk tubuhku, kami ber-french kiss dengan panasnya.

Serangan Adi mulai turun ke payudaraku, tapi cuma dia kulum sebentar, lalu dia turun lagi hingga berjongkok di depan vaginaku. Gesper dan resleting rokku dia lucuti hingga rok itu merosot jatuh. Dia menatap dan mengendusi vaginaku yang tertutup rambut lebat itu, tangan kanannya mulai mengelusi kemaluanku sambil mengangkat paha kiriku ke bahunya. Jari-jarinya mengorek liang vaginaku hingga mengenai klitoris dan G-spotku.

“Sshh.. Di.. Oohh.. Aahh!!” desisku sambil meremas rambutnya ketika lidahnya mulai menyentuh bibir vaginaku.

Aku mengigit-gigit bibir menikmati jilatan Adi pada vaginaku, lidahnya bergerak-gerak seperti ular di dalam vaginaku, daging kecil sensitifku juga tidak luput dari sapuan lidah itu, kadang diselingi dengan hisapan. Hal ini membuat tubuhku menggeliat-geliat, mataku terpejam menghayati permainan ini.

Tiba-tiba kurasakan sebuah gigitan pelan pada puting kiriku, mataku membuka dan menemukan kepala Syaiful sudah menempel di sana sedang mengenyot payudaraku. Rois berdiri di sebelah kananku sambil meremas payudaraku yang satunya.

“Ci, toked lu gede banget sih, ukuran BH-nya berapa nih?” tanyanya.“Eenngghh.. Gua 34B.. Mmhh!” jawabku sambil mendesah.“Udah ada pacar lo Ci?” tanyanya lagi.

Aku hanya menggeleng dengan badan makin menggeliat karena saat itu lidah Adi dengan liar menyentil-nyentil klitorisku. Sensasi ini ditambah lagi dengan Rois yang menyapukan lidahnya yang tebal ke leher jenjangku dan mengelusi pantatku. Sebelum sempat mencapai klimaks, Adi berhenti menjilat vaginaku. Dia mulai berdiri dan menyuruh kedua temannya menyingkir dulu.

“Minggir dulu jek.. Gua mo nyoblos nih! Walah.. Nih toked jadi bau jigong lu gini Ful!” omelnya pada Syaiful yang hanya ditanggapi dengan seringainya yang mirip kuda nyengir.

Paha kiriku diangkat hingga pinggang, lalu dia menempelkan kepala penisnya pada bibir vaginaku dan mendorongnya masuk perlahan-lahan.

“Ooh.. Di.. Aahh.. Ahh!” desahku dengan memeluk erat tubuhnya saat dia melakukan penetrasi.“Aakkhh.. Yahud banget memek lu Ci.. Seret-seret basah!”

Kemudian Adi mulai memompa tubuhku, rasanya sungguh sulit dilukiskan. Penis kokoh itu menyodok-nyodokku dengan brutal sampai tubuhku terlonjak-lonjak, keringat yang bercucuran di tubuhku membasahi dinding lift di belakangku.

Eranganku kadang teredam oleh lumatan bibirnya terhadapku. Senjatanya keluar-masuk berkali-kali hingga membuat mataku merem-melek merasakan sodokan yang nikmat itu. Aku pun ikut maju mundur merespons serangannya.

Saat itu kedua temannya hanya menonton sambil memegangi senjata masing-masing, mereka juga menyoraki Adi yang sedang menggenjotku seolah memberi semangat.

Sementara dia berpacu di antara kedua pahaku, aku mulai merasakan klimaks yang akan kembali menerpa. Tubuhku bergetar hebat, pelukanku terhadapnya juga semakin erat.

Akhirnya keluarlah desahan panjang dari mulutku bersamaan dengan melelehnya cairan kewanitaanku lebih banyak daripada sebelumnya. Namun dia masih bersemangat menggenjotku, bahkan bertambah kencang dan bertenaga, nafasnya yang menderu-deru menerpa wajahku.

“Uuhh.. Uuh.. Ci.. Yeeahh.. Hampir!” geramnya di dekat wajahku.

Tubuhnya berkelojotan diiringi desahan panjang, kemudian ditariknya penisnya lepas dari vaginaku dan menyemprotlah isinya di perutku. Dia pun lalu ambruk ke depanku sambil memagut bibirku mesra.

Kunjungi juga : togel online terpercaya

Karena Adi melepaskan pegangannya terhadapku, pelan-pelan tubuhku merosot hingga terduduk bagai tak bertulang, begitu pun dengannya yang bersandar di lift dengan nafas ngos-ngosan. Aku meminta Syaiful mengambilkan tissue dari tasku, aku lalu menyeka keringat di keningku juga ceceran sperma pada perutku sambil menjilat jari-jariku untuk mendapatkan ceceran sperma itu.

Hingga kini pakaian yang masih tersisa di tubuhku cuma sepatu dan kaos yang telah tergulung ke atas.
Tenggang waktu ke babak berikutnya kurang dari lima menit, Rois setelah meminta ijin dahulu, memegangi kedua pergelangan kakiku dan membentangkannya.

Ditatapnya sebentar lubang merah merekah di tengah bulu-bulu hitam itu, kedua temannya juga ikut memandangi daerah itu.

“Ayo dong.. Pada liatin apa sih, malu ah!” kataku dengan memalingkan muka karena merasa risi dipelototi bagian ituku, namun sesungguhnya aku malah menikmati menjadi objek seks mereka.

“Hehehe.. Malu apa mau nih!” ujar Syaiful yang berjongkok di sebelahku sambil mencubit putingku.“Lu udah gak virgin sejak kapan Ci? Kok memeknya masih OK?” tanya Rois sambil menatap liang itu lebih dekat.“Enam belas, waktu SMA dulu” jawabku.

Kami ngobrol-ngobrol sejenak diselingi senda gurau hingga akhirnya aku meminta lagi karena gairahku sudah kembali, ini dipercepat oleh tangan-tangan mereka yang selalu merangsang titik-titik sensitifku.

Rois menarikku sedikit ke depan mendekatkan penisnya pada vaginaku lalu mengarahkan benda itu pada sasarannya. Uuh.. Vaginaku benar-benar terasa sesak dan penuh dijejali oleh penisnya yang perkasa itu. Cairan vaginaku melicinkan jalan masuk baginya.

“Aa.. aadduhh, pelan-pelan dong!” aku mendesah lirih sewaktu Rois mendorong agak kasar. Sambil menggeram-geram, dia memasukkan penisnya sedikit demi sedikit hingga terbenam seluruhnya dalam vaginaku.“Eengghh.. Ketat abis, memek Cina emang sipp!” ceracaunya.

Dia menggenjot tubuhku dengan liar, semakin tinggi tempo permainannya, semakin aku dibuatnya kesetanan. Sementara Syaiful sedang asyik bertukar ludah denganku, lidahku saling jilat dengan lidahnya yang ditindik, tanganku menggenggam penisnya dan mengocoknya. Sebuah tangan meraih payudaraku dan meremasnya lembut, ternyata si Adi yang berlutut di sebelahku.

“Bersihin dong Ci, masih ada sisa tadi!” pintanya dengan menyodorkan penisnya ke mulutku saat mulut Syaiful berpindah ke leherku.

Serta merta kuraih penis itu, hhmm, masih lengket-lengket bekas persenggamaan barusan, kupakai lidahku menyapu batangnya, setelah beberapa jilatan baru kumasukkan ke mulut, aku dapat melihat ekspresi kenikmatan pada wajahnya akibat teknik oralku.

Tak lama kemudian, Syaiful berkelojotan dan bergumam tak jelas, sepertinya dia akan klimaks. Melihat reaksinya kupercepat kocokanku hingga akhirnya cret.. cret.. Spermanya berhamburan mendarat di sekitar dada dan perutku, tanganku juga jadi belepotan cairan seperti susu kental itu. Saat itu aku masih menikmati sodokan Rois sambil mengulum penis Adi.

Kemudian Adi mengajak berganti posisi, aku dimintanya berposisi doggy, Rois dari belakang kembali menusuk vaginaku dan dari depanku Adi menjejalkan penisnya ke mulutku.

Kulumanku membuat Adi berkelojotan sambil meremas-remas rambutku sampai ikat rambutku terlepas dan terurailah rambutku yang sebahu itu. Penis itu bergerak keluar-masuk semakin cepat karena vaginaku juga sudah basah sekali.

Tidak sampai sepuluh menit kemudian muncratlah sperma Adi memenuhi mulutku, karena saat itu genjotan Rois bertambah ganas, hisapanku sedikit buyar sehingga cairan itu tumpah sebagian meleleh di pinggir bibirku. Setelah Adi melepas penisnya, aku bisa lebih fokus melayani Rois, aku ikut menggoyang pinggulku sehingga sodokannya lebih dalam.

Bunyi ‘plok-plok-plok’ terdengar dari hentakan selangkangan Rois dengan pantatku. Mulutku terus mengeluarkan desahan-desahan nikmat, sampai beberapa menit kemudian tubuhku mengejang hebat yang menandakan orgasmeku.

Kepalaku menengadah dan mataku membeliak-beliak, sungguh fantastis kenikmatan yang diberikan olehnya. Kontraksi otot-otot kemaluanku sewaktu orgasme membuatnya merasa nikmat juga karena otot-otot itu semakin menghimpit penisnya, hal ini menyebabkan goyangannya semakin liar dan mempercepat orgasmenya. Dia mendengus-dengus berkelojotan lalu tangannya menarik rambutku sambil mencabut penisnya.

“Aduh-duh, sakit.. Mau ngapain sih?” rintihku.

Dia tarik rambutku hingga aku berlutut dan disuruhnya aku membuka mulut. Di depan wajahku dia kocok penisnya yang langsung menyemburkan lahar putih. Semprotan itu membasahi wajahku sekaligus memenuhi mulutku.

“Gila, banyak amat sih, sampai basah gini gua!” kataku sambil menjilati penisnya melakukan cleaning service.

Setelah menuntaskan hasrat, Rois melepaskanku dan mundur terhuyung-huyung sampai bersandar di pintu lift dimana tubuhnya merosot turun hingga terduduk lemas. Dengan sisa-sisa tenaga aku menyeret tubuhku ke tembok lift agar bisa duduk bersandar.

Suasana di dalam lift jadi panas dan pengap setelah terjadi pergulatan seru barusan. Aku mengatur kembali nafasku yang putus-putus sambil menjilati sperma yang masih belepotan di sekitar mulut, aku bisa merasakan lendir hangat yang masih mengalir di selangkanganku.

Adi sudah memakai kembali celananya tapi masih terduduk lemas, dia mengeluarkan sebotol aqua dari tas lusuhnya, Syaiful sedang berjongkok sambil menghisap rokok, dia belum memakai celananya sehingga batang kemaluannya yang mulai layu itu dapat terlihat olehku,

Rois masih ngos-ngosan dan meminta Adi membagi minumannya. Setelah minum beberapa teguk, Rois menawarkan botol itu padaku yang juga langsung kuraih dan kuminum. Kuteteskan beberapa tetes air pada tissue untuk melap wajahku yang belepotan.

Kami ngobrol-ngobrol ringan dan bertukar nomor HP sambil memulihkan tenaga. Aku mulai memunguti pakaianku yang tercecer. Setelah berpakaian lengkap dan mengucir kembali rambutku, kami bersiap-siap pulang.

Adi menekan tombol lift dan lift kembali meluncur ke bawah. Lantai dasar sudah sepi dan gelap, jam sudah hampir menunjukkan pukul tujuh. Lega rasanya bisa menghirup udara segar lagi setelah keluar gedung ini, kami pun berpisah di depan gedung sipil, mereka keluar lewat gerbang samping dan aku ke tempat parkir.

Dalam perjalanan pulang, aku tersenyum-senyum sendiri sambil mendengar alunan musik dari CD-player di mobilku, masih terngiang-ngiang di kepalaku kegilaan yang baru saja terjadi di lift kampus.
Share:

Sabtu, 31 Maret 2018

CERITA SEX PELAMPIASAN RINA TEMAN SEKANTORKU YANG SERING DITINGGAL SUAMI

Cerita sex - Panggil saja nama saya Dio (bukan nama sebenarnya). Saya tipe cowok yang agak pendiam dan berpostur proposional. Kejadian ini benar-benar terjadi mulai akhir Januari tahun 2016 ini. Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Tangerang.



Sebut saja nama dia Rina . Dia berwajah cantik dan putih dengan tinggi sekitar 160cm dan berat badan sekitar 48 kg. Dia pegawai baru di perusahaan tempat saya bekerja dia mulai bekerja akhir tahun lalu. Awal mula perkenalan kami layaknya karyawati yang baru masuk dikenalkan ke rekan-rekan sepekerjaan.

Pada saat itu saya hanya berpikir “Cantik” dan tidak berpikiran lainnya karena saat berkenalkan dia sudah berkeluarga.

Seiring waktu berjalan kita sering ngobrol dan saling bercerita mengenai kerjaan, keluarga, dan bercanda yang masih wajar. Hal yang paling membuat saya betah ngobrol berlama-lama dengan Rina adalah dia supel dan wangi parfumnya yang nyaman sekali tercium oleh saya. Apalagi bila kita saling berpapasan saya sering sampai menoleh lagi ke belakang karena tergoda wangi dari parfumnya.

Kejadian ini berawal ketika suatu hari saya menanyakan YM (yahoo messenger) dia dengan alasan supaya bisa ngobrol waktu jam kerja senggang, jadi tidak ada yang nge-gossip klo kita deket.

Setelah saya add YM dia kita mulai sering chatting ditengah jam kantor, lama-lama saya tergoda untuk menanyakan hal-hal pribadi kepadanya terutama perihal kehidupan dia dan suaminya. Hingga akhirnya dia bercerita kalau mereka menikah karena paksaan dari masing-masing orang tua, dan hanya bersandiwara di depan orang-orang kalau mereka bahagia.

Semenjak saya mengetahui hal itu mulailah pikiran nakal saya menggoda... kira-kira begini percakapannya:

Dio : Rina beneran kamu dirumah gak dekat sama laki kamu?
Rina : iyah, dia klo malem sering gak pulang, pergi main sama teman-temannya…
Dio : Sibuk urusan kerjaan kali?

Rina : Nggak, sibuk dugem ama teman-temannya.
Dio : Masa sih? emang kamu pernah lihat?
Rina : Ya aku tau aja, ada sodara aku pernah lihat.
Dio : ooohh… kamu kesepian donk klo gitu…
Rina : Tadinya iya, tapi sekarang kamu sering temanin aku klo malem sering telpon dan becanda-canda jadi aku gk BT.

Dio : masa sih??..  BTW Rina mau gk klo kita lebih dari sekedar teman?
Rina : Maksudnya?
Dio : Ya kan kamu gk dekat sama laki kamu, aku juga sebenernya pengen tau kamu lebih jauh.. jadi kita kayak TTM gitu...

Lumayan lama gk dijawab-jawab sama Rina sekitar 2 jam dicuekin YM 

Rina : Aku gk mau klo TTM an gitu….

Dio : lah terus gimana?? kan kita udah berkeluarga (saya juga punya istri sama anak)
Rina : emm... gini aja... nanti pulang kerja kamu ajak aku jalan, aku pengen berdua aja sama kamu.

Dio : (Waduh.... ditantangin gini gw...) Oke, nanti kita karaokean aja yuk aku buka room klo udah di dalem aku kasih tau kamu.
Rina : oke.

Akhirnya pulang kerja saya langsung cabut ke karaoke yang agak jauh dari kantor dan saya langsung kabari dia untuk langsung kesini. Selang 1/2 Jam Rina datang.

Dio : Kamu mau pesan minum atau laper kan pulang kerja?
Rina : Mau minum aja deh.. Lemon Tea..
Dio : oke (ngak seberapa lama minuman dan snack datang)... Kamu mau ngomong apa tadi Rin?

Rina : Iyah aku gk mau TTM an gitu….
Dio : maaf yah tadi, aku cuma ngutarain perasaan ke kamu tapi gk berarti kamu harus mengiyakan, Gk apa-apa kok klo kita temenan aja.
Rina : Kok minta maaf?? aku kan blom selesai….
Dio : ??? tadi katanya gk mau TTM an…
Rina : Gini… Aku seneng deket sama kamu, kamu walaupun awalnya aku kira pendiam ternyata orangnya hangat, aku juga suka cara kamu perlakukan aku dengan sopan...

Dio : Lalu?
Rina : Aku gk mau sekedar TTM sama kamu... Aku maunya....
(Rina langsung meluk saya dan mencium lembut bibir saya) Kok jadi diam?”
Dio : (aku pandangi wajah Rina , aku belai rambutnya lalu aku cium bibirnya dengan mesra dia memejamkan matanya.)

Semenjak kejadian itu kami semakin dekat dan sekitar 3 hari kemudian ketika kami sedang ngobrol-ngobrol di dalam mobil saya, dia tiba-tiba meletakkan tangannya di pangkuan saya dan mulai mendekatkan wajahnya, langsung aku sambut bibirnya yang tampak indah sempurna...

Kami berciuman dan beradu lidah lalu tangan ku memeluk pinggang mungilnya sambil aku membelai lembut punggung sampai batas rok nya... celanaku mulai terasa kesempitan karena ciuman dan pelukan Rina... entah disengaja atau tidak tangan Rina yang ada di pangkuan aku terpeleset dan posisinya sekarang tepat diatas batanganku yang sudah tegang... Rina melepas ciumannya dan terdiam, terlihat mukanya memerah tapi tangannya tidak dia pindahkan dari situ...

Maaf aku gk sengaja Dio... aku katakan “gk apa-apa Rina gk usah malu sayang,”... dia mulai mencium aku lagi, tapi kali ini dia mulai meremas-remas lembut celanaku yang sudah tegang itu… “sebentar.. posisinya miring nih gk enak kataku sambil mencoba meluruskan batanganku supaya tegak dari luar celana” Rina berinisiatif untuk mencoba meluruskan juga tapi sulit karena memang batanganku posisinya agak menekuk tegang kebawah....

Dio : Susah ya sayang?... Benerinnya sambil dibuka aja ya... kamu yang lurusin “sambil aku buka resleting celana aku”
Rina : Emang boleh sayang aku pegang dari dalem?
Dio : Boleh...

Rina : Waww keras udah keras banget sampek gk muat CD kamu sayang... (sebagian batangan aku sampek keluar dari CD ketika sudah berhasil dilurusin sama Rina) panjang, keras, berurat lagi sayang dede kamu... bikin aku kepengen aja sih....

Sambil tangan kiri menarik CD aku, sedikit dia masukkan tangan kanannya untuk meluruskan batanganku.

Dio : Emang pengen kamu apain sayang?
Rina : Aku gemesss “kata Rina sambil menurunkan CD aku dan menggenggam batangan aku yang sudah tegang “Maaf ya sayang...“

Rina langsung membenamkan kepalanya kearah batanganku yang tegang dan mengarah ke mulutnya” Rina langsung menciumi kepala batanganku dengan lembut dan memasukkannya ke dalam mulutnya sambil di pelintir-pelintir dengan lidahnya yang basah....

Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa hingga mulutku mendesis perlahan dan aku belai rambut panjang Rina....

Aku tak tinggal diam... perlahan-lahan sambil aku usap pahanya aku naikkan roknya hingga tangan aku bisa mengelus-ngelus CD dan meremas-remas pantat Rina.

Rina : Enak sayang?? tanyanya sambil masih menggenggam batanganku dan mengocoknya perlahan-lahan...
Dio : Enak banget sayang…. masukin semua donk ke mulut kamu...
Rina : Mana muat!! panjang gitu gk bakal muat....
Dio : emang punya laki kamu gk sepanjang ini sayang?
Rina : Nggak lah... dia itu gendut, bantet dede nya kata dia tertawa...
Dio : Kamu suka sayang sama dede aku?
Rina : Hu-uh napsuin sayang... mentok nih klo masuk meki aku...

Sambil tangannya masih mengocok-ngocok lembut batanganku tangan satunya aktif mengelus-ngelus kepala kontolku yang mulai basah... Sensasinya luar biasa....

Aku masukkan tangan aku ke dalam CD Rina dari belakang dan Rina mulai menjilati batanganku lagi dengan rakusnya...

Rina : Hmphhh... Ohhhh... “desahan Rina terdengar ketika tanganku mulai bermain-main di sekitar lubang pantatnya dan mulut mekinya yang sudah basah” Sayang... jangan elus-elus lubang pantat aku... aku malu...

Dio : gk apa-apa sayang, kamu nikmatin aja yah... udah basah banget meki kamu sayang...
Rina : Kita check in aja yuk.
Dio : Oke... (akhirnya kita meluncur ke sebuah hotel di daerah tangerang sambil tangan Rina tetap mengocok-ngocok batanganku dan aku nyetir sambil tidak konsen haha...).

Setelah mendekati hotel Rina merapihkan celana ku dengan hati-hati supaya ngak terjepit resleting celana, lalu kita masuk ke lobby dan pesan room.

Setelah sampai di kamar kami langsung saling berciuman dengan ganasnya dan tangan Rina mulai membuka kancing baju aku satu persatu sambil tetap menikmati lidah aku di dalam mulutnya...

setelah semua kancing baju aku terbuka dia mulai mengelus lembut dada aku dan melepaskan kemejaku...

Rina : “Badan kamu bagus sayang... gk kayak laki aku jelek dan gendut...” lalu dia mulai menjilati puting dadaku yang agak berbulu sampai benar-benar basah dan air liurnya menetes-netes... sambil tangannya membuka ikat pinggang dan menurunkan celanaku hingga aku hanya mengenakan CD.

Dio : Oughhh nikmat banget sayang... kataku sambil menahan gairah yang kian memuncak... lalu gantian aku membuka baju Rina, Aku angkat bajunya hingga berada diatas siku tangannya sehingga ketiaknya yang berbulu tipis dan berkeringat terlihat jelas...

Aku makin nafsu melihat pemandangan ini dipadu juga dengan sepasang payudara yang tidak besar tapi bentuknya indah masih terbungkus bra hitamnya... langsung aku dorong dia perlahan hingga menempel tembok dan kujilati ketiaknya yang sangat membuatku bergairah...

Aroma tubuhnya benar-benar membuatku tergila-gila... Rina pun menikmatinya terdengar dari desahan-desahannya dan nafasnya yang makin memburu...

Rina : Ahhh honey... geli banget sayang... aku baru pertama kali dijilatin di ketiakku.... ssstttt oooohhhhhh...

Dio : Nikmatin aja sayang... aku pengen ciumin setiap jengkal tubuh kamu....

Tanganku mulai menurunkan roknya dan CD nya yang sudah basah sedari kita masih dimobil tadi... lalu aku buka bra hitamnya dan melepaskan semua bajunya sehingga terpampang jelaslah seluruh keindahan tubuh Rina yang begitu menggairahkan…

aku ciumi leher, telinga, ketiak, dan dadanya... aku mainkan putingnya yang sudah menegang di dalam mulutku, kupelintir-pelintir putingnya dengan lidahku dan sambil kubiarkan jari-jariku menari-nari diatas mekinya...

Rina sangat menikmati permainanku, terasa di tanganku cairan terus keluar dari mekinya hingga benar-benar basah… akhirnya kuputar menghadap tembok tubuhnya dan kujilati mulai dari tengkuknya hingga kedua bukit pantatnya yang seksi....

Dio : Sayang kamu lebarin sedikit kaki kamu...

Rina : Iya sayang... kamu mau apain aku juga aku udah pasrah honey, kamu benar-benar membuatku merasakan nikmat...

Lalu sambil berjongkok di belakang Rina yang sudah melebarkan kakinya aku mulai jilati pahanya sampai ke lubang pantatnya....

Rina : Arggghhh sayy... aa.. nnggg (Rina merintih keenakan) jangan disitu...aku maluu....

Aku tak peduli dan sambil kujilati lubang pantat Rina yang bersih dan rapat itu aku mainkan jari jempol tanganku mengelus-ngelus belahan Mekinya dan kuputar-putar tepat di itilnya yang sudah tegang... lumayan lama aku dan Rina menikmati posisi ini sampai akhirnya Rina mendapatkan orgasmenya yang pertama...

Agak terkejut juga aku ketika dia orgasme, aku kira hanya di Film BF saja perempuan klo orgasme sampai kayak orang kencing... ternyata Rina juga tipe perempuan yang seperti itu, tangan aku sampek basah kena semburan orgasmenya... benar-benar istimewa...

Rina : Oohhhh GOD... Yesss honey...iiihhhhhh.. ahhhhhhh... oooouuuhhhhhh... Keluarrr sayaaannnngggg...Ssssrrrrrtttt...

Tubuh Rina terguncang hebat ketika cairan itu menyembur dari mekinya dan kakinya gemetaran hampir jatuh...

Aku dengan sigap langsung berdiri dan memeluknya dari belakang sambil mencium bibirnya sedangkan kontol aku sudah sangat tegang di dalam CD terjepit dibelahan pantatnya... lalu aku arahkan dia ke tempat tidur...

Rina terlentang pasrah dan masih terlihat mukanya sedang menikmati orgasmenya barusan.. langsung aku ciumi payudaranya dan tangan Rina mulai bermain-main dengan kontol aku yang keluar sebagian dari CD ku... Kujilati seluruh payudaranya dan kuciumi bibirnya...

Rina : Sayang kamu tiduran sini... aku pengen jilatin dede kamu... (sambil dia menarik aku untuk rebahan disamping dia... lalu dia dengan telaten melepas CD ku hingga kontolku terbebas dan terlihat gagah)

Wow honey... aku sampek merinding lihat dede kamu... aahhhh... (langsung diemutnya kontolku sambil jari-jarinya yang mungil menari-nari di biji kontolku)

Dio : Oh Shit... Kataku menahan sensasi nikmatnya perlakuan Rina terhadapku...
Rina : Enak sayangku??? klo Rina giniin suka (katanya sambil memasukkan batang kontolku hingga menyentuh tenggorokannya)

Dio : Arrrghhhh... aku hanya bisa mengerang ketika terasa kepala kontolku terjepit tenggorokannya...

Rina : Aaahhhh... enak sayang? tanya dia lagi sambil mengocok kontolku yang urat-uratnya makin macho... lalu dia basahi tangannya dengan ludahnya dan dia lumuri semua kontolku dengan tangannya itu... Ouuhhh honey... aku pengen banget... katanya sambil mengusap-usap kontolku dengan kedua tangannya yang basah itu...

Lalu dia mengambil posisi diatas dan perlahan-lahan dia gesek-gesekan kepala kontolku dengan mekinya... Ahhhh... nikmat sekali rasa geli dan licin bercampur jadi satu.... lalu dia tekan pelan-pelan hingga kepala kontolku masuk ke mekinya...

Rina : Eeesssstttt.. aaahhhhh... enak banget sayang dede kamu... (matanya terpejam dan kepalanya mendongak menikmati kepala kontolku yang memasuki mekinya yang basah dan sempit)

Dio : aahh yess honey... masukin lebih dalem lagi ya... kataku sambil kudorong keatas pantatku pelan-pelan sampai akhirnya batang kontolku masuk setengah...

Rina menjerit tertahan “Eghh!!! eeennaa.. aaakk... Oh God” sambil dia tekan terus kontolku hingga masuk semuanya...

“Bless... ya ampun mentok banget honey!! AaaahhHHHH!!! Kamu jangan gerak dulu, aku aja yang gerak…...Kata Rina dengan wajah agak tegang antara nikmat dan takut cidera...

Rina mulai bergerak perlahan maju mundur menikmati kepala kontolku menggesek dinding terdalam mekinya... makin lama makin cepat Rina bergerak dan kuimbangi dengan kuputar-putar pinggulku sehingga terdengar suara becek dari mekinya...

Rina : Aaahhh sayanggg... nikmat banget... ouuuhhh... aaakk... ku baa..ruu ka..lliii ini... nger..a..aasss..aainn ML kk..aaa...yyaaa..g..iiinii...

Aku makin gemas melihat wajah cantik Rina memerah karena birahi yang sangat tinggi… lalu kupeluk Rina hingga menimpa tubuh aku...

Kupeluk dia dan mulai kunaik turunkan kontolku dengan tempo sedang... terdengar rintihan-rintihan kenikmatan Rina di telingaku setiap kontolku menghantam dinding rahimnya... Aaaahhh... Yeeessss... OOOoohhhh... TTerr...uuu...sss Say... aaa...nnnn..ggg...

sekitar 5 menit Kukocok meki Rina hingga cairan mekinya terasa membasahi biji kontolku... Saaayaaannggg... aakuuu mm..aaa..uu kkk..eeee..ll.uuuaaarr la...ggg..iiii rintihnya dan dia langsung menekan dadaku hingga posisinya tegak dan dia tarik mekinya sampai copot dari kontolku... dan akhirnya.... “AAAAAAAHHHHHHHH HONNEEEEYYYYYY.... Crreettt... Sssrrrttt...” Semburan hangat dari meki Rina sampai membasahi seluruh kontolku dan perutku...

Tubuh Rina langsung menindih ku dan terkulai lemas diatasku sambil nafasnya memburu dan badannya berguncang... “Benar-benar luar biasa... Pikirku” sekarang gantian kamu yang harus puas sayang katanya dan dia langsung nungging disebelah aku dengan gaya doggy style.

Aku pindah kebelakangnya dan mulai menempatkan kontolku di bibir mekinya yang sudah basah gk karuan dan mengeluarkan aroma khas kewanitaannya... Kumasukkan perlahan kontolku sambil kupegangi pinggulnya yang agak bergetar ketika kontolku menempel di bibir mekinya... kudorong pelan-pelan hingga setiap senti kontolku yang masuk bisa kami nikmati bersama2...

Aaaahhh... enakkk bangett sayangg meki mu... desah aku sambil mendorong masuk kontolku ke dalam mekinya yang sempit dan basah itu... dia juga meremas-remas sprei dengan ganas dan menggeleng-gelengkan kepalanya setiap aku mendorong masuk dan bibirnya digigit-gigit oleh dia menahan kenikmatan... akhirnya ketika tinggal sedikit lagi masuk semua aku hentakkan tiba-tiba hingga terasa bener-bener mentok di dalam mekinya dan Rina pun menjerit tertahan “ArrggHH Terus Sayang....”

Dengan nafsu yang menggebu-gebu kulebarkan pantatnya dengan kedua tanganku dan ku keluar masukkan dengan cepat kontolku ke dalam mekinya hingga berbunyi “Prett... Breeett... Preettt... Brettt... AaaahhHHH Yeeessss... Ohhh GOD....”

Aku tarik rambut Rina dari belakang seperti menunggangi kuda dan dia suka itu “Fuck mee honeeyyy... aaahhhh shiiitt...” Rina meracau tidak karuan dan aku pun mendesah-desah dengan nafas menggebu-gebu... kutarik kontolku sampai lepas dari mekinya dan kuhujamkan lagi sedalam-dalamnya berulang-ulang kali sampai Rina orgasme lagi dan kali ini tidak sampai menyembur tapi menetes-netes...

Kunjungi juga : togel online terpercaya

Aku tidak peduli lagi, jari jempol tanganku kumasukkan juga ke dalam lubang pantat Rina “AaahhhHH Saayaanggg... kkkaa...mmuuu App..aa..i..n itttu... Enak.. Baa...nngg...eeettt” Rina makin menggila dan bersemangat, Keringat kami bercucuran deras kucabut jempolku dari lubang pantatnya dan dia kutekan sampai posisi tengkurap.. lalu aku dengan posisi seperti push up menghajar mekinya dengan kontolku...“Aaahhhhh Sayaaanngggg Semmpiitt Bangetttt” kata aku...

Rina sudah tidak mampu meladeni omongan aku hanya mendesah-desah dan menjerit keenakan ketika kumasukkan kontolku dalam-dalam...

Akhirnya setelah 15 menit aku pun hampir orgasme, kutindih tubuh Rina dari belakang dan kuciumi bibirnya sambil kupompa terus lobang mekinya...

Rina menciumi bibirku sambil mendesah kenikmatan... lalu aku bilang “Honeyyy... aakkuu mauu keluarrrr... pengen bareng sama kamu...”

Iya sayang... kelll...uuuaarrr... ba..rrre...ng... A..kk...uu... Ahhhh... Ouhhhhh... Dii.. d..aaalleem.. aajjaahh Ahhhh... OHHHH... FuccKK.... Jawab Rina sambil terasa cairan hangat di kontolku... aku pun langsunggg memompa sekuat tenaga yang tersisa... .Saaaayyyaaaanngg... Keeellluuuaaarrrrrr... AaaAarrrGGhhH!!

Akhirnya Spermaku yang sudah ingin berlomba-lomba menyembur keras sampai 3 kali klo gk salah hitung ke dalam meki Rina. Akhirnya aku terkulai lemas menindih tubuh Rina yang masih bergelinjang kenikmatan dari belakang dan kubiarkan kontolku didalam mekinya menikmati kehangatan dari meki Rina..

Habis itu kita berdua berciuman dan dia menjilati tubuh aku yang masih berkeringat lalu kita mandi dan memesan makan malam... itulah pengalaman saya dengan teman sekantor saya dan Kami masih sering melakukannya bila ada kesempatan...

Rina adalah wanita pertama yang bisa membuatku merasa benar-benar puas di tempat tidur dan dia juga merasakan yang sama...
Share:

CERITA SEX NIKMATNYA PESTA SEKS BEBAS DENGAN PSK LANGGANAN

Cerita sex - Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya beberapa tahun yang lalu, ketika itu saya masih aktif bekerja pada sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Saya bekerja mempunyai kedudukan yang cukup lumayan dan berpenghasilan lumayan pula. Saya bekerja mendapat antar jemput dan dikawal oleh seorang Satpam kantor. Sebut saja Sopir saya bernama Arman dan Satpam saya bernama Raka.


Saya sangat dekat pada mereka dan tidak ada batas untuk jarak antara atasan dengan bawahan. Merekapun sangat menghormati saya dan sebaliknya. Pernah saya mengajak mereka untuk berlibur dan saya mentraktir mereka. Mereka sangat girang karena ini bukan pertama kalinya diajak liburan.

Ketika itu saya mengajak mereka berlibur ke daerah Puncak Cipanas, saya menyuruh Arman untuk mengarahkan kendaraan ke daerah Sanggabuana. Arman menuruti perintah saya dan mobilpun diarahkan. Ketika sudah dekat saya arahkan kendaraan belok kiri setelah kantor salah satu Bank Pemerintah. Jam menunjukkan pukul 20. 00 wib.

Ketika memasuki daerah tersebut ada beberapa orang mengejar mobil kami dan ada yang lompat kebagian belakang untuk ikut dengan kami. saya suruh Arman untuk menghentikan mobil dan Raka turun untuk menegurnya.

Rupanya orang-orang tersebut adalah penghubung beberapa wanita PSK sekitar. Orang-orang tersebut turun dan meninggalkan kami, kami melanjutkan perjalanan untuk menelusuri lorong/gang untuk menuju tempat mangkalnya para wanita PSK yang sudah terkenal tersebut.

Setibanya disana kami disambut oleh seorang wanita PSK yang rupanya telah mengenali mobil kami dan Dia masuk kedalam mobil. Sebut saja wanita PSK tersebut bernama Tasya, Tasya langsung mencium pipi saya karena sudah kenal. Arman dan Raka tersenyum melihat hal tersebut. “Kenapa pada senyum. ” tanyaku pada mereka.

“Ach. Nggak kok Pak. ” jawab mereka berbarengan. “Kenalin ini Tasya. ” kataku lagi. “Tasya. ” Tasya mengulurkan tangannya. “Kalian pada mau nggak. ” tanyaku lagi pada mereka. “Malu Pak. ” jawab Arman. “Kenapa mesti malu, kan ada saya. ” hiburku lagi. “Nggak punya anu Pak. ” jawab Raka sambil jari jempol dan telujuknya digesekkan. “Tenang aja. saya yang traktir. ” jawabku.

“Pilih sana. Semuanya Ok. Kok ” kataku lagi. “Pilih Mas. Mumpung masih agak siang. ” suruh Tasya. Arman dan Raka turun dari mobil dan pergi kerumah dimana Tasya dan teman-temannya ngumpul, Tasya pun mendampingi mereka sedangkan saya menunggu dimobil.

“Disini terjamin dech Mas. ” kata Tasya memberi garansi. “Saya pilih yang ini. ” kata Arman sambil menunjuk salah satu wanita PSK. Tasya pun memanggil Rika dan langsung diperkenalkan kepada Arman. “Saya pilih yang itu. ” Raka pun nggak mau kalah.

Tasya memanggil Vina dan langsung diperkenalkan kepada Raka. Setelah menemukan pasangan masing-masing, mereka kembali ke mobil. Mobil Kijang kapsul kamipun pergi meninggalkan lokasi dan menuju kevilla yang biasa saya pakai untuk liburan bersama Tasya, Villa tersebut cukup luas dan besar karena mempunyai 4 kamar tidur dan semuanya ada kamar mandinya didalam. saya menempati kamar tidur utama yang berukuran cukup luas.

Sebelum menempati kamar masing-masing, kami berkumpul diruang tengah untuk menikmati bekal yang kami bawa dari Jakarta beramai-ramai sambil minum-minum beer dan beberapa minuman beralkohol cukup tinggi seperti Vodca dan Beefeater yang harum seperti parfume. Setelah mereka kelihatan sudah pada mulai pening, saya suruh mereka memasuki kamar masing-masing dan Merekapun pergi meninggalkan saya dan Tasya yang masih asyik menikmati minuman.

Rupanya Tasya sudah agak mabuk dan bicaranya sudah ngawur, saya bawa Tasya ke kamar dan saya rebahkan ditempat tidur. Tasya menarik saya untuk menemaninya tidur, Tasya langsung meraih ikat pinggangku dan langsung memerosoti celanaku. “Hallo Babby. ” Salamnya ketika melihat kemaluanku menyembul keluar dari sarangnya.

Tasya langsung mengulumnya dengan ganas dan rakus, karena sudah kangen merasakan sodokkan dari kemaluanku ini. Sayapun melepaskan baju yang belum sempat dilepaskan oleh Tiara, karena sudah nafsu ingin melahap kemaluanku. “Hmm. Chayaang. ” gumamnya sambil terus mengulum kemaluan saya.

Saya tarik rambutnya perlahan dan saya suruh Tasya untuk melepaskan pakaiannya. Tasya pun langsung melepaskan pakaiannya sampai benar-benar polos alias bugil. Tasya berdiri diatas saya sambil menari-nari erotis serta mengusap-usap bibir vaginanya yang merah merekah, saya hanya tersenyum melihat tingkah lakunya yang lucu.

Tasya secara perlahan-lahan mendekatkan bibir vaginanya kekemaluan saya sambil menari-nari dan digesek-gesekkan vaginanya sehingga membuat kemaluanku tegang. Melihat kemaluanku sudah tegak lurus tepat dibibir vaginanya, Tasya langsung menghujamkan agar kemaluan saya memasukki lubang vaginanya.

Tetapi kemaluanku tidak mau masuk juga karena lubang vaginnya sempit. Akhirnya Tasya merebahkan diri sambil mengangkangkan kedua pahanya agar vaginanya terbuka lebar dan saya disuruhnya untuk mengambil posisi menindihnya dari atas.

Saya mengarahkan kemaluan saya tepat dibibir vaginanya dan masih tidak bisa masuk juga, maka dengan secara paksa saya tekan kepala kemaluan saya dengan jari agar dapat memasuki lubang kemaluannya dan akhirnya masuk juga. “Ouuchh.. Sakit.. Aa’. ” desah Tasya dengan kebiasaan memanggilku Aa’. “Habisnya peret sichh.. ” kataku pelan.

Saya menekan terus kemaluan saya dan masuklah semua sampai dalam dan saya masih membiarkan kemaluan saya terbenam tanpa melakukan reaksi apa-apa, saya hanya melakukan ciuman bibir dengan bersemangat Tasya mengulum bibir saya serta memeluk pinggang saya agar kemaluan saya menekan lebih dalam lagi. “Hemm.. Emm.. ” suaranya pelan sambil terus mengulum bibir saya. Saya mulai melakukan goyangan turun naik ketika Tasya memulai menggoyang pinggulnya kekiri dan kanan.

Tasya semakin menggila goyangannya ketika sudah mencapai orgasmenya yang pertama dan himpitan vaginanya semakin menyempit dan licin setelah cairan kenikmatan mulai membasahi lubang vaginanya. “Aa’. Tasyaa.. Nggak.. Kuaatt.. ” desahnya panjang.

Tasya pun mengendurkan himpitan pahanya karena lemas setelah orgasme. saya masih membenamkan kemaluan saya tanpa reaksi apa-apa, karena saya sedang berusaha agar Tiara bangkit kembali gairahnya dengan cara menciumi bagian belakang telinganya serta membuat merah sekitar leher dan susunya dengan cupangan.

Beberapa menit kemudian Tasya bangkit lagi dan meminta agar ganti posisi, Tasya mengubah posisinya menungging seperti anjing sedang mau pipis. Sayapun menghujamkan kemaluan saya dari belakang mengarahkan ke lubang vaginanya. “Aa’. Enak sekali A..’. ” desahnya.

Saya mulai memompa maju mundur kemaluan saya sesuai dengan irama permainan pada lazimnya. Dan beberapa menit kemudian Tasya mendesah-desah nikmat. “Aa’. Tooloong A..’. ” desahnya. “Yaa.. Keapa chayaang.. ” kataku. “Tasyaa nggak.. Tahann.. A’. ” desahnya lagi. “Tahan sebentar chayaang.. Aa’. Jugaa ” kataku lagi.

Saya semakin gencar memompa maju mundur agar kami dapat merasakan orgasme secara bersamaan. Dan akhirnya saya dan Tasya mencapai puncaknya secara berbarengan. Setelah kemaluanku mulai menciut, saya melepaskan dari lubang vaginanya Tasya dan terkulai lemas ditempat tidur sambil berpelukkan.

Beberapa menit kemudian saya timbul niat jailku untuk mengerjai Arman dan Raka, saya keluar kamar bersama Tasya masih dalam keadaan bugil menuju kamar Arman dan Rika. Saya ketuk pintu kamar mereka dan Arman membukakan pintu dengan menggunakan handuk, Arman pun kaget karena melihat saya dan Tasya datang dengan keadaan bugil. “Ngapain ditutupi, buka. ” perintahku pada Arman.

“Maalluu Pak. ” jawabnya gugup. “Buka. ” perintahku sekali lagi. Arman pun melepaskan lilitan handuk dan tersembulah kemaluannya yang masih tegang dan agak basah pada batangnya. “Kamu lagi main ya barusan. ” tanyaku pada Arman. “Iyyaa.. Pak.. ” jawabnya gugup.

“Ayo sana.. Teruskan lagi. ” kataku. Arman pun mau menutup pintu, tetapi saya menahannya dan kami masuk kedalam untuk melihat Arman main dengan Rika. Arman menaiki tempat tidur dengan perasaan malu-malu. “Ayo teruskan. Kan lagi nanggung tadi. ” kataku pada Arman.

Rika masih menutupi tubuhnya dengan selimut karena malu dengan keberadaan kami. “Ayoo.. Rii.. Teruskan lagi.. ” kata Tasya memberi semangat. Rika pun membuka selimutnya dan dilemparkan kelantai, Arman pun mengarahkan kemaluannya kelubang vagina Rika dan langsung memompanya.

Beberapa menit kemudian Arman mencapai orgasmenya. “Oohh.. ” desah Arman sambil memeluk Rika serta mencium bibirnya. Kami tahu kalau Rika belum mencapai puncaknya, melihat hal itu saya suruh Rika untuk pergi kekamar mandi agar membersihkan lubang vaginanya dari tumpahan peju si Arman.

Setelah selesai membersihkan diri Rika kembali kekamar dan melihat kemaluan saya sedang dilumat oleh Tasya. Rika saya suruh tidur disebelah saya dengan posisi kedua pahanya mengangkang, saya melepaskan kuluman dari Tasya dan mengarahkan kemaluan saya ke lubang vagina Rika.

“Ouuchh.. Pak. Nggak muaatt.. ” rintih Rika ketika kemaluan saya memasuki lubang vaginanya. “Tahaann sebentar. ” kataku. Saya memompa kemaluan saya dengan cepat agar Rika cepat-cepat mencapai orgasmenya. Benar saja, tidak lama kemudian Rika mencapai puncaknya sambil memelukku dengan erat. “Paakk.. Riiikkaa.. Oochh.. ” desahnya panjang.

Saya belum mencapai orgasme, saya mengajak Arman, Rika dan Tasya untuk mengerjai Raka dan Vina dikamar sebelah. Arman mengetuk pintu kamar Raka, Raka membuka pintu dan mengintip dari balik pintu. Betapa kagetnya Raka ketika melihat kami datang kekamarnya dalam keadaan bugil semua.

Raka berusaha menutup pintu, tetapi didorong oleh Arman dan melihat kedalam tampaklah Vina masih mengangkangkan pahanya karena lagi tanggung digenjot oleh Raka. Melihat hal itu saya menanyakan pada Raka. “Kamu lagi tanggung yaa. ” tanyaku. “Iyaa. Pak. ” jawabnya gugup. “Sudah berapa kali Kamu main. ” tanyaku lagi. “Sudah yang ketiga Pak. ” jawabnya polos.

Mendengar hal itu, saya menyuruh Vina untuk membersihkan diri dikamar mandi dan Raka saya suruh melanjutkan permainannya dengan Rika pasangan Arman. Raka menurut saja, karena takut oleh saya.

Dan Rika naik ketempat tidur dan disusul oleh Raka yang kemaluannya masih tegang karena tanggung. Vina kembali dari kamar mandi dan dilihatnya Raka sedang menggumuli Rika, saya suruh Vina untuk tidur disebelah Rika sambil membuka kedua pahanya dan saya mengambil posisi untuk memasukkan kemaluan saya ke lubang vagina Vina.

Kunjungi juga : togel online terpercaya


Saya menyuruh Tasya mengerjai Arman yang hanya melongo untuk menjilati lubang vaginanya, karena saya tidak mau Tasya dipakai oleh Arman. Raka rupanya sudah mencapai puncaknya secara bersamaan dengan Rika, sebab keduanya berpelukan dengan desahan panjang. Saya memompa Vina dengan cepat agar menyusul mereka yang telah menikmati puncak kenikmatan.

Rupanya Vina lebih dulu mencapai puncaknya dan saya menyusul beberapa menit kemudian.

Melihat saya mencapai puncaknya, Tasya menghampiri saya dan langsung meraih kemaluan saya untuk dikulumnya agar bersih dari sisa-sisa air kenikmatan bersama Vina tadi.

Setelah itu kami keluar kamar Raka dan berkumpul diruang tengah untuk menikmati sisa minuman yang masih ada dan dilanjutkan dengan persetubuhan secara massal dilantai ruang tengah. Tasya, Rika, Vina disuruh tidur telentang sambil mengangkangkan pahanya agar lubang kemaluannya terbuka lebar karena akan disiram minuman beralkohol yang nantinya akan diminum sambil dijilati oleh saya, Arman dan Raka.

Permainan semakin pagi semakin Hot dan semakin gila, kesemuanya ini kami lakukan hingga menjelang Subuh. Jam menunjukkan pukul 10. 18 wib. saya terbangun karena badan terasa dingin, maklum kami semua tidur dilantai. Saya lihat mereka masih tertidur pulas karena kelelahan akibat permainan gila semalaman.

saya melihat Tasya tidur dengan posisi telentang dengan paha sebelah kanan membuka lebar, Rika tidur diatas tubuh Arman dengan kemaluan Arman masih terbenam dilubang vagina Rika, Raka tidur berpelukkan dengan Vina. Sudah menjadi kebiasaan si Tasya pagi bangun tidur tidak sendiri tetapi berdua dengan junior saya alias kemaluan yang berdiri tegang.

Saya melihat posisi Tasya seperti itu, maka dengan mudah saya dapat melampiaskan ketegangan kemaluan saya ini dengan menghunjam ke lubang vagina Tasya yang agak terbuka. Tasya terbangun ketika kemaluan saya menguak lubang vaginanya sambil membuka paha kirinya yang lurus agar membuka lebar.

Melihat hal itu Tasya tersenyum dan membantu dengan menggoyangkan pinggulnya. kami main tidak terlalu lama karena sudah kelelahan akibat permainan semalam. Setelah mencapai orgasme, saya membangunkan mereka semua agar cepat-cepat membersihkan diri dan siap-siap untuk kembali ke Jakarta.

Saya memberikan sejumlah uang service kami kepada Tasya dan teman-temannya. Tarifnya tidak terlalu mahal, mungkin karena mereka merasa senang berteman dengan kami dan minta kami menjadi langganan dan sering-sering mengunjungi mereka lagi.
Share:

CERITA SEX NIKMATNYA MULTI ORGASME YANG KUDAPATKAN DARI DERY TEMAN SUAMIKU

Cerita sex - Dery adalah teman sekantor suamiku, umur mereka sebaya yakni 30 tahun sedangkan aku berumur 28 tahun. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Dery datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus menjelajahi seluruh tubuhku.



Aku benar benar dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku, walaupun aku telah menikah 2 tahun yang lalu dengan suamiku, aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap sedemikian rupa oleh Dery.

Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 4 hari. Pas di hari minggu Dery datang kerumah maksud hati ingin mengajak suamiku bermain tenis, pada waktu itu aku sedang olahraga dirumah dengan memakai hot pant ketat dan kaos diatas perut.

Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana melihat lika liku tubuhku yang seksi tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku berdesir merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku keluar kota sejak 2 hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan senyumannya yang khas tidak terlihat adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berkata,

“..Siska mau tidak gantiin suamimu, main tenis dengan saya..” Giliran aku yang terpana selama menikah belum pernah aku pergi keluar dengan laki laki selain suamiku tetapi terus terang aku senang mendengar ajakannya, dimataku Dery merupakan figure yang cukup ‘gentleman’.

Sementara aku masih ragu-ragu tiba tiba dengan yakin ia berkata “..Cepet ganti pakaian aku tunggu disini..” Entah apa yang mendorongku untuk menerima ajakannya aku langsung mengangguk sambil berlari kekamarku untuk mengganti pakaian.

Dikamar Aku termangu hatiku dag dig dug seperti anak SMU sedang berpacaran lalu aku melihat diriku dicermin kupilih baju baju tenisku lalu ketemukan rok tenis putihku yang supermini lalu kupakai dengan blous ‘you can see’ setelah itu kupakai lagi sweater, wouw.. cukup seksi juga aku ini.., setelah itu aku pakai sepatu olahragaku lalu cepat cepat aku temui Dery didepan pintu “..Ayo Dery aku sudah siap..” Dery hanya melongo melihat pakaianku. Jakunnya terlihat naik turun.

Singkat kata aku bermain tenis dengannya dengan penuh ceria, kukejar bola yang dipukulnya, rok miniku berkibar, tanpa sungkan aku biarkan matanya menatap celana dalamku, ada perasaan bangga dan gairah setiap matanya menatap pantatku yang padat bulat ini.

Saking hotnya aku mengejar bola tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Dery menghampiriku lalu mengajakku pulang. Setiba di rumah, kuajak Dery untuk mampir dan ia menerimanya dengan senang hati. Dery memapahku sampai ke kamar, lalu membantuku duduk di ranjang. Dengan manja kuminta ia mengambilkan aku minuman di dapur, Dery mengambilkan minuman dan kembali ke kamar mendapatkan aku telah melepas sweater dan sedang memijat betisku sendiri.

Ia agak tersentak melihatku, karena aku telah menanggalkan sweaterku sekarang tinggal memakai blous “you can see” longgar yang membuat ketiak dan buah dadaku yang putih mulus itu mengintip nakal, posisi kakiku juga menarik rokmini olahragaku hingga pahaku yang juga putih mulus itu terbuka untuk menggoda matanya.

Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman kepadaku. Memang “gentleman” pria ini. penampilannya agak kaku tetapi disertai sikap yang lembut, kombinasi yang tak kudapatkan dari suamiku, ditambah berbagai macam kecocokan di antara kami. Mungkin inilah yang mendorongku untuk melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang wanita yang sudah bersuami.

Aku menggeser posisiku mendekatinya, lalu kucium pipinya sebagai ucapan terimakasihku. Dery terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibirku beradu dengan bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun aku tahu ini adalah salah tetapi tanpa kusadari ia mencium bibirku beberapa saat sebelum akhirnya aku merespon dengan hisapan lembut pada bibir bawahnya yang basah.

Kami saling menghisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yang lebih dulu melepas ciuman hangat kami. “Dery..” kataku ragu. Kami saling menatap beberapa saat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yang sama dalam hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan kembali saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yang memulai, aku dan Dery saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.

Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Dery mulai beralih dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir. Mataku terpejam. Entah bagaimana pria bukan suamiku ini bisa menyentuh ragaku selembut ini, semakin kupejamkan mataku semakin melayang perasaanku, dan menikmati kelembutan yang memancing gairah ini.

Kembali Dery yang melepas bibirnya dari bibirku. Namun kali ini, dengan lembut namun tegas, ia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yang menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisiku.

Dery mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan lembut namun pasti.

“Mmhh.. Dery.. sudah terlalu jauh Dery..” desahku di sela-sela ciuman panas kami. Aku agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku.

Buah dadaku yang montok dan puting susuku membayang menggoda dari BH-ku yang tipis dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leherku, lalu kembali lagi ke bibir dan lidahku.

Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba-raba dadaku dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik BH menggesek-gesek putingku yang saat itu sudah tegak mengacung.

Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap terlihat tampilan otot di tubuhnya. Aku melihat dada bidang dan kekar, serta perut six packnya di depan mataku. Tak lama ia pun memutuskan untuk mengalihkan godaan bibirnya ke buah dadaku yang masih terbalut BH-ku.

Diciumi buah dadaku sementara tangannya merogoh ke balik punggungku untuk melepas kait BH-ku. Sama sekali tidak ada protes dariku, ia pun melempar BH-ku ke lantai sambil tidak buang waktu lagi mulai dijilati putingku yang memang sudah menginginkan ini dari tadi. “Ooohh.. sshh.. aachh.. Deryy..” desahku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek putingku yang terasa sangat peka.

Dery menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan rintihku yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini, “..Oooh Dery suuddhaah.. Dery.. stoop..!!” tetapi Dery terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya, sehingga kini ia benar-benar telanjang bulat.

Penisnya yang besar dan berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya, besar dan perkasa lebih perkasa dari penis suamiku, vaginaku tiba tiba berdenyut tak karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yang hanya ingin mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian jauh.

Dery melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku.

Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tapi akal sehatku masih menyatakan bahwa ini perbuatan yang salah.

Akhirnya, dengan menyibakkan celana dalamku, Dery mengalihkan jilatannya kerambut kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi. “ggaahh.. Derrryy..stoop..ohh..” bagaikan terkena setrum, rintihanku langsung meledak disertai kenikmatan yang kurasakan saat lidah Dery melalap vaginaku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku.

Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Dery berlutut di depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat batang penisnya yang tegang besar kekar berotot berbeda dengan punya suamiku yang lebih kecil. Oohh..betul betul luar biasa napsu birahiku makin mengebu gebu.

Entah mengapa aku begitu terangsang melihat batang kemaluan yang bukan punya suamiku.Oooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu sebentar lagi aku akan disetubuhi oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu birahiku terus mengelegak.

Kupasrahkan diriku ketika Dery membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu Dery menurunkan pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaginaku. Kerongkonganku tercekat saat kepala penis Dery menembus vaginaku.”Hngk! Besaar..sekalii..Derrry..” Walau telah basah berlendir, tak urung penisnya yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki liang vaginaku yang belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.

Tanpa terburu-buru, Dery kembali menjilati dan menghisap putingku yang masih mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya pada putingku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah penisnya bergerak perlahan dan lembut menembus vaginaku.

Ia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan, memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin banyak meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis berotot ini ke dalam liang kenikmatanku tahap demi tahap.

Lidahnya yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang lain, membuat kepalaku terasa semakin melayang, didera kenikmatan yang semakin bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yang menang, laki laki perkasa ini benar benar telah menyeretku kepusaran kenikmatan, menghisap seluruh pikiran jernihku dan yang timbul adalah rangsangan dahsyat yang membuatku ingin mengarungi permainan seks dengan sahabat suamiku ini lebih dalam.

“Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. Derrryy.. masukin penismu yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. Derryyy..!! Baru kali ini lobang vaginaku merasakan ukuran dan bentuk penis yang bukan milik suamiku, yang sama sekali baru ..besaar dan perkasaa.., aku merasakan suatu rangsangan yang hebat didalam diriku. Seluruh rongga vaginaku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku digesek batang penisnya yang keras dan besaar..!

Akhirnya seluruh batang kemaluannya yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir vaginaku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Dery mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan,

“..oouch.. niikmaat.. Derryyy..!!” aku pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin tersengal-sengal diselingi desah desah penuh kenikmatan.

“hh.. sshh.. hh.. Deeerryy .. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahyangghh..” Dery membalas dengan pertanyaan “Ohh.. Siskaa nikmatan mana dengan penis suamimu..?” otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yang luar biasa..! jawabanku benar benar diluar kesadaranku “Ohh ssh Derryyy. penismu besaar sekalii..! jauh lebih nikmaat ..!!

Dery makin gencar melontarkan pertanyaan aneh aneh, “..hh.. Siska lagi diapain memekmu sama kontolnya Dery..?” aku bingung menjawabnya, “Bilang lagi dientot..!” Dery memaksaku untuk mengulangnya, tapi dasar aku lagi terombang ambing oleh buaian birahi akupun tidak malu malu lagi mengulangnya “hh.. hh.. sshh.. mmhh..lagi dientot sayaang..”

Terus menerus kami saling memberi kenikmatan, sementara lidah Dery kembali menari di putingku yang memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari vagina dan putingku, keseluruh tubuhku hingga ujung jariku.

Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhku melayang. Penisnya yang dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding vaginaku yang mencengkeram erat.

Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Aku begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan erangan erangan liar dan kata kataku semakin vulgar.

“Ahh.. Ouchh.. entootin terus sayaang.. genjoott.. habis memekku..!! genjoott.. kontolmu sampe mentok..!!” Ooohh.. Derrryy.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!” mendengar celotehanku, Dery yang kalem berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat aku benar benar takluk adalah staminanya yang bukan main perkasa.., tidak pernah kudapatkan seperti ini dari suamiku.

Aku benar benar sudah lupa siapa diriku yang sudah bersuami ini, yang aku rasakan sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang ingin kunikmati sepuas puasnya yang belum pernah kurasakan dengan suamiku. Dery mengombang ambingkan diriku di lautan kenikmatan yang maha luas, seakan akan tiada tepinya.

Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku yang begitu dahsyatnya menggulung diriku “Ngghh.. nghh .. nghh.. Deeerryy.. Akku mau keluaar..!!” pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku,

Dery mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan batang kemaluannya dalam dalam dengan memutar mutar keras sekalii.. Clitorisku yang sudah begitu mengeras habis digencetnya. “..aacchh.. Derryyy.. niikmaat.. tekeen.. teruuss.. itilkuu..!!”

Ledakan kenikmatan multiple orgasme ku terasa seperti ‘forever’ menyemburkan lendir multiple orgasme dalam vaginaku, kupeluk tubuh Dery erat sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang mengerang dikupingnya sementara Dery terus menggerakkan sambil menekan penisnya secara sangat perlahan, di mana setiap mili penisnya menggesek dinding vaginaku menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan dalam tubuhku yang tidak bisa kulontarkan dengan kata kata.

Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti ‘forever’ itu akhirnya berakhir dengan tubuhku yang terkulai lemas dengan penis Dery masih di dalam vaginaku yang masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Dery mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan erat, membuatku benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan penisnya yang masih besar dan keras di dalam vaginaku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang terengah-engah.

Setelah aku kembali “sadar” dari ledakan kenikmatan multiple orgasme yang memabukkan tadi, aku pun mulai membalas ciumannya, memancing Dery untuk kembali memainkan lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang aku tidak canggung lagi bersetubuh dengan teman suamiku ini.

Gairahku yang sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada dinding vaginaku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar dan aku semakin berani melayani gairahnya yang memang tampaknya makin liar saja.

Genjotan penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Aku benar-benar tidak menyangka bisa terangsang lagi, biasanya setelah bersetubuh dengan suamiku setelah klimaks rasanya malas sekali untuk bercumbu lagi tapi kali ini Dery memberiku pengalaman baru walau sudah mengalami multiple orgasme yang maha dahsyat tadi tapi aku bisa menikmati rangsangannya lagi oleh genjotan penisnya yang semakin bernapsu, semakin cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi bertubi-tubi dari dalam vaginaku.

Lalu Dery memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yang paling kusenangi “doggy style” dengan gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur alur batang kemaluan suamiku dan sekarang aku akan merasakan batang yang lebih besar lebih perkasa oohh..! dengan cepat aku berbalik sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas “..Yeess..Derryyy..masukin kontol gedemu dari belakang kelobang memekku..”

Dery pun menatap liar dan yang ditatap adalah bokongku yang sungguh seksi dimatanya, bongkahan pantatku yang bulat keras membelah ditengah dimana bibir vaginaku sudah begitu merekah basah dibagian labia dalamku memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yang sudah tidak sabar ingin melahap batang kemaluannya yang sungguh luar biasa itu.

Sambil memegang batang penisnya disodokannya ketempat yang dituju ”Bleess..” ..Ooohh.. Derryyy.. teruss.. Derryyy .. yang.. dalaam..!! mataku mendelik merasakan betapa besaar dan panjaang batang penisnya menyodok liang kenikmatanku, urat urat kemaluannya terasa sekali menggesek rongga vaginaku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging ini. Hambatan yang selalu kuhadapi dengan suamiku didalam gaya ‘doggy style’ ini adalah pada waktu aku masih dalam tahap ‘menanjak’ suamiku sudah terlalu cepat keluar, suamiku hanya bisa bertahan kurang dari dua menit.

Tetapi Dery sudah lebih dari 15 menit menggarapku dengan gaya ‘doggy style’ ini tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh bukan maiin..! bagai kesurupan aku menggeleng gelengkan kepalaku, aku benar benar dalam keadaan ekstasi, eranganku sudah berubah menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga batang penis yang besaar dan panjaang itu lenyap tertelan oleh kerakusan lobang vaginaku. kenikmatanku bukan lagi pada tahap “menanjak” tapi sudah berada di awang-awang di puncak gunung kenikmatan yang tertinggi.

“Hngk.. ngghh..Derryyy..akuu mau keluaar lagii.. aargghh..!!” aku melenguh panjang menyertai multiple orgasme yang kedua yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan penisnya yang besar sedalam-dalamnya di dalam vaginaku, sambil kukempot kempotkan vaginaku serasa ingin memeras batang kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan semaksimum mungkin.

Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan Dery yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun Dery menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan yang maha nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya dengan suamiku.

Dery memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas. “Siska aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin kontolku sayaang..!” Aku benar benar terkejut aku sudah dua kali multiple orgasme tapi Dery belum juga keluar, bukan main perkasanya. biasanya malah suamiku lebih dulu dari aku klimaksnya kadang kadang aku malah tidak bisa klimaks dengan suamiku karena suamiku suka terburu buru.

Merasa aku telah diberi kepuasan multiple orgasme yang luar biasa darinya maka tanpa sungkan lagi kuselomot batang kemaluannya kujilat jilat buah zakarnya bahkan selangkangannya ketika kulihat Dery menggeliat geliat kenikmatan, “..Ohh yess Sis.. nikmat sekalii.. teruss Sis.. lumat kontolku iseep yang daleemm.. ohh.. Sisskaa.. saayaangg..!!”

Dery mengerang penuh semangat membuatku semakin gairah saja menyelomot batang kemaluannya yang besar, untuk makin merangsang dirinya aku merangkak dihadapannya tanpa melepaskan batang kemaluannya dari mulutku, kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak hentakan kebelakang, benar saja melihat gerakan erotisku Dery makin mendengus dengus bagai kuda jantan liar, dan tidak kuperkirakan yang tadinya aku hanya ingin merangsang Dery untuk bisa cepat ejakulasinya malah aku merasakan birahiku bangkit lagi vaginaku terasa berdenyut denyut clitorisku mengeras lagi.

Ohh.. beginikah multiple orgasme yang banyak dibicarakan teman temanku? Selomotanku makin beringas, batang yang besar itu yang menyumpal mulutku tak kupedulikan lagi kepalaku naik turun cepat sekali, Dery menggelinjang hebat, akhirnya kurasakan vaginaku ingin melahap kembali batang kemaluannya yang masih perkasa ini, dengan cepat aku lepas penisnya dari mulutku langsung aku merangkak ke atas tubuhnya kuraih batang kemaluannya lalu kududuki sembari ku tuju ke vaginaku yang masih lapar itu. Bleess.. aachh..aku merasakan bintang bintang di langit kembali bermunculan.

“..Ooohh..Sisskaa.. kau sungguuh sexy.. masuukin kontolku..!!” Dery memujiku setinggi langit melihat begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan bisa kukatakan baru pertama kali inilah aku begitu antusias, begitu beringas bagai kuda betina liar melayani kuda jantan yang sangat perkasa ini. “..Yess.. Derryyy.. yeess.. kumasukkan kontolmu yang perkasa ini..!” kuputar-putar pinggulku dengan cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan derass sehingga batang penis yang besar itu melesak dalaam sekali..

“..aachh.. Sissskkaaa. putaar.. habiisiin kontoolku.. eennakk.. sekaallii..!!” giliran Dery merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya, tidak bisa kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di dalam lautan kenikmatan yang maha luas kucurahkan seluruh tenagaku dengan memutar menggenjot bahkan menekan keras sekali pantatku, kali ini aku yang berubah menjadi ganas dan jalang, bagaikan kuda betina liar aku putar pinggulku dan bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.


Batang kemaluannya kugenjot dan kupelintir habiss.. bahkan kukontraksikan otot-otot vaginaku sehingga penis yang besar itu terasa bagai dalam vacum cleaner terhisap dan terkenyot didalam liang vaginaku. Dan yang terjadi adalah benar benar membuatku bangga sekali,

Dery bagai Layang-layang putus menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, sekali-kali ingin melepaskan tubuhku darinya tapi tidak kuberikan kesempatan itu bahkan kutekan lagi pantatku lebih keras, batang penisnya melesak seluruhnya bahkan rambut kemaluannya sudah menyatu dengan rambut kemaluanku, clitorisku yang lapar akan birahi sudah mengacung keras makin merah membara tergencet batang kemaluannya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, buah zakarnya kuraih dan kuremas-remas, “..Ooohh.. aachh.. yeess.. Siisss.. yeess..!!”

Dery membelalakan matanya sama sekali tidak menyangka aku menjadi begitu beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Dery bangkit, dengan posisi duduk ia menyelomot buah dadaku… aachh tubuhku semakin panaas.. kubusungkan kedua buah dadaku. “..selomot.. pentilku.. dua. duanya.. Deryyy..yeess..!! …sshh.. …oohh..!! mataku menjadi berkunang kunang, “..Ooohh.. Sisskaaa.. nikmatnya bukan main posisi ini..! batang kontolku melesak dalam sekali menembus memekmu..!”

Dery mendengus-dengus kurasakan batang penisnya mengembung pertanda spermanya setiap saat akan meletup, “..Ohh.. sshh..aahh.. Derryyy ..keluaar.. bareeng..sayaannghh..!! jiwaku terasa berputar putar..! “..yess.. Sis..aku… keluarkan diluar apa didalam..?”. “..Ohh.. Dery kontoolmu.. jaangaahhn..dicabuut..keluarin.. didalaam..!!

Tiba tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat sekalii..! dan tubuhku mengejang mengalami multiple orgasme ketika kurasakan semburan dahsyat di dalam rahimku, “..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh.. oohh.. nikmaatnya.. memekmu Siskaa..!!” Dery memuncratkan air maninya di dalam rongga vaginaku, terasa kental dan banyak sekali. Akupun mengelinjang hebat sampai lupa daratan

“..Nggkkh.. sshh.. uugghh.. Derryyy.. teekeen kontoolmu.. sampe mentookkhh.. sayaahng.. aarrgghh..!! gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwaku, ooh benar benar tak kusangka makin sering multiple orgasme makin luar biaasaa rasa nikmatnya jiwaku serasa terbetot keluar terombang ambing dalam lautan kenikmatan yang maha luas. Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai batang penisnya pantatnya pinggangnya bahkan dadanya yang kekar kupeluk erat sekali.

Seluruh tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yang sedang terjepit menyatu di dalam liang vaginaku. aarrgghh.. Nikmatnya mengalami multiple orgasme sungguh luar biaasaa!! Oohh Dery aku kuatir akan ketagihan dengan batang penismu yang maha dahsyat ini!!

Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, klimaks yang ketiga ini membuat tubuhku terasa lemas sekali, Dery sadar akan keterbatasan tenagaku, akhirnya ia membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku terasa sangat dihargainya. Tiga kali klimaks bukanlah hal yang mudah bagiku untuk mendapatkannya didalam satu kali permainan seks.

Dery telah menaklukan diriku luaar.. dalaam..!! akan kukenang kejadian ini selama hidupku. Tiba tiba Dery melihat jam lalu dengan muka sedih ia mengatakan kepadaku bahwa ia harus menemui seseorang 10 menit lagi, akupun tak kuasa menahannya, aku hanya mengangguk tak berdaya.

Sepeninggal Dery dari rumah, aku termenung sendirian di ranjang. Suatu kejadian yang sama sekali tak terpikir olehku mulai merebak dalam kesadaranku. Aku telah menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku bahkan harus kuakui, aku betul betul menikmati kedahsyatan permainan seks dengan sahabat suamiku itu.

Aku mulai merasakan sesuatu yang salah, sementara di lain pihak, aku sangat menikmati multiple orgasme dan sangat mengharapkan Dery memberikan multiple orgasme lagi terhadapku. Hati dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan. Pergumulan batin terjadi membuatku limbung. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba melupakan Dery.

Setelah beberapa minggu dalam kondisi seperti ini, hatiku makin tidak menentu, makin kucoba melupakannya makin terbayang seluruh kejadian multiple orgasme hari itu, aku masih merasakan tubuhnya yang kekar berkeringat napasnya yang mendengus dengus tergiang sayup sayup terdengar suaranya memanggilku ‘sayang’.

Dery berhenti bertugas di kantor suamiku. Entah itu keinginannya sendiri atau memang ia dialih tugaskan, aku tidak tahu. Namun hingga kini, pergumulan batin dalam diriku masih terus berlangsung. Di lain pihak aku tetap ingin mencintai suamiku, walaupun ia tak bisa memberikan multiple orgasme yang telah diberikan Dery padaku.

Aku masih merindukan dan menginginkan multiple orgasme yang diberikan Dery, dimanakah kau berada Dery..?
Share:
Copyright © ceritasexindo | Powered by cerita sex indo Design by TOTOPREDIKSI | Blogger Theme by Ceritasexindo